Anda di halaman 1dari 11

K0NVERSITENAGALISTRIK

KEANDALAN
PEMBANGKITTENAGALISTRIK
AGUSRUTOMO
DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO
UNIVERSITASINDONESIA
JAKARTA JAKARTA
K0NVERSITENAGALISTRIK
1. PENGERTIAN DASAR 1. PENGERTIANDASAR
Keandalan adalah kemungkinan suatu komponen atau suatu sistem
menjalankan fungsinya secara memuaskan atau sempurna menjalankan fungsinya secara memuaskan atau sempurna.
Dalam sistem ketenagalistrikan, keandalan penyelidiaan tenaga listrik ialah
k k d l k k kmungkinan suatu sistem penyediaan tenaga listrik secara memuaskan atau
sempurna.
Fungsi sistem penyediaan tenaga listrik ialah untuk membangkitkan,
menyalurkan, dan menyediakan tenaga listrik dengan mutu daya yang
diinginkan di tempat dan pada waktu yang diperluikan.
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
2
K0NVERSITENAGALISTRIK
2. KEANDALAN 2.KEANDALAN
Tolok ukur yang digunakan untuk menilai tingkat keandalan penyediaan
tenaga listrik adalah : g
a. Kemungkinan Kehilangan Beban (Loss of Load Probability; LOLP), yaitu
jumlah hari (waktu) selama jangka waktu besar beban puncak melampaui
kapasitas pembangkitan yang tersedia.
b. Kemingkinan kehilangan Energi (Loss of Energy Probability ; LEP).
Jumlah energi yang tak dapat disediakan akibat adanya gangguan selama
periode waktu tertentu.
c. Kehilangan beban yang diperkirakan (Expected of Load ; ELL).
Perkiraan besar beban yang tidak dapat dipikul karena adanya suatu
gangguan.
d F k i j l h j di l d. Frekuensi jumlah gangguan yang terjadi serta lamanya gangguan yang
diperkirakan ( Expected Frequency and Expected Duration of Outages).
e. Penyimpangan frekuensi dan tegangan terhadap nilai nominal.
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
3
K0NVERSITENAGALISTRIK
Secara praktis keandalan dilihat berdasarkan tolok ukur pertamanya saja, p p y j
yaitu LOLP.
Secara matematis, LOLP dinyatakan dengan :
LOLP=pxt
dengan :
p = Probabailitas sistem dapat menyediakan daya sebesar b
t = lamanya (waktu) beban yang tak dapat dilayani. y ( ) y g p y
LOLP biasanya dinyatakan dalam hari/pertahun.
Makin kecil LOLP, makin rendah tingkat gangguan, makin tinggi tingkat Makin kecil LOLP, makin rendah tingkat gangguan, makin tinggi tingkat
keandalan suatu sistem.
Makin tinggi LOLP, makin tinggi tingkat gangguan, makin rendah tingkat
keandalan suatu sistem.
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
4
K0NVERSITENAGALISTRIK
Nilai LOLPdapat diperkecil dengan : p p g
Meningkatkan atau menambaha daya terpasang
Menurunkan nilai FOR(ForceOutageRate).
t
Beban [MW]
b
0
waktu (hari) 365
LOLP yang digambarkan pada kurva lama beban (Load Duration Curve)
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
5
LOLPyangdigambarkan pada kurva lamabeban (LoadDurationCurve)
K0NVERSITENAGALISTRIK
3. FAKTORFAKTOR UTAMA DALAM PEMBANGKITAN TL 3.FAKTOR FAKTORUTAMADALAMPEMBANGKITANTL
A. FAKTORBEBAN(FB)
k b b d l h b d b b b l Faktor beban adalah perbandingan antara besarnya beban ratarataselama
selang waktu tertentu (mis. satu hari, satu minggu, satu bulan dst) terhadap
beban puncak tertinggi pada selang waktu tersebut.
Beban ratarata ialah jumlah produksi energi (kWH) ratarata dibagi dengan
jumlah waktu (jam) dalam selang waktu tertentu.
rata rata Beban
FB

=
Puncak Beban
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
6
K0NVERSITENAGALISTRIK
B.FAKTORKAPASITAS(FK) ( )
Faktor kapasitas suatu unit pembangkit listrik menggambarkan besarnya ka
pasitas suatu unit pembangkit yang termanfaatkan.
8760 x Terpasang Daya
tahun 1 selama Energi Produk
FK =
C. FAKTOR UTILITAS (PENGUNAAN) ; FU
Faktor utilitas adalah perbandingan antara daya alat tertinggi dengan
kemampuan daya yang dihasilkan. p y y g
Peralatan Kemampuan
Tertinggi Peralatan Beban
FU =
Beban biasa dinyatakan dalam Ampere atau MW. Untuk pembangkit TL,
beban dinyatakan dalam MW. FU bermanfaat untuk mengefienskan
pemanfaatan peralatan dan mencegah beban lebih.
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
7
K0NVERSITENAGALISTRIK
D. FORCEDOUTAGERATE(FOR) ( )
Force Outage Rate adalah frekuensi (seringnya) gangguan suatu unit
pembangkit listrik dalam kurun waktu tertentu, misalnya 1 tahuin (8760 jam).

+
=
nit Gangguan U J am Unit Operasi J am
nit Gangguan U J am J umlah
FU
Nilai FOR tahunan untuk :
PLTA = 0.01.
PL Termis = 0.05 01.
Makin kecil nilai suatu FOR makin tinggi tingkat keandalan sistemnya Makin kecil nilai suatu FOR, makin tinggi tingkat keandalan sistemnya.
Makin tinggi nilai suatu FOR, makin rendah tingkat keandalan sistemnya.
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
8
K0NVERSITENAGALISTRIK
4. OPTIMASI KEANDALAN 4.OPTIMASIKEANDALAN
Tingkatkeandalan berkaitan dengan biaya investasi yangharus dikeluarkan.
Makin tinggi tingkat keandalan sistem, makin tinggi biaya investasinya. Makin tinggi tingkat keandalan sistem, makin tinggi biaya investasinya.
Makin rendah tingkat keandalan sistem, makin tinggi biaya operasionalnya
I B
K K
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
9
100% 100% Kurva I=I(K) Kurva B=B(K)
K0NVERSITENAGALISTRIK
I B I B
Bm
B=B(K)
I=I(K)
K
Kurva Optimasi Keandalan sebagai fungsi biaya
100%
Ko
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
10
K0NVERSITENAGALISTRIK
Pada K=0 I 0 B= (tak hingga) ( gg )
K=100% I= (tak hingga) dan B=0
Btot.=I(K)+B(K)
Perpotongan dua kurva memberikan :
Biaya (gangguan)minimum
Investasi Optimum p
Keandalan Optimum
AGUS.R.UTOMO DEPARTEMENTEKNIKELEKTRO UNIVERSITASINDONESIA JAKRTA
11

Anda mungkin juga menyukai