Anda di halaman 1dari 12

I.

Metode Biseksi
Metode Biseksi merupakan salah satu metode tertutup untuk menentukan solusi akar dari
persamaan non linier, dengan prinsip utama sebagai berikut :
1. Menggunakan dua buah nilai awal untuk mengurung salah satu/lebih akar persamaan
non linier
2. Nilai akarnya diduga melalui nilai tengah antara dua nilai awal yang ada dan bagian
yang tidak mengandung akar dihilangkan. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga
diperoleh akar persamaan.



Langkah-Langkah Penyelesaian (Algoritma) Menggunakan Metode Biseksi:
(1) Definisikan fungsi f(x) yang akan dicari akarnya
(2) Tentukan nilai a dan b
(3) Tentukan torelansi e dan iterasi maksimum N
(4) Hitung f(a) dan f(b)
(5) Jika f(a).f(b)>0 maka proses dihentikan karena tidak ada akar, bila tidak dilanjutkan
(6) Hitung x=


(7) Hitung f(x)
(8) Bila f(x).f(a)<0 maka b=x dan f(b)=f(x), bila tidak a=x dan f(a)=f(x)
(9) Jika |b-a|<e atau iterasi>iterasi maksimum maka proses dihentikan dan didapatkan
akar = x, dan bila tidak, ulangi langkah 6.
Catatan : Dengan menggunakan metode biseksi dengan tolerasi error 0.001 dibutuhkan 10
iterasi, semakin teliti (kecil toleransi errornya) maka semakin besar jumlah iterasi yang
dibutuhkan.

Contoh :
Dengan metode biseksi periksalah apakah salah satu akar dari persamaan f(x) = x
3
+ 2x
2
+ 3x
4 telah ditemukan pada iterasi ke -5? Jika diketahui nilai awal x = -11 dan x = 5, e= 0,0001
serta ketelitian hingga 2 desimal.
Penyelesaian:
Metode Biseksi : f(x) = x
3
+ 2x
2
+ 3x 4
Cek nilai awal:





Nilai f(a) sama tanda dengan f(c) sehingga untuk iterasi 1 nilai a diganti dengan nilai c :
Seperti langkah sebelumnya jika nilai f(a) atau f(b) sama tanda dengan f(c) maka iterasi
selanjutnya nilai a atau b diganti dengan nilai c :





Apakah f(a),
f(c) sama
tanda

b = c
f(b) = f(c)

Start





Cek galat pada iterasi ke -5
E =

= 0,33. Karena galat e harus 0,001 maka iterasi harus diteruskan





















II. Metode Regula Falsi

Metode regula falsi adalah salah satu metode tertutup untuk menentukan solusi akar
persamaan non linier, dengan prinsip utama sebagai berikut :
1. Menggunakan garis scan (garis lurus yang menghubungkan 2 koordinat nilai awal
terhadap kurva) untuk mendekati akar persamaan non linier (titik potong kurva f(x)
dengan sumbu x)
Stop
Cari posisi akar
f(a), f(b) beda
Hitung c =

, f(c)
a = c
f(a) = f(c)
Apakah
f(c) e
2. Taksiran nilai akar selanjutnya merupakan titik potong garis scan dengan sumbu x
Algoritma Metode Regula Falsi = Algoritma Metode Biseksi hanya tinggal mengganti rumus
c =

menjadi c = a f(a)[

() ()
]


Langkah-Langkah Penyelesaian (Algoritma) Menggunakan Metode Regula Falsi:
1. definisikan fungsi f(x)
2. Tentukan batas bawah (a) dan batas atas (b)
3. Tentukan toleransi error (e) dan iterasi maksimum (n)
4. Hitung Fa = f(a) dan Fb = f(b)
5. Untuk iterasi I = 1 s/d n atau error > e
x =


Hitung Fx = f(x)
Hitung error = |Fx|
Jika Fx.Fa <0 maka b = x dan Fb = Fx jika tidak a = x dan Fa = Fx.
6. Akar persamaan adalah x.

Contoh:
Dengan menggunakan metode regula falsi, tentukan salah satu akar dari persamaan
f(x) = x
2
-5x + 4. Jika diketahui nilai awal x = 2 dam x = 5 serta ketelitian hingga 3 desimal.
Cek nilai awal:

Langkah selanjutnya menukar nilai a atau b dengan c jika f(a) atau f(b) sama tanda nilainya
dengan f(c) seperti pada metode biseksi








III. Metode Newton Raphson

Metode Newton-Raphson merupakan salah satu metode terbuka untuk menentukan solusi
akar dari persamaan non linier, dengan prinsip utama sebagai berikut :
1. Metode ini melakukan pendekatan terhadap kurva f(x) dengan garis singgung
(gradien) pada suatu titik nilai awal
2. Nilai taksiran selanjutnya adalah titik potong antara garis singgung (gradien) kurva
dengan sumbu x
Kelebihan :
Tidak perlu mencari dua harga f(x) yang mempunyai tanda berbeda
Konvergensi yang dihasilkan cepat
Kelemahan :
Perlu menghitung turunan fungsi f(x)
Tidak selalu menemukan akar (divergen)
Penetapan harga awal sulit


Permasalahan pada pemakaian Metode Newton Raphson adalah :
1. Metode ini tidak dapat digunakan ketika titik pendekatannya berada pada titik ekstrim
atau titik puncak, karena pada titik ini nilai f(x) = 0 sehingga nilai penyebut dari
()

()

sama dengan nol, bila ttitik pendekatan berada pada titik puncak maka titik
selanjutnya akan berada di tak berhingga.


















2. Metode ini menjadi sulit atau lama mendapatkan penyelesaian ketika titik
pndekatannya berada di antara dua titik stasioner. Bila titik pendekatan berada pada
dua titik puncak akan dapat mengakibatkan hilangnya penyelesaian(divergensi). Hal
ini disebabkan titik selanjutnya berada pada salah satu titik puncak atau arah
pendekatannya berbeda.

Untuk dapat menyelesaikan kedua permasalahan pada metode newton raphson ini,
maka perlu ada modifikasi dengan :
1. Bila titik pendekatan berada pada titik puncak maka titik pendekatan tersebut
harus digeser sedikit, xi = xi , dimana adalah konstanta yang ditentukan
dengan demikian f(xi) 0
2. Untuk menghindari titik-titik pendekatan yang berada jauh, sebaiknya pemakaian
metode newton raphson ini didahului oleh metode tabel, sehingga dapat di jamin
konvergensi dari metde newton raphson.

Langkah-Langkah Penyelesaiaan (Algoritma) Metode Newton Raphson
1. Definisikan fungsi f(x) dan f1(x)
2. Tentukan toleransi error (e) dan iterasi maksimum (n)
3. Tentukan nilai pendekatan awal x0
4. Hitung f(x0) dan f1(x0)
5. Untuk iterasi I = 1 s/d n atau |f(xi)| e
Xi+1 = xi
()

()

Hitung f(xi) dan f1(xi)
6. Akar persamaan adalah nilai xi yang terakhir diperoleh.

Contoh :
Tentukan salah satu akar persamaan non linier f(x) = x
2
5x + 6 dengan metode Newton
Raphson. Jika diketahui nilai awal x = 0, toleransi galat relatif x adalah 0,02 serta ketelitian
hingga 3 desimal.
Penyelesaian :






IV. Metode Secant
Metode Secant merupakan perbaikan dari metode regula falsi dan newton raphson dimana
kemiringan dua titik dinyatakan secara diskrit, dengan mengambil bentuk garis lurus yang
melalui satu titik, prinsip utama sebagai berikut :
1. Metode ini melakukan pendekatan terhadap kurva f(x) dengan garis secant yang
ditentukan oleh dua titik terakhir
2. Nilai taksiran akar selanjutnya adalah titik potong antara garis secant dengan sumbu x

Algoritma Metode Secant :
1. Tentukan nilai awal x0 dan x1
2. Hitung f(x0) & f(x1), kemudian cek konvergensi f(x0) & f(x1)
3. Lakukan iterasi
4. Hitung nilai taksiran akar selanjutnya


5. Akar persamaan adalah nilai x yang terakhir
Algoritma Metode Secant = Algoritma Metode Newton, hanya tinggal mengganti rumusnya.
Penggantian nilai dilakuakan menurut urutan yang ketat, sehinnga nilai baru Xk+1
menggantikan Xk dan nilai Xk menggantikan Xk-1. Sehingga kadang dua nilai tersebut dapat
pada posisi yang sama(kemungkinan divergen).
Contoh :
Tentukan salah satu akar persamaan non linier f(x) = x2 5x + 6 dengan metode Secant. Jika
diketahui nilai awal x0 = 0 dan x1 = 2,5 serta ketelitian hingga 2 desimal.
Penyelesaian :