Anda di halaman 1dari 3

5.

aspek pertahanan dan keamanan


a. Pokok pokok pengertian tentang hamkam
Pertahanan dan keamanan merupakan daya upaya seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan
dan mengamankan Negara demi kelangsungan hidup dan Negara Indonesia.
Pertahanan dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan Negara untuk menghadapi tantangan yang
dating dari luar (tantangan eksternal) :sedangkan keamanan merupakan upaya untuk menghadapi
tantangan yang dating dari dalam ( tantangan internal).
Penyelenggarakan pertahanan dan keamanan Negara republik Indonesia dilandasi oleh landasan idiil
pancasila , landasan konstitusional UUD 1945 , dan landasan vissional wawasan nusantara.
Penyelenggaraan pertahanan dan keamanan Indonesia pada akhirnya tidak dapat dilepaskan dari
pandangan bangsa Indonesia tentang perang dan damai.
b. Postur kekuatan hamkam
Postur kekuatan hamkam mencakup struktur kekuatan, tingkat kemampuan dan gelar kekuatan.
Sesuai dengan konsep wawasan nusantara , pembangunan kekuatan hamkam perlu diarahkan pada
upaya mempertahankan seluruh wilayah Negara, baik wilayah darat, wilayah laut, dan wilayah udara .
Berbagai gejolak dalam negeri juga tidak menutup kemungkinan akan mengundang campur tangan asing
dengan alas an menegakkan ham, demokrasi, dan menjaga lingkungan hidup sebagaimana hal hal
tersebut telah menjadi issue global pada saat sekarang.
Perumusan hakikat ancaman perlu mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia serta tingkat
perkembangan ilmu dan teknologi .
Bergesernya geopolitik kearah geoekonomi mengandung implikasi semakin canggihnya diplomasi guna
mencapai tujuan politik dan ekonomi.
Dinamika perkembangan lingkungan strategis mengisyaratkan bahwa pergeseran gepolitik kearah
geoekonomi membawa perubahan besar dalam penerapan kebijakan dan strategi Negara Negara dunia
dalam mewujudkan kepentingannya.
Hamkam yang memiliki profesionalisme yang tinggi untuk melaksanakan :
Pertama , kegiatan intel strategis dalam semua aspek kehidupan nasional.
Kedua, melaksanakan upaya pertahanan darat , laut dan udara
Ketiga, memelihara dan menegakkan keamanan dalam negeri secara berlanjut dalam semua aspek
kehidupan nasional.
Keempat, membina potensi dan kekuatan wilayah dalam semua aspek kehidupan nasional untuk
meningkatkan ketahanan nasional
Kelima, memelihara stabilitas nasional dan ketahanan nasional secara menyeluruh dan berlanjut.
c. Ketahanan di bidang hankam
Ketahahanan di bidang hamkam dapat digambarkan sebagai kesiap siagaan bela Negara yang berisi
kemampuan dan ketangguhan melalui penyelenggaraan sishankamrata untuk menjamin kelangsungan
hidup bangsa dan Negara serta kesinambungan pembangunan nasional berdasarkan pancasila dan UUD
1945 .
Pembangunan dan penggunaan kekuatan hankam harus di selenggarakan oleh manusia manusia yang
berbudi luhur, bijaksana, menghormati hak asasi manusia serta menghayati makna nilai dan hakikat
perang dan damai.
Tentara nasional Indonesia sebagai kekuatan pertahanan, dalam keadaan damai di kembangkan dengan
kekuatan kecil, professional, efektif, efisien , dan modern bersama segenap kekuatan perlawanan
bersenjata dalam satu wadah TNI disusun dalam sishankamrata dengan strategi penangkalan. Dalam
rangka ketahanan nasional di bidang hankam, peralatan, perlengkapan untuk mendukung pembanguna
kekuatan hankam sedapat mungkin dihasilkan oleh industry dalam negeri .
Ketahanan nasional di bidang hankam akan sangat di pengaruhi oleh partisipasi dan dukungan
masyarakat dalam mempertahankan dan mengamankan Negara.
Dalam bidang keamanan upaya mewujudkan keamanan yang mantap harus berhadapan dengan
berbagai tantangan baik tantangan keamanan yang berdimensi keamanan itu sendiri maupun tantangan
keamanan yang berdimensi politik, ekonomi, social budaya dan system hokum.
Tantangan yang berdimensi keamanan itu sendiri seperti konflik pemeluk agama dan konflik antar ethnis
, gerakan separetis , teroris , kriminalitas yang semakin meningkat, budaya kekerasan yang semakin
intens , serta penghakiman public yang semakin menggejala dengan tindakan yang diluar batas
kemanusiaan.
Bersamaan dengan perkembangan teknologi terutama teknologi di bidang komunikasi juga muncul
tantangan baru di bidang keamanan yaitu munculnya kejahatan di dunia maya ( cyber crime) yakni
modus kejahatan dengan memanfaatkan internet.
Permsalahan hokum yang seringkali dihadapi adallah ketika terkait dengan penyampaian informasi ,
komunikasi , dan / atau transaksi secara elektronik, khususnya dalam hal pembuktian dan hal yang
terkait dengan perbuatan hukum yang dilaksanakan melalui sistem elektronik.
Permsalhan yang lebih luas terjadi pada bidang keperdataan karena transaksi elektronik untuk kegiatan
perdagangan melalui system elektronik (electronic commerce) telah menjadi bagian dari perniagaan
nasional dan internasional.
Dengan modus kejahatan tersebut kepolisian perlu melengkapi dirinya dengan penguasaan tekologi
informasi agar dapat melakukukan deteksi dini serta penanganan kejahatan secara efektif dalam rambu-
rambu ketentuan hokum yang berlaku sehunguna dengan itu telah ada perangkat hukum yaitu UU No.8
Th 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.