Anda di halaman 1dari 3

Sterilisasi atau suci hama yaitu suatu proses membunuh segala bentuk kehidupan mikro organisme

yang ada dalam sample/contoh, alat-alat atau lingkungan tertentu. Steril artinya bebas dari segala
mikroba baik patogen maupun tidak. Proses ini melibatkan aplikasi biocidal agent atau proses fisik
dengan tujuan untuk membunuh atau menghilangkan mikroorganisme.

Teknik sterilisasi pada dasarnya dapat ditempuh melalui tiga cara yaitu:
1.Sterillisasi secara Fisis
2. Sterillisasi secara kimia/chemical.
3. Sterillisasi secara Mekanik

STERILISASI SECARA FISIS
1. Panas
Inaktivasi virus dengan panas :
Contohnya seperti penganjuran pada semua alat suntik seperti jarum dan instrument lain yang
telah kena kontak dengan darah agar di autoklaf pada suhu 121
o
C selama 20 menit atau
dipanaskan dalam oven pada suhu 180
o
C selama 1 jam.
Metode sterilisasi dengan panas
-Panas lembab
-Pemanasan Kering
-Air mendidih

2. Pengeringan ( Desikasi )

3. Radiasi
Semua bentuk radiasi dapat merusak mikroorganisme, yang menyebabkan kematian atau
mutasi. Dua kelompok radiasi yang telah digunakan untuk mengendalika mikroorganisme
adalah radiasi pengionan (sinarX, sinar gamma dan sinar katode) dan sinar ultraviolet.
Contohnya:
-Sinar pengion
-Cahaya Ultraviolet


STERILISASI SECARA KIMIA
Metode sterillisasi ini biasanya dengan menggunakan larutan kimia alkohol 96%, atau
Sulfurdioksida dan Chlorine. Bahan kimia yang baik adalah yang memiliki kemampuan membunuh mikroba
secara cepat dengan dosis yang rendah tanpa merusak bahan atau alat yang disterilkan.


STERILISASI SECARA MEKANIS
1. Filtrasi
Substansi tertentu yang tidak dapat terkena panas atau perlakuan kimia tanpa perombakan
atau kerusakan lainnya mungkin di sterilisasi dengan proses filtrasi. Bakteri tidak mati sewaktu
filtrasi tetapi secara fisik terpisah dari cairan dengan cara ini. Filter yang sebenarnya, biasanya
terbuat dari asetat selulosa, mempunyai banyak lubang kecil (pori) yang tidak dilewati bakeri.
2. Tekanan Osmosis
Laju lewatnya air dari larutan yang satu ke larutan yang lain adalah fungsi perbedaan kadar
antara kedua larutan, ini dikenal sebagai tekanan osmosis. Oleh karena itu, apabila bakteri
ditempatkan ke dalam suatu larutan garam atau gula yang berkadar tinggi, air akan mengalir dari
sel bakteri ke dalam larutan garam atau gula. Hal ini, tentunya mencegah pertumbuhan bakteri.
PENDAHULUAN
Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas, begitu
pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel
bakteri tersebut disuspensikan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk
diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan. Hal tersebut juga berfungsi untuk
mengetahui sifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecatan.
Macam-Macam Pewarnaan
Secara garis besar teknik pewarnaan bakteri dapat dikategorikan sebagai berikut :
1. Pewarnaan sederhana
Menggunakan satu macam zat warna (biru metilen/air fukhsin) tujuan hanya untuk melihat
bentuk sel. Zat warna yang dipakai hanya terdiri dari satu zat yang dilarutkan dalam bahan pelarut.
Pewarnaan Sederhana merupakan satu cara yang cepat untuk melihat morfologi bakteri secara umum.
Beberapa contoh zat warna yang banyak digunakan adalah biru metilen (30-60 detik), ungu kristal (10
detik) dan fukhsin-karbol (5 detik).

2. Pewarnaan differensial
Dibagi menjadi pewarnaan gram dan pewarnaan tahan asam.
Pewarnaan Gram
Pewarnaan Gram atau metode Gram adalah suatu metode untuk membedakan
spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, yakni gram-positif dan gram-negatif,
berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding sel.

Pewarnaan tahan asam
Pewarnaan ini ditujukan terhadap bakteri yang mengandung lemak dalam
konsentrasi tinggi sehingga sukar menyerap zat warna, namun jika bakteri diberi zat
warna khusus misalnya karbolfukhsin melalui proses pemanasan, maka akan menyerap
zat warna dan akan tahan diikat tanpa mampu dilunturkan oleh peluntur yang kuat
sekalipun seperti asam-alkohol. Karena itu bakteri ini disebut bakteri tahan asam (BTA)


3. Pewarnaan khusus untuk melihat struktur tertentu
Pewarnaan ini ditujukan untuk dapat lebih mengetahui struktur tententu dalam bakteri/mikroba.
Contoh dari pewarnaan ini adalah : Pewarnaan flagel, Pewarnaan spora,dan Pewarnaan kapsul.


















PENDAHULUAN
Isolasi mikroorganisme mengandung arti proses pengambilan mikroorganisme dari
lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam suatu medium di laboratorium. Proses
isolasi ini menjadi penting dalam mempelajari identifikasi mikrobia, uji morfologi, fisiologi, dan
serologi.

METODE ISOLASI MIKROBA
Metode Taburan ( Pour Plate Method )
Suspensi dicampur dengan agar yang sudah dileburkan pada suhu 50C. agar
dituang ke cawan petri, diinkubasi.
Metode Sebaran ( Spread Plate Method )
Suspensi bakteri diencerkan dalam cairan tertentu.
Metode Goresan ( Steak Plate Method)
Inokulasikan suspensi bakteri pada NA dengan menggunakan ose, laludigores lagi,
sehingga didapat satu macam mikroba saja.
TAHAP-TAHAP SEBELUM PENANAMAN BAKTERI
1) MENYIAPKAN RUANGAN
RUANG TEMPAT PENANAMAN BAKTERI HARUS BERSIH DAN KEADANNYA HARUS STERIL AGAR
TIDAK TERJADI KESALAHAN DALAM PENGAMATAN ATAU PERCOBAAAN
2) PEMINDAHAN DENGAN PIPET
CARA INI DILAKUKAN DALAM PENYELIDIKAN AIR MINUM ATAU PADA PENYELIDIKAN UNTUK
DIAMBIL 1 ML CONTOH YANG AKAN DIENCERKAN OLEH AIR SEBANYAK 99 ML MURNI (PELCZAR, 1986)
3) PEMINDAHAN DENGAN KAWAT INOKULASI
UJUNG KAWAT INOKULASI SEBAIKNYA DARI PLATINA ATAU NIKEL, UJUNGNYA BOLEH LURUS
JUGA BOLEH BERUPA KOLONGAN YANG DIAMETRNYA 1-3MM. DALAM MELAKUKUAN PENANAMAN
BAKTERI KAWAT INI TERLEBIH DAHULU DIPIJARKAN SEDANGKAN SISANYA TUNGKAI CUKUP DILEWATKAN
NYALA API SAJA SETELAH DINGIN KEMBALI KAWAT ITU DISENTUHKAN LAGI DALAM KEADAAN NYALA
(PELCZAR, 1986).