Anda di halaman 1dari 2

PERANAN PENTING PENANGANAN JARINGAN PADA DIAGNOSIS KANKER

Peranan Biomarker dalam Kepentingan Klinis (Status HER2)


Saat ini pemahaman mengenai struktur biologi pada kanker payudara merupakan hal yang
terpenting. Klasifikasi tumor secara konventional meliputi : klasifikasi berdasarkan TNM,
grading berdasar hasil pemeriksaan histologi dan status limfonodi. Sedangkan dengan
memakai biomarker (seperti HER2) akan dapat memberikan prognosis serta nilai prediktif,
sub tipe intrinsik serta penanda pada tingkat genom. Penilaian terhadap status HER2 adalah
penting untuk menentukan kelayakan seorang pasien terhadap terapi dengan target terapi
HER2.

Beberapa penyebab bervariasinya hasil tes pada IHC (HER2)
Pra-analisa : waktu pemotongan dan fiksasi, metode pemrosesan jaringan, waktu fiksasi, tipe
fiksasi.
Analisa : Penilaian validasi, kalibrasi peralatan, prosedur laborat, kompetensi SDM, tipe dari
antigen pemulih, reagen yang digunakan, kontrol, penilaian kondisi.
Post-analisa : Penggunaan hasil analisa pencitraan, interpretasi kriteria, Pelaporan elemen,
Sistem Penilaian/Skoring.

Sampel kanker payudara yang sesuai untuk tes biomarker
Kanker Payudara primer :
- Spesimen yang didapatkan dari operasi eksisi tumor payudara (lokal eksisi atau
mastektomi) lebih cocok untuk tes HER2
- Apabila spesimen yang didapatkan dari operasi eksisi tidak tersedia maka hasil core
needle biopsy dari tumor primer dapat digunakan.
- Core needle biopsy yang berkaitan dengan tepian tumor, retraksi dan artifak yang
hancur, kemungkinan merupakan hasil positif palsu dan/atau merupakan hasil
sampling dari area yang bukan representasi dari area kanker.
Metastasis :
- Biopsi pada area metastasis merupakan pilihan untuk tes HER2
- Ketika tidak ada biopsi pada area metastasis, maka hasil tumor primer seharusnya
digunakan.

Ketentuan Penanganan Spesimen ke Laboratorium
-Semua spesimen harus segera dikirim ke laboratorium setelah diambil dari pasien, hal ini
bertujuan untuk memungkinkan didapatkannya penilaian secara menyeluruh sesegera
mungkin. Fiksasi spesimen harus dilakukan kurang dari 30 menit (terutama untuk biopsi yang
mengering dengan cepat).
-Setelah semua spesimen dikirim sesegera mungkin ke laboratorium, maka spesimen tersebut
selanjutnya dibuka dan ditusukkan ke papan gabus serta diorientasikan menggunakan jahitan
atau clip untuk kemudian diwarnai menggunakan tinta sebelum fiksasi (Hal ini dapat
dilakukan di laboratorium patologi anatomi-direkomendasikan dapat dilakukan fiksasi dalam
waktu < 30 menit ). Hal ini membutuhkan keakuratan orientasi patologi preparat serta
penilaian tepian preparat. Dokter bedah dan dokter patologi harus bekerja bersama untuk
menjamin bahwa protokol dari orientasi preparat dan penandaan telah berkembang,
tervalidasi dan sesuai protokol.
-Spesimen seharusnya berada pada kondisi segar/fresh (dalam kurun waktu 30 menit dari
pengambilan), sehingga untuk menjamin hal tersebut, dokter bedah beserta para asisten harus
mendokumentasikan waktu pengambilan tumor dari tubuh pasien (periode iskemik)
-Spesimen harus difiksasi dalam volum yang mencukupi (10 % NBF-direkomendasikan).

Fiksasi yang terlalu lama atau terlalu singkat dapat menyebabkan munculnya gambaran
artifak pada spesimen sehingga waktu atau periode fiksasi harus cukup/tepat untuk
mendapatkan penetrasi yang optimal dari fiksasi ke dalam spesimen. Rekomendasi durasi
fiksasi diantaranya pada spesimen kanker payudara sekitar 6-72 jam, pada spesimen kanker
gaster dan gastro-oesophageal junction adalah 8-72 jam.

Cara Fiksasi yang benar
-Yang bertanggung jawab atas fiksasi adalah Instalasi Bedah ( Dokter Bedah Onkologi,
Admin Bedah dan Paramedis Bedah ) serta Instalasi Patologi Anatomi (Admin PA, Teknisi
PA, Dokter PA)
-Maksimal difiksasi dalam 30 menit Post Operasi
-Fiksatif :10 % Netral Buffer Formalin
-Catat saat mulai fiksasi
-Wadah memadai ukurannya
-Volume Fiksatif 10x volume jaringan
-Untuk jaringan besar buat sayatan sejajar berjarak 0,5-1cm

Akibat yang terjadi apabila fiksasi tidak benar adalah terjadi autolisis/ pembusukan sehingga
sulit didiagnosa dengan akurat, tidak layak untuk dilanjutkan dengan pemeriksaan imunologi
dan molekuler, membahayakan keselamatan pasien karena diagnosis yang tidak akurat,
berpotensi tuntutan hukum

Contoh Alur Fiksasi : Pada Instalasi bedah yaitu dilakukan operasi kemudian admin bedah
melakukan pencatatanwaktu jaringan lepas saat operasi kemudian mengantar jaringan ke
instalasi PA. Pada Instalasi PA maka admin PA akan mencatat waktu jaringan saat diterima
kemudian melakukan fiksasi dan teknisi (supervisi patologis) melakukan slicing jaringan.
Waktu dari jaringan lepas di instalasi bedah hingga di fiksasi di instalasi PA maksimal dalam
waktu 30 menit.