Anda di halaman 1dari 37

Dr. Adib Ahmad S, Sp.

OG
Kelainan Kongenital
Kelainan Vulva
Kelainan Vagina
Kelainan Uterus
Kelainan Ovarium
KELAINAN VULVA
Himen imperforatus
Atresia labia minus
Hipertropi labia
Duplikasi vulva
Hiperplasia vulva
HIMEN IMPERFORATUS
Hiatus himenalis tidak ada
Tidak pernah haid dan nyeri suprapubik
Hymen kebiru-biruan dan menonjol
Terapi himenektomi & posisi Fowler, antibiotik
Komplikasi:
Hematokolpos
Hematometra
Hematosalping
Hematokolpos Hematometra &
hematosalping
Himen imperforata
Kasus himen imperforata
Eksisi himen imperforata
Pasca eksisi himen imperforata
Catatan
Pada anak kecil diobservasi anatomi jelas




Atresia himenalis ?
Atresia vagina ?

Adhesi Labium Minora
Hipertropi labia
ANATOMI VAGINA
Bagian luar, labia mayus
Labia minus
Selaput dara (hymen)
Liang vagina
Panjang bagian depan 8 cm
Panjang bagian belakang 9 cm
Lebar 4 cm
Berbatasan bagian depan dengan kandung kemih
Berbatasan bagian belakang dengan alat cerna
(rektum)
Berbatasan bagian atas dengan uterus

VAGINA
Fungsi vagina
Untuk pengeluaran
darah haid
Untuk bersenggama
Tempat jalannya lahir
bayi


KELAINAN VAGINA
Septum vagina
longitudinal/transversa
Atresia vagina total/parsial
Kista vagina (Gartner)
SEPTUM VAGINA
Akibat kegagalan fusi Duktus
Mulleri
Haid normal
Disparenia
Terapi: eksisi septum
Septum Vagina

Agenesis Vagina
KELAINAN UTERUS
Uterus septus
Uterus subseptus
Uterus bicornis bikolis
Uterus bicornis unikolis
Uterus arkuatus
DIAGNOSIS KELAINAN UTERUS
HSG (histerosalpingografi)
Laparaskopi

Histerosalpingografi
Laparoscopy
Terapi kelainan uterus
Kelainan Ovarium
KELAINAN AKIBAT
KROMOSOM ABNORMAL

KELAINAN AKIBAT
PENGARUH HORMON

KELAINAN AKIBAT KROMOSOM
ABNORMAL
Sindroma Turner
Sindroma Superfemale
Sindroma Kleinefelter
Sindroma Down
Sindroma Edwards
Sindroma Patau
Hermafroditismus verus
SINDROMA TURNER
Disgenesis ovariu
Ovarium seperti pita (streak gonad)
Seorang wanita pendek amenore primer, seks
sekunder tidak tumbuh
Susunan kromosom 44 autosom dan 1
kromosom X (45-XO) + 60-80%
Terapi : pemberian estrogen secara siklik
Sindroma Turner


SINDROMA SUPERFEMALE
Susunan kromosom 47, XXX
Perkembangan seks normal
Kecerdasan rendah
SINDROMA KLEINEFELTER
Tumbuh sebagai pria
Ginekomasti
Testis atropi
Bisa ereksi dan coitus
Terapi : operasi pada ginekomasti
SINDROMA DOWN
Meningkat kejadian dengan makin
tuanya ibu saat hamil
Translokasi pada kromosom trisomi 21
Mongolisme (+)
Kecerdasan rendah
Mulut terbuka dengan lidah yang
menonjol
Refleks Moro tidak ada
Sindroma Down

SINDROMA EDWARDS
Sama dengan Sindroma Down
dengan kelainan jantung dan dada
SINDROMA PATAU
BBLR
Pertumbuhan lambat
Palatoskisis
Labioskisis
Mikrosefali
Polidaktili
HERMAFRODISTISMUS VERUS
Genitalia eksterna dominan laki-laki
Didapatkan testis pada sisi yang satu dan
ovarium pada sisi yang lain
Gambaran kromosom seks wanita
Masa pubertas mamma tumbuh dan
haid
Terapi : diasuh seperti wanita,
mengangkat testis (kecenderungan
ganas)
KELAINAN AKIBAT PENGARUH
HORMON
Sindroma feminisasi testikuler
- Fenotif wanita dan genotif pria
- Genitalia eksterna wanita
- Ditemukan testis (rongga abdomen, kanalis
inguinalis, labium mayus)
- Ciri-ciri : rambut pubis dan rambut ketiak tidak
ada, vagina pendek dan menutup
- Terapi : pengangkatan testis
Interseks
- Diagnosa dengan pemeriksaan
kromatin seks
- Diasuh sesuai genitalia eksterna
- Terapi hormon androgen atau
estrogen
tergantung dari genitalia eksterna
Thank You