Anda di halaman 1dari 29

Hidrograf Satuan

Program Studi Teknik Sipil


Fakultas Teknik
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
2013/2014
Perbedaan Hidrograf dgn Hidrograf Satuan
Dalam suatu daerah aliran sungai, terjadi hujan sebesar xx mm/jam
dan menghasilkan hidrograf di sungai seperti gambar di bawah ini
Untuk gambar sebelumnya, hidrograf didapat dari hasil transformasi
hujan sebesar xx mm/jam,
Jika untuk input hujan 1 mm/jam, maka hidrograf yang terbentuk
nanti disebut sebagai hidrograf satuan.
Perbedaan Hidrograf dgn Hidrograf Satuan
Konsep hidrograf satuan pertama kali dikenalkan oleh L.K. Sherman
pada tahun 1932.
Hidrograf Satuan adalah hidrograf limpasan langsung (tanpa
baseflow/aliran dasar) yang tercatat di ujung hilir DAS yang
ditimbulkan oleh hujan efektif sebesar 1 mm yang terjadi secara
merata di permukaan DAS dengan intensitas tetap dalam suatu durasi
tertentu.
Hujan efektif atau hujan lebihan (excess rainfall) adalah bagian dari
hujan yang menjadi aliran langsung di sungai.
Hujan efektif = hujan total yg jatuh di permukaan tanah
kehilangan air.
Kehilangan air dihitung dengan metode indeks
Pengertian Hidrograf Satuan
Tahap Tahap Penurunan Hidrograf Satuan
A unit hydrograph can be derived
from a total streamflow
hydrograph at a given stream
gauge location along with the
following information:
The basin area
The basinaveraged rainfall depth
The duration over which the
excess precipitation occurred
Hidrograf terukur di lapangan (stream flow) merupakan hidrograf banjir berpuncak
tunggal (single-peaked hydrograph) hal ini dimaksudkan untuk memudahkan
analisis.
Step 1: Pilih kejadian hujan yang paling cocok
Hujan deras yang dipilih
untuk analisis adalah hujan
dengan durasi singkat.
Anggapan hujan efektif
terdistribusi merata
(uniform) pada seluruh DAS
HS tidak cocok untuk
DAS yg sangat luas di mana
hujan yg terjadi tidak
merata.
Step 2: Pisahkan hidrograf dari komponen baseflow nya
Recall that a unit hydrograph represents the quickresponse runoff.
To make the unit hydrograph show the effect of the quickresponse
runoff only, we need to separate out the baseflow portion.
Once we subtract out the baseflow
component, the resulting hydrograph
shows only the contribution from excess
precipitation, or quickresponse runoff.
quickresponse runoff atau disebut
dengan hidrograf limpasan langsung
Step 3: Hitung volume limpasan langsung
The total volume of water from the quickresponse runoff needs to be
calculated. This is done by summing the areas under the quickresponse
runoff hydrograph for each time step, in this case, hourly.
VLL(m
3
) = HLL (m
3
/dt) x 3600 (dt)
Step 4: Menentukan kedalaman hujan efektif pd suatu DAS
Once we have the estimated volume of the quickresponse runoff for a basin, we
need to determine what basinwide average depth would cause that volume. We
do this by spreading this volume out evenly across the entire basin
Step 5: Adjust The Quickresponse Hydrograph (1)
The excess precipitation depth probably won't be exactly one unit as unit
hydrograph theory requires. So, we have to adjust the quickresponse runoff
hydrograph to show what the response from one unit would be.
Step 5: Adjust The Quickresponse Hydrograph (2)
We can determine the adjustment by simply dividing the hydrograph unit (in
this case, one) by the excess precipitation. We then use this adjustment factor
to convert the points on the hydrograph to the unit hydrograph.
For example, our unit hydrograph depth measurement is 1 cm, and we just
calculated the excess precipitation depth to be 2 cm . That gives us an
adjustment factor of 0.5, which we can use to calculate each data point in the
hydrograph.
Once we multiply each point on the hydrograph by our adjustment factor of
0.5, our resulting unit hydrograph is for exactly 1 cm of excess precipitation.
Step 6: Menentukan Durasi Hidrograf Satuan
The duration of a unit hydrograph refers to a continuous time period during
which one unit of excess precipitation occurred. If it took 6 hours for the one
unit of excess to occur, we have a 6hour unit hydrograph. Remember, the
unit hydrograph duration does not refer to the duration of the streamflow
response.
The difficult part of determining the duration of a unit hydrograph is
estimating which portion of the entire precipitation event actually contributes
to excess precipitation index
Recall that the water that infiltrates and percolates into deeper storage and
baseflow is not part of excess precipitation.
We can estimate this portion of the precipitation by applying a constant loss
function to the rainfall.
Recall that we have already calculated the depth of the excess precipitation
to be 2.0 cm . Now, we need to know how long it took for that excess to
occur.
So we move this loss function line such that the amount of precipitation
above the line is equal to the depth of excess precipitation that we already
calculated for the basin.
Below that line the precipitation goes to longterm storage. Above the line is
the excess precipitation.
Step 6: Menentukan Durasi Hidrograf Satuan
Satuan (2)
Hasil Akhir Hidrograf Satuan
At the end of these steps, we have a 6hour unit hydrograph. It shows the
streamflow response to 6 hours of excess precipitation that produced one unit
of depth.
A rainfallrunoff model for a real event would incorporate the information
from this unit hydrograph to predict the streamflow
Konsep dasar Hidrograf Satuan
Sifat DAS tidak berubah dari hujan yg satu dgn hujan yg lain, maka
hidrograf yg dihasilkan oleh hujan dgn durasi dan pola yg serupa
memberikan bentuk dan waktu dasar yg serupa pula Konsep Superposisi.
Apabila terjadi hujan efektif sebesar 2 mm dgn satuan waktu tertentu,
hidrograf yg terjadi akan mempunyai bentuk yg sama dgn hidrograf dgn
hujan efektif 1 mm dgn durasi hujan yg sama, kecuali jika ordinatnya adalah
dua kali lebih besar (misal: dua satuan hujan efektif 1 mm)
Apabila hujan efektif 1 mm terjadi dalam dua satuan durasi yg berurutan,
hidrograf yg dihasilkan adalah jumlah dari dua hidrograf 1 mm, dengan
hidrograf kedua mulai dgn keterlambatan satu satuan waktu.
HS diturunkan dari hujan efektif dalam satuan durasi yg berurutan
Ilustrasi (misalnya hujan
efektifnya 3 jam):
Atau :
Misalnya U1, U2, dan U3, adalah hidrograf yang terjadi akibat hujan
yang di jam ke-1, ke-2, dan ke-3. Sedangkan HLL adalah hidrograf
limpasan langsung (m3/s). Dan P1, P2, P3 adalah hujan pada jam ke-1,
ke-2, ke-3. Maka HLL = U1 + U2 + U3.
Apabila Q(t) adalah debit (HLL) pada jam ke-t, dan q(t) adalah debit
(hidrograf satuan) pada jam ke-t, maka, dalam gambar diatas,
Q(1) = q(1)*P1 > q(1) = Q(1)/P1
Q(2) = q(2)*P1+q(1)*P2 > q(2) = (Q2-q1*P2)/P1
Q(3)= q(3)*P1 + q(2)*P2 + q(1)*P3 > q(3) = (Q1-q2*P2-q1*P3)/P1
dan seterusnya
penentuan jumlah ordinat Hidrograf Satuan, bisa dihitung dengan :
N-M+1, dengan N = ordinat HLL, dan M= jumlah hujan effektif.
Metode Polinomial
Tahap perhitungan
a) Pisahkan hidrograf dari aliran dasarnya
untuk memperoleh hidrograf limpasan
langsung (HLL) yaitu Q1, Q2, ..., Q
n
.
b) Tentukan index. Hitung hujan efektif =
hujan total - index. didapat P1, P2, ....,
P
m
.
c) Andaikan ordinat HS (q1, q2, ..., q
n-m+1
).
Jumlah ordinat hidrograf satuan =
jumlah ordinat HLL (nol tdk dihitung)
(N) dikurangi lama hujan efektif (M)
ditambah 1 (N-M+1)
d) Kalikan (c) dengan hujan efektif
e) Persamakan HLL dengan (d), maka
ordinat HS dapat dihitung.
Metode Polinomial
Tahap perhitungan
Q1 Q2 Q3 Q4 Q5
P1 P1.q1 P1.q2 P1.q3 P1.q4 ........
P2 - P2.q1 P2.q2 P2.q3 P2.q4
P3 - - P3.q1 P3.q2 P3.q3
ordinat HS
P1.q1 = Q1 q1 = Q1/P1
P1.q2 + P2.q1 = Q2 q2 = (Q2 P2.q1)/P1
P1.q3 + P2.q2 + P3.q1 = Q3 q3 = (Q3 P2.q2 P3.q1)/P1
P1.q4 + P2.q3 + P3.q2 = Q4 q4 = (Q4 P2.q3 P3.q2)/P1
dst..... dst........
Contoh Soal :
Suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 75.6 km
2
menerima hujan
sebesar 13 mm/jam, 15 mm/jam, 12 mm/jam, dan 8 mm/jam selama
4 jam berturut-turut . Debit yg teramati pd titik ujung hilir DAS adl
sbb.
Gambarkan hidrograf satuannya dengan metode Polinomial!
Jam
ke-
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Q
H
5 11 27 47 56.5 48.5 33.5 18.5 8 5
Contoh perhitungan Hidrograf Satuan
Persamaan yang digunakan:
Vol. limpasan langsung = Vol. hujan efektif
VLL = P
ef
. A
dgn demikian, P
ef
(jml. hujan efektif =
kedalaman aliran/limpasan) = VLL / A
1. Menentukan nilai index
base flow tetap sebesar 5 m
3
/dt,
VLL dihitung sbb:
Contoh perhitungan Hidrograf Satuan
t QH BF HLL
0 5 5 0
1 11 5 6
2 27 5 22
3 47 5 42
4 56.5 5 51.5
5 48.5 5 43.5
6 33.5 5 28.5
7 18.5 5 13.5
8 8 5 3
9 5 5 0
HLL 210
VLL = HLL * 3600
VLL = 756000 m
3
P
ef
= VLL / A
Pef = 0.01 m
10.00 mm
Misal index < 8 mm/jam:
index = [(13+15+12+8) 10)] / 4 = 9.5 mm/jam
anggapan tidak benar index > 8 mm/jam!!
Misal 8 < index < 12 mm/jam:
index = [(13+15+12) 10)] / 3 = 10 mm/jam
anggapan benar 8 < index < 12 mm/jam!!
index = 10 mm/jam

index
1. Menentukan nilai index (lanjutan)
Contoh perhitungan Hidrograf Satuan
2. Menentukan hujan efektif
Hujan effektif = hujan - index
P
1
efektif = 13 10 = 3 mm
P
2
efektif = 15 10 = 5 mm
P
3
efektif = 12 10 = 2 mm
3. Menurunkan hidrograf satuan
0
20
40
60
0 2 4 6 8
Waktu (jam)
D
e
b
i
t

(
m
3
/
s
)
HS ?
Peff
HLL
Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8
Hujan
efektif
P1 = 3 mm P1.q1 P1.q2 P1.q3 P1.q4 P1.q5 P1.q6 P1.q7 P1.q8
P2 = 5 mm - P2.q1 P2.q2 P2.q3 P2.q4 P2.q5 P2.q6 P2.q7
P3 = 2 mm - - P3.q1 P3.q2 P3.q3 P3.q4 P3.q5 P3.q6
Q HLL ordinat HS
P1.q1 = Q1 = 6 q1 = Q1/P1 = 6/3 2 q1
P1.q2 + P2.q1 = Q2 = 22 q2 = (Q2 P2.q1)/P1 = (22-5*2)/3 4 q2
P1.q3 + P2.q2 + P3.q1 = Q3 = 42 q3 = (Q3 P2.q2 P3.q1)/P1 = (42-5*4-2*2)/3 6 q3
P1.q4 + P2.q3 + P3.q2 = Q4 = 51.5 q4 = (Q4 P2.q3 P3.q2)/P1 = (51.5-5*6-2*4) /3 4.5 q4
P1.q5 + P2.q4 + P3.q3 = Q5 = 43.5 q5 = (Q5 P2.q4 P3.q3)/P1 = (43.5-5*4.5-2*6)/3 3 q5
P1.q6 + P2.q5 + P3.q4 = Q6 = 28.5 q6 = (Q6 P2.q5 P3.q4)/P1 = (28.5-5*3-2*4.5)/3 1.5 q6
P1.q7 + P2.q6 + P3.q5 = Q7 = 13.5 q7 = (Q7 P2.q6 P3.q5)/P1 = (13.5-5*1.5-2*3)/3 0
P1.q8 + P2.q7 + P3.q6 = Q8 = 3 q8 = (Q8 P2.q7 P3.q6)/P1 = (3-5*0-2*1.5)/3 0
t Q
H
BF Q
HLL
U
3
(t) U
5
(t-1) U
2
(t-2) UH=U
1
(t)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
5.0
11.0
27.0
47.0
56.5
48.5
33.5
18.5
8.0
5.0
5.0
5.0
5.0
5.0
5.0
5.0
5.0
5.0
5.0
5.0
0.0
6.0
22.0
42.0
51.5
43.5
28.5
13.5
3.0
0.0
0.0
6.0
12.0
18.0
13.5
9.0
4.5
0.0
-
0.0
10.0
20.0
30.0
22.5
15.0
7.5
0.0
-
-
0.0
4.0
8.0
12.0
9.0
6.0
3.0
0.0
0.0
6.0/3.0=2.0
12.0/3.0=4.0
6.0
4.5
3.0
1.5
0.0
Tabel hitungan hidrograf satuan
Keterangan:
(1) Q
HLL
= U
3
(t) + U
5
(t-1) + U
2
(t-2)
(2) Contoh: 22.0 = U
3
(t) + 10.0 + 0.0, maka U
3
(t) = 12.0
Hidrograf satuan (UH) adalah U
1
(t) = U
3
(t) / 3 (m
3
/dt)
PR untuk kelas B
Stasiun hidrometri di ujung hilir sungai suatu DAS dengan luas 30 km2 memberikan data hidrograf
seperti gambar berikut.
1
16
13
4
0
10
20
30
40
50
60 0
5
10
15
20
25
30
0 5 10 15 20 25
D
e
b
i
t

a
l
i
r
a
n

(
m
)
Waktu (jam)
Pt (mm)
Qt (m3/s)
Base Flow (m3/s)
Data hidrograf di atas diakibatkan oleh hujan selama 4 jam berturut-turut
sebesar 1 mm/jam, 16 mm/jam, 13 mm/jam, dan 4 mm/jam. Jika
diketahui index sebesar 10,53 mm/jam (untuk menentukan besarnya
hujan efektif) dan diketahui hidrograf limpasan langsung (hidrograf
terukur dikurangi baseflow) dalam tabel. Tentukan hidrograf satuan nya
dengan metode Polinomial
t (jam) HLL (m
3
/s)
0 0.000
1 4.708
2 14.829
3 11.395
4 7.718
5 6.117
6 4.667
7 3.362
8 2.874
9 2.408
10 1.963
11 1.641
12 1.330
13 1.031
14 0.743
15 0.466
16 0.370
17 0.276
18 0.183
19 0.091
20 0.000
PR untuk Kelas A