Anda di halaman 1dari 2

KAPASITAS

Pada contoh laporan yang telah kami amati, dijelaskan bahwa pabrik yang dirancang
akan memiliki kapasitas yang cukup besar mengingat kebutuhan biodesel di dalam dan luar
negeri cukup besar. Hingga saat ini pabrik-pabrik biodesel yang telah berdiri belum mampu
mencukupi kebutuhan biodesel ini. Di indonesia sendiri biodesel yang dibutuhkan adalah
sekitar 1.875.000 ton/tahun. Kapasitas yang telah ditentukan itu berdasarkan pada
ketersediaan raw material yang akan digunakan, yaitu sekam padi.
Jumlah kapasitasnya yaitu 500.000 ton/tahun atau sekitar 13300 barel/hari (sekitar
14% dari total kebutuhan biodesel dipasaran). Produk yan berupa biodesel yang dibuat oleh
pabrik ini direncanakan memiliki kemurnian sekitar 99,9% (% massa).

STORAGE
Pada bagian storage produk dijelaskan bagaimana kriteria atau stabilitas storage yang
baik digunakan untuk penyimpanan biodesel. Stabilisas selama penyimpanan berkaitan erat
dengan efek waktu dan keadaan storage. Perubahan yang terjadi selama penyimpanan
utamanya disebabkan oleh adanya reaksi hidrolisis dan oksidasi.
Produk biodesel dalam jangka waktu yang lama akan terpolimerisasi sehingga
menaikkan viskositas biodesel tersebut. Biasanya reaksi hidrolisis dipicu oleh kandungan
asam lemak bebas dan air yang tinggi. Laju degenerasi oksidatif bergantung pada komposisi
asam lemak, adanya udara, komponen ringan dan antioksidan.
Temperatur storage juga mempengaruhi laju oksidasi karena konversi hidroperoksida
menjadi produk oksidasi kedua, akan lebih cepat lajunya pada temperatur yang tinggi.
Berdasarkan beberapa hal tersebut, maka storage yang akan digunakan untuk biodesel
harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut :
Storage harus kedap udara : pastikan valve storage tertutup rapat atau dengan
cara memenuhi hampir seluruh storage dengan biodesel agar makin sedikit ruang
untuk udara.
Menjaga temperatur storage : warna strorage jangan hitam
Diberi aditif antioksidan untuk meminimalisasi reaksi oksidasi.
Pada laporan tersebut juga dijelaskan bagaimana pengaruh penyimpanan terhadap
nilai setana pada biodesel atau bahan bakar diesel lainnya (biasanya bahan bakar yang
melalui proses distilasi (petroleumdiesel)). Penyimpanan dalam jangka waktu yang lama akan
menyebabkan perubahan yang cukup signifikan pada bilangan setana dari biodesel.