Anda di halaman 1dari 3

Dapat menurunkan hipoksia otak.

Berikan obat-obatan yang diindikasikan dengan tepat dan benar (kolaborasi).


Membantu menurunkan tekanan intrakranial secara biologis/kimia seperti osmotik diuretik
untuk menarik air dari sel-sel otak sehingga dapatmenurunkan edema otak, steroid
(dexametason) untuk menurunkan imflamasi, menurunkan edema jaringan. Obat anti kejang
untuk menurunkan kejang,analgetik untuk menurunkan rasa nyeri efek negatif dari tekanan
intrakranial. Antipiretik untuk menurunkan panas yang dapat meningkatkan pemakaian
oksigen otak.

Dx. Keterbatasan aktifitas berhubungan dengan penurunan kesadaran (soporos-coma).
Tujuan :
Kebutuhan dasar pasien dapat terpenuhi secara adekuat.
Kriteria Hasil :
Kebersihan terjaga, kebersihan lingkungan terjaga, nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan,
oksigen adekuat.
Intervensi :
1) Berikan penjelasan tiap kali melakukan tindakan pada pasien.
R/Penjelasan dapat mengurangi keceasan dan dapat meningkatkan kerjasama yang dilakukan
pada pasien dengan kesadaran penuh atau menurun.
2) Berikan bantuan untuk memenuhi kebersihan diri.
R/Kebersihan perorangan, eliminasi, berpakaian, mandi, membersihkan mata dan kuku,
mulut, telinga, merupakan kebutuhan dasar akan kenyamanan yang harus dijaga oleh perawat
untuk meningkatkan rasa nyaman, dan mencegah infeksi.
3) Berikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan.
R/Makanan dan minuman merupakan kebutuhan sehari-hari yang dlikakuan untuk menjaga
kelangsungan perolehan energi. Diberikan sesuai kebutuhan pasien baik jumlah, kalori, dan
waktu.
4) Jelaskan pada keluarga tindakan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan tetap
aman dan bersih.
R/Keikutsertaan keluarga diperlukan untuk menjaga hubungan klien-keluarga. Penjelasan
perlu agar keluarga dapat memahami peraturan yang ada di ruangan.
5) Berikan bantuan untuk memenuhi kebersihan dan keamanan lingkungan.
R/Lingkungan yang bersih dapat mencegah infeksi dan kecelakaan.

Dx. Kecemasan berhubungan dengan keadaan kritis pada pasien.
Tujuan :
Kecemasan keluarga dapat berkurang.
Kriteria hasil :
Ekspresi wajah tidak menunjang adanya kecemasan.
Keluarga mengerti cara berhubungan dengan pasien.
Pengetahuan keluarga mengenai keadaan, pengobatan, dan tindakan meningkat.
Intervensi :
1) Bina hubungan saling percaya.
R/ Untuk membina hubungan terapeutik perawat-keluarga.
2) Beri penjelasan tentang semua prosedur dan tindakan yang akan dilakukan pada pasien.
R/ Penjelasan akan mengurangi kecemasan akibat ketidaktahuan.
3) Beri kesempatan pada keluarga untuk bertemu dengan klien.
R/ mempertahankan hubungan pasien dan keluarga.
4) Beri dukungan spiritual untuk keluarga.
R/ Semangat keagamaan dapat mengurangi rasa cemas dan dapat meningkatkan keimanan dan
ketabahan dalam menghadapi krisis.

Dx. Resiko tinggi gangguan integritas kulit berhubungan dengan immobilisasi, tidak adekuatnya
sirkulasi perifer.
Tujuan :
Gangguan integritas kulit tidak terjadi
Intervensi :
1) Kaji fungsi sensorik dan motorik pasien dan sirkulasi perifer untuk menetapkan kemungkina
terjadinya lecet pada kulit.
2) Kaji kulit pasien setiap 8 jam : palpasi pada daerah yang tertekan.
3) Gunakan posisi dalam sikap anatomi dan gunakan tempat kaki untuk daerah yang menonjol.
4) Ganti posisi setiap 2 jam.
5) Pertahankan kebersihan dan kekeringan pasien : keadaan lembab akan memudahkan
terjadinya kerusakan kulit.
6) Massagge dengan lembut di atas daerah yang menonjol setiap 2 jam sekali.
7) Pertahankan alat-alat tenun tetap bersih dan tegang.
8) Kaji daerah kulit yang lecet untuk adanya eritema, keluar cairan setiap 8 jam.
9) Berikan perawatan pada daerah yang rusak/lecet setiap 4-8 jam dengan menggunakan H
2
O
2
.