Anda di halaman 1dari 13

Laporan Farmakologi

Farmakodinamik Obat-Obat Otonom


Kelompok F6
1. Debora
2. Melani Sugiarti
3. Fera Susanti
4. Bobi Arisofian
5. Maria Sunrat!s
".#an Meidika
$.%a!mond
&'isa
FARMAKODINAMIK OBAT-OBAT OTONOM
Pendahuluan
Sistem s!araf otonom !ang dikenal (uga dengan nama sistem s!araf egetatif) sistem
s!araf is*eral atau sistem s!araf tidak sadar) sistem mengendalikan dan mengatur
kemauan. Sistem s!araf ini terdiri dari atas serabut s!araf-s!araf) ganglion-ganglion
dan (aringan s!araf !ang mens!arafi (antung) +embulu, dara,) kelen(ar-kelen(ar) alat-
alat dalaman dan otot-otot +olos. Obat-obat !ang sanggu+ mem+engaru,i fungsi
sistem s!araf otonom) beker(a berdasarkan kemam+unann!a untuk meniru atau
memodifikasi aktiitas neuro,imor-transmitor tertentu !ang dibebaskan ole, serabut
s!araf otonom di ganglion atau sel-sel -organ-organ. efektor. /ermasuk kelom+ok ini
+ula adala, bebera+a kelen(ar -luda,) keringat dan +en*ernaan. dan (uga otot (antung)
!ang sebagai +enge*ualian bukan meru+akan otot +olos) teta+i suatu otot lurik.
Dengan demikian) sistem saraf otonom tersebar luas di seluru, tubu, dan fungsin!a
adala, mengatur se*ara otomatis keadaan fisiologi !ang konstan) se+erti su,u badan)
tekanan) dan +eredaran dara,) serta +erna+asan. Obat-obat otonom adala, obat !ang
da+at memengaru,i +enerusan im+uls dalam sistem saraf otonom dengan (alan
mengganggu sintesa) +enimbunan) +embebasan) atau +enguraian neurotransmitter
atau memengaru,i ker(an!a atas rese+tor k,usus. Akibatn!a adala, di+engaru,in!a
fungsi otot +olos dan organ (antung dan kelen(ar.
Tujuan
- 0ntuk mengenal efek farmakodinamik) farmakokinetik) indikasi) kontra
indikasi dan efek sam+ing berbagai obat otonom.
- 0ntuk mema,ami arti +er*obaan tersamar ganda-+lasebo *ontrol
- 0ntuk da+at melakukan dan mengamati efek farmakodinamik obat otonom
+ada orang +er*obaan dengan ker(a sama kelom+ok !ang baik
- 0ntuk da+at menginformasikan ,al-,al !ang +erlu diketa,ui +asien sebelum
menggunakan obat otonom.
Landaan !eori "
ANTIM#$KARINIK
Antimuskarinik ini beker(a di alat !ang di+ersarafi serabut +as*aganglion kolinergik.
1ada ganglion otonom dan otot rangka) tem+at asetilkolin (uga beker(a) +eng,ambatan
ole, atro+in ,an!a ter(adi dengan dosis besar. 2elom+ok obat ini mem+erli,atkan
ker(a !ang ,am+ir sama) teta+i dengan afinitas !ang sedikit berbeda ter,ada+ berbagai
alat3 +ada dosis ke*il -sekitar 4)25 mg. misaln!a) atro+in ,an!a menekan sekresi air
liur) mu*us bronkus) dan keringat. Sedangkan dilatasi +u+il) gangguan akomodasi dan
+eng,ambatan n. agus ter,ada+ (antung baru terli,at +ada dosis !ang lebi, besar
-4)5-1)4 mg.. Dosis !ang lebi, besar lagi di+erlukan untuk meng,ambat +eristaltis
usus dan sekresi kelen(ar lambung. 1eng,ambatan +ada rese+tor muskarinik ini miri+
denerasi serabut +as*aganglion kolinergik dan biasan!a efek adrenergi* men(adi
lebi, n!ata.Antimuskarinik mem+erli,atkan efek sentral ter,ada+ susunan saraf +usat)
!aitu merangsang +ada dosis ke*il dan mende+resi +ada dosis toksik.Ban!ak sekali
antikolinergik disintesis dengan maksud menda+atkan obat dengan efek selektif
ter,ada+ gangguan tertentu disertai efek sam+ing !ang lebi, ringan. Saat ini terda+at
antimuskarinik !ang digunakan untuk5 -1. menda+atkan efek +erifer tan+a efek
sentral) misaln!a) antis+asmodi*3 -2. +enggunaan lo*al +ada mata sebagai
mediatrikum3 -3. mem+erole, efek sentral misaln!a) obat untuk +en!akit 1arkinson3
-4. efek bronkodilatasi3 dan -5. mem+erole, efek ,ambatan +ada sekresi lambung dan
gerakan saluran *erna.
ALKALOID B%LLADONA
Atro+in -*am+uran d- dan l- ,ioslamin. dan sko+olamin -l- ,iosin. meru+akan dua
alkaloid aktif. Atro+in terutama ditemukan +ada Atropa belladonna dan Datura
stramonium, sedangkan sko+olamin terutama di+erole, dari Hyoscyamus niger.
Alkaloid-alkaloid ini meru+akan ester organi* dari asam atro+at dengan tro+anol atau
sko+in -basa organik..
Farmakodinamik
Atro+in sebagai +rototi+ antimuskarinik akan dibi*arakan sebagai *onto,
antimuskarinik lain akan disebut bila ada +erbedaan.
6ambatan ole, atro+in bersifat reersible dan da+at diatasi dengan +emeberian
asetilkolin dalam (umla, berlebi,an atau +emberian antikolinesterase. Atro+in
memblok asetilkolin endogen mau+un eksogen. Sko+olamin memiliki efek de+resi
sentral !ang lebi, besar dari +ada atro+in) sedangkan efek +erifer ter,ada+ (antung)
usus dan otot bronkus lebi, kuat di+engaru,i ole, atro+in.
$uunan ara& pua!' Atro+in merangsang medulla oblongata dan +usat lain di otak.
Dalam dosis 4)5 mg -untuk orang #ndonesia mungkin 4)3 mg. atro+in merangsang n.
agus dan frekuensi (antung berkurang. 7fek +eng,ambatan sentral +ada dosis ini
belum terli,at. De+resi !ang timbul k,usus dibebera+a +usat motorik dalam otak
da+at meng,ilangkan tremor !ang terli,at +ada +arkinsonisme. 1erangsangan
res+irasi ter(adi sebagai akibat dilatasi bronkus) teta+i dalam ,al de+resi res+irasi ole,
sebab tertentu) atro+in tidak berguna merangsang res+irasi. Ba,kan +ada dosis !ang
besar sekali atro+in men!ebabkan de+resi na+as) eksitasi) disorientasi) delirium)
,alusinasi dan +erangsangan lebi, (elas di +usat-+usat !ang lebi, tinggi. 'ebi, lan(ut
lagi ter(adi de+resi dan +aralisis medulla oblongata.Sko+olamin mem+erli,atkan efek
tera+i !ang berlainan) !aitu eu+,oria) amnesia) dan kantuk. 2adang ter(adi
idiosinkrasi beru+a kegelisa,an) delirium) dan ,alusinasi dengan dosis tera+i.
1ada orang tua) antikolinergik terutama !ang efek sentraln!a kuat da+at men!ebabkan
sindrom demensia. Se*ara tiba-tiba +asien ke,ilangan orientasi tem+at) 8aktu dan
+ersonal. #ni da+at meru+akan trauma +sikis bagi +asien dan keluargan!a.
Ma!a' Alkaloid belladona meng,ambat m. *onstri*tor +u+illae dan m. *illiaris lensa
mata) se,ingga men!ebabkan midriasis dan siklo+egia -+aralisis mekanisme
akomodasi.. Midriasis mengakibatkan fotofobia) sedangkan siklo+egia men!ebabkan
,ilangn!a da!a meli,at (arak dekat.
Midriasis ole, alkaloid belladona da+at diatasi ole, +ilokar+in) eserin) atau DF1.
/ekanan intrao*ular +ada mata !ang normal tidak ban!ak mengalami +eruba,an.
/eta+i +ada +enderita glau*oma) +en!aluran dari *airan intrao*ular akan ter,ambat)
terutama +ada glau*oma sudut sem+it) se,ingga da+at meninggikan tekanan
intrao*ular. 6al ini disebabkan karena dalam keadaan midriasis) muara saluran
S*,lemm !ang terletak disudut bilik de+an mata men!em+it) se,ingga ter(adi
bendungan *airan bola mata.
$aluran napa' Alkaloid belladona mengurangi se*ret ,idung) mulut) faring) dan
bronkus. 1emakaiann!a adala, +ada medikasi +reanestetik untuk mengurangi sekresi
lendir +ada (alan na+as. Sebagai bronkodilator atro+in tidak berguna dan (au, lebi,
lema, dari e+inefrin atau aminofilin. #+ratro+ium bromida mem+erli,atkan
bronkodilatasi berarti se*ara k,usus.
$i!em kardio(akular' 1engaru, atro+in ter,ada+ (antung bersifat bifasik. Dengan
dosis 4)25-4)5 mg !ang biasa digunakan) frekuensi (antung berkurang) namun
disebabkan karena +erangsangan n.agus. Bradikardi biasan!a tidak n!ata dan tidak
disertai +eruba,an tekanan dara, atau *ura, (antung. 1ada dosis lebi, dari 2 mg) !ang
biasan!a ,an!a digunakan +ada kera*unan insektisida organofosfat) ter(adi ,ambatan.
agus dan timbul suatu takikardi. Atro+in dalam ,al ini (uga lebi, efektif dari+ada
sko+olamin. Obat ini (uga da+at meng,ambat bradikardi !ang ditimbulkan ole, obat
kolinergik. Atro+in tidak mem+engaru,i +embulu, dara, mau+un tekanan dara,
se*ara langsung) teta+i da+at meng,ambat asodilatasi ole, asetilkolin atau esterkolin
!ang lain. Atro+in tidak berefek +ada sirkulasi dara, bila diberikan sendiri) karena
+embulu, dara, ,am+ir tidak di+ersarfi +arasim+atik. Dilatasi ka+iler +ada bagian
muka dan le,er ter(adi dengan dosis !ang besar dan toksik. 2elainan ini mungkin
da+at dika*aukan dengan +en!akit !ang men!ebabkan kemera,an kulit di daera,
tersebut) asodilatasi ini disertai dengan naikn!a su,u kulit. 6i+otensi orostatik
kadang-kadang da+at ter(adi setela, +emberian dosis 2 mg.
$aluran )erna' 2arena bersifat meng,ambat +eristaltis lambung dan usus) atro+in
(uga disebut obat antis+asmodi*. 1eng,ambatan ter,ada+ asetilkolin eksogen -atau
esterkolin. ter(adi lengka+) teta+i ter,ada+ asetilkolin endogen ,an!a ter(adi +arsial.
Atro+in men!ebabkan berkurangn!a sekresi liur dan sebagian (uga sekresi lambung.
1ada tukak +e+ti*) atro+in sedikit sa(a mengurangi sekresi 69l) karena sekresi asam
ini lebi, di ba8a, kontrol fase gaster dari +ada n. agus. Atro+in ,am+ir tidak
mengurangi sekresi *airan +an*reas) em+edu) dan *airan usus) !ang lebi, ban!ak
dikontrol ole, fa*tor ,ormonal.
Farmakokine!ik
Alkaliod belladona muda, disera+ dari semua tem+at ke*uali dari kulit. 1emberian
atro+in sebagai obat tetes mata) terutama +ada anak da+at men!ebabkan absor+si
dalam (umla, !ang *uku+ besar le8at mukosa nasal) se,ingga menimbulkan efek
sistemik dan ba,kan kera*unan) 0ntuk men*ega, ,al ini +erlu dilakukan +enekanan
kantus internus mata setela, +enetesan obat agar larutan atro+in tidak masuk ke
rongga ,idung) tersera+ dan men!ebabkan efek sistemik. Dari sirkulasi dara,) atro+in
*e+at memasuki (aringan dan keban!akan mengalami ,idrolisis en:imatik ole, ,e+ar.
Sebagian diekskresi melalui gin(al dalam bentuk asal.
Antikolinergik sintetik !ang meru+akan ammonium kuartener) misaln!a sko+olamin
metilbromida) lebi, sulit diabsor+si se,ingga +erlu diberikan dalam dosis !ang lebi,
besar -2)5 mg.) teta+i efek sentraln!a tidak sekuat atro+in karena tidak mele8ati
sa8ar dara, otak.
Absor+si +iren:e+in tidak lengka+ -24-34;. dan di+engaru,i adan!a makanan dalam
lambung. Masa +aru, dieliminasi sekitar 11 (am. Sebagian besar +iren:e+in dieksresi
melalui urin dan feses dalam bentuk sen!a8a a8aln!a.1ada +asien gagal gin(al) kadar
obat meningkat 34-44;) namun belum men!ebabkan efek toksik. 6emodialisis tidak
ban!ak bermanfaat untuk mem+er*e+at ekskresi obat +ada kera*unan +iren:e+in.
%&ek $amping
7fek sam+ing antimuskarinik ,am+ir semuan!a meru+akan efek farmakodinamik
obat. 1ada orang muda efek sam+ing mulut kering) gangguan miksi) meteorisme
sering ter(adi teta+i tidak memba,a!akan. 1ada orang tua efek sentral terutama
sindrom demensia) da+at ter(adi. Memburukn!a retensi urin +ada +asien dengan
,i+ertrofi +rostat dan +engli,atan +ada +asien glau*oma) men!ebabkan obat ini
kurang da+at diterima. 7fek sam+ing sentral kurang +ada +emberian antimuskarinik
!ang bersifat ammonium kuartener. <alau+un demikian selektiitas ,an!a berlaku
+ada dosis renda, dan +ada dosis toksik semuan!a da+at ter(adi. Muka mera, setela,
+emberian atro+in bukan alergi melainkan efek sam+ing se,ubungan efek sam+ing
asodilatasi +embulu, dara, di 8a(a,. Alergi ter,ada+ atro+in tidak sering ditemukan.
ADR%N%R*IK
Obat-obat !ang merangsang s!stem saraf sim+atis disebut dengan andrenergik) agonis
andrenergik) atau sim+atomimetik karena obat-obat ini men!eru+ai neurotransmitter
sim+atis -e+inefrin dan nore+inefrin.. Obat-obat ini beker(a +ada satu tem+at atau
lebi, dari rese+tor andrenergik !ang men(adi +erantara res+ons utama.
2er(a obat adrenergi* da+at dibagi dalam tu(u, (enis5 -1. +erangsangan +erifer)
ter,ada+ otot +olos +embulu, dara, kulit dan mukosa dan ter,ada+ kelen(ar liur dan
keringat3 -2. +eng,ambatan +erifer) ter,ada+ otot +olos usus) bronkus dan +embulu,
dara, otot rangka3 -3. +erangsangan (antung) dengan akibat +eningkatan den!ut
(antung dan kekuatan kontraksi3 -4. +erangsangan SS1) misaln!a +erangsangan
+erna+asan) +eningkatan ke8as+adaan) aktiitas +sikomotor) dan +engurangan nafsu
makan3 -5. efek metaboli*) misaln!a +eningkatan glikogenolisis di ,ati dan otot)
li+olisis dan +engele+asan asam lemak bebas dari (aringan lemak3 -". efek endokrin)
misaln!a mem+engaru,i sekresi insulin) rennin) dan ,ormon ,i+ofisis3 dan -$. efek
+rasina+tik) dengan akibat ,ambatan atau +eningkatan +engele+asan neurotransmitter
=7 dan A*, -se*ara fisiologis) efek ,ambatan lebi, +enting..
%F%DRIN
7fedrin adala, alkaloid !ang terda+at +ada tumbu,an (enis 7fedra. 7fek
farmakodinamik efedrin ban!ak men!eru+ai efek 7+i. 1erbedaann!a adala, ba,8a
efedrin efektif +ada +emberian oral) masa ker(an!a (au, lebi, +an(ang) efek sentraln!a
lebi, kuat) teta+i di+erlukan dosis !ang (au, lebi, besar dari +ada e+i.Obat ini
meru+akan agonis rese+tor > dan ?1 dan ?2) dan da+at merangsang +ele+asan
nore+inefrin dari neuron sim+atis. 7fek +erifer efedrin malaui ker(a langsung dan
melalui +ele+asan =7 endogen. 2er(a tidak langsungn!a mendasari timbuln!a
takifilaksis ter,ada+ efek +erifern!a. 7fedrin masuk dalam kelom+ok obat
sim+atomimetik dan da+at di+akai dalam bentuk oral. 7fedrin menstimulasi detak
(antung dan *ardia* out+ut) se,ingga menaikan tekanan dara,. 7fek kardioaskular
efedrin men!eru+ai efek 7+i teta+i berlangsung kira - kira 14 kali lebi, lama. /ekanan
sistolik meningkat) dan biasan!a (uga tekanan diastoli*) se,ingga tekanan nadi
membesar. 1eningkatan tekanan dara, ini sebagian disebabkan ole, asokonstriksi)
teta+i terutama ole, stimulasi (antung. Den!ut (antung mungkin tidak beruba, akibat
refleks kom+ensasi agal ter,ada+ kenaikan tekanan dara,. Aliran dara, gin(al dan
is*eral berkurang )s edangkan aliran dara, koroner) otak) dan otot rangka meningkat.
Berbeda dengan 7+i) +enurunan tekanan dara, +ada dosis renda, tidak n!ata +ada
efedrin.Bronkorelaksasi ole, efedrin lebi, lema, teta+i berlangsung lebi, lama dari
+ada 7+i. 1enetesan larutan efedrin +ada mata menimbulkan midriasis. %efleks
*a,a!a) da!a akomodasi) dan tekanan intra okular tidak beruba,. Aktiitas uterus
biasan!a dikurangi ole, efedrin) efek ini da+at dimanfaatkan ada dismenore. 7fedrin
kurang meningkatkan gula dara, dibandingkan dengan 7+i.Stimulasi rese+tor alfa
+ada otot kandung kemi, da+at meningkatkan resistensi +engeluaran urin. Aktifasi
rese+tor beta +ada +aru-+aru menimbulkan bronko dilatasi. Obat ini (uga di+akai
sebagai stimulan ss+. 7fedrin dieksresi di urin dalam bentuk !ang sama) t1@2 A 3 - "
(am.Obat ini tidak di+akai +ada +asien asma) karena digunakan agonis beta 2 selektif.
7fedrin digunakan untuk meningkatkan kontinensi urin) terutama +ada +asien dengan
,i+er+lasia +rostat (inak. Buga digunakan untuk ,i+otensi +ada anestesi s+inal.7fek
sam+ing efedrin meli+uti ,i+ertensi) terutama +ada +emberian +arenteral) atau +ada
+emberian oral dengan dosis lebi, besar dari !ang direkomendasikan. 7fek sam+ing
lain termasuk insomnia dan takikardi +ada +engobatan berulang. 7fedrin tidak bole,
di+akai +ada +asien dengan gangguan kardioaskular.
Ala!"
- /ensimeter
- Stetosko+
- /ermometer
- 1enggaris
- Celas ukur
- Celas beaker
- Metronom
Bahan"
- 7kstrak belladonna 34mg
- 7fedrin 25mg
- 1ro+ranolol 24 mg
- 1lasebo
+ara kerja"
1. Orang +er*obaan -O1. !ang tela, di+ili, diminta berbaring di atas me(a
laboratorium dengan tenang) lakukan +engukuran tekanan dara,) frekuensi
nadi) frekuensi nafas) su,u tubu,) ukuran lebar +u+il.
2. 1engukuran tanda-tanda ital diulang setela, (eda 5 menit lalu diambil rata-
ratan!a sebagai +arameter dasar.
3. 0kur +roduksi salia !ang dirangsang dengan mengun!a, +ermen karet
selama 5 menit) kemudian salia ditam+ung dalam gelas beaker.
4. 'iur !ang ban!ak busan!a ditamba,kan 1 ml al*o,ol $4;) se,ingga busa
berkurang dan +ermukaan air liur lebi, muda, diukur.
5. 1engukuran air liur dilakukan dengan *ara menuangkan air liur ke dalam gelas
ukur !ang berisi 5 ml air kemudian ,asil !ang terba*a di gelas ukur dikurangi
5 ml -air. dan ban!akn!a al*o,ol !ang ditamba,kan saat meng,ilangkan busa)
lalu di*atat sebagai +arameter dasar.
". Celas beaker di*u*i setia+ selesai menam+ung air liur.
$. Sebelum minum obat) O1 diminta untuk berlari ditem+at sesuai bun!i
metronome) selama 2 menit -dengan ke*e+atan 124 kali angkat kaki@menit)
!aitu "4 kali kaki kanan) dan "4 kali kaki kiri.) dengan manset tensimeter teta+
terikat +ada lengan atas -untuk mem+ermuda, dan mem+er*e+at +engukuran..
2aki ,arus diangkat *uku+ tinggi) 34 *m dari lantai) se,ingga dengan lati,an
fisik ini tekanan dara, sistolik meningkat 34 mm6g dan den!ut nadi 34-54
kali@menit.
&. Setela, berlari ditem+at selama 2 menit) O1 segera berbaring dan dilakukan
lagi +engukuran tanda-tanda ital) dan di*atat sebagai +arameter setela,
lati,an fisik.
D. 2ode obat !ang suda, dida+at dari instruktur di*atat koden!a) kemudian O1
diminta untuk meminumn!a.
14. Sambil O1 berbaring dilakukan lagi +engukuran tanda-tanda ital dan
+roduksi salia +ada menit ke 24) 44) dan "4.
11. 1ada menit ke "4) O1 diminta melakukan lati,an fisik !ang sama) kemudian
segera dilakukan lagi +engukuran tanda-tanda ital.
12. Seluru, ,asil +er*obaan di*atat dan di+erkirakan obat otonom a+a !ang
diminum O1.
,ail dan pem-ahaan "
Orang 1er*obaan # 5 Debora
2ode obat 5 4"
Parame!er ./ meni! 0/ meni! 1/ meni!
/ekanan dara, 114@ 55 mm6g 114@ "4 mm6g 145@ "" mm6g
Frekuensi nadi D3 kali@ menit && kali@ menit &5 kali@ menit
Frekuensi
na+as
15 kali@ menit 15 kali@ menit " kali@ menit
Su,u E E E
Salia D m' D m' " m'
Setela, lati,an
fisik
/ekanan dara,
Frekuensi nadi
134@ "4 mm6g
D3 kali@ menit
134@ "4 mm6g
D5 kali@ menit
/ekanan dara, a8al 5 114@ "4
Frekuensi nadi 5 $4 kali@ menit
Frekuensi =afas 5 14 kali@menit
Salia 5 $ m'
/ebakan obat 5 7fedrin
Obat sebenarn!a 5 7fedrin
1ada +er*obaan ini) kami menebak obat !ang diminum O1 adala, efedrin.
6al !ang mendasari tebakan kami adala, ketika menganalisa tekanan dara, dan
frekuensi nadi O1 !ang meningkat setela, meminum obat. 7fedrin meru+akan agonis
rese+tor > dan ?1 dan ?2) dan da+at merangsang +ele+asan nore+inefrin dari neuron
sim+atis. 7fek +erifer efedrin melalui ker(a langsung dan melalui +ele+asan =7
endogen. 7fedrin menstimulasi detak (antung dan *ardia* out+ut) se,ingga menaikkan
tekanan dara,. 7fek kardioaskular efedrin men!eru+ai efek e+inefrin teta+i
berlangsung kira-kira 14 kali lebi, lama. /ekanan sistolik meningkat) dan biasan!a
(uga tekanan diastoli* (uga se,ingga tekanan nadi membesar. 1eningkatan tekanan
dara, ini sebagian disebabkan ole, asokonstriksi) teta+i terutama ole, stimulasi
(antung. Den!ut (antung mungkin tidak beruba, akibat refleks kom+ensasi agal
ter,ada+ kenaikan tekanan dara,.
7fek sam+ing efedrin meli+uti ,i+ertensi) terutama +ada +emberian +arenteral atau
+emberian oral dengan dosis lebi, besar dari !ang direkomendasikan. 7fek sam+ing
lain termasuk insomnia dan takikardi +ada +engobatan berulang. 7fedrin tidak bole,
di+akai +ada +asien dengan gangguan kardioaskular.
Orang 1er*obaan ## 5 Margaret 1ermatasari
2ode obat 5 $&
/ebakan obat 5 7kstrak belladona
Obat sebenarn!a 5 1lasebo
1arameter
Sebelum
minum
obat
Setela, minum obat
24F 44F &4F
/ekanan Dara,
114@$4
mm6g
144@
&4
mm6g
114@
&4
mm6g
114@ &4
mm6g
Frekuensi =adi
&& G @
menit
13"G @
menit
D4 G @
menit
&2 G @
menit
Frekuensi =a+as
24 G @
menit
54 G@
menit
1" G @
menit
24 G @
menit
Su,u - - - -
Salia 12 m' 11 m' 14 m' 12 m'
'ari5
/ekanan Dara,
Frekuensi =adi
Frekuensi =afas
1"4@"4
mm6g
122G@menit
"4 G@ menit
154@&4
mm6g
142G@menit
24 G@menit
Ce(ala Sub(ektif - - - -
Keimpulan "
Farmakodinamik obat-obat otonom sangat berariasi dan ban!ak kegunaan!a. =amun
(uga ban!ak efek sam+ingn!a. Sa!ang tidak ban!ak dari efek farmakodinamik ini
!ang da+at diamati dengan aman untuk +raktikum farmakologi. =amun di,ara+kan
dengan melakukan dan mengamati sendiri efek farmakodinamik dari obat otonom
!ang di+ili, untuk +raktikum ini) ma,asis8a da+at lebi, mengerti dan mendalami
ker(a obat-obat otonom sebagai bekal +engeta,uann!a dalam +raktek se,ari-,ari
kelak
Re&reni "
/(a! /6) %a,ard(a 2. Obat-Obat 1enting. Bakarta5 1/. Cramedia32442.,.2D-45.