Anda di halaman 1dari 29

kimia anorganik unsur-unsur logam transisi

I. Unsur-Unsur Transisi
Unsur-unsur transisi adalah unsur logam yang memiliki kulit elektron d atau f yang tidak
terisi penuh oleh elektron dalam keadaan netral atau kation. Unsur transisi
terdiri atas 56 dari 103 unsur. Logam-logam transisi diklasifikasikan dalam blok d, yang
terdiri dari unsur-unsur 3d dari Sc sampai Cu, 4d dari Y ke Ag, dan 5d dari Hf sampai Au,
dan blok f, yang terdiri dari unsur lantanoid dari La sampai Lu dan unsur aktinoid dari Ac
sampai Lr. Kimia unsur blok d dan blok f sangat berbeda. Dalam sistem periodik, unsur
transisi terletak di antara golongan alkali tanah dan golongan boron. Logam transisi disebut
juga logam berat.

Gambar 1. Sistem Periodik Unsur-Unsur
II. Sifat-Sifat Unsur Transisi

Gambar 2. Tabel Sifat-Sifat Unsur Transisi Periode Keempat
Dari tabel sifat keperiodikan di atas, dapat simpulkan beberapa sifat atomik dan sifat fisis dari
logam transisi :
1. Jari-jari atom

Jari-jari atom berkurang dari Sc ke Zn, hal ini berkaitan dengan semakin bertambahnya
elektron pada kulit 3d, maka semakin besar pula gaya tarik intinya, Sehingga jarak
elektron pada kulit terluar ke inti semakin kecil.
2. Energi ionisasi

Energi ionisasi cenderung bertambah dari Sc ke Zn. Walaupun terjadi sedikit fluktuatif,
namun secara umum Ionization Energy (IE) meningkat dari Sc ke Zn. Setelah pengisian
elektron pada subkulit 3s dan 3p, pengisian dilanjutkan ke kulit 4s tidak langsung ke 3d,
sehingga kalium dan kalsium terlebih dahulu dibanding Sc. Hal ini berdampak pada grafik
energi ionisasinya yang fluktuatif dan selisih nilai energi ionisasi antar atom yang berurutan
tidak terlalu besar. Karena ketika logam menjadi ion, maka elektron pada kulit 4s lah yang
terlebih dahulu terionisasi.
3. Konfigurasi elektron

Kecuali unsur Cr dan Cu, semua unsur transisi periode keempat mempunyai elektron pada
kulit terluar 4s
2
, sedangkan pada Cr dan Cu adalah 4s
1
.

Gambar 3. Pengisian Elektron Pada Unsur Transisi Periode Keempat

4. Struktur unsur transisi periode keempat
Atom unsur unsur transisi periode keempat yang disebut juga logam transisi, terikat satu
sama lainnya dengan ikatan logam.Kekuatan ikatan logam dipengaruhi oleh rapat muatan ion
positif dan rapat muatan awan elektron dari logam transisi bertambah dari kiri ke kanan,
sementara jumlah kulit dalam tetap. Diharapkan rapat muatan ion positif dan rapat muatan
awan elektron bertambah atau kekuatan ikatan logam meningkat dari ke kanan.
Akan tetapi, terjadi fluktuasi kekuatan ikatan logam seperti yang dapat diamati dari
kecendrungan sifat fisis, misalnya titik leleh yang mencapai maksimum pada V dan Cr,
seperti ditunjukan tabel sebelumnya. Hal ini diperkirakan karena jumlah elektron yang
sebenarnya terlibat dalam ikatan logam terbatas meski jumlah elektron terus bertambah.
Namun, dengan pertambahan nomor atom, muatan inti juga bertambah dan tarik menarik inti
dengan electron menjadi kuat. Selanjutnya, karena V memiliki 5 elektron dan Cr memiliki 6
elektron,maka disimpulkan bahwa jumlah elektron yang sebenarnya terlibat dalam ikatan
logam maksimum 5-6 elektron.
Ikatan logam pada logam transisi membentuk struktur kristal , seperti yang dapat dilihat pada
table dibawah ini.
Unsur Struktur Kristal
Sc
Ti
V
Cr
Mn
Fe
Co
Ni
Cu
Zn
Struktur hcp
Struktur hcp
Struktur bcc
Struktur bcc
Struktur bcc
Struktur bcc
Struktur hcp
Struktur fcc
Struktur fcc
Struktur hcp


5. Bilangan oksidasi
Senyawa-senyawa unsur transisi di alam ternyata mempunyai bilangan oksidasi lebih
dari satu. Adanya bilangan oksidasi lebih dari satu ini disebabkan mudahnya
melepaskan elektron valensi. Dengan demikian, energi ionisasi pertama, kedua dan
seterusnya memiliki harga yang relatif lebih kecil dibanding unsur golongan utama.
Walaupun unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi, keteraturan dapat
dikenali. Bilangan oksidasi tertinggi atom yang memiliki lima elektron yakni jumlah orbital
d berkaitan dengan keadaan saat semua elektron d (selain elektron s) dikeluarkan. Jadi,
pada skandium dengan konfigurasi elektron (n-1)d
1
ns
2
, bilangan oksidasinya +3.
Mangan dengan konfigurasi (n-1)d
5
ns
2
, akan berbilangan oksidasi maksimum +7. Bila
jumlah elektron d melebihi 5, situasinya berubah. Untuk besi Fe dengan konfigurasi
elektron (n-1)d
6
ns
2
, bilangan oksidasi utamanya adalah +2 dan +3. Sangat jarang
ditemui bilangan oksidasi +6. Bilangan oksidasi tertinggi sejumlah logam transisi penting
seperti kobal (Co), Nikel (Ni), tembaga (Cu) dan zink (Zn) lebih rendah dari bilangan
oksidasi atom yang kehilangan semua elektron (n1)d dan ns-nya. Di antara unsur-
unsur yang ada dalam golongan yang sama, semakin tinggi bilangan oksidasi semakin
penting untuk unsur-unsur pada periode yang lebih besar.

Gambar 4. Bilangan Oksidasi Unsur Transisi
6. Berbentuk Logam Padat
7. Konduktor Yang Baik
8. Paramagnetik
Banyak senyawa logam transisi memiliki sifat paramagnetik. Sifat magnetic yaitu memiliki
electron yang tidak berpasangan yang mengakibatkan dapat tertarik oleh medan magnet. Sifat
magnetik ion kompleks dari senyawa transisi bergantung pada banyaknya elektron tidak
berpasangan. Jumlah elektron tidak berpasngan pada ion kompleks dapat diketahui melalui
pengukuran magnetik, pada umumnya hasil pecobaan akan mendukung prediksi yang
diperoleh berdasarkan pembelahan medan kristal.
9. Memiliki warna khas
Warna-warna cerah yang terlihat pada senyawa kompleks dapat dijelaskan dengan teori
medan kristal. Teori medan kristal adalah sebuah model yang menjelaskan struktur
elektronik dari senyawa logam transisi yang semuanya dikategorikan sebagai kompleks
koordinasi.
Apabila orbital d dan sebuah kompleks berpisah menjadi dua kelompok, maka ketika molekul
tersebut menyerap foton dari cahaya tampak, satu atau lebih elektron yang berada dalam
orbital tersebut akan meloncat dari orbital d yang berenergi rendah ke orbital d yang
berenergi lebih tinggi menghasilkan keadaan atom yang tereksitasi.
E= h r
c

Caaya dengan (lamda) yang memiliki energy sama dengan energy ionisasi yang diserap,
sedangkan yang lainnya tidak diserap akibatnya akan terlihat warna komplementernya.
Warna yang muncul bergantung pada jenis atom pusat dari ion logam dan jenis ligannya.
diserap vs warna terpantau
490 nm ungu diserap, hijau-kuning terpantau (560 nm)
450 nm biru diserap, kuning terpantau ( 600 nm)
490 nm biru-ijau diserap, mera terpantau ( 620 nm)
570 nm kuning-ijau diserap, ungu terpantau ( 410 nm)
580 nm kuning diserap, biru tua terpantau ( 430 nm)
600 nm jingga diserap, biru terpantau ( 450 nm)
650 nm mera diserap, ijau terpantau ( 520 nm)
10. Senyawa kompleks
Unsur-unsur transisi dapat membentuk senyawa kompleks (senyawa koordinasi)
[Cu(H
2
O)
4
]
2+
+ NH3 [Cu(NH
3
)
2
(H
2
O)
2
]
2+

Biru tua
[Cu(H
2
O)
4
]
2+
+ HCl [CuCl
4
]
2-

Hijau
III. Logam Transisi di Alam
1. Skandium (Sc)
Elemen skandium ditemukan oleh Nilson pada tahun 1878 di dalam mineral-
mineral euxenite dan gadolinite, yang belum pernah ditemukan dimanapun kecuali di
Skandinavia. Dengan memproses 10 kg euxenite dan hasil sampingan mineral-mineral langka
lainnya, Skandium ternyata lebih banyak ditemukan di matahari dan beberapa bintang lainnya
(terbanyak ke-23) dibandingkan di bumi (terbanyak ke-50). Elemen ini tersebar banyak di
bumi, terkandung dalam jumlah yang sedikit di dalam banyak mineral (sekitar 800an spesies
mineral). Warna biru pada beryl (satu jenis makhluk hidup laut) disebutkan karena
mengandung skandium. Ia juga terkandung sebagai komponen utama
mineral thortveitite yang terdapat di Skandinavia dan Malagasi. Unsur ini juga ditemukan
dalam hasil sampingan setelah ekstrasi tungsten dari Zinwald wolframite dan di
dalam wiikitedan bazzite.
Kebanyakan skandium sekarang ini diambil dari throtvitite atau diekstrasi sebagai hasil
produksi pemurnian uranium. Skandium metal pertama kali diproses pada tahun 1937 oleh
Fischer, Brunger dan Grienelaus yang mengelektrolisis cairan eutectic kalium, litium dan
skandium klorida pata suhu 700 dan 800 derajat Celcius. Kabel tungsten dan genangan seng
cair digunakan sebagai elektroda dalam graphite crucible. Skandium muruni sekarang ini
diproduksi dengan cara mereduksi skandium florida dengan kalsium metal.
Produksi pertama 99% skandium metal murni diumumkan pada tahun 1960.



2. Perak (Ag)
Sejarah
(Anglo-Saxon, Seolfor siolfur; Latin argentum). Perak telah dikenal sejak jaman purba kala.
Unsur ini disebut dalam Alkitab. Beberapa tempat buangan mineral di Asia Minor dan di
pulau-pulau di Laut Aegean mengindikasikan bahwa manusia telah belajar memisahkan
perak dari timah sejak 3000 SM.
Sumber-sumber
Perak muncul secara alami dan dalam bijih-bijih argentite (Ag
2
S) dan horn silver (AgCl).
Bijih-bijih timah, timbal-timah, tembaga, emas dan perunggu-nikel merupakan sumber-
sumber penting untuk menambang perak. Di dunia belahan barat Meksiko, Kanada, Peru dan
Amerika Serikat merupakan negara-negara penghasil perak.
Produksi
Perak dapat diproduksi melalui elektrolisis :
Zn
(s)
+ 2[Ag(CN)
2
]
-
(aq)
+ 4OH
-
(aq)
2Ag
(s)
+ 4CN
-
(aq)
+ Zn(OH)
2
-
(aq)

Perak yang dijual secara komersil mengandung setidaknya 99.9% perak. Perak murni dengan
kandungan 99.999+% juga tersedia secara komersil.

Reaksi reaksi
Perak tidak larut dalam asam klorida, asam sulfat encer atau asam nitrat encer. Dalam larutan
asan nitrat pekat atau dalam asam pekat panas ia melarut :
6Ag
(s)
+ 8HNO
3
6Ag
+

(aq)
+ 2NO
(g)
+ 6NO
3
-
(aq)
+ 4H
2
O
(l)

2Ag
(s)
+ 2H
2
SO
4(aq)
2Ag
+
(aq)
+ SO
4
-
(aq)
+ SO
2(g)
+ 2H
2
O
(l)

Perak membentuk ion monovalen dalm larutan yang tak berwarna. Senyawa-senyawa perak
(II) tidakl stabil, tetapi memainkan peranan penting dalam proses oksidasi-reduksi yang
dikataliskan oleh perak. Perak nitrat mudah larut dalam air, perak asetat , perak nitrit dan
perak sulfat kurang larut, sedang semua senyawa perak lainnya praktis tidak larut
Asam klorida encer
Ag
+
(aq)
+ Cl
-
(aq)
AgCl
(s)

Membentuk endapan putih perak klorida

Hidrogen sulfida
2Ag
+
(aq)
+ H
2
S
(g)
Ag
2
S
(s)
+ 2H
+
(aq)


Larutan ammonia
2Ag
+
(aq)
+ 2NH
3(g)
+ H
2
O
(l)
Ag
2
O
(s)
+ 2NH
4
+
(aq)

Membentuk endapan coklat perak oksida

Natrium hidroksida
2Ag
+
(aq)
+ 2OH
-
(aq)
Ag
2
O
(s)
+ H
2
O
(l)

Membentuk endapan coklat perak oksida

Kalium iodida
2Ag
+
(aq)
+ I
-
AgI
(s)

Membentuk endapan kuning perak iodide

Kalium kromat dalam larutan netral
2Ag
+
(aq)
+ CrO
4
2-
(aq)
Ag
2
CrO
4(s)

Membentuk endapan merah perak kromat

Kalium sianida
Bila ditambahkan tetes demi tetes pada larutan netral perak nitrat akan membentuk endapan
putih perak sianida
2Ag
+
(aq)
+ CN
-
(aq)
AgCN
(s)


Natrium Karbonat
2Ag
+
(aq)
+ CO
3
2-
(aq)
Ag
2
CO
3(s)

Membentuk endapan perak karbonat

Uji kering (uji pipa tiup )
Bila suatu garam perak dipanaskan dengan karbonat alkali diatas arang, dihasilkan sebutir
manik putih yang dapat ditempa tanpa kerak oksidanya, manik ini mudah larut dalam sam
nitrat. Larutan segera diandapkan oleh asam klorida encer.

Sifat-sifat
Perak murni memiliki warna putih yang terang. Unsur ini sedikit lebih keras dibanding emas
dan sangat lunak dan mudah dibentuk, terkalahkan hanya oleh emas dan mungkin palladium.
Perak murni memiliki konduktivitas kalor dan listrik yang sangat tinggi diantara semua
logam dan memiliki resistansi kontak yang sangat kecil. Elemen ini sangat stabil di udara
murni dan air, tetapi langsung ternoda ketika diekspos pada ozon, hidrogen sulfida atau udara
yang mengandung belerang.

Kegunaan
Perak sterling digunakan untuk perhiasan, perabotan perak, dsb. dimana penampakan sangat
penting. Campuran logam ini biasanya mengandung 92.5% perak, dengan sisanya tembaga
atau logam lainnya. Perak juga merupakan unsur penting dalam fotografi, dimana sekitar
30% konsumsi industri perak digunakan untuk bidang ini. Perak juga digunakan sebagai
campuran logam pengganti gigi, solder, kotak listrik, dan baterai perak-timah dan perak-
cadmium. Cat perak digunakan untuk membuat sirkuit cetak. Perak juga digunakan untuk
produksi kaca dan dapat didepositkan sebagai lapisan pada gelas atau logam lainnya dengan
metoda chemical deposition, electrode position atau dengan cara penguapan. Ketika perak
baru saja didepositkan, lapisan ini merupakan reflektor cahaya paling baik. Tapi, lapisan ini
juga cepat rusak dan ternoda dan kehilangan reflektivitasnya. Walau lapisan perak bagus
untuk cahaya, ia sangat buruk untuk memantulkan sinar ultraviolet.Silver fulminate, bahan
peledak yang kuat, kadang-kadang terbentuk saat pembentukan perak. Silver
iodide digunakan untuk membuat hujan buatan. Silver chloride memiliki sifat-sifat optikal
yang unik karena bisa dibuat transparan. Silver nitrate, atau lunar caustic, yang merupakan
senyawa perak yang penting banyak digunakan di bidang fotografi. Selama beratus-ratus
tahun, perak telah digunakan sebagai bentuk pembayaran dalam bentuk koin oleh banyak
negara. Belakangan ini sayangnya, konsumsi perak telah jauh melebihi produksi.

Penanganan
Walau unsur perak itu sendiri tidak beracun, banyak senyawa garamnya sangat berbahaya.
Exposisi pada perak (baik logam maupun senyawa- senyawanya yang dapat larut) di udara
jangan sampai melebihi 0.01 g/m
3
(berdasarkan 8 jam berat rata-rata, selama 40 jam per
minggu). Senyawa-senyawa perak dapat diserap dalam sistem sirkulasi tubuh dan hasil
reduksi perak dapat terdepositkan pada banyak jaringan tubuh. Sebuah kondisi (argyria) dapat
menimbulkan pigmen-pigmen abu-abu pada kulit tubuh dan selaput-selaput mucous. Perak
memiliki sifat-sifat yang dapat membunuh bakteri tanpa membahayakan binatang-binatang
besar.
3. Vanadium (V)
Sejarah
Vanadium ditemukan pertama kali oleh del Rio pada tahun 1801. Sayangnya, seorang
ahli kimia Perancis dengan salah menyatakan bahwa unsur baru del Rio hanyalah krom
yang tidak murni. Del Rio pun menyangka dirinya salah dan menerima pernyataan ahli
kimia Perancis itu.
Unsur ini akhirnya ditemukan ulang pada tahun 1830 oleh Sefstrom, yang menamakan
unsur itu untuk memuliakan dewi Skandinavia, Vanadis, karena aneka warna senyawa
yang dimilikinya. Vanadium berhasil diisolasi hingga nyaris murni oleh Roscoe, pada
tahun 1867 dengan mereduksi garam kloridanya dengan hidrogen. Vanadium tidak
dapat dimurnikan hingga kadar 99.3% 99.8% hingga tahun 1922.
Vanadium adalah logam abu-abu yang keras logam ini melebur pada1900 oC.
Vanadium tak dapat dilarutkan dalam asam klorida, asam nitrat atau asam sulfat atau
dalam alkali. Logam ini mudah melarut dalam air raja, atau dalam campuran asam nitrat
pekat dan hidrogen fluorida. Dalam senyawanya vanadium mungkin mempunyai
bilangan oksidasi +2, +3, +4,+5, dan +7, diantara ini +5 adalah yang paling umum, dan
+4 juga sering terdapat. Vanadat mengandung vanadium pentavalen, zat ini analog
dengan fosfat. Asam vanadat, seperti asam fosfat, terdapat dalam bentuk senyawa
meta-, piro-, dan orto- ( masing-masing HVO
3
, H
4
V
2
O
7
dan H
3
VO
4
). Beda dengan
garam dari asam fosfat, metavanadat adalah yang paling stabil, dan ortovanadat yang
paling tidak stabil. Larutan ortovanadat dengan dididihkan berubah menjadi
metavanadat, dengan membentuk garam-piro- sebagai zat-antara. Dalam larutan yang
sangat asam, terdapat kation dioksovanadium (V), VO
2+
. Dalam bentuk kuadrivalen,
vanadium biasanya terdapat sebagai ion vanadil, VO
2+.

Sumber
Vanadium ditemukan dalam 65 mineral yang berbeda, di antaranya karnotit, roskolit,
vanadinit, dan patronit, yang merupakan sumber logam yang sangat penting. Vanadium
juga ditemukan dalam batuan fosfat dan beberapa bijih besi, juga terdapat dalam
minyak mentah sebagai senyawa kompleks organik. Vanadium juga ditemukan dalam
sedikit dalam batu meteor.
Produksi komersial berasal dari abu minyak bumi dan merupakan sumber Vanadium
yang sangat penting. Kemurnian yang sangat tinggi diperoleh dengan mereduksi
vanadium triklorida dengan magnesium atau dengan campuran magnesium-natrium.
Sekarang, kebanyakan logam vanadium dihasilkan dengan mereduksi V
2
O
5
dengan
kalsium dalam sebuah tabung bertekanan, proses yang dikembangkan oleh McKenie
dan Seybair
Reaksi-reaksi
Hidrogen sulfida
Tidak terjadi endapan dalam larutan asam, tetapi terbentuk larutan biru ( yang
disebabkan karena dihasilkannya ion-ion vanadium kudrivalen ), dan belerang memisah.
Zat-zat pereduksi lainnya, seperti belerang dioksida, asam oksalat, besi(III) sulfat,
hidrazina, asam format, dan etanol, juga menghasilkan ion vanadium(IV) (VO
+
) yang
biru . Reaksi ini berlangsung lambat dalam keadaan dingin, tetapi lebih cepat dengan
dipanaskan.
Zink, kadmium atau aluminium dalam larutan asam
Ini mereduksi lebih jauh lagi. Larutan mula-mula berubah menjadi biru (ion-ion VO
2+
),
lalu hijau (ion-ion V
3+
) dan akhirnya lembayung (V
2+
).
Larutan ammonium sulfida
Larutan diwarnai merah anggur, yang disebabkan terbentuknya tiovanadat (mungkin
VS
4
3+
). Setelah larutan diasamkan, vanadium sulfida, V
2
S
5
, yang coklat, mengendap tak
sempurna, dan filtrat biasanya berwarna biru. Endapan tak larut dalam larutan alkali,
alkali karbonat dan sulfida.
Hidrogen peroksida
Pewarnaan merah terjadi bila beberapa tetes larutan hidrogen peroksida ditambahkan
setetes demi setetes kepada larutan vanadat yang asam (asam sulfat 15-20%),
hidrogen peroksida yang berlebihan harus dihindari. Warna tak hilang dengan
mengocok larutan dengan eter, dan tak pula dipengaruhi oleh fosfat atau fluorida. Jika
lebih banyak lagi hidrogen peroksida ditambahkan atau larutan dibuat basa, atau kedua-
duanya, warna berubah menjadi kuning.
Warna merah disebabkan terbentuknya kation peroksovanadium(V), VO
2
3+ :

VO
3
-

(aq)
+ 4H
+
(aq)
+ H
2
O
2(l)
VO
2
3+
(aq)

+ 3H
2
O
(l)

VO
2
3+
(aq)
+ H
2
O
2(l)
+ 6OH
-
(aq0
[VO
2
(O
2
)
2
]
3-
(aq)
+ 4H
2
O
(aq)

Amonium klorida
Penambahan ammonium klorida pada larutan suatu alkali vanadat, menghasilkan
pemisahan kristal-kristal ammonium vanadat, NH
4
VO
3
, yang tak berwarna, yang sangat
sedikit larut dalam larutan ammonium klorida pekat.
Larutan timbel asetat
Menghasilkan endapan kuning timbel vanadat, yang berubah menjadi putih atau kuning
pucat setelah didiamkan, endapan tak larut dalam asam asetat encer, tetapi larut dalam
asam nitrat encer.
Larutan barium klorida
Membentuk endapan kuning barium vanadat yang larut dalam asam klorida encer.
Larutan tembaga sulfat
Membentuk endapan hijau dengan metavanadat. Pirovanadat memberi endapan
kuning.
Uji tanin
Bila larutan vanadat yang netral atau dalam asam asetat, diolah dengan asam tanat 5%
yang berlebihan, diperoleh pewarnaan biru tua (atau biru hitam) . Jika ad ammonium
asetat, endapan biru gelap (atau biru hitam) memisah.Endapan atau pewarnaan
dihilangkan oleh asam-asam mineral.
Uji kering
Manic boraks pada nyala oksidasi-tak berwarna (kuning dengan adanya vanadium),
pada nyala reduksi berwarna hijau.
Pemisahan. Vanadat-vanadat tak diendapkan oleh H
2
S dalam larutan asam, terjadi
reduksi kekeadaan kuadrivalen. Dengan larutan ammonium sulfida, terbentuk garam tio
yang larut.V
2
S
5
yang coklat diendapkan dengan menuangkannya ke dalam H
2
SO
4
3M.
Endapan dapat dilarutkan dalam HCl pekat.
Namun umumnya, ion-ion vanadil, VO
2+
, yang terdapat dalam filtrate dari golongan II,
akan sebagian besra dioksidasikan kembali menjadi vanadat pasa pengolahan dengan
asam nitrat sebelum pengendspsn Golonagan IIIA. Jika larutan mengandung kation-
kation golongsn IIIA, dan anggota-anggota tertentu dari golongan-golongan yang lebih
belakang, vanadat dari logam-logam ini mungkin mengendap. Namun, bila tak ada
anggota lain dari golongan IIIA , vanadium mungkin diendapkan tak sempurna sebagai
ammonium vanadat. Maka diajurkan, jika vanadium diduga ada ( larutan biru pucat
tertinggal setelah pengaliran H
2
S dalam golongan IIA, agar filtrate golongan II diuji
terhadap besi denagn larutan kalium heksasianoferat(II). Jika besi tak ada, sedikit
larutan besi(III) klorida harus sitambahkan sebelum pengendapan Golongan IIIA.
Isotop
Vanadium alam merupakan campuran dari 2 isotop, yakni Vanadium-50 sebanyak
0.24% dan Vanadium -51 sebanyak 99.76%. Vanadium-50 sedikit radioaktif, memiliki
masa paruh lebih dari 3.9 x 10
17
tahun. Ada sembilan isotop lainnya yang tidak stabil.
Sifat-sifat Vanadium murni adalah logam berwarna putih cemerlang dan lunak. Tahan
korosi terhadap larutan basa, asam sulfat, dan asam klorida, juga air garam. Tetapi
logam ini teroksidasi di atas 660
o
C
Vanadium memiliki kekuatan struktur yang baik dan memiliki kemampuan fisi
neutron yang rendah , membuatnya sangat berguna dalam penerapan nuklir .
Kegunaan
Vanadium digunakan dalam memproduksi logam tahan karat dan peralatan yang
digunakan dalam kecepatan tinggi. Vanadium karbida sangat penting dalam pembuatan
baja.
Sekitar 80% Vanadium yang sekarang dihasilkan, digunakan sebagai ferro vanadium
atau sebagai bahan tambahan baja. Foil vanadium digunakan sebagai zat pengikat
dalam melapisi titanium pada baja. Vanadium petoksida digunakan dalam pembuatan
keramik dan sebagai katalis.
Vanadium juga digunakan untuk menghasilkan magnet superkonduktif dengan medan
magnet sebesar 175000 Gauss.
Penanganan
Vanadium dan semua senyawanya adalah beracun dan harus ditangani dengan hati-
hati. Konsentrasi maksimum V
2
O
5
yang masih diizinkan terdapat di udara adalah 0.05
(selama 8 jam kerja rata-rata selama 40 jam per minggu)


4. Raksa (Hg)
Raksa merupakan unsur logam yang berbentuk cair yang putih keperakan pada suhu ruangan.
Mempunyai kerapatan 13,534g ml-1 pada 25
o
C. Ia jarang ditemukan tanpa terikat dengan
unsur lain. Ia tak dipengaruhi oleh asam klorida atau asam sulfat encer, tetapi mudah bereaksi
dengan asam nitrat. Asam nitrat yang dingin dan sedang pekatnya, dengan merkurim yang
berlebihan menghasilkan ion merkurium(I) :
6Hg
(l)
+ 8HNO
3(l)
3Hg
2
2+
(aq)
+ 2NO
(g)
+ 6NO
3
-
(aq)
+ 4H
2
O
(aq)

Reaksi ion merkurium(I)
Asam klorida encer atau klorida-klorida yang larut
Hg
2
2+

(aq)
+ 2Cl
-
(aq)
Hg
2
Cl
2(s)

Membentuk endapan putih merkurium(I) klorida
Hidrogen sulfida dalam suasana netral atau asam encer
Hg
2
2+

(aq)
+ H
2
S
(g)
Hg
(s)
+ HgS
(s)
+ 2H
+
(aq)

Membentuk endapan hitam yang merupakan campuran dari merkurium(II) sulfida dan logam
merkurium
.
Larutan ammonia
NH
2(aq)

Hg
2
2+

(aq)
+ NO
3
-
(aq)
+ 4NH
3(g)
+ H
2
O
(aq)
HgO.Hg + 2Hg
(s)
+
3NH
4
+

NO
3(g)

Natrium hidroksida
Hg
2
2+

(aq)
+ 2OH
-
(aq)
Hg
2
O
(s)
+ H
2
O
(aq)

Membentuk endapan hitam merkurium (I) oksida. Endapan tak larut dalam reagensia
berlabihan, tetapi mudah larut dalam asam nitrat encer.
Kalium kromat dalam larutan panas
Hg
2
2+

(aq)
+ CrO
4
2-
(aq)
Hg
2
CrO
4(s)

Membentuk endapan kristalin merah merkurium(I) kromat.
Kalium iodida, ditambahkan perlahan-lahan dalam larutan dingin
Hg
2
2+

(aq)
+ 2I
-
(aq)
Hg
2
I
2(s)

Membentuk endapan hijau merkurium iodida
Lembaran tembaga atau mata uang tembaga yang mengkilap
Jika setetes merkurium(I) nitrat ditaruh diatas permukaan tembaga yang mengkilap terbentuk
endapan logam merkurium :
Cu
(s)
+ Hg
2
2+
(aq)
Cu
2+
(aq)
+ 2Hg
(s)

Lembaran aluminium
Jika setetes merkurium(I) nitrat ditaruh diatas permukaan aluminium yang bersih, terbentuk
aluminium amalgam, dan ion-ion aluminium melarut:
3Hg
2
2+
(aq)
+ 2Al
(s)
2Al
3+
(aq)
+ 6Hg
(s)

Aluminium yang larut dalam amalgam itu dioksidaikan dengan cepat oleh oksigen dari
udara
,
dan terbentuklah endapan aluminium oksida yang bervolume besar. Merkurium yang
tersisa membentuk lagi sejumlah amalgam dengan aluminium, yang lagi-lagi dioksidasikan,
maka sejumlah besar aluminium akan terkorosikan.
Uji kering
Semua senyawa-senyawa merkurium bila dipanaskan dengan natrium karbonat anhidrat yang
sangat berlebihan dalam tabung uji kecil, akan menghasilkan cermin abu-abu, yang terdiri
dari tetesan-tetesan halus merkurium, dibagian sebelah atas tabung. Butiran-butiranini
menggumpal bila digosok dengan batang kaca.

Reaksi-reaksi ion merkurium(II)
Hidrogen sulfida
3Hg
2+
(aq)
+ 2Cl
-
(aq)

+ 2H
2
S
(g)
Hg
3
S
2
Cl
2(S)
+ 4H
+
(aq)

Hg
3
S
2
Cl
2(S)
+ H
2
S
(g)
3HgS
(s)
+ 2H
+
(aq)

+ 2Cl
-
(aq)

Dengan adanya asam klorida encer, mula-mula akan terbentuk endapan putih merkurium (II)
klorosilfida, yang terurai bila ditambahkan hidrogen sulfida lebih lanjut, dan akhirnya
terbentuk endapan hitam merkurium (II) sulfida.
Larutan ammonia: endapan putih dengan komposisi tercampur. Pada dasarnya terdiri dari
merkurium(II) oksida dan merkurium(II) amidonitrat:
2Hg
2+
(aq0
+ NO
3
-
(aq)

+ 4NH
3(aq)
+ H
2
O
(l)
HgO.Hg(NH
2
)NO
3
+ 3NH
4
+
(aq)

Garam ini, seperti kebanyakan senyawa-senyawa merkurium, bersublimasi pada tekanan
atmosfer.
Natrium hidroksida bila ditambahkan dalam jumlah sedikit: endapan merah kecoklatan
dengan komposisi yang berbeda-beda, jika ditambahkan dalam jumlah yang stoikiometris,
endapan berubah menjadi kuning ketika terbentuk merkurium (II) oksida :
2Hg
2+
(aq)
+ 2OH
-
9aq)

HgO + H
2
O
(aq)

Kalium iodida bila ditambahkan perlahan-lahan kepada larutan: endapan merah merkurium
(II) iodida
2Hg
2+
(aq)
+ 2I
-
(aq)
HgI
2

Kalium sianida : tak menimbulkan perubahan apa-apa dalam larutan encer.
Uji kobalt(II) tiosiant
Kepada larutan uji, tambahkan reagensia sejumlah volume yang sama, dan gosok-gosok
dinding bejana dengan batang kaca. Terbentuk endapan kristalin yang biru tua, yaitu kobalt
tetratiosianatomerkuat(II)
2Hg
2+
(aq)
+ Co
2+
(aq)
+ 4SCN
-
(aq)
Co[Hg(SCN)
4
]


Uji kering
Semua senyawa-senyawa merkurium, tak peduli keadaan valensinya, membentuk logam
merkurium jika dipanaskan dengan natrium karbonat anhidrat yang berlebihan.
Produksi raksa
Logam ini diproduksi dengan cara memanaskan cinnabar dalam arus udara dan dengan cara
mengembunkan uapnya.

Kegunaan
Logam ini banyak digunakan di laboratorium untuk pembuatan termometer, barometer,
pompa difusi dan alat-alat lainnya. Unsur ini juga digunakan dalam pembuatan lampu uap
merkuri, sakelar merkuri, dan alat-alat elektronik lainnya. Kegunaan lainnya adalah dalam
membuat pestisida, soda kaustik, produksi klor, gigi buatan, baterai dan katalis.
Raksa merupakan logam yang sangat berat, berwarna putih keperakan, pengantar kalor yang
buruk dibandingkan logam lain, dan pengantar listrik yang biasa saja. Unsur ini mudah
membentuk campuran logam dengan logam-logam yang lain seperti emas, perak, dan timah
(disebut juga amalgam). Kemudahannya bercampur dengan emas digunakan dalam
pengambilan emas dari bijihnya. Garam raksa yang terpenting adalah raksa klorida (racun
berbahaya), mercurous chloride (calomel, digunakan di bidang kedokteran), raksa fulminat
(sebagai pemicu bahan peledak) dan raksa sulfida (vermilion, pigmen cat). Senyawa organik
raksa juga sangat penting. Telah diketahui bahwa elektron menyebabkan uap raksa
terkombinasi dengan neon, argon, kripton dan xenon. Senyawa yang terbentuk (terikat oleh
gaya van der Waals) adalah HgNe, HgAr, HgKr dan HgXe.
Raksa merupakan racun yang berbahaya dan dapat diserap melalui kulit, saluran pernapasan
dan saluran pencernaan gastrointestinal tract. Udara yang jenuh (saturated) dengan uap raksa
pada suhu 20 derajat Celsius mengandung konsentrasi yang melebihi batas limit keracunan
berkali lipat. Lebih tinggi suhu, lebih berbahaya. Oleh karena itu sangat penting raksa
ditangani secara hati-hati. Kontainer raksa harus benar-benar tertutup rapat dan jangan
sampai tertumpah. Jika perlu memanaskan raksa, harus dilakukan dengan alat ventilasi udara.
Raksa metil (methyl mercury) merupakan polutan yang membahayakan dan sekarang ini
diketahui banyak ditemukan di air dan sungai. triple point raksa pada suhu -38.8344 derajat
Celcius merupakan titik standar pada International Temperature Scale (ITS-90).
5. Titanium
Sejarah
(Latin: titans, anak pertama bumi dalam mitologi romawi) Ditemukan oleh Gregor di
tahun 1791 dan dinamakan oleh Klaproth di tahun 1795. Titanium yang tidak murni
dipersiapkan oleh Nilson dan Pettersson di tahun 1887, tetapi unsur yang murni
tidak dibuat sampai pada tahun 1910 oleh Hunter dengan cara memanaskan
TiCl
4
dengan natrium dalam bom baja.

Sumber
Titanium ditemukan di meteor dan di dalam matahari. Bebatuan yang diambil oleh
misi Apollo 17 menunjukkan keberadaan TiO
2
sebanyak 12,1%. Garis-garis titanium
oksida sangat jelas terlihat di spektrum bintang-bintang tipe M. Unsur ini merupakan
unsur kesembilan terbanyak pada kerak bumi. Titanium selalu ada dalam igneous
rocks (bebatuan) dan dalam sedimen yang diambil dari bebatuan tersebut. Ia juga
terdapat dalam mineral rutile, ilmenite dan sphene dan terdapat dalam titanate dan
bijih besi. Titanium juga terdapat di debu batubara, dalam tetumbuhan dan dalam
tubuh manusia. Logam ini hanya dikutak-kutik di laboraturium sampai pada tahun
1946, Kroll menunjukkan cara memproduksi titanium secara komersil dengan
mereduksi titanium tetraklorida dengan magnesium. Metoda ini yang dipakai secara
umum saat ini. Selanjutnya logam titanium dapat dimurnikan dengan
caramedekomposisikaniodanya.

Sifat-sifat
Titanium murni merupakan logam putih yang sangat bercahaya. Ia memiliki berat
jenis rendah, kekuatan yang bagus, mudah dibentuk dan memiliki resistansi korosi
yang baik. Jika logam ini tidak mengandung oksigen, ia ductile. Titanium merupakan
satu-satunya logam yang terbakar dalam nitrogen dan udara. Titanium juga memiliki
resistansi terhadap asam sulfur dan asam hidroklorida yang larut, kebanyakan asam
organik lainnya, gas klor dan solusi klorida. Titanium murni diberitakan dapat
menjadi radioaktif setelah dibombardir dengan deuterons. Radiasi yang dihasilkan
adalah positrons dan sinar gamama. Logam ini dimorphic. Bentuk alfa heksagonal
berubah menjadi bentuk beta kubus secara perlahan-lahan pada suhu 880 derajat
Celcius. Logam ini terkombinasi dengan oksigen pada suhu panas merah dan
dengan klor pada suhu 550 derajat Celcius. Logam titanium tidak bereaksi dengan
fisiologi tubuh manusia (physiologically inert). Titanium oksida murni memiliki indeks
refraksi yang tinggi dengan dispersi optik yang lebihtinggidaripadaberlian.



Isotop
Titanium alami memiliki lima isotop dengan masa atom dari 46 sampai 50.
Semuanya stabil. Ada delapan isotop titanium yang labil.
Kegunaan
Titanium sangat penting sebagai agen campuran logam dengan aluminium,
molibdenum, manggan, besi dan beberapa logam lainnya. Campuran logam titanium
digunakan terutama untuk bahan pesawat terbang dan misil, dimana logam ringan,
kuat dan tahan suhu tinggi diperlukan. Titanium sekuat baja, tetapi 45% lebih ringan.
Ia 60% lebih berat daripada aluminium, tetapi dua kali lebih kuat. Titanium memiliki
kegunaan potensial di pabrik desalinasi untuk mengkonversi air laut menjadi air
tawar. Logam ini memiliki resistansi yang baik terhadap air laut dan digunakan untuk
baling-baling kapal dan bagian kapal lainnya yang terekspos pada air asin. Anoda
titanium yang dilapisi platinum telah digunakan untuk memberikan perlindungan dari
korosi air garam. Titanium diproduksi secara buatan untuk permata. Safir dan rubi
menunjukkanasterism sebagai hasil keberadaan TiO
2
. Titanium dioksida sangat
banyak digunakan untuk cat rumah dan cat lukisan karena permanen dan memilki
sifat penutup yang baik. Pigmen titanium oksida merupakan aplikasi yang terbanyak
untuk unsur ini. Cat titanium merupakan reflektor sinar infra yang sangat bagus dan
banyak digunakan pada tempat-tempat pengamatan matahari (solar observatories)
dimana panas dapat mengganggu pengamatan. Titanium tetraklorida digunakan
untuk mengiridasi gelas. Senyawa ini mengeluarkan asap tebal di udara.
Pembuatan logam Ti
TiO
2
dialirkan gas Cl
2
kemudian hasil reaksi di reduksi dengan Mg
TiO
2
+ 2Cl
2
TiCl
4
+ O
2

TiCl
4
+ 2Mg Ti + MgCl
2

6. Tembaga (Cu)
Tembaga (Cu) dari bahasa latin cuprum, juga nama pulau di siprus. Cu di
temukan dalam bentuk unsur maupun sebagai senyawa sulfide dalam mineral
kalkopirit (CuFeS
2
), kovelin (CuS), kalkosit (Cu
2
S), atau oksida seperti kuprit (Cu
2
O),
malactive (Cu(OH)
2
CO
3
). Cu memiliki berbagai macam bilangan oksidasi yaitu, +1,
+2, +3.
Biloks Cu dalam senyawaanya +1 dan +2
Cu dengan biloks +2, misal terusi CuSO
4
.5H
2
0 berwarna biru. Senyawa ini mudah
larut dalam air dan larutannya berwarna biru. Terusi yang dipanaskan akan
menyebabkan warna biru hilang sebab airnya lepas membentuk padatan putih.
Cu dengan biloks +1 bersifat tidak stabil berubah menjadi Cu
2+
.
2Cu
+
(aq
)
Cu
2+
(aq)
+ Cu
(s)

Logam Cu berwarna kemerahan dan bersifat konduktor yang baik.
Cu diperoleh dengan cara sebagai berikut:
Pemekatan dengan cara flotasi
Konsetrate mengandung 25-30% Cu sebagai Cu
2
S dengan FeS sebagai pengotor.
Konsentrat dipanaskan dengan silica (SiO
2
), terjadi dua cairan.
a. Matte mengandung 30-60% Cu
2
S dan sedikit FeS
b. Terik yang mengandung FeSi0
3

Pemisahan terik
a. Logam Cu
2
S dengan Cu
2
O
b. Terik
Logam putih dilebur pada 1200-1300
o
C, sehingga diperoleh Cu kasar (blister copper)

2Cu
2
S
(l)
+ 3O
2(g)
2Cu
2
O
(l)
+ 2SO
2(g)

2Cu
2
O
(l)
+ Cu
2
S
(l)
6Cu
(l)
+ SO
2(g)


Pemurnian (Refining)
Dilakukan dengan elektrolisis pada 50-60% dari larutan CuSO
4
yang diasamkan, Cu
murni sebagai katoda, Cu tidak murni sebagai anoda. Cu tidak murni terendapkan
dikatoda.

Penggunaan Cu dan senyawanya

Campuran Cu(OH)
2
dan CuSO
4
disebut bubur BORDENIX digunakan untuk
membunuh hama tumbuhan.
Untuk paduan logam : Kuningan (Cu dan Zn)
Perunggu (Cu dan Sn)
Monel (Cu, Ni, dan Mn)
Kabel listrik
Pipa air

Berberapa reaksi kimia

Cu
2+
(aq)
+ 4NH
4
OH
(aq)
[Cu (NH
3
)
4
]
2+
+ 4H
2
O
(berlebih) (biru tua)
Cu
2+
(aq)
+2OH
-
(aq)
Cu(OH)
2(s)

(Biru)
Diposkan oleh AlfiChem di 20.16


MAKALAH KIMIA ANORGANIK II
NIKEL,PALLADIUM DAN PLATINUM

Di susun oleh:
1. 1. Yuli Atriyanti (4301410003)
2. 2. Siti Munawaroh (4301410008)
3. 3. Helivia Elvandari (4301410013)




JURUSAN KIMIA
FAKLTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Ekstraksi metalurgi adalah praktek menghapus logam berharga dari sebuah bijih dan pemurnian
logam mentah yang diekstrak ke dalam bentuk murni. Metalurgiadalah seni dan ilmu
pengetahuan untuk mendapatkan logam dari bijihnya dan pembuatan logam menjadi berbagai
produk. Ruang lingkup metalurgi terbagi menjadi dua bagian yaitu mineral processing dan metal
processing. Mineral processing yaitu perlakuan bijih untuk mendapatkan logam atau konsentrat
mineral. Sedangkan metal processing yaitu pembuatan produk dari logam.
Adapun proses-proses dari ekstraksi metalurgi / ekstraksi logam itu sendiri antara lain
adalah pyrometalurgy (proses ekstraksi yang dilakukan padatemperatur
tinggi),hydrometalurgy (proses ekstraksi yang dilakukan pada temperatur yang relatif rendah
dengan cara pelindian dengan media cairan), dan electrometalurgy (proses ekstraksi yang
melibatkan penerapan prinsip elektrokimia, baik pada temperatur rendah maupun pada
temperatur tinggi).
Salah satu bahan galian yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi yaitu Nickel yang merupakan
baja nirkarat yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.sertamemahami unsur logam
transisi seperti platina dan paladium
TUJUAN
Supaya mahasiswa bisa memahami,mengerti dan mampumembedakan antara logan transisi
golongan 10 yaitu nikel,platina,dan palladium.
Supaya mahasiswa memahami sifat-sifat fisika dan kimia dari logam golongan 10
Agar mahasiswa mengetahui lebih mendalam tentang pemanfaatan logamgolongan 10
(nikel,palladium danplatina)
PEMBAHASAN
1. NIKEL
1. A. Pengertian Nikel
Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedt pada tahun 1751. Nikel adalah unsur kimia metalik dalam
tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28. Nikel mempunyai sifat tahan karat.
Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika dipadukan dengan besi, krom, dan logam
lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang keras. Perpaduan nikel, krom dan besi
menghasilkan baja tahan karat (stainless steel) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur
(sendok, dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen
industri.
1. B. Karakteristik, Sifat Fisik, dan Sifat Kimia Nikel
2. Karakteristik
No. Karakteristik Keterangan Umum
1. Nama Nikel
2. Lambang Ni
3. Nomor Atom 28
4. Deret Kimia Logam Transisi
5. Golongan VIII B
6. Periode 4
7. Blok d
8. Penampilan Kemilau, Metalik
9. Massa 58.6934(2) g/mol
10. Konfigurasi Elektron [Ar] 3d
8
4s
2

11. Jumlah Elektron Tiap Kulit 2, 8, 16, 2
1. Sifat Fisik
Fase Padat
Massa Jenis (sekitar suhu kamar) 8,908 g/cm
Massa Jenis cair pada titik lebur 7,81 g/cm
Titik Lebur
1728 K
(1455 C, 2651 F)
Titik Didih
3186 K
(2913 C, 5275 F)
Kalor Peleburan 17,48 kJ/mol
Kalor Penguapan 377,5 kJ/mol
Kapasitas Kalor (25 C) 26,07 J/(molK)
- logam putih keperak-perakan yang berkilat, keras
- dapat ditempa dan ditarik
- feromagnetik
c. Sifat Kimia
- Pada suhu kamar nikel bereaksi lambat dengan udara
- Jika dibakar, reaksi berlangsung cepat membentuk oksida NiO
- Bereaksi dengan Cl2 membentuk Klorida (NiCl2)
- Bereaksi dengan steam H2O membentuk Oksida NiO
- Bereaksi dengan HCl encer dan asam sulfat encer, yang reaksinya berlangsung lambat
- Bereaksi dengan asam nitrat dan aquaregia, Ni segera larut
Ni + HNO3 Ni(NO3)2 + NO + H2O
- Tidak beraksi dengan basa alkali
- Bereaksi dengan H2S menghasilkan endapan hitam
1. C. Persenyawaan Nikel
Sebagian besar senyawa kompleks nikel mengadopsi struktur geometri oktahedron, hanya
sedikit mengadopsi geometri tertrahedron dan bujursangkar. Ion heksaakuanikel (II) berwarna
hijau; penambahan amonia menghasilkan ion biru heksaaminanikel (II) menurut persamaan
reaksi :
[Ni(H2O)6]
2+
(aq) + 6NH3 (aq) [Ni(NH3)6]
2+
(aq) + 6H2O (l)
Hijau Biru
Penambahan larutan ion hidroksida ke dalam larutan garam nikel (II) menghasilkan endapan
gelatin hijau nikel (II) hidroksida menurut persamaan reaksi;
[Ni(H2O)6]
2+
(aq) + 2OH
-
[Ni(OH)2] (s) + 6H2O (l)
Seperti halnya kobalt (II), kompleks yang lazim mengadopsi geometri tertrahedron yaitu halida,
misalnya ion tertrakloronikelat (II) yang berwarna biru. Senyawa kompleks ini terbentuk dari
penambahan HCl pekat ke dalam larutan garam nikel (II) dalam air menurut persamaan reaksi ;
[Ni(H2O)6]
2+
(aq) + 4Cl
-
(aq) [NiCl4]
2-
(aq) + 6H2O (l)
Hijau Biru
Senyawa kompleks nikel (II) bujursangkar yang umum dikenal yaitu ion tetrasianonikelat (II).
[NiCl4]
2-
, yang berwarna kuning, dan bis (dimetilglioksimato) nikel (II), [Ni(C4N2O2H7)2] yang
berwarna merah pink. Warna yang karakteristik pada kompleks yang di kedua ini merupakan
reaksi penguji terhadap ion nikel (II) ; senyawa kompleks ini dapat diperoleh dari penambahan
larutan dimetilglikosim (C4N2O2H8 = DMGH) ke dalam larutan nikel (II) yang dibuat tepat basa
dengan penambahan amonia menurut persamaan reaksi ;
[Ni(H2O)6]
2+
(aq) + 2DMGH (aq) + 2OH
-

[Ni(DMG)2] (s) + 8H2O (l)
1. D. Sumber dan Pembentukan Bijih Nikel
2. Bijih nikel yang utama:
Millerit, NiS
Smaltit (Fe,Co,Ni)As
Nikolit (Ni)As
Pentlandite (Ni, Cu, Fe)S
Garnierite (Ni, Mg)SiO3.xH2O
Nikel berwujud secara gabungan dengan belerang dalam millerite, dengan arsenik dalam galian
niccolite, dan dengan arsenik dan belerang dalam (nickel glance). Nikel juga terbentuk bersama-
sama dengan kromit dan platina dalam batuan ultrabasa seperti peridotit, baik termetamorfkan
ataupun tidak. Terdapat dua jenis endapan nikel yang bersifat komersil, yaitu: sebagai hasil
konsentrasi residu silica dan pada proses pelapukan batuan beku ultrabasa serta sebagai
endapan nikeltembaga sulfida, yang biasanya berasosiasi dengan pirit, pirotit, dan kalkopirit.
Pada pelapukan kimia khususnya, air tanah yang kaya akan CO2 berasal dari udara dan
pembusukan tumbuh-tumbuhan menguraikan mineral-mineral yang tidak stabil (olivin dan
piroksin) pada batuan ultra basa, menghasilkan Mg, Fe, Ni yang larut. Si cenderung membentuk
koloid dari partikel-partikel silika yang sangat halus. Di dalam larutan, Fe teroksidasi dan
mengendap sebagai ferri-hydroksida, akhirnya membentuk mineral-mineral seperti geothit,
limonit, dan haematit dekat permukaan. Bersama mineral-mineral ini selalu ikut serta unsure
cobalt dalam jumlah kecil. Larutan yang mengandung Mg, Ni, dan Si terus menerus kebawah
selama larutannya bersifat asam, hingga pada suatu kondisi dimana suasana cukup netral akibat
adanya kontak dengan tanah dan batuan, maka ada kecenderungan untuk membentuk endapan
hydrosilikat. Nikel yang terkandung dalam rantai silikat atau hydrosilikat dengan komposisi yang
mungkin bervariasi tersebut akan mengendap pada celahcelah atau rekahan-rekahan yang
dikenal dengan urat-urat garnierit (Ni, Mg)SiO3.xH2O.
b. Proses Penambangan dan Pengolahan Nikel.
1) Proses Penambangan Nikel
Operasi penambangan nikel sebagai tambang terbuka dengan tahapan sebagai berikut:
Pengeboran, pada jarak spasi 25 50 meter untuk mengambil sample batuan dan tanah untuk
mendapatkan gambaran kandungan nikel yang terdapat di wilayah tersebut.
Pembersihan dan pengupasan, lapisan tanah penutup setebal 10 20 meter yang kemudian
dibuang di tempat tertentu ataupun dipakai langsung untuk menutupi suatu wilayah purna
tambang.
Penggalian, lapisan bijih nikel yang berkadar tinggi setebal 5-10 meter dan dibawa ke stasiun
penyaringan.
Pemisahan, bijih di stasiun penyaringan berdasarkan ukurannya. Produk akhir hasil
penyaringan bijih tipe Timur adalah -6 inci, sedangkan produk akhir bijih tipe Barat adalah 4/-2
inci.
Penyimpanan, bijih yang telah disaring di suatu tempat tertentu untuk pengurangan kadar air
secara alami, sebelum dikonsumsi untuk proses pengeringan dan penyaringan ulang di pabrik.
Penghijauan, lahan-lahan purna tambang. Dengan metode open cast mining yang dilakukan
sekarang, dimana material dari daerah bukaan baru, dibawa dan dibuang ke daerah purna
tambang, untuk selanjutnya dilakukan landscaping, pelapisan dengan lapisan tanah pucuk,
pekerjaan terasering dan pengelolaan drainase sebelum proses penghijauan/penanaman ulang
dilakukan.
2) Pengolahan Nikel
Proses pengolahan dilakukan untuk menghasilkan nikel matte yaitu produk dengan kadar nikel di
atas 75 persen. Tahap-tahap utama dalam proses pengolahan adalah sebagai berikut:
Pengeringan di Tanur Pengering, bertujuan untuk menurunkan kadar air bijih laterit yang
dipasok dari bagian Tambang dan memisahkan bijih yang berukuran +25 mm dan 25 mm.
Kalsinasi dan Reduksi di Tanur Pereduksi, untuk menghilangkan kandungan air di dalam bijih,
mereduksi sebagian nikel oksida menjadi nikel logam, dan sulfidasi.
Peleburan di Tanur Listrik, untuk melebur kalsin hasil kalsinasi/reduksi sehingga terbentuk fasa
lelehan matte dan terak.
Pengkayaan di Tanur Pemurni, untuk menaikkan kadar Ni di dalam matte dari sekitar 27
persen menjadi di atas 75 persen.
Granulasi dan Pengemasan, untuk mengubah bentuk matte dari logam cair menjadi butiran-
butiran yang siap diekspor setelah dikeringkan dan dikemas.
1. E. Penggunaan Nikel
Karena sifatnya yang fleksibel dan mempunyai karakteristik-karakteristik yang unik seperti tidak
berubah sifatnya bila terkena udara, ketahanannya terhadap oksidasi dan kemampuannya untuk
mempertahankan sifat-sifat aslinya di bawah suhu yang ekstrim, nikel lazim digunakan dalam
berbagai aplikasi komersial dan industri. Nikel terutama sangat berharga untuk fungsinya dalam
pembentukan logam campuran (alloy dan superalloy), terutama baja tidak berkarat (stainless
steel). Sekitar 70% dari produksi nikel digunakan untuk produksi stainless steel, sementara
sisanya digunakan untuk berbagai penggunaan industri seperti baterai, baja campuran rendah,
campuran berbasis logam nikel, campuran berbasis tembaga, electroplating elektronika, aplikasi
industri pesawat terbang, dan berbagai macam produk lain seperti katalis dan turbin pembangkit
listrik bertenaga gas.
Beberapa pengunaan nikel diantaranya yaitu :
- Nikrom : 60% Ni, 25% Fe, dan 15% Cr : pembuatan alat-alat laboratorium (tahan asam), kawat
pada alat pemanas.
- Alnico (Al, Ni, Fe dan Co) : sebagai bahan pembuat magnet yang kuat.
- Elektroplating (pelapisan besi, tembaga : [Ni(NH3)6]Cl2, [Ni(NH3)6]SO4).
- Serbuk nikel sebagai katalis seperti pada adisi H2 dalam proses pembuatan mentega, juga
pada cracking menyak bumi.
- Bata alloy :3-5 % Ni + logam lain (keras, elastis).
- Platinit : baja dengan kandungan 46% Ni yang mempunyai muai yang sama dengan gelas dan
invar : baja dengan kadar nikel 35% dengan sedikit Mn dan C. Digunakan sebagai kawat listrik
yang ditanam dalam kaca seperti pada bohlam lampu pijar.
- Monel : 60% Ni dan 40% Cu : bahan pembuatan uang logam, instrumen tranmisi
listrik, dan baling-baling kapal laut.
1. F. Manfaat Nikel
Nikel digunakan antara lain dalam produk-produk industri dan konsumen, temasuk stainless
steel, magnet, mata uang, baterai isi ulang, string gitar listrik dan alloy khusus.
Nikel digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan Karat dan alloy lain yang
bersifat tahan korosi, seperti Invar,Monel,dan Hastelloys.Alloy tembaga-nikel berbentuk
tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi proses penghilangan garam untuk
mengubah air laut menjadi air segar.
Nikel digunakan pula dalam industri keramik.
Nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur
(menjadikannya padat).
Pembuatan magnet elnico.
Baterai Penyimpanan Edison.
Koin 5 sen Amerika mengandung 75% Cu dan 25% Ni, di kanada Nikel digunakan antara
1922-1981 dengan kandungan 99,99% dan magnetic lain, di Negara lain ada juga yang
menggunakan nikel untuk mata uang koin.
1. PALADIUM
1. A. Pengertian Paladium
Paladium adalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pd dan nomor atom 46. Ini adalah
logam perak-putih yang langka dan berkilau ditemukan pada tahun 1803 oleh William Hyde
Wollaston. Dia bernama setelah asteroid Pallas, yang itu sendiri bernama setelah julukan Athena
dewi Yunani, diakuisisi oleh ketika dia membunuh Pallas. Paladium, platinum, rhodium,
ruthenium, iridium dan osmium membentuk sekelompok elemen disebut sebagai kelompok
logam platinum (PGMs). Ini memiliki sifat kimia yang mirip, namun paladium memiliki titik leleh
terendah dan adalah yang paling padat dari mereka.

1. B. Karakteristik, Sifat Fisik, dan Sifat Kimia Paladium
2. Karakteristik
No. Karakteristik Keterangan Umum
1. Nama Palladium
2. Lambang Pd
3. Nomor Atom 46
4. Deret Kimia Logam Transisi
5. Golongan VIII B
6. Periode 5
7. Blok d
8. Penampilan Logam Putih Keperakan
9. Massa 106.42(1) g/mol
10. Konfigurasi Elektron [Kr]4d
10

11. Jumlah Elektron Tiap Kulit 2, 8, 18, 18, 0
1. Sifat Fisik
Fase Padat
Massa Jenis (sekitar suhu kamar) 12.023 g/cm
Massa Jenis cair pada titik lebur 10.38 g/cm
Titik Lebur
1828.05 K
(1554.9 C, 2830.82 F)
Titik Didih
3236 K
(2963 C, 5365 F)
Kalor Peleburan 16.74 kJ/mol
Kalor Penguapan 362 kJ/mol
Kapasitas Kalor (25 C) 25.98 J/(molK)
Unsur ini adalah logam putih seperti baja, tidak mudah kusam di udara, dengan kerapatan dan
titik cair paling rendah di antara logam grup platina. Ketika ditempelkan, paladium bersifat lunak
dan bisa ditempa; suhu rendah meningkatkan kekuatan dan kekerasannya. Paladium dilarutkan
dengan asam nitrat dan asam sulfat.
1. Sifat Kimia
Paladium asetat diperoleh sebagai kristal coklat bilamana busa Pd dilarutkan dalam asam
asetat yang mengandung HNO3, ia adalah trimer [Pd(CO2Me)2]3
Ion palladium Pd
2+
, terdapat dalam PdF2. Ion aquo Pd(H2O)4
2+
adalah spin berpasangan dan
kompleks Pd adalah diamagnetik.
Garam coklat yang mudah mencair di udara seperti [Pd(H2O)4](ClO4)2 dapat diperoleh
bilamana Pd dilarutkan dalam HNO3 atau PdO dalam HClO4.
Bereaksi lambat dengan asam kuat panas.

1. C. Manfaat Paladium
Paladium yang sangat halus adalah katalis yang baik dan digunakan untuk proses hidrogenasi
dan dehidrogenasi.
Digunakan dalam campuran alloy untuk perhiasan yang diperdagangkan.
Emas putih adalah alloy emas yang diawawarnakan dengan penambahan paladium.
Seperti emas, paladium dapat dibentuk menjadi lembaran setipis 1/250000 inch. Logam ini
digunakan dalam dunia kedokteran gigi, pembuatan jam, pembuatan alat-alat bedah, dan
kontak listrik
1. PLATINA
1. A. Sejarah Platina
Nama Platinum berasal dari bahasa Spanyol yaitu platina del Pinto, yang kemudian diartikan
perak kecil dari Sungai Pinto .Platinum terjadi secara alami dalam pasir aluvial dari berbagai
sungai, meskipun hanya ada sedikit bukti bahwa telah digunakan oleh orang pada zaman
dahulu. Namun, logam digunakan oleh pra-Columbus Amerika berdekatan dengan kota modern
Esmeraldas, Ekuador untuk menghasilkan artifak dari sebuah platinum paduan dari emas dan
putih. Pertama kali Eropa menemukan platinum pada tahun 1557 , dengan menulis huruf Italia ,
seorang pria bernama Scaliger Julius Caesar menulis suatu deskripsi dari logam mulia yang
tidak diketahui dan ditemukan di antara kota Darien dan Meksiko, suatu logam mulia yang tidak
dapat dicairkan dengan api.
Pada tahun 1741, Charles Wood, seorang pria tukang masak logam dari Inggris, menemukan
berbagai contoh dari platinum Kolombia di Jamaika, yang ia dikirim ke William Brownrigg untuk
penyelidikan lebih lanjut. Antonio de Ulloa, yang juga salah satu tokoh penemu platinum, kembali
ke Spanyol dari Misi geodesic Perancis di tahun 1746 setelah delapan tahun. Ulloa juga
berparsitipasi dalam penemuan tambang platinum. Setelah mempublikasikan hasil laporannya
pada tahun 1748, Ulloa tidak meneruskan untuk menyelidiki logam baru. Pada tahun 1758, dia
dikirim ke Huancavelica untuk mengamati merkuri operasi pertambangan
Pada tahun 1750, setelah mempelajari platinum, Wood mengirim pemberian Brownrigg yaitu
sebuah laporan tentang logam yang disajikan secara rinci ke Royal Society, yang menyebutkan
bahwa ia telah melihat sesuatu yang tidak disebutkan dalam laporan sebelumnya yang sekarang
dikenal dengan sebutan mineral. Brownrigg juga membuat catatan dari titik lebur platinum yang
sangat tinggi dan sukar dikembalikan ke bentuk semula terhadap boraks. Ahli kimia yang lain di
seluruh Eropa segera mulai mempelajari platinum, termasuk Torbern Bergman, Jns Jakob
Berzelius, William Lewis, dan Pierre Macquer. Pada tahun 1752, Henrik Scheffer
memberitahukan sebuah deskripsi ilmiah tentang laporan detail dari logam, yang disebut sebagai
emas putih, termasuk tentang sebuah laporan cara dia berhasil dalam menyatukan bijih platina
dengan bantuan arsenik (sejenis zat kimia yang larut dalam air dan beracun) . Scheffer
mendiskripsikan platinum sebagai logam yang kurang lentur daripada emas,tetapi kekuatan
ketahanan terhadap korosinya sama dengan emas.
Carl von platina Sickingen juga meneliti platinum secara ekstensif pada tahun 1772 dia berhasil
membuat lentur platinum dengan memadukan Platinum dengan emas, yang larut dalam paduan
aqua regia, sehingga menimbulkan platinum dengan amonium klorida, membakar chloroplatinate
ammonium dan memukul halus hasilnya dengan baik sehingga platina dapat membuatnya
menyatu. Franz Karl Sindrom Achard membuat wadah platinum pertama pada tahun 1784. Dia
bekerja dengan platinum oleh laporan platina dengan arsenik, kemudian mengubah arsenik.
Pada tahun 1786, Charles III dari Spanyol menyediakan sebuah perpustakaan dan laboratorium
kepada Pierre-Franois Chabaneau untuk membantu dalam penelitiannya terhadap platinum.
Chabaneau berhasil mengeluarkan berbagai kotoran dari bijih, termasuk emas, merkuri, timah,
tembaga, dan besi. Ini membuatnya percaya bahwa ia sedang bekerja dengan satu logam, tetapi
sebenarnya masih berisi bijih besi yang belum ditemukan oleh kelompok platinum logam. Hal ini
menyebabkan hasilnya menjadi tidak konsisten dalam percobaan. Suatu saat platinum tampak
lunak, tetapi ketika dipadukan dengan iridium, platinum tersebut akan menjadi jauh lebih rapuh.
Kadang-kadang logam sepenuhnya tahan api, tapi ketika dipadukan dengan osmium, platinum
tersebut akan menguap. Setelah beberapa bulan, Chabaneau berhasil memproduksi 23 kilogram
murni, platinum lentur dengan memukul dan menekan bentuk spons sehingga putih dan panas.
Chabeneau menyadari bahwa infusibility dari platinum akan meminjamkan nilai kepada benda-
benda yang terbuat dari itu, dan juga memulai bisnis dengan Cabezas Joaqun untuk
memproduksi batang baja dan peralatan dari platinum. Sehingga dimulailah zaman platinum di
Spanyol.

1. B. Karakteristik, Sifat Fisik, dan Sifat Kimia Platina
2. Karakteristik
No. Karakteristik Keterangan Umum
1. Nama Platina
2. Lambang Pt
3. Nomor Atom 78
4. Deret Kimia Logam Transisi
5. Golongan VIII B
6. Periode 6
7. Blok d
8. Penampilan Putih Keabu-abuan
9. Massa 195.084(9) g/mol
10. Konfigurasi Elektron [Xe] 4f
14
5d
9
6s
1

11. Jumlah Elektron Tiap Kulit 2, 8, 18, 32, 17, 1

1. Sifat Fisik
Fase padat
Massa Jenis (sekitar suhu kamar) 21.45 g/cm
Massa Jenis cair pada titik lebur 19.77 g/cm
Titik Lebur
2041.4 K
(1768.3 C, 3214.9 F)
Titik Didih
4098 K
(3825 C, 6917 F)
Kalor Peleburan 22.17 kJ/mol
Kalor Penguapan 469 kJ/mol
Kapasitas Kalor (25 C) 25.86 J/(molK)
1. Sifat Kimia
Semua kompleks Pt adalah diamagnetik. Kompleks-kompleks platina(II) adalah segiempat
atau terkoordinasi lima dengan rumus ML42+, ML52+, ML3X+, cis- dantrans- ML2X2, MX4-,
ML3X2, dimana L adalah ligan netral dan X adalah ion uninegatif.
Platina (IV) membentuk banyak kompleks oktahedral yang inert secara termal dan kinetik, dari
yang kationik seperti [Pt(NH3)6Cl4] sampai yang anionik seperti K2(PtCl6).
Asam kloroplatinat adalah suatu garam oksonium, (H3O)2PtCl6. Ia dibentuk sebagai kristal
jingga bilamana larutan Pt dalam air raja atau dalam HCl jenuh dengan klor, diuapkan.
Platina dapat menyerap gas hydrogen, tahan karat, tahan asam, kecuali oleh aqua-regia,
dapat rusak oleh halogen, belerang, senyawa sisnida, dan basa kuat.
1. C. Ekstraksi Platina
Ekstraksi unsure Pt merupakan lanjutan pengolahan bijih nikel, biasanya mineral sulfide. Bijih
nikel yang memiliki nilai komersil untuk diolah unsure platinanya adalah bijih nikel yang
mengandung kadar PGM sekitar 20 gr/ton.
Untuk memisahkan konsentrat PGM harus melalui proses pembentukan aqueous solution yaitu
Dissolution dengan Aqua Regia
Reaksi yang terbentuk
8HCl + 2NH3 + Pt H2PtCl6+ 4H2O + 2NOCl
Laju dissolusi tertinggi pada boiling point aqua regia. Metode aqua regia ini lebih banyak
digunakan pada compact metallic platina.
Setelah itu dihasilkan solution yang mengandung unsure Au, Pt dan Pd. Unsur Au dapat
dipisahkan dengan FeSO4 dan menghasilkan endapan Au. Reduction Agent lain yang
ditambahkan dalam proses reduksi ini antara lain : oxalic acid, sulfur dioxide dan ascorbic acid.
Pada proses reduksi dengan Fe (II), menghasilkan larutan Pt(IV) dan Pd (II). Sebelum
diendapkan dengan NH4Cl, unsure Pt harus ada dalam keadaan Pt(IV). Unsur Pt(II) harus
dioksidasi dengan menggunakan klorin yang didihkan. Hasil proses endapan ini adalah endapan
(NH4)2[PtCl6]
Unsur Pt dalam bentuk (NH4)2[PtCl6] purifikasi bentuk tersebut dapat dilakukan dengan
pengkristalan pada air. Tetapi metode tersebut akan menghasilkan kadar logam yang rendah
sehingga harus menggunakan volume (NH4)2[PtCl6] yang besar. Endapan (NH4)2[PtCl6]
dipanaskan hingga temperature di atas 100 C pada tekanan yang tinggi. Namun, semakin tinggi
suhu dan semakin waktu pemanasan akan menurunkan solubilitas.
1. D. Kesenyawaan Platina
Oksidasi Platinum paling umum digunakan yaitu +2, dan 4. Sedangkan +1 dan oksidasi +3
kurang umum digunakan, dan biasanya sering distabilkan oleh ikatan logam bimetal (atau
polymetallic) spesies. Senyawa tetracoordinate platinum (II) cenderung mengadopsi planar
persegi geometri. Sementara elemen platinum umumnya tidak reaktif, larut dalam aqua regia
untuk melarutkan asam hexachloroplatinic ((NH4)2[PtCl6], secara resmi (H3O)2 PtCl6 nH2O) Pt +
4HNO3 + 6HCl H2PtCl6 + 4 NO2 + 4 H2O
Senyawa tersebut memiliki berbagai aplikasi dalam fotografi, lukisan seng, tinta, plating, cermin,
porselin pewarna, dan sebagai katalisis.
Pengobatan dari asam Hexachloroplatinic dengan garam amonium, seperti amonium klorida,
membuat amonium hexachloroplatinate menjadi mudah larut dalam larutan amonium.
Memanaskan garam amonium dengan memakai hidrogen untuk mengurangi unsur platina.
Platinum sering terisolasi dari bijih dan didaur ulang. Kalium hexachloroplatinate juga larut
seperti itu,sehingga asam telah digunakan dalam penentuan ion kalium oleh Gravimetri.
Ketika asam hexachloroplatinic dipanaskan, platina terurai melalui platinum (IV) klorida dan
platinum (II) klorida untuk unsur platina, meskipun tidak terjadi reaksi yang bertahap dengan
jelas.
(H3O)2PtCl6 nH2O(H3O)2PtCL6 nH2OPtCl4 + 2HCl + (n+2) H2O PtCl4 + 2HCl + (n+2) H2O
PtCl4 PtCl2 + Cl2
PtCl2 Pt + Cl2
Semua dari tiga reaksi tersebut dapat kembali lagi. Platinum (II) dan platinum (IV) bromida yang
sering disebutkan. Platinum heksafluorida oksidator yang kuat yang mampu mengoksidasi
oksigen.
Platinum (IV) oksida, PtO2, juga dikenal sebagai Katalis Adam, berbentuk hitam bubuk yang larut
dalam larutan KOH dan asam pekat. PtO2 dan sedikit PtO kedua membusuk setelah pemanasan.
Platinum ( II, IV) oksida, Pt3O4, adalah terbentuk pada reaksi berikut:
2Pt
2+
+ Pt
4+
+ 4O
2
Pt3O4
Platinum juga membentuk sebuah trioksida, yang sebenarnya terdapat pada bilangan oksidasi
+4.
Tidak seperti asetat paladium, platinum (II) asetat yang tidak tersedia secara komersial, Halida
telah digunakan bersama dengan natrium asetat. Penggunaan dari platinum (II) acetylacetonate
juga telah dilaporkan.
Garam Zeise , berisi etilena ligan, adalah salah satu senyawalogam organ pertama yang
ditemukan. Dikloro (cycloocta-1 ,5-diena) platinum (II) adalah olefin yang tersedia secara
komersial, yang berisi dengan mudah menggantikan cod ligan ( cod merupakan singkatan dari
1,5-cyclooctadiene). Cod kompleks dan halida berada pada titik awal untuk platinum kimia.
Sebagai asam lembut, platinum memiliki afinitas yang besar untuk belerang, seperti pada
DMSO; banyak DMSO kompleks yang telah dilaporkan dan harus berhati-hati dalam memilih
reaksi pelarut.
Cisplatin, atau cis-diamminedichloroplatinum (II) adalah yang pertama dari serangkaian planar
persegi platinum (II)-yang mengandung obat kemoterapi, termasuk carboplatin dan oxaliplatin.
Senyawa ini mampu menyilang DNA dan membunuh sel-sel dengan jalur serupa untuk agen
kemoterapi.
Beberapa barium platinides telah disintesis, di mana pameran platinum oksidasi negatif mulai
dari -1 ke -2.. Ini termasuk BaPt, Ba3Pt2, dan Ba2Pt. Caesium platinide, Cs2Pt, telah terbukti
mengandung Pt
2-
anion. Platinum juga menunjukkan oksidasi negatif pada permukaan dikurangi
secara elektrokimiawi . oksidasi negatif yang ditunjukkan oleh platinum, yang tidak biasa bagi
elemen logam, diyakini karena stabilisasi relativistik dari orbital 6s.
1. E. Manfaat Platina
2. Platina bermanfaat untuk perhiasan.
Platina oleh kebanyakan orang digunakan untuk perhiasan pernikahan (cincin,kalung,gelang,dll.)
dan juga sebagai pengganti emas bagi cincin pernikahan laki-laki, karena menurut islam laki-laki
dilarang memakai emas.
1. 2. Platina bermanfaat untuk peralatan laboratorium.
Platina yang digunakan di laboratorium yaitu krusibel platina.
1. platina bermanfaat untuk kontak listrik dan elektroda.
Sistem pengapian mobil-mobil modern tak lepas dari perkembangan teknologi sistem pengapian
pada mobil jadul alias masih menggunakan platina sebagai plat kontak untuk menghubungkan
dan memutus aliran listrik primer koil agar terjadi induksi/GGL pada sekunder yang berupa listrik
tegangan tinggi untuk mensuplai busi agar memercikkan bunga api.
1. 4. Platina bermanfaat untuk peralatan dokter gigi.
Platina biasanya dalam peralatan dokter gigi digunakan untuk membuat gigi platina,dll.
1. Platina bermanfaat untuk studi temperatur dan tekanan tinggi.
Titik leleh platinum, 1768,3 OC, jauh lebih tinggi dibanding emas, hampir dua kalinya. Ini yang
membuat platinum merupakan bahan favorit di laboratorium untuk studi temperatur dan tekanan
tinggi.
1. 6. Platina bermanfaat untuk peralatan kontrol emisi mobil.
Kebanyakan platina digunakan untuk menghasilkan konvertor katalitis di (dalam) mobil
melelahkan/menuntaskan sistem. Gol akan membatasi bahan-kimia yang yang smog-producing
yang datang dari terbakar bensin.
1. Platina bermanfaat untuk pembuatan harddisk komputer.
Platinum banyak digunakan dalam pembuatan hard disk saat ini, karena hard disk akan lebih
tahan lama.
1. Platina bermanfaat untuk terapi kanker.
Platinum merupakan bahan non-organik yang dapat digunakan untuk terapi kanker. Cisplatin
atau cisplatinum (cis-diamminedichloridoplatinum(II), CDDP) merupakan kemoterapi yang
berbasiskan platina. Biasanya, Cisplatin digunakan dalam terapi kanker seperti , sarcoma,
carcinoma (misalnya, kanker paru-paru dan kanker ovarium), lymphoma dan sel tumor.
1. Platina bermanfaat untuk alat kedokteran.
Platinum bersifat hypoallergic. Platinum merupakan satu-satunya logam yang cocok sebagai
elektroda untuk alat pemicu jantung (heart pacemakers). Selain itu, banyak dalam kasus patah
tulang, tulang disambung menggunakan platinum.
SIMPULAN
1. Nikel mempunyai sifat tahan karat. Dalam keadaan murni, nikel bersifat lembek, tetapi jika
dipadukan dengan besi, krom, dan logam lainnya, dapat membentuk baja tahan karat yang
keras
2. Sekitar 70% dari produksi nikel digunakan untuk produksi stainless steel, sementara
sisanya digunakan untuk berbagai penggunaan industri
3. Paladium adalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pd dan nomor atom 46. Ini adalah
logam perak-putih yang langka dan berkilau
4. Palladium merupakan logam inert yang sering dimanfaatkan sebagi katalis
5. platinum sebagai logam yang kurang lentur daripada emas,tetapi kekuatan ketahanan
terhadap korosinya sama dengan emas.
6. Platinum merupakan logam golongan transisi terjadi secara alami dalam pasir aluvial