Anda di halaman 1dari 2

KOMBINASI BISNIS

(PSAK 22)

Pengertian Kombinasi bisnis
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK )No.22 tentangKombinasi bisnis yang dikeluarkan
oleh Ikatan Akuntansi Indonesia mendefiniskankombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau
peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis.
Internasional financial Reporting Standart (IFRS) No.3 Business Combination memberikan definis
yang lebi spesifik dengan menjelaskan kombinasi bisnis sebagai berikut: A business combinations is
the bringing together of separate entities or business in to one reporting entity. The result of nearly
all business combination is that one entity, the acquirer, obtains control of one or more other
business, the acquiree. If an entity obtaines control of one or more other entities that are not
busineses, the bringing together of those busineses is not a business combination.
IFRS No.3 menjelaskan bahwa penggabungan usaha adalah penggabungan entitas-entitas dan bisnis
bisnis terpisah kedalam suatu entitas pelapor dan hampir semua penggabungan usaha bertujuan
agar suatu entitas (pengakuisisi) dapat mengendalikan entitas lain (perusahaan yang di akuisisi) .
Dengan demikian, penggabungan usaha dapat menyebabkan suatu hubungan induk dan anak
perusahaan atau pembelian aktiva bersih yang menghasilkan goodwill.

Tujuan Kombinasi Bisnis
Pernyataan ini bertujuan untuk meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding dari informasi
yang disampaikan entitas pelapor dalam laporan keuangannya mengenai kombinasi bisnis dan
dampaknya. Untuk mencapai tujuan tersebut, pernyataan ini mengatur prinsip dan persyaratan
tentang bagaimana pihak pengakuisis:
a) Mengakui dan mengukur dalam laporan keuangannya aset teridentifikasi yang
diperoleh, liabilitas yang diambil alih dan kepentingan nonpengendali dari pihak
diakuisisi (scquiree)
b) Mengakui dan mengukur goodwill yang diperoleh darikombinasi bisnis atau keuntungan
dari pembelian dengan diskon; dan
c) Menentukan informasi yang diungkapkan yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis.

Ruang Lingkup Kombinasi Bisnis
Pada PSAK 22 paragraf 2 menjelaskan bahwa pernyataan ini diterapkan untuk transaksi atau
peristiwalain yang memenuhi definisi kombinasi bisnis. Pernyataan ini tidak diterapkan untuk:
a) Pembentukan ventura bersama.
b) Akuisisi aset atau kelompok aset yang bukan merupakan suatu bisnis.
c) Kombinasi entitas atau bisnis sepengendali.

Metode Akuisisi
Entitas mencatat setiap kombinasi bisnis dengan menerapkan metode akuisisi. Penerapan metode
akuisisi mensyaratkan:
a) Pengidentifikasian pihak pengakuisisi
b) Penentuan tanggal akuisisi
c) Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil
alih, dan kepentingan nonpengendali pihak diakuisisi; dan
d) Pengakuan dan goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskonto



I

Anda mungkin juga menyukai