Anda di halaman 1dari 5

Berdasarkan jumlah rantai karbonnya[sunting | sunting sumber]

1. 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)


2. 5 ~ 11 Cair (bensin)
3. 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah
4. 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)
5. 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)
6. 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll)
7. Pembagian Polimer Berdasarkan Ketahanannya
Terhadap Panas
8. 22.35 SUPRIYONO NO COMMENTS
9.
Klasifikasi polimer ini dibedakan menjadi dua, yaitu polimer
termoplastik dan polimer termoseting.
10. 1. Polimer termoplastik
11. Polimer termoplastik adalah polimer yang mempunyai sifat tidak tahan
terhadap panas. Jika polimer jenis ini dipanaskan, maka akan menjadi lunak
dan didinginkan akan mengeras. Proses tersebut dapat terjadi berulang kali,
sehingga dapat dibentuk ulang dalam berbagai bentuk melalui cetakan yang
berbeda untuk mendapatkan produk polimer yang baru.
12.
Polimer yang termasuk polimer termoplastik adalah jenis polimer plastik.
Jenis plastik ini tidak memiliki ikatan silang antar rantai polimernya,
melainkan dengan struktur molekul linear atau bercabang. Bentuk struktur
termoplastik sebagai berikut.
13.

14.

Bentuk struktur bercabang termoplastik.

15.

Polimer termoplastik memiliki sifat sifat khusus sebagai berikut.
- Berat molekul kecil
- Tidak tahan terhadap panas.
- Jika dipanaskan akan melunak.
- Jika didinginkan akan mengeras.
- Mudah untuk diregangkan.
- Fleksibel.
- Titik leleh rendah.
- Dapat dibentuk ulang (daur ulang).
- Mudah larut dalam pelarut yang sesuai.
- Memiliki struktur molekul linear/bercabang.
16.

Contoh plastik termoplastik sebagai berikut.
- Polietilena (PE) = Botol plastik, mainan, bahan cetakan, ember,
drum, pipa saluran, isolasi kawat dan kabel, kantong plastik dan jas hujan.
- Polivinilklorida (PVC) = pipa air, pipa plastik, pipa kabel listrik, kulit
sintetis, ubin plastik, piringan hitam, bungkus makanan, sol sepatu, sarung
tangan dan botol detergen.
- Polipropena (PP) = karung, tali, botol minuman, serat, bak air,
insulator, kursi plastik, alat-alat rumah sakit, komponen mesin cuci,
pembungkus tekstil, dan permadani.
- Polistirena = Insulator, sol sepatu, penggaris, gantungan baju.
17. 2. Polimer termoseting
18. Polimer termoseting adalah polimer yang mempunyai sifat tahan terhadap
panas. Jika polimer ini dipanaskan, maka tidak dapat meleleh. Sehingga
tidak dapat dibentuk ulang kembali. Susunan polimer ini bersifat permanen
pada bentuk cetak pertama kali (pada saat pembuatan). Bila polimer ini
rusak/pecah, maka tidak dapat disambung atau diperbaiki lagi.
Plomer termoseting memiliki ikatan ikatan silang yang mudah dibentuk
pada waktu dipanaskan. Hal ini membuat polimer menjadi kaku dan keras.
Semakin banyak ikatan silang pada polimer ini, maka semakin kaku dan
mudah patah. Bila polimer ini dipanaskan untuk kedua kalinya, maka akan
menyebabkan rusak atau lepasnya ikatan silang antar rantai polimer.
19.
Bentuk struktur ikatan silang sebagai berikut.

20.

Sifat polimer termoseting sebagai berikut.
- Keras dan kaku (tidak fleksibel)
- Jika dipanaskan akan mengeras.
- Tidak dapat dibentuk ulang (sukar didaur ulang).
- Tidak dapat larut dalam pelarut apapun.
- Jika dipanaskan akan meleleh.
- Tahan terhadap asam basa.
- Mempunyai ikatan silang antarrantai molekul.
21.
Contoh plastik termoseting :
Bakelit = asbak, fitting lampu listrik, steker listrik, peralatan fotografi,
radio, perekat plywood.


Pembagian Polimer Berdasarkan Jenis Monomernya
22.14 SUPRIYONO NO COMMENTS

Berdasarkan jenis monomernya, polimer dibedakan atashomopolimer dan
kopolimer. Homopolimer terbentuk dari sejenis monomer, sedangkan kopolimer
terbentuk lebih dari sejenis monomer. Uraian berikut menjelaskan perbedaan dua
golongan polimer tersebut. dan

Homopolimer
Homopolimer merupakan polimer yang terdiri dari satu macam monomer, dengan
struktur polimer. . . A A A A A A -. . . Salah satu contoh pembentukan
homopolimer dari polivinil klorida adalah sebagai berikut.


Kopolimer
Kopolimer merupakan polimer yang tersusun dari dua macam atau lebih monomer.
Contoh: polimer SBS (polimer stirena-butadiena-stirena)

Jenis-jenis kopolimer
a) Kopolimer acak, yaitu kopolimer yang mempunyai sejumlah satuan berulang
yang berbeda tersusun secara acak dalam rantai polimer. Strukturnya: . . . A B
A A B B A A -. . . .
b) Kopolimer bergantian, yaitu kopolimer yang mempunyai beberapa kesatuan
ulang yang berbeda berselang-seling adanya dalam rantai polimer. Strukturnya:. . .
A B A B A B A B . . .
c) Kopolimer balok (blok), yaitu kopolimer yang mempunyai suatu kesatuan
berulang berselang-seling dengan kesatuan berulang lainnya dalam rantai polimer.
Strukturnya: . . . A A A A B B B B A A A A -. . .
d) Kopolimer tempel/grafit, yaitu kopolimer yang mempunyai satu macam
kesatuan berulang menempel pada polimer tulang punggung lurus yang
mengandung hanya satu macam kesatuan berulang dari satu jenis monomer.
Strukturnya

Kalau bicara masalah polymer sangat luas sekali, yang di bicarakan di atas adalah
sebagian kecil tiori yang ada di polymer. Memang benar salah satu adalah polymer
addisi seperti yang di jumpai di acrylic solution,di mana applikasinya banyak sekali
terutama untuk bahan dasar cat,baik cat mobil maupun car dekorative.

Ada juga polymer yang medianya adalah air,bahan adalah acrylic dan reaksi yang
terjadi adalah addisi. Aplikasinya juga banyak di antaranya , cat tembok,textil. ink
dan pigment printing. Sedangkan polymer yang terbentuk karena proses kondensasi
seperti saturated polyester dan unsaturated polyester .dimana aplikasi dari
saturated adalah utk cat kayu,cat mobil dll,sedangkan utk unsaturated aplikasinya
adalah utk fiber glass,yang biasanya orang menyebutnya resin dan kancing baju dll.