Anda di halaman 1dari 23

BAB 1

Oleh:

Dr. dr. Zairin Noor Helmi, Sp.OT(K)., M.M., FISC.

Anatomi dan Fisiologi
Muskuloskeletal
Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan bab ini, pembaca/
peserta didik diharapkan mampu:
menjelaskan tentang struktur dan
fungsi tulang;
menjelaskan jenis-jenis serta fungsi
sendi dan kartilago;
menjelaskan tentang jaringan
penghubung;
menjelaskan fisiologis dari otot, tendon,
dan ligamen.
2
ANATOMI DAN
FISIOLOGI TULANG
ANATOMI DAN FISIOLOGI
TULANG
Tulang bukan saja merupakan kerangka
penguat tubuh, tetapi juga merupakan
bagian untuk susunan sendi dan di
samping itu pada tulang melekat origo
dan insertio dari otot-otot.

Dengan demikian tulang dan kerangka
merupakan segi yang sangat penting di
dalam bidang ortopedi.
4
Fungsi Utama Tulang
1. Membentuk rangka badan.
2. Sebagai pengumpil dan tempat melekat otot.
3. Sebagai bagian dari tubuh untuk melindungi
dan mempertahankan alat-alat dalam, seperti
otak, sumsum tulang belakang, jantung, dan
paru-paru.
4. Sebagai tempat mengatur dan deposit
kalsium, fosfat, magnesium, serta garam.
5. Ruang di tengah tulang-tulang tertentu
sebagai organ yang mempunyai fungsi
tambahan lain yaitu sebagai jaringan
hemopoetik untuk memproduksi sel-sel darah
merah, sel-sel darah putih, dan trombosit.

5
Komponen Jaringan Tulang
1. Komponen-komponen utama dari jaringan
tulang adalah mineral-mineral dan jaringan
organik (kolagen dan proteoglikan).
2. Kalsium dan fosfat membentuk suatu kristal
garam (hidroksiapatit), yang tertimbun pada
matriks kolagen dan proteoglikan.
3. Matriks organik tulang disebut juga sebagai
suatu osteoid. Sekitar 70% dari osteoid adalah
kolagen tipe I yang kaku dan memberikan
ketegaran tinggi pada tulang.
4. Materi organik lain yang juga menyusun tulang
berupa proteoglikan.
6
Embriologi Tulang
7
Perkembangan Tulang
Secara langsung
Pada proses ini tulang akan terbentuk secara
langsung dari membran tulang dalam bentuk
lembaran-lembaran, misalnya pada tulang muka,
pelvis, skapula, dan tulang tengkorak. Proses
penulangan ini ditandai dengan terbentuknya
osteoblast yang merupakan rangka dari trabekula
tulang yang penyebarannya secara radial.

Secara tidak langsung
Pada proses ini tulang terbentuk dari tulang rawan,
di mana proses penulangan dari tulang rawan
terjadi melalui dua cara, yaitu: 1) pusat osifikasi
primer, pada keadaan ini osifikasi dari tulang terjadi
melalui osifikasi endokondral; 2) osifikasi sekunder,
pada keadaan ini osifikasi terjadi di bawah
perikondrium/perikondrial (osifikasi periosteum/
periosteal).

8
9
Pertumbuhan Tulang
Klasifikasi Bentuk Tulang
1. Tulang panjang (long bone).
Misalnya: femur, tibia, fibula, ulna, dan humerus
(daerah batas disebut diafisis dan daerah yang
berdekatan dengan garis epifisis disebut metafisis).
2. Tulang pendek (short bone).
Misalnya: tulang-tulang karpal.
3. Tulang pipih (fist bone).
Misalnya: tulang parietal, iga, skapula, dan pelvis.
4. Tulang takberaturan (irregular bone).
Misalnya: tulang vertebra.
5. Tulang sesamoid.
Misalnya: tulang patella.
6. Tulang sutura (sutural bone).
Terdapat pada atap tengkorak.
10
11
Histologis Tulang
Secara histologis, pertumbuhan tulang terbagi
dalam:
1. Tulang imatur (non-lamelar bone, woven
bone, fiber bone). Terbentuk pada
perkembangan embrional dan pada usia 1
tahun tidak terlihat lagi. Tulang imatur
mengandung jaringan kolagen.
2. Tulang matur (mature bone, lamelar bone).
3. Tulang kortikal (cortical bone, dense bone,
compacto bone).
4. Tulang trabekuler (cancellous bone,
trabecular bone, spongiosa).
12
Periosteum
Seluruh tulang diliputi oleh lapisan fibrosa
yang disebut periosteum (Gambar hlm.
14),yang mengandung sel-sel yang dapat
berproliferasi dan berperan dalam proses
pertumbuhan transversal tulang panjang.

Kebanyakan tulang panjang mempunyai
arteria nutrisi. Lokasi dan keutuhan dari
pembuluh-pembuluh inilah yang
menentukan berhasil atau tidaknya
proses penyembuhan suatu tulang yang
patah pada saat mengalami kerusakan.
13
14
Fisiologi Sel-sel Tulang
1. Osteoblas.
Membangun tulang dengan
membentuk kolagen tipe I dan
proteoglikan sebagai matriks
tulang atau jaringan osteoid
melalui suatu proses yang disebut
osifikasi.
2. Osteosit.
Adalah sel-sel tulang dewasa yang
bertindak sebagai suatu lintasan
untuk pertukaran kimiawi melalui
tulang yang padat.
3. Osteoklas.
Adalah sel-sel besar berinti banyak
yang memungkinkan mineral dan
matriks tulang dapat diabsorpsi.
15
SENDI DAN TULANG
RAWAN KARTILAGO
Sendi
Sendi adalah tempat pertemuan dua atau
lebih tulang. Tulang-tulang ini dipadukan
dengan berbagai cara, misalnya dengan
kapsul sendi, pita fibrosa, ligamen,
tendon, fasia, atau otot.
17
Macam Sendi
1. Sendi fibrosa
(sinartrodial),
merupakan sendi yang
tidak dapat bergerak;
2. Sendi kartilaginosa
(amfiartrodial),
merupakan sendi yang
dapat sedikit bergerak;
dan
3. Sendi sinovial
(diartrodial),
merupakan sendi yang
dapat digerakkan
dengan bebas.
18
Sinovium
Sinovium menghasilkan cairan sangat
kental yang membasahi permukaan
sendi.

Cairan sinovial normalnya bening, tidak
membeku, dan tidak berwarna. Jumlah
yang ditemukan pada tiap-tiap sendi
relatif kecil (13 ml). Hitung sel darah
putih pada cairan ini normalnya kurang
dari 200 sel/ml dan terutama adalah sel-
sel mononuklear.
19
OTOT RANGKA
Otot Rangka
Otot merupakan organ tubuh yang
mempunyai kemampuan mengubah
energi kimia menjadi energi
mekanik/gerak sehingga dapat
berkontraksi untuk menggerakkan
rangka.
Otot rangka bekerja secara volunter
(secara sadar atas perintah dari otak),
bergaris melintang, bercorak, dan berinti
banyak di bagian perifer. Secara
anatomis terdiri atas jaringan konektif
dan sel kontraktil.
21
Struktur Otot Rangka
22
Tendon dan Ligamen
Tendon merupakan suatu berkas
(bundel) serat kolagen yang melekatkan
otot ke tulang. Tendon menyalurkan gaya
yang dihasilkan oleh kontraksi otot ke
tulang. Serat kolagen dianggap sebagai
jaringan ikat dan dihasilkan oleh sel-sel
fibroblas.
Ligamen adalah taut fibrosa kuat yang
menghubungkan tulang ke tulang,
biasanya di sendi. Ligamen
memungkinkan dan membatasi gerakan
sendi.
23