Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH SISTEM RESPIRASI PADA HEWAN VERTEBRATA DAN

INVERTEBRATA


(Makalah Struktur Perkembangan Hewan)






Oleh
Sarah Niati
1317021068

















JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2013/2014






BAB I
PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang
Bernafas adalah hal yang harus terus menerus dilakukan oleh mahkluk hidup baik
tumbuhan, manusia, maupun hewan agar dapat melanjutkan hidup . Pernapasan
adalah pertukaran gas yang dibutuhkan untuk metabolisme dalam tubuh . Alat
pernafasan pada setiap jenis mahkluk hidup pun berbeda tergantung pada habitat
yang mahkluk hidup tempati atau menyesuaikan habitat nya. Seperti halnya pada
hewan meiliki berbagai macam saluran pernafasan seperti paru-paru yang dimiliki
oleh mamalia,reptilia, amphibi , Cacing (Annelida) dan Amphibia memiliki kulit
yang berfungsi juga sebagai tempat pertukaran gas. Ikan mengambil oksigen yang
berada di lingkungannya (air) dengan menggunakan sistem insang. Sebagian
besar Arthropoda, terutama serangga, telah memiliki sistem saluran pernapasan.
Meskipun demikian, terdapat kelebihan dan kekurangan pada setiap mekanisme
pernapasan yang dimiliki oleh setiap makhluk.
Pada bidang biologi terdapat ilmu yang mempelajari tentang hewan , didalamnya
hewan berdasarkan ada atau tidak ada tulang belakangnya dibagi menjadi dua
yaitu vertebrata da invertebrata. Pada hewan vertebrata dan invertebrata memiliki
saluran pernafasan yang berbeda . dengan adanya keanekaragaman yang terjadi
pada hewan dan dengan seiring perkembangan ilmu pengetahuan maka sangat
pentinglah bagi kita untuk mempelajari dan membahas tentang saluran pernafasan
pada hewan yang sering disebut juga dengan sistem respirasi pada laporan kali ini.

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditentukan rumusan masalah sebagai berikut
:
1. Apa yang dimaksud dengan vertebrata dan invertebrata
2. Bagaimana ciri-ciri vertebrata dan invertebrata?
3. Apa saja contoh dari vertebrata dan invertebrata?
4. Bagaimana sistem respirasinya?

1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah diatas dapat ditentukan tujuanya sebagai berikut :
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan vertebrata dan invertebrata
2. Mengetahui bagaimana ciri-ciri vertebrata dan invertebrata
3. Dapat memberikan contoh dari vertebrata dan invertebrata
4. Dapat mengetahui sistem respirasi pada berbagai macam hewan

























BAB II
PEMBAHASAN




2.1 Pengertian Hewan Vertebrata

Hewan vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang sejati.
Vertebrata juga merupakan subfilum di dalam Filum Chrodata. Jadi, kata
vertebrata juga merupakan salah satu kategori takson. Tulang belakang berasal
dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda
dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa
akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu
tulang belakang (vertebrae). Hewan vertebrata berukuran lebih besar dan lebih
sempurna dibandingkan dengan hewan invertebrata. Kebanyakan hewan
vertebrata memiliki sistem saraf yang lebih baik, yang membuat mereka lebih
pintar.
Vertebrata dibagi atas beberapa kelas yaitu :
a. Kelas Aves (Burung)
b. Kelas Reptilia (Bahasa latin repare = merangkak/merayap)
c. Kelas Amphibia (Latin amphi = dua, bia = hidup)
d. Kelas mamalia (Bahasa latin mamae artinya kelenjar buah dada, mamalia
artinya hewan menyusui)
e. Kelas Pisces (Ikan)


2.2 Ciri-ciri Hewan Vewan Vertebrata
2.2.1 Ciri-ciri Umum Hewan Vertebrata
a. Memiliki tulang belakang terentang sampai ke bagian ekor
b. tubuh memiliki tipe simetris bilateral
c. pada bagian otak dilindungi oleh tulang tengkorak (kranium)
d. mempunyai kepala, leher, badan dan ekor walaupun ekor dan leher tidak
mutlak ada contohnya pada katak

2.2.2 Ciri-ciri Khusus Hewan Vertebrata
Adapun ciri khusus yang dimiliki oleh hewan vertebrata adalah sebagai
berikut:
a. Mempunyai kelenjar bundar, endoksin yang menghasilkan hormon
untuk pengendalian. Pertumbuhan dan proses fisiologis atau faal tubuh
b. Susunan saraf terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang
c. Bersuhu tubuh panas dan tetap (homoiternal) dan bersuhu tubuh dingin
sesuai dengan kondisi lingkungan (poikiloternal)
d. Sistem pernapasan/terpirasi dengan paru-paru (pulmonosum) kulit dan
insang operculum
e. Alat pencernaan memanjang mulai dari mulut sampai ke anus yang
terletak di sebelah vertran (depan) dan tulang belakang
f. Kulit terdiri atas epidermis (bagian luar) dan endodermis (bagian
dalam)
g. Alat reproduksi berpasangan kecuali pada burung, kedua kelenjar
kelamin berupa ovalium dan testis menghasilkan sel tubuh dan sel
sperma.




2.3 Contoh Respirasi Hewan Vertebrata
2.3.1 Sistem Respirasi Pada Aves (Burung)

Burung adalah hewan berdarah panas, sama seperti mamalia ,sehingga suhu
pada tubuh burung bersifat stabil. Karena burung memiliki reseptor
pada bagian otak yang dapat mengatur suhu tubuh, sehingga burung dapat
melakukan aktivitas pada suhu lingkungan yang berbeda .
Burung menggunakan paru-paru dan pundi hawa (pundi-pundi udara) sebagai
alat pernafasanya. Burung memiliki dua lubang hidung, yaitu :
a. Lubang hidung luar terletak pada pangkal paruh bagian atas
b. Lubang hidung dalam terletak pada langit-langit rongga mulut

Trakea pada burung sama seperti pada manusia yaitu berupa tulang rawan yang
berbentuk cincin-cincin . trakea bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri.
Bronkus kanan dan kiri merupakan penghubung siring dengan paru-paru.
Didalam siring terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar
menghasilkan suara. Burung memiliki sepasang paru-paru yang menempel pada
dinding bagian dalam . Paru paru sendiri terbungkus oleh selaput paru-paru
(pluera) yang berhubungan dengan pundi-pundi hawa. Paru-paru burung tidak
memiliki alveolus ,sebagai ganti fungsinya adalah parabronki (Pembuluh kapiler
yang berdampingan dengan kapiler darah). Selain itu burung juga tidak memiliki
diafragma sehingga dalam pergerakan paru-paru (inhale-exhale) dibantu oleh
rongga seluruh tubuh.

Fungsi pundi-pundi hawa pada burung :
1. untuk bernapas saat terbang
2. memperkeras suara dengan memperbesar ruang siring
3. mencegah kedinginan dengan menyelubungi organ dalam dengan rongga
udara
4. mengurangi hilangnya panas tubuh
5. memperbesar atau memperkecil berat jenis tubuh (berguna saat berenang)

Pundi-pundi hawa pada burung berjumlah sembilan yaitu :
1. 2 kantong di leher (servikal)
2. 1 kantong di antara tulang selangka (korakoid/interclavicular)
3. 2 kantong di dada depan (toraks anterior)
4. 2 kantong di dada belakang (toraks posterior)
5. 2 kantong di perut (abdominal)

Mekanisme pernafasan burung sebagai berikut :



a. Pernafasan burung saat tidak terbang
Fase Inspirasi : tulang rusuk bergerak ke depan volume rongga dada
membesar tekanan mengecil udara akan masuk melalui saluran
pernapasan. Saat inilah sebagian oksigen masuk ke paru-paru dan
O
2
berdifusi ke dalam darah kapiler, dan sebagian udara dilanjutkan masuk
ke dalam katong-kantong udara.
Fase Ekspirasi : tulang rusuk kembali ke posisi semula rongga dada
mengecil tekanan membesar. Pada saat ini udara dalam alveolus dan
udara dalam kantong-kantong hawa bersama-sama keluar melalui paru-
paru. Pada saat melewati alveolus, O
2
diikat oleh darah kapiler alveolus,
dan darah melepas CO
2
. Dengan demikian, pertukaran gas CO
2
dan
O
2
dapatberlangsung saat inspirasi dan ekspirasi.
b. Pernafasan burung saat terbang
Pundi hawa sangat berperan pentng ketika burung mulai terbang, dikarenakan
urung yang terbang tidak dapat menggerakan tulang rusuknya,sehingga pundi
hawalah yang dipergunakan oleh burung untuk bernafas. Inspirasi dan
ekspirasinya dilakukan secara bergantian oleh pundi-pundi hawa.

Fase Inspirasi : Pada saat sayap diangkat, pundi hawa antar tulang korakoid
terjepit, sedangkan pundi hawa ketiak mengembang, akibatnya udara masuk ke
pundi hawa ketiak melewati paru-paru, terjadilah inspirasi. Saat melewati paru-
paru akan terjadi pertukaran gas O
2
dan CO
2
.
Fase Ekspirasi : Sebaliknya pada saat sayap diturunkan, pundi hawa ketiak
terjepit, sedangkan pundi hawa antar tulang korakoid mengembang, sehingga
udara mengalir keluar dari kantong hawa melewati paru-parusehingga terjadilah
ekspirasi. Saat melewati paru-paru akan terjadi pertukaran gas O
2
dan CO
2
.
Dengan cara inilah inspirasi dan ekspirasi udara dalam paru-paru burung saat
terbang. Jadi pertukaran gas pada burung saat terbang juga berlangsung saat
inspirasi dan ekspirasi.

2.3.2 Sistem Pernafasan Pada Amphibi (Katak)
Katak muda (berudu) menggunakan insang untuk mengambil O2 yang terlarut
dalam air. Setelah berumur lebih kurang 12 hari, insang luar diganti dengan
insang dalam. Setelah dewasa, katak bernapas menggunakan selaput rongga
mulut, paru-paru, dan kulit.

Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karena tipis dan
banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan
rongga mulut dan faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup, sehingga
udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga
mulut yang tipis.
Pernapasan dengan kulit dilakukan secara difusi. Hal ini karena kulit katak
tipis, selalu lembap, dan mengandung banyak kapiler darah. Pernapasan
dengan kulit berlangsung secara efektif baik di air maupun di darat.
Oksigen (O2) yang masuk lewat kulit akan diangkut melalui vena kulit
paru-paru (vena pulmo kutanea) menuju ke jantung untuk diedarkan ke
seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida (CO2) dari jaringan akan
dibawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru melalui
arteri kulit paru-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian, pertukaran
oksigen dan karbon dioksida terjadi di kulit.
Mekanisme inspirasi dan ekspirasi dijelaskan seperti berikut.
1) Fase inspirasi katak
Fase inspirasi terjadi bila otot sternohioideus berkontraksi sehingga rongga
mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane (celah hidung).
Setelah itu, koane menutup, otot submandibularis dan otot geniohioideus
berkontraksi, sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut
mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Dalam paru-
paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada dalam
kapiler dinding paru-paru, dan sebaliknya karbon dioksida dilepaskan ke
lingkungan.

2) Fase ekspirasi katak
Mekanisme ekspirasi terjadi setelah pertukaran gas di dalam paru-paru,
otot rahang bawah mengendur atau berelaksasi, sementara otot perut dan
sternohioideus berkontraksi. Hal ini mengakibatkan paru-paru mengecil,
sehingga udara tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut.
Selanjutnya koane membuka, sedangkan celah tekak menutup, sehingga
terjadi kontraksi otot rahang bawah yang diikuti berkontraksinya otot
geniohioideus. Akibatnya, rongga mulut mengecil dan udara yang kaya karbon
dioksida terdorong keluar melalui koane.

2.4 Pengertian Hewan Invertebrata
Hewan invertebrata adalah golongan hewan yang tidak memiliki tulang
belakang. Berasal dari bahasa latin yaitu in = tanpa ,dan vertebrae = bertulang
belakang. Pada umumnya hewan ini memiliki struktur morfologi, sistem
pernafasan dan sistem peredaran darah yang lebih sederhana dari hewan
vertebrata.
Hewan invertebrata terdiri atas beberapa filum sebagai berikut :
a. Porifera
b. Cnidaria
c. Molusca
d. Platyhelminthes
e. Annelida
f. Arthropoda
g. Nemathehelminthes
h. Echinidermata

2.5 Ciri-ciri Hewan Invertebrata
a. Tidak memiliki dinding sel yang menyokong tubuhnya
b. Sebagian besar tubuhnya tersusun atas protein struktural kolagen
c. Memakan bahan organik yang terurai

2.6 Contoh Pernafasan Pada Hewan Invertebrata

2.6.1 Sistem Pernafasan pada Porifera

Tubuh hewan filum Porifera tersusun atas banyak sel dan memiliki jaringan
yang sangat sederhana. Hewan ini banyak ditemukan di pantai atau di laut
porifera tidak memiliki alat pernapasan khusus. Udra pernapasan
berlangsung di sel-sel permukaan tubuh atau sel-sel leher yang
bersentuhan dengan air. Oksigen yang diambil oleh porifera berasal dari
oksigen yang terlarut di dalam iar. Hewan filum Cnidaria yang meliputi
golongan hewan karang, ubur-ubur, hydra, dan anemone laut, tubuhnya
tersusun atas banyak sel dan memiliki jaringan. Cnidaria tidak memili alat
pernapasan yang lengkap atau khusus. Sel-sel di bagian permukaan
tubuhya dapat melakukan pertukaran gas dengan lingkungannya.

2.6.2 Sistem Pernafasan pada Belalang

Belalng bernafas menggunakan trakea yang mana didalamnya terdapat
spirakel (pembluh trakea) dan trakeolus,Spirakel atau stigma merupakan
jalan keluar masuknya udara dari dan ke dalam sistem trakea, terdapat
di kerangka luar (eksoskeleton), berbentuk pembuluh silindris yang
berlapis zat kitin, terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh, dan
merupakan tempat bermuaranya pembuluh trakea. Pada umumnya spirakel
terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga
beristirahat. Udara masuk melalui empat pasang spirakel depan dan keluar
melalui enam pasang spirakel belakang. Oksigen dari luar masuk lewat
spirakel, kemudian menuju pembuluh-pembuluh trakea, selanjutnya
pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut
trakeolus. Dengan demikian, oksigen dapat mencapai
seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam.

Sistem respirasi pada belalang
Mekanisme pernapasan pada belalang diatur oleh otot perut (abdomen). Ketika
otot perut (abdomen) berelaksasi, volume trakea normal sehingga udara
masuk. Sebaliknya, ketika otot abdomen berkontraksi, volume trakea mengecil
sehingga udara keluar. Jalur yang dilalui udara pernapasan,yaitu :
Udara dari luar stigma/spirakel saluran/pembuluh trakea trakeolus
jaringan tubuh. Jadi, sistem trakea berfungsi
mengangkut O
2
dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, serta
sebaliknya mengangkut CO
2
hasil pernapasan untuk dikeluarkan dari tubuh.
Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari
makanan dan bukan untuk mengangkut udara pernapasan.

3.6.3 Sistem pernafasan pada Echinodermata (Bintang Laut)
Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri). Echinodermata
adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air
tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya:
kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral
(terbagi lima). Walaupun terlihat primitif, Echinodermata adalah filum yang
berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup
Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder.
a.Ciri-ciri Echinodermata
1. Bentuk tubuh dewasanya adalah simetris radial
2. Bentuk tubuh larvanya adalah simetris bilateral
3. Kulitnya terdiri atas lempeng-lempeng kapur dan duri-duri kecil pada
permukaannya
4. Merupakan hewan pemakan sampah laut
5. Pergerakannya dengan sistem ambulakral
6. Saluran pencernaan masih sederhana
7. Sistem syaraf dengan batang cincin yang bercabang ke arah radial.
b. Sistem Pernafasan dan Ekskresi
Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae
(Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan
ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi
pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis
Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa
metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh
amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya
dilepas ke luar tubuh.

































BAB III

KESIMPULAN




1. Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang
belakang,sedangkan invertebrata adalah golongan hewan yang tidak
bertulang belakang
2. Struktur morfologi dan fisiologi pada hewan vertebrata lebih sempurna
dibandingkan dengan hewan invertebrata
3. Burung bernafas menggunakan paru-paru dan pundi hawa
4. Pada setiap jenis makhluk hidup memiliki sistem pernafasan yang
berbeda
5. Pada burung terbang menggunakan pundi hawa sebagai alat pernafasan
6. Katak dewasa menggunakan paru-paru sebagai alat respirasi.
7. Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal
branchiae (Papulae).


















DAFTAR PUSTAKA





Campbell,2008, Biologi, edisi kedelapan jilid 3, Erlangga, Jakarta.
Francis J. Ryan, 1997. Bintang laut dan echinodermata yang lain. Jakarta:
Gramedia
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/sistem-pernapasan-pada-
hewan.html
http://www.materisekolah.com/sistem-pernapasan-pada-hewan-invertebrata

http://www.pustakasekolah.com/sistem-pernapasan-pada-berbagai-hewan.html