Anda di halaman 1dari 6

ANEMIA DALAM

KEHAMILAN
Definisi
Anemia dalam kehamilan ialah kondisi Ibu dengan kadar hemoglobin di bawah 11
gr % pada trisemester 1 dan 3 atau kadar < 10,5 gr % pada trisemester 2.
Pengaruh Anemia Dalam Kehamilan
Anemia dalam kehamilan memberi pengaruh kurang baik bagi Ibu, baik dalam
kehamilan, persalinan maupun dalam nifas dan masa selanjutnya.
Penyulit yang dapat timbul adalah seperti :
Abortus
Partus Prematurus
Partus lama karena Inersia Uteri
Perdarahan Postpartum karena Atonia Uteri
Syok
Infeksi, baik Intrapartum maupun Postpartum
Anemia yang sangat berat dengan Hb < 4 gr % dapat menyebabkan
Dekompensasi Kordis, seperti yang di laporkan oleh Lie Injo Luan Eng dan
kawan
kawan.
Pengaruh Anemia pada kehamilan bagi Hasil Konsepsi, seperti :
Kematian Mudigah
Kematian Perinatal
Prematuritas
Dapat terjadi Cacat bawaan
Cadangan besi kurang
Anemia dalam kehamilan merupakan sebab potensial Morbiditas serta Mortalitas
Ibu dan anak
Pembagian Anemia Dalam Kehamilan
Anemia dalam kehamilan dapat di kelompokkan menjadi 4 yaitu :
Anemia defisiensi
besi

Etiologi :
Kurang masuknya unsur besi dengan makanan, karena gangguan Resorpsi,
gangguan penggunaan, atau karena terlampau besi keluar dari badan, misalnya
pada perdarahan.
Dignosis
Diagnosis anemia defisiensi besi berat tidak sulit karena ditandai dengan ciri-ciri
yang khas bagi defisiensi besi, yakni mikrositosis & hipokromasia.
Sifat lain yang khas bagi defisiensi besi ialah:
leadar besi serum rendah
daya ikat besi serum tinggi
protoporfirin eritrosit tinggi
tidak ditemukan hemosiderin (stainable iron) dalam sum-sum tulang.
Terapi :
Pengobatan dapat dimulai dengan prefarat besi per 05. Biasanya diberikan garam
besi sebanyak 600-1000 mg sehari, seperti sulfas-ferrosus atau glukonas frrosus.
Peranan vitamin C dalam pengobatan dengan besi masih diragukan oleh
beberapa penyelidik. Mungkin vitamiin C mempunyai khasiat untuk mengubah ion
ferri menjadi ion ferro yang lebih mudah diserap oleh selaput usus.
Terapi parenteral baru diprlukan apabila penderita tidak tahan akan obat besi per
05, ada gangguan penyerapan. Penyakit saluran pencernaan, atau apabila
kehamilannya sudah tua. Besi parenteral diberikan dalam but ferri.secara
intamuskulus dapat disuntikkan desktran besi (imferon) atau sorbitol besi
(jectofer), hasilnya lebih cepat dicapai, hanya penderita merasa nyeri ditempat
suntikkan.
Juga secara i.v perlahan-lahan besi dapat diberikan, seperti ferrum desidum
salekartum (ferrigen, ferrivenin,proferrin,vitis), sodium ferrum (ferronascin),infus
dalam dosis total antara 1000-2000 mg unsur besi sekaligus, dengan hasil yang
sangat memuaskan. Tranfusi darah sebagai pengobatan anemia dalam kehamilan
sangat jarang diberikan, walaupun Hb-nya kurang dari 6gr% apabila tidak terjadi
pendarahan.
Pencegahan :
Didaerah-daerah dengan frekuensi kehamilan yang tinggi sebaiknya setiap wanita
hamil diberi sulfas ferrosus atau glukonas forrosus, cukup 1 tablet sehari, dan
nasehatkan pula untuk makan lebih banyak protein & sayur-sayuran yang
mengandung banyak mineral serta vitamin.
Anemia Megaloblastik
Etiologi
Banyak disebabkan karena defisiensi asam folik (pteroylglutamic acid), jarang sekali
kru defisiensi vitamin B12.
Terapi
Dalam pengobatan anemia megabolistik dalam kehamilan sebaiknya bersama-
sama dengan asam folik diberikan pula besi. Tablet asam folik diberikan dalam
dosis 15-30 mg sehari. Jika perlu,asam folik diberikan dengan suntikan dalam dosis
yang sama. Apabila anemia megaloblastik disebabkan oleh defisiensi vitamin
B12,maka penderita harus diobati vitamin B12 dengan dosis 100-1000 mikrogram
sehari, baik 05 maupun parenteral.
Pencegahan
Pada umumnya asam folik tidak diberikan secara rutin, kecuali didaerah-daerah
dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi. Apabila pengobatan anemia
dengan besi saja tidak berhasil, maka besi harus ditambah dengan asam folik.
Anemia Hipoplastik
Anemia pada wanita hamil yang disebabkan sum-sum tulang kurang mampu
membuat sel-sel darah baru, dinamakan anemia hipoplastik dalam kehamilan.
Etiologi anemia hipoplastik karna kehamilan hingga karena belum diketahui dengan
pasti kecuali disebabkan oleh sepsis, sinar roentgen, racun, atau obat-obat.
Karena obat penambah darah tidak memberi hasil, maka satu-satunya cara untuk
memperbaiki keadaan pendirian ialah tranfusi darah, yang sering perlu diulang
sampai berapa kali. Biasanya anemia hipoplastik karena kehamilan, apabila wanita
dengan selamat mencapai nifas, akan sembuh dengan sendirinya. Dalam
kehamilan-kehamilan berikutnya biasanya wanita menderita anemia hipoplastik lagi.
Anemia Hemolitik
Etiologi:
Penghancuran sel darah merah berlangsung lebih cepat dari pembuatannya, wanita
dengan anemia hemolitik sukar menjadi hamil, apabila ia hamil, maka anemianya
biasanya menjadi lebih berat.
Secara umum anemia hemolitik dapat dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu:
1. Golongan yang disebabkan oleh faktor intrakorpuskuler, seperti pada
sferositosis, eliptositosis, anemia hemolitik herediter, thallesemia, anemia sel
sabit, hemoglobinopatia C,D,G,H,I,dan paraxysmal nocturnal haemoglobin
uria.
2. Golongan yang disebabkan oleh faktor ekstrakorpuskuler, neoarsphenamin,
timah, sulfonamid, kinin, paraguin, pimaguin, nitrofurantoin (furadantin), racun
ular. Pada defisiensi G 6 PD, antogonismus rhesus atau ABO, leukemia,
penyakit Hodglein, limfosarkoma, penyakit hati.
Gejala yang sering di jumpai ialah gejala gejala proses hemolitik, seperti anemia,
hemoglobinemia, hemoglobinuria, hiperbiliribinemia, hiperurobilinuria, dan
sterkobilia lebih banyak dalam feses.

Disamping itu terdapat pula sebagai tanda regenerasi darah seperti retikulositisis
dan normolastemia, serta hiperplasia erithropoeis dalam sum sum tulang.
Pengobatan
Pengobatan anemia hemolitik dalam kehamilan tegantung pada jenis dan beratnya
obat obat penambah darah tidak memberi hasil. Tranfusi darah, kadang
kadang diulang beberapa kali, diperlukan pada anemia berat untuk meringankan
penderitaan Ibu dan mengurangi hipoksia janin.