Anda di halaman 1dari 4

Laboratorium Geologi Citra Penginderaan Jauh 2014

Nama: Erlangga Dwi P.


NIM : 111.120.016 Page 1
Plug : 6
Fungsi Pola Pengaliran Untuk Interpretasi Citra

Interpretasi Citra
Interpretasi citra dan foto udara adalah upaya untuk memahami atau
menafsirkan citra dan foto udara sehingga mendapatkan informasi yang akurat
dan sesuai mengenai objek yang terekam.
Untuk mengamati keadaan geologi melalui citra penginderaan jauh, selain
diperlukan pengetahuan geologi yang cukup, ada beberapa rangkaian kegiatan
yang diperlukan dalam pengenalan obyek yang tergambar pada citra , yaitu:
1. Deteksi: adalah pengamatan adanya suatu objek.
2. ldentification: adalah upaya mencirikan obyek yang telah dideteksi dengan
menggunakan keterangan yang cukup.
3. Deliniation: penggambaran.
4. Determination: penentuan.
5. Measurement: pengukuran.

Interpretasi citra untuk survei geologi adalah mempelajari keadaan
geologi untuk daerah melalui pengamatan dengan menggunakan citra
penginderaan jauh. Sasaran mempejari geologi adalah memerikan dan
menafsirkan tentang gambaran fisik permukaan bumi, menjelaskan kejadian,
menerangkan sejarah evolusi bumi yang tercermin pada sifat sifat batuan dan
proses proses yang bekerja didalamnya.

Makna Mempelajari Citra Untuk Survey Geologi
Mempelajari citra terutama untuk penerapan studi mengenai pola
pengaliran geomorfologi, litologi, struktur geologi, stratigrafi terbatas,
geohidrologi, vulkanologi, geologi teknik, geologi tata lingkungan, potensi
sumberdaya mineral atau bencana alam dengan menggunakan citra.
Akan tetapi selembar citra tidak boleh dinilai terlalu tinggi karena citra
tidak mempunyai arti didalamnya tanpa kita melakukan lebih banyak interpretasi
dari citra itu sendiri.


Laboratorium Geologi Citra Penginderaan Jauh 2014

Nama: Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016 Page 2
Plug : 6
Unsur Interpretasi Citra
Pengenalan obyek merupakan bagian paling vital dalam interpretasi citra.
Foto udara sebagai citra tertua di dalam penginderaan jauh memiliki unsur
interpretasi yang paling lengkap dibandingkan unsur interpretasi pada citra
lainnya. Unsur interpretasi citra terdiri :
1. Rona dan Warna
Rona ialah tingkat kegelapan atau tingkat kecerahan obyek pada citra,
sedangkan warna ialah wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan
spektrum sempit, lebih sempit dari spektrum tampak. Rona dan warna disebut
unsur dasar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya rona dan warna dalam
pengenalan obyek. Tiap obyek tampak pertama pada citra berdasarkan rona atau
warnanya.
2. Bentuk
Merupakan variabel kualitatif yang memberikan konfigurasi atau kerangka
suatu obyek. Bentuk merupakan atribut yang jelas sehingga banyak obyek yang
dapat dikenali berdasarkan bentuknya saja.
3. Ukuran
Atribut obyek yang antara lain berupa jarak, luas, tinggi, lereng, dan
volume. Ukuran meliputi dimensi panjang, luas, tinggi, kemirigan, dan volume
suatu objek.
4. Tekstur
Frekuensi perubahan rona pada citra atau pengulangan rona kelompok
obyek yang terlalu kecil untuk dibedakan secara individual.

5. Pola
Pola atau susunan keruagan merupakan ciri yang menandai bagi banyak
obyek bentukan manusia dan bagi beberapa obyek alamiah.
Laboratorium Geologi Citra Penginderaan Jauh 2014

Nama: Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016 Page 3
Plug : 6

6. Bayangan
Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau obyek yang berada di
daerah gelap. Obyek atau gejala yang terletak di daerah bayangan pada umumnya
tidak tampak sama sekali atau kadang-kadang tampak samar-samar. Meskipun
demikian, bayangan sering merupakan kunci pengenalan yang penting bagi
beberapa obyek yang justru lebih tampak dari bayangannya.
7. Situs
Situs adalah letak suatu obyek terhadap obyek lain di sekitarnya. Situs
juga diartikan sebagai letak obyek terhadap bentang darat, seperti situs suatu
obyek di rawa, di puncak bukit yang kering, dan sebagainya. Itulah sebabnya, site
dapat untuk melakukan penarikan kesimpulan (deduksi) terhadap spesies dari
vegetasi di sekitarnya. Banyak tumbuhan yang secara karekteristik terikat dengan
site tertentu tersebut. Misalnya hutan bakau ditandai dengan rona yang telap, atau
lokasinya yang berada di tepi pantai. Kebun kopi ditandai dengan jarak
tanamannya, atau lokasinya yaitu ditanam di daerah bergradien
miring/pegunungan.
8. Asosiasi
Asosiasi dapat diartikan sebagai keterkaitan antara obyek yang satu
dengan obyek lain. Adanya keterkaitan ini maka terlihatnya suatu obyek pada
citra sering merupakan petunjuk bagi adanya obyek lain.

Pola Pengaliran untuk Interpretasi Citra
Pola pengaliran adalah rangkaian bentuk aliran-aliran sungai pada
daerah lemah tempat mengambil bagian secara aktif serta daerah rendah tempat
air permukaan mengalir dan berkumpul.
Dalam pengamatan citra peran pola pengaliran sangatlah penting untuk
melakukan interpretasi. Dengan mengamati pola pengaliran maka dapat
membantu dalam menafsirkan batuan penyusun, kondisi kelerengannya,
bentuklahan, resistensi, serta struktur geologinya, misalnya :
1. Pola pengaliran dendritik mencerminkan adanya keseragaman litologi dan
kontrol struktur yang kurang berkembang.
Laboratorium Geologi Citra Penginderaan Jauh 2014

Nama: Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016 Page 4
Plug : 6
2. Pola pengaliran paralel mencerminkan kelerengan yang cukup besar dan
hampir seragam.
3. Pola pengaliran trellis menunjukkan dominasi sesar.
4. Pola pengaliran rectangular menunjukkan dominasi kekar.
5. Pola pengaliran radial berasosiasi dengan tubuh gunung api dan kubah
stadia muda.
6. Pola pengaliran annular berasosiasi dengan cekungan.
7. Pola pengaliran multibasinal menunjukkan daerah dengan litologi
batugamping.
8. Pola pengaliran contorted menunjukkan adanya struktur lipatan menunjam.

Tekstur pengaliran pada foto udara termasuk parameter yang mudah
diamati dan perlu, karena tekstur pengaliran dikendalikan oleh:
1. Iklim, vegetasi, dan besar butir akibat pelapukan.
2. Kemampuan peresapan.
3. Topografi dan kelerengan.
4. Tingkat erosi.
Berdasarkan macam-macam pengendali tekstur tersebut maka dapat
disimpulkan bahwa ukuran butir memiliki peranan penting. Istilah tekstur
pengaliran dipakai dalam arti yang relatif untuk menunjukan jarak antar sungai
orde 1, yaitu halus, sedang, dan kasar.

Analisis pengaliran adalah alat yang sangat penting yang dapat
dijadikan dasar penafsiran geologi foto, terutama pada daerah-daerah berelief
rendah.
Dengan adanya penafsiran pola pengaliran dengan menggunakan citra,
pola pengaliran tersebut memiliki peranan untuk membantu mengungkapkan
adanya perbedaan dan sebaran jenis batuan serta struktur geologi, dapat
mengungkapkan adanya variasi lereng, bentuk lahan, dan proses geomorfologi
yang mengendalikan daerah tersebut.