Anda di halaman 1dari 23

1

PETUNJUK PRAKTIKUM ILMU RESEP DASAR









Materi :
1. Pembuatan pulveres
2. Pembuatan kapsul
3. Pembuatan pulvis








SMK NEGERI 8 MATARAM
PROGRAM KEAHLIAN FARMASI
Jl Jendral Sudirman Gegutu Rembiga




DAFTAR ISI

I. DAFTAR FARMASI KIT DAN BUKU-BUKU YG DIPERLUKAN
2

II. PETUNJUK PEMBUATAN JURNAL PRAKTIKUM
III. TIMBANGAN DAN PROSEDUR PENIMBANGAN
IV. LANGKAH-LANGKAH MELIPAT ATAU MEMBUNGKUS KERTAS PEMBUNGKUS
SERBUK
V. MACAM-MACAM BERAT PULVERES &UKURAN KAPSUL
VI. CONTOH PENGENCERAN
VII. PERHITUNGAN DOSIS
VIII. CONTOH SALINAN RESEP/ COPY RESEP
IX. CONTOH ETIKET
X. PETUNJUK PENILAIAN
XI. SOAL - SOAL



















I. DAFTAR PERLENGKAPAN PRAKTIKUM ILMU RESEP
A. Jas Praktikum
B. Buku besar untuk Jurnal resep
C. Farmasi kit yang berisi :
1. Serbet/ lap tangan (2)
2. Sendok tanduk (1)
3. Sendok porselin (1)
4. Sudip mika berbagai ukuran (@ 2)
3

5. Tissue (1)
6. Sabun cuci (1)
7. Lem (1)
8. Isolasi (1)
9. Steples (

D. Daftar buku yang diperlukan :
1. Farmakope Indonesia III
2. Farmakope Indonesia IV
3. Informasi Spesialit Obat (ISO)
4. Buku Penuntun Ilmu Resep Van Duin
5. Formularium Nasional (fornas)
6. Formularium medicamentorum selectum (FMS)
7. Formularium Medicamentorum Indicum (FMI)
8. Codex medicamentorum nederlandikum (CMN)
9. Buku ilmu meracik Obat; Moh. Anief





















II. PETUNJUK PEMBUATAN JURNAL PRAKTIKUM

1. Salinan Soal resep
2. Resep standar
3. Tuliskan data monografi obat/ bahan obat yang diperlukan (dari berbagai
sumber FI dan ISO) tentang :
a. Sinonim bahan obat
b. Pemerian bahan / keterangan wujud, warna, bau, rasa dan kelarutan
c. Khasiat bahan obat
4

4. Kelengkapan resep
5. Daftar nama obat
6. Perhitungan dosis terapi/ dosis lazim (DL) dan atau dosis maksimum (DM)
bila obat memiliki dosis terapi dan atau dosis maksimum
7. Perhitungan jumlah bahan
8. penimbangan
9. Prosedur kerja/ cara pembuatan obat
10. Label dan Etiket
11. Salinan Resep










III. TIMBANGAN DAN PROSEDUR PENIMBANGAN

5




Keterangan gambar
1. Papan landasan timbangan
2. Tombol pengatur tegak berdirinya timbangan
3. 1. Anting penunjuk tegak berdirinya timbangan
2. Alas anting penunjuk tegaknya timbangan (waterpass)
4. Jarum timbangan
5. Skala
6. Tuas penyangga timbangan
7. Pisau tengah atau pisau pusat.
8. Pisau tangan
9. Tangan timbangan
10. Tombol/mur pengatur keseimbangan /mur
11. Piring timbangan




PROSEDUR PENIMBANGAN
1. Diperiksa apakah semua komponen timbangan/neraca sudah sesuai pada tempatnya ,
dengan mencocokkan nomer-nomer yang terdapat pada komponen-komponen tersebut. (
lihat gambar)
6


2. Periksa kedudukan timbangan sudah sejajar/rata, dapat dilihat dari posisi
anting ( 3.1) dengan alas anting (3.2) harus tepat. Bila belum tepat kita putar tombol (2).

3. Sekali lagi kita periksa apakah posisi pisau (7) dan (8)sudah pada tempatnya. Bila sudah
maka tuas (6) kita angkat atau putar maka timbangan akan terangkat dan akan kelihatan
apakah piringnya seimbang atau berat sebelah. Bila tidak seimbang kita dapat memutar mur
(10) kiri atau kanan sesuai dengan keseimbangannya, sehingga neraca seimbang.

4. Setelah itu baru kita letakkan kertas perkamen diatas kedua piring timbangan, angkat tuas
(6) untuk memeriksa apakah timbangan sudah seimbang . Bila sudah seimbang, maka
penimbangan bahan-bahan bisa dimulai.

5. Cara penimbangan bahan-bahan :
a. bahan padat seperti serbuk, lilin dll ditimbang diatas kertas perkamen
b. bahan padat seperti vaselin, adeps, ditimbang diatas kertas perkamen atau diatas
cawan penguap.
c. bahan cair dapat ditimbang diatas kaca arloji, cawan penguap atau langsung dalam
botol atau wadah.
d. bahan cairan kental seperti ekstrak belladon dan ekstrak hyosciamy langsung
ditimbang, sedangkan untuk ichtyol ditimbang dikertas perkamen yang sebelumnya
diolesi dengan parafin cair/vaselin.
e. Bahan oksidator (Kalii Permanganas, Iodium, Argenti Nitras) ditimbang pada gelas
timbang atau pada gelas arloji yang ditutup.
f. Bahan yang bobotnya kurang dari 50 mg dilakukan pengenceran



MACAM-MACAM ANAK TIMBANGAN DAN JUMLAHNYA
at gram at milligram jumlah
500 gram 500 mg 1
200 gram 200 mg 2
100 gram 100 mg 1
50 gram 50 mg 1
20 gram 20 mg 1
10 gram 10 mg 2
5 gram 5 mg 1
2 gram 2 mg 2
7

1 gram 1 mg 1

ATURAN PENIMBANGAN
Anak timbangan gram untuk menimbang bahan 1 gram atau lebih, diambil langsung
dengan tangan
Anak timbangan milligram untuk menimbang bahan > 50 mg sampai < 1000 mg
Anak timbangan diletakkan pada piring timbangan sebelah kiri yang dialasi dengan
kertas perkamen, dan bahan yang ditimbang diletakkan di piring timbangan sebelah
kanan
Sebelum melakukan penimbangan bahan cair, praktikan harus melakukan penaraan
(menara) wadah bahan cair






IV. LANGKAH MELIPAT PEMBUNGKUS SERBUK
1. Letakkan kertas rata diatas permukaan meja dan lipatkan 1cm kearah kita pada garis
memanjang pada kertas untuk menjaga keseragaman, langkah ini harus dilakukan
bersamaan dengan lipatan pertama sebagai petunjuk.
2. Letakkan serbuk baik yang ditimbang atau dibagi-bagi ke tengah kertas yang telah
dilipat satu kali lipatannya mengarah keatas disebelah seberang dihadapanmu.
3. Tariklah sisi panjang yang belum dilipat keatas dan letakkanlah pada kira kira garis
lipatan pertama , lakukan hati-hati supaya serbuk tidak berceceran.
4. Peganglah lipatan dan tekanlah sampai menyentuh dasar kertasdan lipatlah
kehadapanmu setebal lipatan pertama.
5. Angkat kertas, sesuaikan dengan ukuran dos tempat yang akan digunakan untuk
mengemas, lipat bagian kanan dan kiri pembungkus sesuai dengan ukuran dos tadi,
sehingga ujung kanan dan kiri dapat masuk pada bagian kertas yang lain
8

6. Kertas pembungkus yang telah terlipat rapi masukkan satu persatu dalam dos atau
plastik klip. Pada lipatan kertas pembungkus tidak boleh ada serbuk dan tidak boleh
ada ceceran serbuk.














V. MACAM-MACAM BERAT PULVERES DAN UKURAN KAPSUL

A. Bobot setiap bungkus serbuk umumnya :
Untuk bayi, bobot 1 bungkus 100 mg
Untuk anak, bobot 1 bungkus 250 mg
Untuk dewasa, bobot 1 bungkus 500 mg

B. Ukuran Cangkang Kapsul
Macam-macam kapsul berdasarkan ukuran
Ukuran kapsul menunjukkan ukuran volume dari kapsul dan dikenal 8 macam ukuran yang
dinyatakan dalam nomor kode. 000 ialah ukuran terbesar dan 5 ukuran terkecil.

Ukuran kapsul : 000 00 0 1 2 3 4 5
Untuk hewan : 10 11 12

No. ukuran Asetosal
(dalam gram)
Natrium Bikarbonat
(dalam gram)
NBB
(dalam gram)

000

00

0

1

0,6

0,5

1,4

0,9

0,7

1,7

1,2

0,9
9


1

2

3

4

5

0,3

0,25

0,2

0,15

0,1

0,5

0,4

0,3

0,25

0,12

0,6

0,5

0,4

0,25

0,12





VI. CONTOH PENGENCERAN

Bahan obat dalam jumlah sedikit (kurang dari 50 mg ), tidak dapat ditimbang
sehingga dibuat pengenceran sbb :
Zat yang beratnya antara 10 mg-50 mg
contohnya : Luminal 35 mg
dibuat campuran sbb :
Timbang luminal 50 mg
Lactosa 450 mg +
500 mg
dari campuran ini kita ambil mg x 350 500
50
35
( mengandung luminal 35 mg)
Zat yang beratnya antara 1 mg- 10 mg, contohnya : Atropin Sulfas 4 mg
Timbang Atropin Sulfas 50 mg
Lactosa 1450 mg +
1500 mg
dari campuran ini kita ambil : 1500
50
4
x mg = 120 mg
Zat yang beratnya antara 0,1 mg-1 mg, contoh Atropin Sulfat 0.3 mg.
Untuk ini dilakukan pengenceran bertingkat sebagai berikut :
Tingkat I
10

timbang Atropin Sulfas 50 mg
Lactosa + carmin 2450 mg +
2500 mg
timbang dari campuran ini mg mg x 150 2500
50
3
(mengandung Atropin Sulfas 3 mg)
Tingkat II :
timbang campuran I 150 mg
Lactosa 350 mg +
500 mg
timbang dari campuran kedua ini : mg mg x 50 500
3
3 , 0
( mengandung atropine sulfas 0.3 mg)
VII. PERHITUNGAN DOSIS
Dosis Lazim (DL) adalah pedoman umum atau dosis yang biasa atau umum digunakan pada
keadaan normal
Dosis Maksimum (DM) adalah dosis yang terbesar yg dapat diberikan kpd orang dewasa untuk
pemakaian sekali dan sehari tanpa membahayakan atau batas atas yang boleh digunakan dalam
pengobatan
Menghitung Dosis Maksimum Untuk Anak usia < 20 th
(1) Berdasarkan Umur.
- Rumus YOUNG :
12 n
n
x dosis maksimal dewasa, dimana n adalah umur
dari anak 2th - 8 tahun

- Rumus DILLING :
20
n
x dosis maksimal dewasa, dimana n adalah umur dari
anak 8 th 20 th

- Rumus FRIED :
150
n
x dosis maksimal dewasa, n adalah umur bayi
dalam bulan




11












VIII. SALINAN RESEP
A. Contoh resep dokter
dr.Aliando
SIP : DU/07/2000
Jl. Udayana no.7 Mataram, Telp. 62000
Mataram, 12sept 2014
R/ Erythromicin 100 mg
mucohexin 4 mg
glucosa 100 mg
Mf.pulv dtd no X
S.3dd pulv I

Paraf dokter
Pro : Halimah
Umur : 8 tahun
resep yg lengkap terdiri dari :
a. Nama, alamat dan no ijin praktek dokter penulis resep
b. Tanggal dan tempat ditulisnya resep (inscription)
c. Tanda buka penulisan resep dengan R/ (invecatio)
d. Nama obat, jumlah obat dan cara membuatnya (praescriptio/ ordination)
e. Aturan pakai dari obat yg tertulis (signatura)
f. Paraf/ tandatangan dokter penulis resep (subscription)
12

g. Nama pasien, umur dan alamat
h. Tanda seru dan paraf dokter utk resep yg mengandung bahan obat yg jumlahnya
melebihi DM







B. Contoh salinan/ copy resep

Apotek Sehat Mandiri
Jl. Jend Sudirman Rembiga, Telp. 612345
APA : Destia , S.Farm.,Apt
SIP: 123/ 02/dikes/2008

SALINAN RESEP
Resep dari : dr. Aliando Tanggal : 13 sept 2014
Tgl Resep : 12 sept 2014 No. : 1
Untuk :Halimah Umur : 8 tahun

R/ Erythromicin 100 mg
mucohexin 4 mg
glucosa 100 mg
Mf.pulv dtd no X
S.3dd pulv I

- det
Mataram, 13 sept 2014
PCC
Stempel Apotek
Ttd/ paraf APA

Salinan resep juga disebut apograf, exemplum, afschrif atau copi resep
13

Salinan resep memuat :
a. Nama dan alamat apotek
b. Nama dan nomor ijin APA
c. Nomor resep dan tanggal pembuatan
d. Tanda tangan/ paraf APA
e. Tanda det (detur) untuk obat yang sudah diserahkan, dan ndet (ne detur) untuk obat yg
belum diserahkan
Pada resep dengan tanda ITER..X maka pada resep diberi tanda det orig/ det.X
IX. CONTOH ETIKET

Apotek Sehat Mandiri
Jl. Jend Sudirman Rembiga, Telp. 612345
APA : Destia , S.Farm.,Apt
SIP: 123/ 02/dikes/2008

No. : 01 Mtr, 13 sept 2014
Halimah
3 x sehari 1 bungkus
Dalam pelayanan resep, saat penyerahan obat, resep dilengkapi dengan etiket
Ada dua macam etiket : etiket putih ( dipakai untuk obat/ sediaan dalam yaitu obat yg
digunakan mll mulut, masuk ke saluran pencernaan; etiket biru dipakai untuk obat/ sediaan
oral yaitu obat yg digunakan untuk mata, hidung, telinga, vagina, rectum, obat parentral
dan kumur mulut
Etiket yg dipakai utk pelayanan resep harus tercantum :
1. Nama dan alamat apotek
2. Nama dan nomor SIPA Apoteker Pengelola Apotek
3. Nomor dan tgl pembuatan
4. Nama pasien
5. Aturan pemakaian
6. Tanda lain yg diperlukan, mis : kocok dahulu







14





X. PENILAIAN

No.
Komponen/Subkomponen
Penilaian
Indikator Skor
1 2 3 4
I Persiapan Kerja
1.1. Menyiapkan peralatan
pribadi
Membawa peralatan pribadi minimal lap,
sudip, spatula dan anak timbangan miligram
sesuai persyaratan standar
9,0-10
Membawa peralatan pribadi minimal lap,
sudip dan spatula sesuai persyaratan standar
8,0-8,9
Membawa peralatan pribadi minimal lap,
sudip dan spatula
7,0-7,9
Tidak mempersiapkan peralatan pribadi 0
1.2. Menggunakan pakaian
laboratorium
Menggunakan pakaian laboratorium bersih
dan rapi
9,0-10
Menggunakan pakaian laboratorium bersih 8,0-8,9
Menggunakan pakaian laboratorium 7,0-7,9
Tidak menggunakan pakaian laboratorium 0
1.3. Memeriksa kesetaraan
timbangan
Memeriksa, timbangan setara/tidak setara,
memperbaiki
9,0-10
Memeriksa, timbangan setara 8,0-8,9
Tidak memeriksa, timbangan setara 7,0-7,9
Tidak memeriksa, timbangan tidak setara 0
II Proses (Sistematika & Cara Kerja)
15

No.
Komponen/Subkomponen
Penilaian
Indikator Skor
1 2 3 4
2.1. Membaca resep
2.1.1. Melakukan
identifikasi resep
berdasarkankelengkapa
n resep dan isi resep
(jenis/macam dan
jumlah obat yang
tertera dalam resep)
Resep disalin benar, minta diparaf penguji,
diberikan penandaan narkotika utk obat-obat
golongan narkotika
9,0-10
Resep disalin benar, minta diparaf penguji 8,0-8,9
Resep disalin benar 7,0-7,9
Resep tidak disalin dengan benar 0
2.1.2. Membaca resep dan
mengartikan singkatan
latin dalam resep
Benar dalam membuat bentuk sediaan, dosis,
jenis, dan jumlah
9,0-10
Benar dalam membuat bentuk sediaan, dosis
dan jenis
8,0-8,9
Benar dalam membuat bentuk sediaan, dan
dosis
7,0-7,9
Salah dalam menentukan bentuk
sediaan/dosis/jenis/jumlah.
0
2.1.3. Mengetahui dan
menghitung dosis obat
Dapat menghitung dosis dengan tepat, apabila
terdapat dosis maksimumdi atas 80%,
ditimbang satu per satu
9,0-10
Dapat menghitung dosis dengan tepat, apabila
terdapat dosis maksimumdi atas
80%,usultidak ditimbang satu per satu
8,0-8,9
Dapat menghitung dosis dengan tepat, apabila
terdapat dosis maksimumdi atas 80%, tidak
ditimbang satu per satu
7,0-7,9
Salah dalam menghitung dosis 0
2.1.4. Menghitung
penimbangan,
Menghitung dengan tepat bahan/sediaan obat 9,0-10
Menghitung bahan/sediaan obat dengan
ketepatan 90%
8,0-8,9
16

No.
Komponen/Subkomponen
Penilaian
Indikator Skor
1 2 3 4
pengambilan, bahan/
sediaan obat yang
akan diracik
Menghitung bahan/sediaan obat dengan
ketepatan 85%
7,0-7,9
Menghitung bahan/sediaan obat dengan
ketepatan <80%
0
2.2. Menyiapkan bahan/sediaan farmasi
2.2.1. Menyiapkan bahan
aktif dan pembantu
Benar dalam mengambil bahan/sediaan
farmasi
9,0-10
Salah mengambil bahan/sediaan farmasi 0
2.2.2. Menyiapkan alat dan
bahan pengemas
Benar dalam menggunakan alat dan bahan
pengemas sesuai ukuran
9,0-10
Benar dalam menggunakan alat dan bahan
pengemas kurang sesuai ukuran
8,0-8,9
Benar dalam menggunakan alat dan bahan
pengemas tidak sesuai ukuran
7,0-7,9
Salah menggunakan alat dan bahan pengemas 0
2.2.3. Menyiapkan obat jadi
yang diperlukan
disiapkan
Benar dalam mengambil obat jadi, tepat dosis,
mengajukan usul (jika ada), usul rasional
9,0-10
Benar dalam mengambil obat jadi, tepat dosis 8,0-8,9
Benar dalam mengambil obat jadi, tidak
mengajukan usul (jika ada)
7,0-7,9
Salah dalam mengambil obat jadi 0
2.3. Meracik bahan/sediaan farmasi
2.3.1. Bahan/sediaan farmasi
ditimbang/diukur
volumenya
menggunakan alat-alat
Tepat dalam menimbang/mengukur, dan
sesuai dengan perhitungan penimbangan yang
tertulis dalam jurnal, bekerja secara cepat dan
runtut
9,0-10
17

No.
Komponen/Subkomponen
Penilaian
Indikator Skor
1 2 3 4
yang memenuhi
persyaratan
Tepat dalam menimbang/mengukur, dan
sesuai dengan perhitungan penimbangan yang
tertulis dalam jurnal
8,0-8,9
Tepat dalam menimbang/mengukur, namun
tidak sesuai dengan perhitungan penimbangan
yang tertulis dalam jurnal
7,0-7,9
Salah menimbang/mengukur 0
2.3.2 Bahan/sediaan farmasi
dicampur sesuai
dengan bentuk sediaan
yang akan dibuat
Tepat dalam mencampur, dan sesuai dengan
prosedur yang tertulis pada jurnal, bekerja
secara cepat dan runtut
9,0-10
Tepat dalam mencampur, dan sesuai dengan
prosedur yang tertulis pada jurnal
8,0-8,9



Tepat dalam mencampur, namun tidak sesuai
dengan prosedur yang tertulis pada jurnal
7,0-7,9
Salah mencampur dan/atau prosedur dengan
hasil yang tidak sesuai
0
2.4. Menulis etiket/label dan menempelkannya pada kemasan sediaan farmasi
2.4.1. Etiket/label disiapkan
sesuai dengan
pengelompokkan obat
(obat luar/dalam) dan
besar kemasan
Tepat dalam menulis dan menggunakan etiket,
menempelkan label untuk sediaan yang
memerlukan, bekerja dengan cepat
9,0-10
Tepat dalam menulis dan menggunakan etiket,
menempelkan label untuk sediaan yang
memerlukan
8,0-8,9
Tepat dalam menulis dan menggunakan etiket,
tidak menempelkan label untuk sediaan yang
memerlukan
7,0-7,9
18

No.
Komponen/Subkomponen
Penilaian
Indikator Skor
1 2 3 4
Salah dalam menulis dan menggunakan etiket. 0
2.4.2. Etiket/label ditulis
sesuai dengan resep
dokter
Benar dalam menulis etiket, ditulis lengkap
dan jelas
9,0-10
Benar dalam menulis etiket, ditulis lengkap 8,0-8,9
Benar dalam menulis etiket 7,0-7,9
Salah dalam menulis etiket 0
2.4.3. Etiket/label ditempelkan
pada kemasan
Tepat dalam menempelkan etiket/label,
proporsional dengan wadah, menempel kuat
9,0-10
Tepat dalam menempelkan etiket/label,
proporsional dengan wadah
8,0-8,9
Tepat dalam menempelkan etiket/label, tidak
proporsional dengan wadah
7,0-7,9
Salah menempelkan etiket/label 0
2.4.4. Dilakukan pengecekan atas
kebenaran/kesesuaian
etiket dengan obat
Obat diperiksa kembali, benar/sesuai, bekerja
secara cepat dan runtut, cepat melaporkan ke
penguji
9,0-10
Obat diperiksa kembali, benar/sesuai, bekerja
secara cepat dan runtut
8,0-8,9
Obat diperiksa kembali, benar/sesuai 7,0-7,9
Obat tidak diperiksa dan salah/tidak sesuai 0
III Hasil Kerja
3.1. Hasil sediaan Hasil sesuai, bersih dan rapi, bekerja secara
cepat dan runtut, cepat melaporkan ke penguji
9,0-10
Hasil sesuai, bersih dan rapi 8,0-8,9
Hasil sesuai, namun kotor dan tidak rapi 7,0-7,9
19

No.
Komponen/Subkomponen
Penilaian
Indikator Skor
1 2 3 4
Hasil tidak sesuai dengan sediaan yang
diminta
0
3.2. Jurnal yang dibuat Jurnal ditulis lengkap dari salinan resep, resep
standar, monografi, kelengkapan resep, daftar
obat, perhitungan TM, penimbangan,
prosedur, label dan etiket
9,0-10
Jurnal ditulis paling tidak ada salinan resep,
resep standar, monografi, kelengkapan resep,
perhitungan TM, penimbangan, dan prosedur,
8,0-8,9
Jurnal ditulis paling tidak ada salinan resep,
kelengkapan resep, perhitungan TM,
penimbangan, dan prosedur
7,0-7,9
Jurnal tidak lengkap 0
3.3. Kemasan/wadah Menggunakan wadah yang tepat, proporsional
dengan isi, bersih dan rapi
9,0-10
Menggunakan wadah yang tepat dan
proporsional dengan isi
8,0-8,9
Menggunakan wadah yang tepat, namun tidak
proporsional dengan isi
7,0-7,9
Salah menggunakan wadah/kemasan 0
IV Sikap Kerja
4.1. Kebersihan dan kerapihan
meja kerja dan Kehati-hatian
dalam bekerja
Meja dan daerah bersih dan rapi, meletakkan
alat dan bahan dengan benar
9,0-10
Meja terlihat bersih dan rapi 8,0-8,9
Meja terlihat bersih 7,0-7,9
Meja berantakan, kotor, dan ceroboh 0
20

No.
Komponen/Subkomponen
Penilaian
Indikator Skor
1 2 3 4
4.2. Keselamatan kerja Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai,
bersih dan rapi, memperhatikan keselamatan
lingkungan (tidak bekerja di area yang
mengganggu dan membahayakan dirinya dan
orang lain)
9,0-10
Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai,
bersih dan rapi
8,0-8,9
Menggunakan alat pelindung diri yang sesuai
namun tidak bersih dan rapi
7,0-7,9
Tidak menggunakan alat pelindung diri yang
sesuai
0
V Waktu
5.1. Waktu penyelesaian praktik Menyelesaikan pekerjaan sama dengan atau
kurang dari 30 menit waktu yang ditentukan
9,0-10
Menyelesaikan pekerjaan sama dengan atau
kurang dari 10 menit waktu yang ditentukan
8,0-8,9
Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu yang
ditentukan
7,0-7,9
Tidak tepat waktu 0











21





XI. SOAL SOAL

RESEP PULVERES

1. Buatlah serbuk obat terbagi (pulveres) dengan formula sbb :

Amoxicillinum 2.5 bagilah menjadi 10 bungkus

2. Buatlah serbuk obat (pulveres) dengan formula sbb :

Acetaminophen 0.25
Ket. : formula diatas adalah formula untuk satu bungkus, buatlah 12 bungkus

3. Buatlah serbuk obat (pulveres) dengan formula sbb :

Acetaminophen 0.125
Lactosa 0.025
Ket. : formula diatas adalah formula untuk satu bungkus, buatlah 10 bungkus
4. Buatlah serbuk obat (pulveres) dengan formula sbb :

Amoxicillinum 250 mg
Glucolin 100 mg
Ket. : formula diatas adalah formula untuk satu bungkus, buatlah 8 bungkus

5. Buatlah serbuk obat (pulveres) dengan formula sbb :

Asam mefenamat 125 mg
SL ad 250 mg
Ket. : formula diatas adalah formula untuk satu bungkus, buatlah 8 bungkus




22




6. R/ Parasetamol tab ket : sediaan GG 100 mg/tab
GG 100 mg
Mf. Pulv dtd No.VI

7. R/ GG tab
Parasetamol 125 mg
Glucolin 75 mg
Mf. Pulv dtd No. X

8. R/ Parasetamol tab
CTM tab
Glucolin qs
Mf. Pulv dtd No. VIII

9. R/ vit B1 50 mg
Vit B12 1 tab Ket : Vit. B1 = 50 mg/tab
dextrose qs
Mf. Pulv dtd No. VI


10. R/ GG 100 mg Ket : sediaan GG 100 mg/tab, CTM 4 mg/tab
CTM 2 mg
Parasetamol tab
Mf. Pulv dtd No. VI











RESEP PULVIS
23


1. R/ As. Salicyl 0.5
Talk ad 10
mf.pulv adsp
sue

2. R/ As. Salicyl 0.5
Amylum ad 10
Ol. Menth gtt II
mf.pulv adsp
sue

3. R/ Mentholi 1
Camphora 0.33
Talk ad 30
mf.pulv adsp
sue

4. R/ Calamin 15%
Menthol 50 mg
Kamfer 60 mg
Talk ad 10
mf.pulv adsp
s.o.m

5. R/ Calamin 1.5%
Talk ad 10
mf.pulv adsp
s.o.m. et vesp. u.e


6. R/ Resorcin 0.4
Camphora 0.5
Amylum 10
Talk ad 30
mf.pulv adsp
sue

7. R/ Acid salicyl 0.5
Sulfur praecipitatum 5
Zinc Oxyd 1.5
Talk ad 50
Ol. Menth 3 gtt
mf.pulv adsp
sue