Anda di halaman 1dari 5

2.

1 Pengertian Plastida
Plastida merupakan organel yang amat dinamis dan mampu membelah,
tumbuh dan berdeferensiasi menjadi berbagai bentuk. Pada sel muda tumbuhan
tinggi, plastida biasanya tak berwarna dan disebut leukoplas atau proplastida.
Pada daun, plastida berwarna hijau dan disebut kloroplas, serta pada buah masak
kadang-kadang kuning atau merah, disebut kromoplas. Pada sel yang tidak
menjadi hijau, seperti sel epidermis atau sel rambut tangkai sari (misalnya pada
Rhoeo discolor), plastida tetap tak berwarna, disebut leukoplas (dalam arti
sempit). Leukoplas juga terdapat pada jaringan yang tak terdedah pada cahaya.
Pada jaringan semacam ini seperti pada umbi, leukoplas membentuk butir pati
yang disebut amiloplas. Statolit adalah amiloplas khusus dalam tudung akar dan
pada buku beberapa batang muda, serta terlibat dalam gaya berat. Leukoplas
membentuk minyak atau lemak, dan disebut elaloplas, misalnya pada epidermis
daun Vanilla.

2.2 Fungsi Plastida
Plastida berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak
dan terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada
fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas,
leukoplas (termaduk amiloplas dan elaioplas), atau kromoplas. Plastid merupakan
derivat dari proplastid, yang dibentuk pada bagian meristematik tumbuhan.
Pada tumbuhan, plastida dibedakan kedalam beberapa bentuk, tergantung
fungsinya dalam sel. Plastida yang belum teriferensiasi akan berkembang
menjadi:
Amiloplas : untuk menyimpan cairan
Kloroplas : untuk fotosintesis
Etioplas : kloroplas yang belum terkena cahaya
Elaioplas : untuk menyimpan lemak
Kromoplas : untuk sintesis dan menyimpan pigmen
Leukoplas : untuk mensistesis monoterpen

2.3 Tipe-tipe Utama Plastida
a. Kloroplas
Kloroplas, adalah plastida yang menghasilkan warna hijau daun, disebut
klorofil. Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil, karotenoid dan
pigmen fotosintesis lain.
Macam-macam klorofil adalah sebagai berikut :
- klorofil a: menghasilkan warna hijau biru
- klorofil b: menghasilkan warna hijau kekuningan
- klorofil c: menghasilkan warna hijau coklat
- klorofil d: menghasilkan warna hijau merah
Selubung kloroplas terdiri atas dua membran. Dalam kloroplas terdapat sistem
membran lain berupa kantong-kantong pipih yang disebut Tilakoid. Tilakoid
tersusun bertumpuk membentuk struktur yang disebut grana (jamak granum). Di
dalam tilakoid inilah terdapat pigmen fotosintesis yaitu klorofil dan karoten.
Ruangan di antara grana disebut stroma.
Kloroplas pada umumnya berbentuk seperti lensa, biasanya berukuran 4-6 m. Di
dalam kloroplas terdapat zat hijau daun atau klorofil, dan sedikitnya dua zat warna
kuning atau merah, atau kelompok zat warna (karotenoid): satu macam karoten
atau lebih (C40H56) dan xantofil (C40H56O2). Kloroplas berfungsi dalam
fotosintesis dan pada kebanyakan tumbuhan berfungsi pula dalam pembentukan
pati dari karbohidrat terlarut hasil fotosintesis, serta melarutkannya kembali.
Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau. Kloroplas yang berkembang dalam
batang dan sel daun mengandung pigmen hijau yang dalam fotositesis menyerap
tenaga matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi gula, yakni sumber
energi kimia dan makanan bagi tetumbuhan.. Plastida ini berfungsi menghasilkan
klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Kandungan kimiawi
kloroplas adalah protein, fosfolipid, pigmen hijau dan kuning, DNA dan RNA.

Gambar kloroplas

Berdasarkan gambar dapat dilihat bahwa pada bagian dalam stroma terdapat
struktur yang membran yang dinamakan tilakoid.fungsi tilakoid adalah sebagai
tempat berlangsungnya reaksi terang fotosintesis. Sedangkan pada stroma terdapat
enzim-enzim yang sangat penting untuk reduksi CO2 menjadi kabohidrat. Jadi
fungsi stroma adalah tempat berlangsungya reaksi gelap fotosintesis.
b. Kromoplas
Warna kuning, merah, atau merah bata pada kromoplas disebabkan oleh
kandungan karotenoidnya. Kromoplas sering kali berasal dari kloroplas, namun
dapat pula berasal dari proplastida. Yang penting dalam diferensiasi kromoplas
adalah sintesis dan penempatan pigmen karotenoid seperti karotenoid (pada
wortel, Daucus) atau likopen (pada tomat. Lycopersicon)..
Macam-macam pigmen pada kromoplas, misalnya :

Fikosianin menimbulkan warna biru misalnya pada Cyanophyta.
Fikoeritrin menimbulkan warna merah misalnya pada Rhodophyta.
Karoten menimbulkan warna keemasan misalnya pada wortel dan
Chrysophyta.
Xantofil menimbulkan warna kuning misalnya pada daun yang tua.
Fukosatin menimbulkan warna pirang misalnya pada Phaeophyta.

c. Leukoplas
Plastida ini berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan, terdiri
dari:
Amiloplas (untuk menyimpan amilum)
Di beberapa tempat tertentu, kloroplas membentuk butir pati besar sebagai
cadangan makanan, seperti pada umbi semu anggrek. Namun, jumlah cadangan
makanan terbesar dibentuk dalam leukoplas umbi akar, umbi batang, rizoma, dan
biji. Amilum atau pati dapatditunjukkan dengan mudah karena berwarna biru atau
hitam dengan iodium. Bila dipanaskan sampai 70C warna hilang dan menjadi
biru lagi setelah dingin kembali. Jika dalam plastida terbentuk lebih dari satu butir
pati, maka butiran tersebut akan segera saling menyentuh dan membentuk butir
majemuk. Dengan demikian, dikenal butir majemuk seperti pada pati gandum
(Avena) dan padi (Oryza sativa), pati setengah majemuk pada kentang, dan butir
pati tunggal seperti pada pati irut ( Maranta). Jika butir pati mengisi sel hingga
penuh, maka tepi-tepinya bersudut. Posisi hilum, bentu dan ukuran butir, serta
sifat butir tunggal atau majemuk memungkinkan identifikasi spesies tumbuhan
penghasil butir pati yang bersangkutan.


2.5 Peranan plastida pada proses fotosintesis
Fotosintesis adalah suatu proses pengubahan zat anorganik H
2
O dan CO
2
oleh
klorofil dengan bantuan cahaya matahari menjadi zat organik. Dimana hasil dari
fotosintesis salah satunya adalah oksigen dan glukosa yang selama ini kita hirup.
Peristiwa fotosintesis dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi kimia sebagai
berikut.
Cahaya
6CO2 + 6H2O -> C6H12O6 + 6O2
Klorofil
Proses fotosintesis yang terjadi di kloroplas terjadi pada dua tahap, yaitu:
1. Reaksi terang
Reaksi terang terjadi jika ada cahaya, misalnya cahaya matahari. Selama tahap ini,
didalam membran granum menyerap cahaya merah dan nila yang memiliki
gelombang panjang.
1. Reaksi gelap
Reaksi gelap merupakan reaksi yang walaupun terjadi disiang hari (suasana
terang) tetapi tidak peka terhadap cahaya matahari. dalam reaksi ini terjadi
pengikatan CO2.
Reaksi ini berlangsung pada stroma.



DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2007. Kuliah2. http://www.vet.upm.edu.my/vpm2010/Kuliah2.pdf (16
januari 2012).
Campbell, N.A., dkk. 2002. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Sumardi dan Marianti, A. 2007. Biologi Sel. Yogyakarta: Graha Ilmu.