Anda di halaman 1dari 5

APLIKASI BEAM ELEMENTS

Metode pengumpulan dan prosedur pemecahan masalah dalam elemen batang ( beam element) di
perlihatkan dengan contoh illustrative berikut.
Contoh 1 prosedur umum
Dengan menggunkaan 2 elemen batang sebagai model dari struktur batang, diperlihatkan pada gamabar
(5.6), tentukan bentuk pembengkokan / lengkungan, gaya reaksi dan momen momen, dan gaya geser
serta diagaram momen lengkung.









Pertama kita mengidealkan batang dengan menggunkan 2 batang elemen seperti yang ditunjukkan
gamabr 5.6b. system secara keseluruhan memiliki 3 titik node dan 6 derajat kebebasan. Unutk
merumuskan system secara keseluruhan , kita pertama tama harus merumuskannya secara satu
persatu.
Untuk elemen 1-2, kita mendapatkan :





Untuk elemen 2-3, kita mendapatkan :




Harus diingat bahwa Ys dan Ms adalah gaya internal dan momen internal. Ketika kedua persamaan
kekakuan elemen disusun, jumlah dari setiap gaya internal atau momen momen pada setiap titik node
adalah sama dengan beban luar Ps yang bereaksi pada titik node yang dama seperti yang ditunjukkan
gamabr 5.6b sehingga.








Ini harus selalu diingat bahwa defleksi v dan rotasi pada setiap titik node, masih sama seperti pada
rangakain tersebut masih menjadi satu kesatuan. Dengan pemahaman terhadap dua aturan dasar,
metode pengumpulan adalah sangat mudah untuk menjumlahkan Ys dan Ms seperti pada persamaan
5.35. persamaan unutk Ys dan Ms diberikan pada persamaan 5.33 dan 5.34.








Kotak dengan garis putus-putus adalah dua matrik kekakuan elemen. Bagain tersebut terdapat
ketentuan kekakuan yang dihasilkan dari superposisi atas beberapa ketentuan pada dua matriks
kekakuan elemen secara individual.
Kita mendapatkan 3 pendukung batasan keadaan :




Dan kondisi pembebanan eksternal sebagai berikut







Berdasarkan 3 batasan keadaan (5.37), kita menyusun kembali persamaan 5.36 yaitu v1, 1, v3 (atau
P1, P2, P3) menjadi satu. Pertama kita menyusun kembali rangkaian pada baris- barisnya.









Kemudian kita menyusun kembali rangkain pada kolum kolumnya:








Sekarang kita menpunyai 6 persamaan yang dapat mentelesaikan 6 bagian yang tidak diketahui, 3 pada
setiap sisi persamaan . mengalikan dengan persaman 5.40 memberikan





Dan





Perlu dicatat bahwa persamaan (5.41) dapat diperoleh dengan mencoret baris pertama, kedua, dan
keempat, begitu jjuga dengan kolum kolum pada system matriks kekakuan pada persamaan 5.36.
sehingga kita tidak perlu melalui proses membosankan menyusun kembali baris dan kolum unutk
memperoleh persamaan yang sederhana. Dalam teori konventional, batas constraint constraint
menambah jumlah derajat kebebasan dan rumitnya masalh yang timbul sebagai akibat banyaknya
persamaan ayng muncul. Dalam metode elemen hingga batas constraint dapat mengurangi jumlah
derajat kebebasan dan akibatnya mempermudah masalah dengan berkurangnya persamaan yang
muncul.
Persamaan 5.41 dapat dipecahkan dengan metode invers matriks. Metode adjoint memberikan hasil
sebagai berikut.







Persamaan 5.37 dan 5.43 memberikan solusi untuk ke enam derajat kebebasan. Kurva defleksi dari
batang ditunjukkan oleh gamabr 5.7. pada titik ini jika kita ingin tahu defleksi pada titik tertentu, kita
dapat mensubtitusikan nilai koordinat titik dan nilai node derajat kebebasan ke dalam persamaan
perpindahan elemen (5.6).