Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH SATUAN OPERASI

RESKI HANDAYANI
331 12 028
2B (D3)


JURUSAN TEKNIK TEKNIK
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2013 / 2014


PENGAYAKAN (SIEVING)


A. Pengertian Pengayakan

Sieving adalah metoda pengukuran yg paling penting untuk partikel
berukuran di atas 0,04 mm. Sedangkan untuk alatnya disebut ayakan atau saringan.
Alat ini digunakan secara luas di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi (di
dalam laboratorium pangan, laboratorium bahan bangunan, laboratorium tanah, di
lapangan pengujian tanah, dan sebagainya) dan di dunia kuliner. Selain untuk
memisahkan bahan berbentuk bubuk atau curah, saringan juga digunakan untuk
memisahkan bahan adonan atau campuran dari cairannya, misalnya ketika
membuat santan secara tradisional. Ayakan dapat terbuat
dari logam, polimer, serat tanaman (benang katun, yute, dan sebagainya), dan kayu.
Pengayakan dibagi atas screen dan sieving.
Ayakan kayu banyak dibuat sebelum Revolusi Industri dan kini masih
dibuat oleh masyarakat tradisional. Pada ayakan yang terbuat dari kayu, umumnya
berupa bilah-bilah kayu yang dianyam. Ayakan kayu juga digunakan di berbagai
percobaan dan eksperimen ilmiah ketika ayakan logam dan polimer tidak bias
digunakan terhadap bahan yang diayak karena mampu mengkontaminasi bahan.


B. Proses pengayakan

Pengayakan dilakukan dengan menaruh bahan curah di atas ayakan sambil
menggoyang-goyangkan ayakan. Partikel yang berukuran lebih kecil dari
nomor mesh akan jatuh, sedangkan yang berukuran lebih besar akan tetap berada di
atas ayakan. Tergantung tujuannya, partikel yang berukuran besar dapat digerus
kembali agar lebih kecil atau dibuang karena tidak dibutuhkan. Waktu ayak optimal
adalah merupakan suatu kesesuaian antara waktu tercapainya derajat pemisahan yg
tinggi dan derajat perubahan ukuran partikel asal karena proses pengayakan. Pada
sieving dikenal istilah mesh yaitu jumlah bukaan ayak tiap 1 inchi panjang kawat
ayakan. Sedangkan standar ayakan yang paling umum digunakan adalah Standar
Tyler dimana diameter kawat yang digunakan untuk setiap ayakan dapat dilihat dalam
referensi lain. Ayakan dengan ukuran standar 200 Mesh, berarti bahwa tiap 1 inchi
panjang kawat ayakan terdapat 200 bukaan ayakan.

Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu :
- Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).
- Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize)

Dalam proses industri, biasanya digunakan material yang berukuran
tertentu dan seragam. Untuk memperoleh ukuran yang seragam, maka perlu dilakukan
pengayakan. Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke
permukaan pengayak. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize), atau
halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang di atas ukuran atau yang
besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus. Pengayakan lebih lazim dalam
keadaan kering (McCabe, 1999, halaman 386).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengayakan, yaitu:
Jenis ayakan
Cara pengayakan
Kecepatan pengayakan
Ukuran ayakan
Waktu pengayakan
Sifat bahan yang akan diayak

Tujuan dari proses pengayakan ini adalah:
Mempersiapkan produk umpan (feed) yang ukurannya sesuai untuk beberapa
proses berikutnya.
Mencegah masuknya mineral yang tidak sempurna dalam peremukan (Primary
crushing) atau oversize ke dalam proses pengolahan berikutnya, sehingga dapat
dilakukan kembali proses peremukan tahap berikutnya (secondary crushing).
Untuk meningkatkan spesifikasi suatu material sebagai produk akhir.
Mencegah masuknya undersize ke permukaan.
Pengayakan biasanya dilakukan dalam keadaan kering untuk material kasar, dapat
optimal sampai dengan ukuran 10 in (10 mesh). Sedangkan pengayakan dalam
keadaan basah biasanya untuk material yang halus mulai dari ukuran 20 in sampai
dengan ukuran 35 in.

Permukaan ayakan yang digunakan pada screen bervariasi, yaitu: [Brown,1950]
Plat yang berlubang (punched plate, bahan dapat berupa baja ataupun karet keras.
Anyaman kawat (woven wire), bahan dapat berupa baja, nikel, perunggu,
tembaga, atau logam lainnya.
Susunan batangan logam, biasanya digunakan batang baja (pararel rods).
Sistem bukaan dari permukaan ayakan juga bervariasi, seperti bentuk lingkaran,
persegi ataupun persegi panjang. Penggunaan bentuk bukaan ini tergantung dari
ukuran, karakteristik material, dan kecepan gerakan screen.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan material untuk menerobos ukuran
ayakan adalah :
a. Ukuran buhan ayakan
Semakin besar diameter lubang bukaan akan semakin banyak material yang
lolos.
b. Ukuran relatif partikel
Material yang mempunyai diameter yang sama dengan panjangnya akan
memiliki kecepatan dan kesempatan masuk yang berbeda bila posisinya
berbeda, yaitu yang satu melintang dan lainnya membujur.
c. Pantulan dari material
Pada waktu material jatuh ke screen maka material akan membentur kisi-
kisi screen sehingga akan terpental ke atas dan jatuh pada posisi yang tidak
teratur.
d. Kandungan air
Kandungan air yang banyak akan sangat membantu tapi bila hanya sedikit
akan menyumbat screen.

Efisiensi dari proses pengayakan ini bergantung pada: [Brown,1950]
Rasio ukuran minimal partikel yang bisa melewati lubang ayakan, yaitu: 0,17-1,25 x
ukuran lubang ayakan.
Persentase total area ayakan yang terbuka.
Teknik pengumpanan dan kecepatan pengumpanan.
Keadaan fisik dari material itu sendiri (kekerasan bijih, pola bongkahan bentuk partikel
seperti bulat, gepeng, ataupun jarum, kandungan air).
Ada atau tidak adanya penyumbatan lubang screen.
Ada atau tidak adanya korosi pada ayakan (kawat).
Mekanisme gerakan pengayakan (getaran).
Design mekanis dari ayakan tersebut dan Kemiringan ayakan (biasanya 12
o
-18
o
).


C. Alat Ayakan

Berdasarkan gerak pengayak, alat ayakan dibagi menjadi 2 jenis:
Stationary screen
Dynamic screen.

Beberapa alat ayakan :
1. Stationary
2. Grizzly
3. Vibrating
4. Oscillating
5. Reciprocating
6. Tromel/Revolving .

Analisis Ayakan
Untuk dapat menghitung luas permukaan kelompok-kelompok partikel, maka harus
ditetapkan beberapa ukuran partikel dalam bentuk suatu distribusi ukuran partikel
(particle size distribution). Untuk itu akan dibahas suatu contoh dari sieve analysis
beserta perhitungannya. Diharapkan nantinya pengertian-pengertian yang didapat dari
contoh itu dapat juga diterapkan pada metoda pengukuran partikel yang lain.

Standar ukuran ayakan
Ukuran yang digunakan bisa dinyatakan dengan mesh maupun mm (metrik). Yang
dimaksud mesh adalah jumlah lubang yang terdapat dalam satu inchi persegi (square
inch), sementara jika dinyatakan dalam mm maka angka yang ditunjukkan merupakan
besar material yang diayak.
Perbandingan antara luas lubang bukaan dengan luas permukaan screen disebut
prosentase opening. Pelolosan material dalam ayakan dipengaruhi oleh beberapa hal,
yaitu :
Ukuran material yang sesuai dengan lubang ayakan
Ukuran rata-rata material yang menembus lubang ayakan
Sudut yang dibentuk oleh gaya pukulan partikel
Komposisi air dalam material yang akan diayak
Letak perlapisan material pada permukaan sebelum diayak
Dalam pengayakan melewatkan bahan melalui ayakan seri ( sieve shaker) yang
mempunyai ukuran lubang ayakan semakin kecil. Setiap pemisahan padatan
berdasarkan ukuran diperlukan pengayakan. screen mampu mengukur partikel dari
76 mm sampai dengan 38 m. Operasi screening dilakukan dengan jalan
melewatkan material pada suatu permukaan yang banyak lubang atau openings
dengan ukuran yang sesuai.




beberapa gambar alat pengayakan














Mesin ayak diatas terdiri atas beberapa tingkat bidang ayak, yg mana semakin ke
bawah lubang antar kawat ayak semakin mengecil.
Jika vibrator pada mesin ini diaktifkan, maka partikel-partikel akan bergerak-gerak
Partikel yg tertahan pd suatu bidang ayak dg dp ttt dlm hal ini disebut oversize
product, dan yg dapat lolos disebut undersize product.

DAFTAR PUSTAKA

http://brownharinto.blogspot.com/2009/11/pengayakan.html
http://distantina.staff.uns.ac.id/files/2009/08/screen-sieving.pdf
www.muthiaelma.zoomshare.com/files/Kelompok_I.ppt
distantina.staff.uns.ac.id/files/2009/1-cara-menentukan-ukuran-partikel.pdf
http://kuliahd3fatek.blogspot.com/2009/05/sieving.html