Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

ORGANIK
REAKSI REDOKS
Nama : Ardiana
No. BI : 12430!001
"ari#Tan$$a% : S&nin'
1! D&(&m)&r 2012
UNI*ERSITAS TU+U" BELAS AGUSTUS
2013
I.TU+UAN
1. Untuk mempelajari dan memahami beberapa reaksi
yang berlangsung dalam suasana asam, basa dan netral
2. untuk memahami berbagai reaksi kimia berdasarkan
perubahan yang terjadi
3. untuk mengetahui karakteristik tipe reaksi kimia
4. untuk menentukan stoikiometri reaksi kimia
berdasarkan sifat fsik yang teramati
II. TEORI
Reaksi redoks adalah : reaksi kimia yang diertai perubahan
bilangan oksidasi. etiap reaksi redoks terdiri atas reaksi!reaksi
reduksi dn reaksi!reaksi oksidasi. Reaksi oksidasi adalah reaksi
kimia yang di tandai kenaikan bilangan!bilangan oksidasi.
edangkan reaksi reduksi adalah reaksi kimia yang ditandai
penurunan bilangan!bilangan oksidasi. "ilangan oksidasi
didefnisikan sebagai muatan yang dimiliki suatu atom. #ika
seandainya elektron diberikan kepada atom lain yang
keelektronegatifannya lebih besar. #ika kedua atom diberikan,
maka atom yang keelektronegatifannya lebih ke$il, lebih positif.
edangkan atom yang keelektronegatifannya lebih besar,
memiliki bilangan oksidasi negatif. Redoks yang dihubungkan
dengan terjadinya perubahan %arna lebih sering daripada yang
di amati dalam reaksi asam & basa. Reaksi reduksi melibatkan
pertukaran elektron dan selalu terjadi perubahan bilangan
oksidasidari dua atau lebih unsur dari reaksi kimia. 'enurut
batasan umum reaksi redoks adalah suatu proses serah terima
elektron antara dua system redoks. enya%a!senya%a yang
memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senya%a lain
dikatakan sebagai oksidatif dan dikenal sebagai oksidator atau
gen oksidasi. (Marappung, 1996).
(ksidator melepaskan elektron dari senya%a lain sehingga
dirinya sendiri tereduksi. (leh karena ia )menerima ) elektron ia
juga di sebut sebagai penerima elektron. (ksidator biasanya
adalah senya%a!senya%a yang memiliki unsur!unsur dengan
bilangan oksidasi yang tinggi *seperti +2(2,'n(4, ,r(3,
,r2(-,((4., atau senya%a!senya%a yang sangat elektronegatif,
sehingga bisa mendapatkan satu atau dua elektron yang lebih
mengoksidasi sebuah senya%a*misal oksigen, /ourin, klor 0n dan
bromin..
senya%a!senya%a yang bersifat
reduktor sangat ber1ariasi, unsur!unsur logam seperti 2i, 3a,
'g, 4e, 5n, dan 6l dapat digunakan sebagi reduktor. 2ogam!logam
ini dapat memberikan elektronnya dengan mudah. Reduktor jenis
lainnya adalah reagen transfer *halida, 3a"+4 dan 2i 60+4..
'etode reduksi lainnya juga yang berguna melibatkan gas
hidrogen *+2. dengan katalis paladium, platinum atau nikel,
reduksi katalis ini utamanya digunakan pada reduksi ikatan
rangkap dua atau tiga karbon!karbon.(Stanley, 1988).
+idrokarbon adalah senya%a yang mengandung karbon dan
hidrogen. "anyak hidrogen yang menunjukkan isomer struktur:
isomer!isomer struktur mempunyai rumus molekul yang sama
tetapi berbeda struktur molekulnya. 6lkana, 6lkena dan 6lkuna
adalah golongan pertama pada hidrokarbon.(Stanley,1988).
6lkana hanya mempunyai ikatan tunggal karbon!karbon,
dinamakan ppula hidrokarbon jenuh. 7ada suhu kamar, gugus
yang melekat pada ikatan tunggal, pada alkana rantai lurus
berotasi bebas pada ikatan tunggal.(Marappung,1996).
6lkena mengandung satu atau lebih ikatan ganda karbon!
karbon, dinamakan pula hidrokabon tak jenuh. 6lkena mempunyai
ikatan isomer geometri yaitu ,is dan 8rans, isomer geometri ,is
da 8rans didasarkan pada gugus substituen.alkuna mengandung
ikatan ganda tiga karbon!karbon tergolong hdrokarbon tak jenuh.
6lkohol primer dapat dioksidasi menjdi aldehid dan oksidasi ini di
gambarkan seperti ini:
9+2(
*alkohol. *aldehid.
6lkohol sekunder di oksidasi menjadi keton, sedangkan
alkohol trsier tak dapat di oksidasi karena tidak ada hidrogen yang
dapat dilepas dari karbon pemba%a gugus hidroksil.
(Fessenden,1994).oksidasi alkohol primer metanol dan etano
menghangatkannya pada suhu sekitar :;
;
dengan kalium
dikromat*<2,r2(-., dalam suasana asam menghasilkan
formaldehid dan asetaldehida mudah teroksidasi menjadi asam
karboksilat.(Marappung,1996). 6disi alkohol pada aldehida dan
keton serupa dengan adisi air. +asil reaksi antara aldehida dan
alkohol adalah hemiasetal. +emiasetal mempunyai gugus (+,
hidrogen dan (R pada satuan karbon. #adi, hemiasetal adalah
alkohol dan eter sekaligus. #ika alkohol berlebihan, hemiasetal
$epat bereaksi dengan molekul alkohol lain, menghasilkan asetal.
6setal mempunyai karbon yang memiliki satuan hidrogen dan dua
gugus (R, sehingga ada ikatan dua eter. 6ldehid adalah reduktor
kuat sehingga dapat mereduksi oksidator!oksidator lemah.
7ereaksi 8ollens da 4ehling adalah dua $otoh oksidator lemah yang
dapat digunakan untuk mengenali aldehid. (ksidsi aldehid
menghasilkan asam karboksilat . reaksi redoks dalam reaksi
organik dapat dilihat dari bilangan oksidasi atom karbon yang
mengalami perubahan, bila bilangan itu naik disebut oksidasi,dan
turun disebut reduksi. (Fessenden,1994).
Reaksi reduksi oksidasi atau reaksi redoks berperan dalam
banyak hal dalam kehidupan sehari!hari. Reaksi redoks dapat
berguna bagi pembakaran bahan bakar minyak bumi, dan
digunakan juga sebagai $airan pemutih. elain itu, sebagai unsur
logam dan nonlogam diperoleh dari bijihnya melalui proses
oksidasi atau reduksi. ,ontohnya dalam reaksi pembentukan
kalsium oksida *,ao. dari kalsium dan oksigen.
2,a*s. 9 (
2*g.
2,a(
*s.
<alsium oksida *,a(. adalah senya%a ioni$ yang tersusun
atas ion ,a
29
dan (
2!
. =alam reaksi pertama, dua atom ,a
memberikan atau memindahkan empat ele$tron pada dua atom (
*dalam (
2
.. 6gar lebih mudah dipahami, proses ini dibuat sebagai
dua tahap terpisah, tahap yang satu melibatkan hilangnya empat
ele$tron dari dua atom ,a dan tahap lain melibatkan
penangkapan empat ele$tron oleh molekul (
2
.
2,a 2,a
29
9 4e
!
(2 9 4> 2(
2!
etiap tahap diatas dapat disebut sebagai reaksi setengah sel
* hal!rea$tion., yang se$ara eksplisit menunjukkan banyaknya
ele$tron yant terlibat dalam reaksi.
Reaksi setengah sel yang melibatkan hilangnya ele$tron
disebut reaksi oksidasi. 0stilah )(ksidasi? pada a%alnya berarti
kombinasi unsur dengan oksigen. 3amun, istilah itu sekarang
memiliki arti yang lebih lua. Reaksi setengah sel yang melibatkan
penangkapan ele$tron disebut reaksi reduksi. =alam $ontoh
diatas, kalsium bertindak sebagai @at pereduksi karena
memberikan ele$tron pada oksigen dan menyebabkan oksigen
tereduksi. (ksigen tereduksi bertindak sebagai @at pengoksida
<arena menerima ele$tron dari kalsium dan menyebabkan kalsium
teroksidasi. =alam persamaan reaksi redoks tingkat oksidasi harus
sama dengan tingkat reduksi yaitu jumlah ele$tron yang hilang
oleh @at pereduksi harus sama dengan jumlah ele$tron yang
diterima oleh suatu @at pengoksida *Raymond, ,hang,2;;:..
=efnisi tentang oksidasi dan reduksi dapat juga
dikembangkan menjadi pengertian yang lebih luas dan jelas
(ksidasi adalah suatu proses yang mengakibatkan hilangnya satu
ele$tron atau lebih dari dalam @at * atom, ion atau molekul .. "ila
suatu unsur dioksida, keadaan oksidasinya berubah ke harga lebih
positif. uatu @at pengoksidasi diartikan sebagai @at yang
memperoleh ele$tron, dan dalam proses itu @at itu direduksi.
Reduksi, sebaliknya adalah suatu proses yang melibatkan
diperolehnya satu ele$tron atau lebih dari suatu @at * atom, ion
atau molekul .. "ila suatu unsur direduksi, keadaaan oksidasi
berubah menjadi lebih negati1e * kurang positif .. #adi @at
pereduksi merupakan @at yag kehilangan ele$tron, dalam proses
itu @at ini dioksidasi. =efnisi reduksi juga sangat umum dan
berlaku juga untuk proses dalam @at padat, lelehan, maupun gas.
ejumlah besar reaksi oksidasi dan reduksi akan
di$antumkan diantara reaksi yang digunakan untuk identifkasi
ion. "eberapa $ontoh @at pengoksidasi kuat adalah <'
n
(
4.
1. <alium permanganat *<'n(
4
., merupakan @at padat $okelat
tua yang merupakan pengoksidasi kuat, yang bekerja berlainan
menurut p+ dari medium. =alam suasana asam, ion pemanganat
direduksi menurut proses : elektron, 'n berubah dari 9 ke 92,
'n(
4
!

9 A+
9
9:> 'n
29
9 4+
2
(
dalam suasana netral atau setengah basa permanangat direduksi
jadi mangan dioksida.
'n(
4
!
9 4+
9
9 3> 'n(
2
9 2+
2
(
2. 2ogam seperti @ink, besi, dan aluminium, seringkali logam ini
digunakan sebagai bahan pereduksi. <erja logam ini disebabkan
oleh pembentukan ion, biasanya ion itu ada dalam keadaan
oksidasi terendah, ,ontohnya :
5n 5n
29
9 2>
4e 4e
29
9 2>
60 60
39
9 3>
* B. 1ehla, 1CC; ..
a. "ilangan (ksidasi
uatu unsur dapat bergabung dengan unsur lain membentuk
senya%a dengan 1alensi tertentu. 0stilah 1alensi dikemukakan
oleh Di$helhaus yang artinya jumlah ikatan suatu unsur terhadap
yang lainnya. =alam menentukan 1alensi unsur, kita harus
menuliskan struktur molekul senya%a terlebih dahulu. (leh
karena itu, $ara ini kurang praktis dan sebagai gantinya
ditemukan $ara bilangan oksidasi. "ilangan oksidasi suatu unsur
adalah muatan suatu atom dalam senya%a, seandainya semua
ele$tron yang dipakai bersama menjadi milik atom yang lebih
elektronegatif. ,ontohnya molekul +
2
(, karena (
2
lebih
elektronegatif maka ia kelebihan dua ele$tron dari dua hydrogen.
6kibatnya bilangan oksidasi oksigen E !2 dan hydrogen E 91.
"ilangan oksidasi dapat positif atau negati1e. 3ilai itu bukan
merupakan hasil per$obaan melainkan merupakan perjanjian.
7erjanjian atau aturan dalam menentukan bilangan oksidasi
adalah sebagai berikut :
1. etiap unsur bebas mempunyai bilangan oksidasi E ;,
,ontohnya +
2,
4e, +e, A, dan 7
4
2. +idrogen dalam senya%a mempunyai bilangan oksidasi 91,
,ontohnya +,0, +2(
4
dan +,0(
4
.
3. (ksigen dalam senya%a mempunyai bilangan oksidasi !2
,ontohnya +
2
(, +0F(
3
dan 3(+.
4. Unsur!unsur golongan alkali * 06 . dalam senya%a mempunyai
bilangan oksidasi 91, ,ontohnya 3a,0, <(+, dan 2i
2
(
4
.
:. Unsur!unsur golongan dikali tanah * 00 6 . dalam senya%a
mempunyai bilangan oksidasi 92 $ontohnya ,a(, "a,(, dan
r(
4
.
G. 0on 4luar * 4 . dalam senya%a mempunyai bilangan oksidasi !1,
,ontohnya +f, 204, dan ,a4
2
.
-. ebuah ion mempunyai bilangan oksidasi sama dengan
muatannya ,ontohnya ,1
!
E!1, (
4
2!
E!2, dan ,a
92
E2.
A. enya%a netral mempunyai bilangan oksidasi ; $ontohnya +,0
E ;, <"r E ;, dan 3a
2
(
4
E ;.
=ari aturan diatas dapat ditentukan bilangan oksidasi suatu
unsur dalam senya%a tanpa menuliskan struktur molekulnya.
"ilangan oksidasi berguna dalam menuliskan rumus senya%a
antara ion positif dan ion negati1e. Rumus harus sedemikian rupa
sehingga bilangan oksidasi senya%a adalah ; atau jumlah muatan
negatif dan positifnya sama. ( Syukri S, 1999 ) .
b. 7enggunaan "ilangan (ksidasi
=alam reaksi redoks, ada beberapa perbedaan dalam bidang
oksidasi atau keadaan oksidasi atau keadaan oksidasi * istilah ini
digunakan untuk memperlihatkan sesuatu yang saling
mengubah . dari dua atau lebih suatu unsure. 7erhatikan suatu
reaksi yang melibatkan magnesium dan oksigen.
2'g 9 (
2
2'g(
; ; 92 !2
=imana ditulis bilangan oksidasinya diba%ah nama senya%a
tesebut, terlihat bah%a bilangan oksidasi 'g berubah dari ;
menjadi 92 dan bilangan oksidasi ; berubah dari ; menjadi !2.
=engan demikian, oksidasi 'g diikuti oleh bertambahnya bilangan
oksidasi * bertambah maksudnya disini adalah bilangan oksidasi
'g menjadi lebih positif .. Reduksi (
2
sebaliknya diikuti oleh
berkurangnya bilangan oksidasi ; menjadi kurang positif atau
kurang negatif.
=engan demikian, hal ini memberikan kita $ara yang lebiih
umum untuk mendefnisikan oksidasi dan reduksi yang berkaitan
dengan perubahaan bilangan oksidasi. "erdasarkan perubahan
bilangan oksidasinya, oksidasi adalah bertambahnya bilangan
oksidasi dan reduksi adalah berkurangnya bilangan oksidasi.
Untuk tetap konsisten dengan defnisi sebelumnya, senya%a
7engoksidasi adalah @at yang direduksi, dan senya%a pereduksi
adalah @at yang dioksidasi * #ames H. "rady,1CA- .
$. 'enyeimbangkan 7ersamaan (ksidasi & Reduksi
6da satu $ara untuk menyeimbangkan persamaan
oksidasi!reduksi. ,ara ini disebut metode setengah reaksi atau
ele$tron ion. 7endekatan $ara lainnya berdasarkan pada defnisi
oksidasi dan reduksi dalam hubungannya dengan bilangan
oksidasi disebut metode perubahan bilangan oksidasi.
'etode ele$tron ion atau setengah reaksi, terdiri dari
beberapa tahap. =alam metode ini setengah persamaan oksidasi
dan reduksi ditulis terpisah kemudian digabungkan menjadi
persamaan keseluruhan yang seimbang. "eberapa tahap dalam
metode ele$tron ion atau setengah reaksi antara lain :
8ahap 1 : 0dentifkasi spesies yangterlibat dalam perubahan bilangan
oksidasi dan tulislah ) rangka ) setengah reaksi melibatkan
penambahan bilangan oksidasi. Reduksi setengah reaksi
melibatkan pengurangan bilangan oksidasi. ,ontohnya pada
reaksi sulfte dan 7ermanganat
(3
!2
9 +
9
9'n;
4
(
4
2!
9 'n
29
9 +
2
(
(ksidasi : (3
!2
(
4
2!
Reduksi : 'n;
4
'n
29
8ahap 2 : eimbangkan )#umlah atom ) dari tiap persamaan. Untuk
mendapatkan jumlah atom yang sama perlu ditambahkan +
2
( dan
+
9
* untuk suasana asam . dan (+
!
* untuk suasana basa, pada
sisi yang kekurangan ( .
(ksidasi :(3
2!
9 H
2
O (
4
2!
9 2H
+
Reduksi : 'n(4
!
9 8H
+
'n
29
9 4H
2
O
8ahap 3 : eimbangkan ) muatan listrik ) dari tiap setengah
persamaan. 7ada sisi kanan setengah persamaan oksidasi
ditambahkan sejumlah ele$tron agar kedua sisi memiliki muatan
keseluruhan yang sama. 2akukan hal yang sama untuk reduksi,
penambahan ele$tron disebelah kiri
(ksidasi : (3
!2
9 +
2
( (4
2!
9 2+
9
9 2>
* 'uatan keseluruhan tiap sisi, !2 .
Reduksi : 'n(
4
!
9 A+
9
9 :> 'n
29
9 4+
2
(
* 'uatan keseluruhan tiap sisi 92 .
8ahap 4 : =apatkan persamaan oksidasi!reduksi keseluruhan dengan
menggabungkan kedua setengah pesamaan. <alikan ele$tron
oksidasi dengan ele$tron reduksi agar ele$tron dalam pesamaan
dapat saling menghapuskan.
Hle$tron tidak boleh terlihat pada suatu persamaan keseluruhan. 7ada
$ontoh ini oksidasi dikalikan : dan reduksi dikalikan 2.
(ksidasi : :(
3
2!
9 :+
2
( :(
4
!2
9 1;+
9
9 1; >
Reduksi : 2'n(
4
!2
9
1G+
9
9 1;> 2'n
92
9 A+
2
(
:(3
!2
9:+
2
( 9 2'n(4
!
9 1G +
9
:(4
!2
91;+
9 9
2
'n
29
9 A+
2
(
8ahap : : ederhanakan, "ila persamaan keseluruhan mengandung
spesies yang sama pada kedua sisinya yang jumlahnya lebih
sedikit. <urangi lima +
2
( dari tiap sisi persamaan keseluruhan pda
langkah 4, dengan demikian akan tersisa 3 +
2
( pada sisi kanan,
erta pengurangan 1; +
9
dari tiap sisi sehingga tinggal G +
9
pada
sisi kiri.
:(3
!2
9 2'n(4
!
9 G +
9
:(4
!2
9 2 'n
29
9 3+
2
(
8ahap G : 8eliti persamaan keseluruhan yang telah selesai. 7astikan
bah%a persamaan keseluruhan seimbang, baik jumlah atom yang
ada dalam pesamaan maupun jumlah elektronnya. 7ada $ontoh
terebut dapat dilihat jumlah ele$tron kiri dan kanan adalah !G
(Ralph H. Petrui, 198!).

III. A%a, dan Ba-an
6lat:
! 8abung reaksi
! "unsen
! 7enjepit kayu
! 7ipet tetes
"ahan:
! <alium bi$arbonat
! 4enol
! Htanol
! <mn(4 ;,:I
! 4ormalin
! 6$eton
! 4ormaldehyde
! 7ereaksi 8ollens
! 4ehling
! 3a(+
I*. PR0SEDUR KER+A
7er$obaan 0
1. 'enyiapkan tabung reaksi sebanyak 3 tabung,
masukkan kira!kira :ml <"r 1;I kemudian 9 2!3
tets asam sulfat.
2. 7ada tabung 1 di 9 kan kira!kira 1 ml asam sulfat
pekat
3. Untuk tabung 2 di 9 kan kira!kira 1 ml isopropanol
4. =an pada tabung 3 di isi dengan 2 atau 3 butir
fenol
:. 6mati perubahan yang terjadi dan men$atat hasil
yang diperoleh
7er$obaan 00
1. 0si larutan <'n(
4
;,:I pada ketiga tabung yang
disiapkan
2. 7ada tabung 1 9 kan beberapa tetes larutan
formalin
3. 8abung 2 masukkan 2!3 tetes a$eton
4. 7ada tabung 3 di 9 kan larutan formaldehyde
:. 7erhatikan perubahan reaksi yang terjadi pada
menit pertama hingga menit ke!:,tulis hasil
pengamatan yang diperoleh.
7er$obaan 000
1. 7ada kedua tabung reaksi diisi kira!kira 2 ml
pereaksi 8ollens
2. 8abung pertama 9 kan larutan formalin
se$ukupnya
3. 7ada tabung berikutnya $ampurkan beberapa tetes
larutan a$eton keduanya di ko$ok dan amati
perubahan dan bedakan reaksi dari kedua larutan
tersebut
7er$obaan 0F
1. <edua tabung reaksi di isidengan larutan peraksi
fehling sebanyak 2 ml
2. =ari kedua tabung tersebut masing!masing di9
kan larutan formalin dan a$eton
3. 2akukan pemanasan dalam %aktu beberapa menit
4. 7erhatikan perubahan yang terjadi pada kedu
$ampuran larutan tersebut
:. ,atat hasil reaksi yang di dapat
7er$obaan F
1. 0sikan pada tabung reaksi larutan a$eton 9 kan
dengan larutan iodium
2. 7ada larutan tersebut di 9 lagi dengan larutan
3a(+, amati dengan teliti reaksi yang terjadi
3. Untuk dapat perbandingan,pada tabung lain 2 ml
lrutan etanol $ampur larutan 3a(+ sedikit demi
sedikit hingga ter$ampur
4. 6mati perubahan yang terjdi, dan bandingkan
dengan per$obaan larutan sebelumnya.
*. Da,a dan "a(i% .&n$ama,an
/a,01a, 2an$ dir&a3(i3an "a(i%
3 ml <
2
,r(
4
9 +
2
(
4
Darna hijau lumut, bau balon
tiup
3ml <
2
,r(
4
9 +
2
(
4

9isopropanol
!Jdua lapisan,lapisan ba%ah
%arna orange, lapisan atas
%arna hijau*bau aromati$. balon
tiup
3ml <
2
,r(
4
9 +
2
(
4
9 fenol Darna $oklat pekat, bau
betadine
3ml <'n(
4
9 formalin 7ink bening
3ml <'n(
4
9a$eton 'enit pertama terdapat dua
lapisan , lapisan ba%ah %arna
pink, atas %arna ungu pekat.
7ada menit ke lima, lapisan atas
%arna $oklat bening.
3ml <'n(
4
9 formaldehid
'enit pertama terdapat banyak
endapan %arna $oklat. 7ada
menit ke lima endapan
berkurang, jernih.
2ml 8ollens 9 formalin larut
2ml 8ollens 9 a$eton K larut
2ml larutan fehling 9 formalin ebelum dipanaskan %arna biru,
setelah dipanaskan %arna $oklat
muda.
2 ml fehling 9a$eton ebelum dipanaskan lapisan
atas %arna biru, lapisan ba%ah
bergelatin, setelah panas %arna
biru.
2 ml a$eton 9 iod 9 3a(+ ebelum 9 3a(+ terdapat
minyak di bag. "a%ah setelah di
9 3a(+ minyak di atas.
2 ml etanol 9 0od 9 3a(+ 2arut.
*I.PEMBA"ASAN
6lhedid dan keton adalah senya%a!senya%a yang
mengandung gugus!gugus penting di dalam kimia oragnik.Bugus
karbonil adalah gugus yang paling reaktan pada sifat kimia yang
paling menonjol.7erbedaan kedua ,aldehid $ukup mudah
teroksidasi,sedangkan keton sulit.7ada aldehid lebih relati1e
daripada keton terhadap adisi nukleoflik,yang mana karakteristik
terhadap gugus karbonil.<arena mempunyai gugus yang sama
maka dalam banyak hal kedua senya%a ini mempunyai sifat yang
sama terutama sifat fsisnya menunjukkan perubahan bau,
kelarutan, %arna,dengan pereaksi 8ollens, pereaksi 4ehling.
=imana keberadaan aldehid dan keton ini mampu melakukan
perubahan terhadap reaski!reaksinya.Reaksi!reaksi yang terjadi
se$ara fsik dan kimia ini mampu terjadi karena pengujian yang
dilakukan se$ara sempurna,dan juga yang tidak sempurna. Reaksi
yang melibatkan dalam reaksi aldehid dan keton ini, adalah reaksi
adisi, enolat.
7ada reaksi pengujian pertama yaitu dengan melakukan pengujian
@at,%arna,bau,kelarutan. =imana pelarutnya adalah <"r 1;I
dengan penambahan +
2
(
4
dan etanol menghasilkan %arna hijau
lumut,bau balon tiup dan larut dalam air *+
2
(.. <'n(
4
di
reaksikan dengan a$eton mengalami perbedaan dengan
4ormaldehid,%arnanya pada menit pertama,terdpat endpan
banyak, dan ber%arna $oklat dan pada menit ke lima mengalami
perubahan larutan menjadi jernih. kesamaannya mempunyai
kelarutan dalam air.7erbedaan dan persamaan yang dimiliki dari
senya%a itu akan dibentuk dalam reaksi yang berbeda dari
aldehiddanketon.
7ada pereaksi kedua menunjukkan pengujian perubahan %arna
<'n(
4
dimana bentuk keduanya formaldehid yang ber%arna putih
ditambahkan dengan <'n(
4
akan berubah %arna menjadi $oklat
tua,sedangkan 6seton,yang menggunakan pereaksi <'n(
4
. 7ada
menit pertama terdapat dua lapisan, lapisan ba%ah %arna pink,
lapisan atas %arna ungu pekat bening, pada menit ke lima lapisan
ba%ah berubah menjadi %arna $oklat, sedangkan lapisan atas
tetap %arna ungu pekat.
7ada pereaksi ini digunakan untuk membedakan antara aldehid
dan keton dikenal dengan uji tollens. =imana pada formaldehida
ditambahkan dengan pereaksi tollens ini 2 tetes 3a(+
membentuk %arna $oklat dan dipanaskan menghasilkan $ermin
perak ditambahkan berlebih akan larut kembali. edangkan pada
aseton,dengan pereaksi tollens ini ditambahkan 2 tetes 3+
4
(+
membentuk larutan perak ditambahkan berlebih akan larut
kembali,ditambahkan aseton akan ber%arna putih. <eberadaan
aldehid diatas ditandai dengan terbentuknya lapisan
perakpada%adahLtabungreaski.
7ada uji reaksi 4ehling ini menggunakan 4ormalin itu sebelum
dipanaskan br%arna biru, akan tetapi setelah di panaskan
ber%arna $oklat muda.7ada pereaksi fehling di atas terdiri dari
kompleks ,u29. 7ada pengujian 2 ml a$eton, iodium sebelum di
$ampurkan 3a(h, terdapat minyak diba%ah, setelah kedua
reagen tersebut di$ampurkan dengan 3a(+ menjadi larut.

BAB *II. KESIMPULAN


<esimpulan dari praktikum di atas menyatakan bah%a:
1. 7ada per$obaan pertama yang menyatakan larutan k
2
,r(
4
,
+
2
(
4
,dan etanol berbau balon tiup %arna hijau lumut.
2. 7ada per$obaan kedua pada sampel <'n(
4
tambahkan
a$eton dilihat pada menit pertama dua lapisan lapisan atas
ungu pekat, lapisan ba%ah %arna pink, pada menit ke lima
lapisan ba%ah berubah %arna menjadi $oklat bening
sedangkan lapisan atas %arna tidak berubah.
3. <'n(
4
tambahan formaldehid pada menit pertama terdapat
endapan banyak dan larutan ber%arna $oklat, menit ke lima
endapan mulai berkurang dan larutan menjadi jernih.
4. 7ereaksi fehling dan formalin, sebelum dipanaskan ber%arna
biru setelah dipanaskan ber%arna $oklat muda.
:. 4ehling dengan a$eton sebelum dipanaskan biru pada lapisan
atas terdapat gelatin ba%ah setelah dipanaskan menjadi
%arna biru
G. 7ada per$obaan a$eton dan iodium sebelum ditambahkan
3a(+ terdapat minyak, setelah di tambahkan 3a(+ menjadi
larut.
DA4TAR PUSTAKA
4essenden dan 4essenden, 1CC4 kimia orgnik edisi III
Hrlangga #akarta
'arappung, 1996 kimia organik 1 "andung
tanley, 7ine 1998 kimia organik 08" "andung
Ralph +. 7etru$$i, 1CA-
#ames H "rady, 1CA-