Anda di halaman 1dari 17

Urin

Oleh Kelompok 1 Farmasi 4 A


Aimi Ratnasari
Astrid N.
Aton St. Patonah
Darantia Febrina
Iis Nurjanah
Intan Prajawati
M. Imam malik
M. Rizallatif
Pipit N.
Wenda N.


Pengertian Urin dan Jenis jenis Urin
Kandungan Urin
Pemeriksaan Penyakit Melalui Urin
Interpretasi Hasil Pemeriksaan Urin

Pengertian Urin
Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang
diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari
dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan
untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang
disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan
tubuh. Urin disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter
menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui
uretra.

Jenis Urin Untuk Pemeriksaan
Urine sewaktu/urine acak (random)
Urine sewaktu adalah urine yang dikeluarkan setiap saat dan
tidak ditentukan secara khusus
Urine pagi
Pengumpulan sampel pada pagi hari setelah bangun tidur,
dilakukan sebelum makan atau menelan cairan apapun
Urine tampung 24 jam
Urine tampung 24 jam adalah urine yang dikeluarkan selama
24 jam terus-menerus dan dikumpulkan dalam satu wadah
Komposisi Urin
terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa
metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan
materi organik. Cairan dan materi pembentuk
urin berasal dari darah atau cairan interstisial.
Komposisi urin berubah sepanjang proses
reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi
tubuh, misal glukosa, diserap kembali ke dalam
tubuh melalui molekul pembawa. Cairan yang
tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi
dan berbagai senyawa yang berlebih atau
berpotensi racun yang akan dibuang keluar
tubuh.
Macam Macam Pemeriksaan Urin
Punksi Suprapubik
Pengambilan urin dengan punksi suprapubik
dilakukan pengambilan urin langsung dari
kandung kemih melalui kulit dan dinding perut
dengan semprit dan jarum steril.
Kateter
Bahan urin dapat diambil dari kateter dengan
jarum dan semprit yang steril. Pada cara ini juga
penting tindakan antisepsis pada daerah kateter
yang akan ditusuk dan keadaan asepsis harus
elalu dijaga
Lanjutan....
Urin Porsi Tengah
Urin porsi tengah sebagai sampel pemeriksaan urinalisis
merupakan teknik pengambilan yang paling sering dilakukan
dan tidak menimbulkan ketidak nyamanan pada penderita.
Pemeriksaan Urin Empat Porsi (Meares Stamey)
Pemeriksaan ini dilakukan untuk penderita prostatitis.
Pemeriksaan ini terdiri dari urin empat porsi yaitu:
Porsi pertama (VB1) : 10 ml pertama urin, menunjukkan
kondisi uretra.
Porsi kedua (VB2) : sama dengan urin porsi tengah,
menunjukkan kondisi buli-buli.
Porsi ketiga (EPS) : sekret yang didapatkan setelah masase
prostat.
Porsi keempat (VB4) : urin setelah masase prostat.

Lanjutan...
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan urinalisis dilakukan untuk menentukan
dua parameter penting ISK yaitu leukosit dan bakteri.
Pemeriksaan rutin lainnya seperti deskripsi warna,
berat jenis dan pH, konsentrasi glukosa, protein, keton,
darah dan bilirubin tetap dilakukan.
Pemeriksaan Dipstik
Pemeriksaan dengan dipstik merupakan salah satu
alternatif pemeriksaan leukosit dan bakteri di urin
dengan cepat. Untuk mengetahui leukosituri, dipstik
akan bereaksi dengan leucocyte esterase (suatu enzim
yang terdapat dalam granul primer netrofil).


Lanjutan
Pemeriksaan Mikroskopik Urin
Pemeriksaan mikroskopik dilakukan untuk
menentukan jumlah leukosit dan bakteri dalam
urin. Jumlah leukosit yang dianggap bermakna
adalah > 10 / lapang pandang besar (LPB).
Pemeriksaan Kultur Urin
Deteksi jumlah bermakna kuman patogen
(significant bacteriuria) dari kultur urin masih
merupakan baku emas untuk diagnosis ISK
Lanjutan...
Pemeriksaan Makroskopis Urin
Pemeriksaan makroskopis urine meliputi
volume urine, bau, buih, warna, kejernihan,
pH, dan berat jenis.

Interpretasi Hasil Pemeriksaan Urin
Dehidrasi
Apabila urine berwarna kuning gelap, bisa menjadi
tanda bahwa anda mengalami dehidrasi. Hal ini
dikarenakan ketika tubuh kekurangan cairan, maka
ginjal akan menyimpan cairan dalam tubuh sehingga
produksi urine sedikit. Dehidrasi yang terus menerus
akan memicu terjadinya batu ginjal. Tanda apabila anda
telah mencukupkan cairan dalam tubuh adalah, warna
urine Anda kuning bening, atau bahkan bening seperti
air tawar. Untuk pengobatan pertama ganti cairan
tubuh yang hilang dengan meminum minuman
elektrolit, kemudian berikan acetaminophen atau
ibuprofen.

Proteinuri
Proteinuri adalah terdapatnya protein di
dalam urin, pada keadaan normal tidak
didapatkan konsentrasi yang tinggi dalam urin
. dalam metabolismenya pada tubuh manusia
hanya sedikit sekali protein yang difiltrasi
menembus glomerolus.
Glukosuria
Glukosuria adalah penyakit yang ditandai
adanya glukosa dalam urine. Penyakit tersebut
sering juga disebut penyakit gula atau kencing
manis (diabetes mellitus). Kadar glukosa
dalam darah meningkat karena kekurangan
hormon insulin
Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit yang ditunjukkan
oleh adanya molekul albumin dan protein lain
dalam urine. Penyebabnya karena adanya
kerusakan pada alat filtrasi.
Hematuria
Hematuria adalah penyakit yang ditandai adanya
sel darah merah dalam urine. Penyakit tersebut
disebabkan adanya peradangan pada organ
urinaria atau karena iritasi akibat gesekan batu
ginjal.

Simpulan
Urin merupakan produk hasil metabolisme, yang dapat diperiksa
untuk mengetahui fungsi organ tubuh apakah masih berfungsi
dengan baik atau tidak.
Ada beberapa metode pemeriksaan urin, diantaranya yaitu :
Pemeriksaan Makroskopis Urin
Pemeriksaan Kultur Urin
Pemeriksaan Mikroskopik Urin
Pemeriksaan Dipstik
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan Urin Empat Porsi (Meares Stamey)
Urin Porsi Tengah
Kateter
Punksi Suprapubik

Daftar Pustaka
Gandasoebrata, R. Penuntun Laboratorium
Klinik. 2007. Jakarta: Dian Rakyat
Hoan, Tan Tjay, Dr. Obat obat Penting
Khasiat, Penggunaan, dan Efek efek
Sampingnya. 2010. Jakarta: Elex Media
Komputindo.