Anda di halaman 1dari 4

Pada tanggal 8 agustus 2014, Os datang ke poli penyakit mulut RSCM dengan keluhan

pipi kiri terasa bengkak dan sakit sudah terasa sejak 2 minggu yang lalu. Baru 2 hari ini
menyadari terdapat luka pada pipi kiri bagian dalam. Os tidak pernah mengalami kondisi seperti
ini sebelumnya. Os dulu memiliki riwayat sariawan berkali kali, tetapi kecil. Os mengaku tidak
sedang dalam keadaan setres ataupun tertekan. Konsumsi daging pasti minimal sekali setiap
minggu, konsumsi air setiap hari 1,5 liter. Os mantan perokok, telah berhenti sejak 10 tahun yang
lalu. Berat badan turun 7 kg, kadang merasa lelah, nafsu makan turun. Tidak ada riwayat
sariawan di keluarga, riwayat tergigit/trauma disangkal, riwayat demam disangkal.
Temuan klinis di mukosa bukal kiri regio 26 ulcer dalam, tepi tajam, basis kuning,
ireguler diameter > 15mm tunggal, indurasi (-). Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan klinis,
OS didiagnosis suspek ulcer traumatikus. Untuk menguatkan diagnosis, os pro pemeriksaan lab.
Os suspek ulkus traumatikus didasarkan pada letak ulcer pada mukosa bukal, lokasi yang
rentan terjadi trauma oleh pertemuan gigi atas dan bawah, dimungkinkan os lupa penyebab awal
terjadinya ulcer, tampakan klinis ulcer berupa lesi ireguler, dalam, basis kuning, tepi tajam, mirip
dengan ciri ulkus traumatikus tipe kronis
Pada tanggal 14 agustus 2014, os datang control pertama, tidak ada perbaikan signifikan
kondisi lesi, berat badan turun lagi. temuan klinis di mukosa bukal kiri regio 26 ulcer dalam, tepi
tajam, basis kuning, ireguler diameter > 15mm tunggal, indurasi (-)
Tidak ada perbaikan. Diperoleh hasil lab.
Berdasarkan anamnesa, pemeriksaan klinis, dan hasil lab OS didiagnosis suspek
traumatic ulcer DD eosinophilic ulcer. Diperoleh DD eosinophilic ulcer didasarkan pada ulcer
yang tidak kunjung ada perbaikan, eosinophilic ulcer merupkan lesi kronis tunggal jinak di oral
mukosa yang jarang. Ciri klinisnya berupa lesi berdiameter 1-2cm dengan batas lesi yang
meninggi, menyerupai keadaan ganas, ulcer traumatic, infeksi deep fungal, ulcer TB dan ulcer
primary syphilis. Pathogenesis EU masih tidak jelas, tapi kemungkinan trauma merupakan
faktor inisiasi
Pada tanggal 28 agustus 2014, os datang control kedua, tidak ada perbaikan kondisi lesi,
lesi bertambah besar, berat badan turun. Temuan klinis di mukosa bukal kiri regio 26 ulcer
dalam, tepi tajam, basis putih, ireguler diameter 20x7 mm tunggal, indurasi (-). Mukosa bukal
kanan regio 44,45 plak putih bisa diangkat.
Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis os didiagnosis Suspek traumatic ulcer DD
eosinophilic ulcer DD chancre DD ulcer TB. Os pro biopsy untuk menegakkan diagnosis.
Diperoleh DD lain yaitu chancre dan ulcer TB. Hal ini didasarkan pada karakteristik lesi
yang merupakan lesi kronis dan tunggal, penurunan berat badan juga terus terjadi
Pada tanggal 12 september 2014 pasien datang untuk control ketiga. Os post aff hecting
biopsy. Mukosa bukal kiri regio 26 post biopsi, ulcer ireguler diameter 25 mm, 1/3 posterior
bekas jahitan ulkus dalam, keputihan dikelilingi eritema, 2/3 anterior aff hecting blood clot (+).
Regio 38 plak putih bisa diangkat. Regio 44,45 plak putih bisa diangkat.
Diperoleh hasil biopsy berupa histologik sesuai dengan ulkus aphtae. Tidak tampak tanda
keganasan. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis, dan hasil biopsy, os didiagnosis SAR.
Adapun Biopsy hanya diindikasikan untuk mengeksklusikan dari kelainan lain.
Untuk penatalaksanaan kasus, diberikan doxycycline 100 mg dengan sediaan obat kumur.
Doxycycline merupakan antibiotik tetracycline generasi kedua. Tetracycline dapat digunakan
untuk infeksi akut orofasial. Selain itu, tetracycline efektif dalam mengatasi localized juvenile
periodontitis. Antibiotik topikal seperti tetrasiklin dan turunannya (doxycycline dan
minocycline) dalam bentuk gel atau obat kumur terbukti dapat mengurangi rasa sakit dan
rekurensi dari SAR. Obat ini menghambat kolagenase dan metalloproteinase secara lokal yang
mana merupakan bagian dari respon inflamasi dan berkontribusi terhadap proses destruksi
jaringan serta pembentukan ulser, selain itu memberikan efek modulasi pada sistem imun.
Diantara antibiotik golongan tetrasiklin yang tersedia, doxycyclin memberikan efek
penghambatan metalloproteinase yang paling baik. Disarankan penggunaan dengan dosis 100 mg
dalam 10 ml air, dikumur selama 2-3 menit (tidak ditelan), empat kali sehari selama tiga hari.
chlorhexidine gluconate dengan kadar 0,2%. Chlorhexidine memberikan efek
bakteriostatis dan manfaatnya dalam bidang kedokteran gigi diantaranya adalah zat ini terbukti
efektif dalam mereduksi pembentukan plak gigi dan gingivitis jika digunakan sebanyak 2 kali
sehari. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, perawatan lini pertama pada kasus SAR serta
kondisi ulserasi di mukosa rongga mulut adalah obat-obatan antiseptik dan antiinflamasi atau
analgesik seperti obat kumur chlorhexidine 0,2% tiga kali sehari (tidak ditelan) selama lesi masih
ada.

- Merupakan kasus stomatitis rekurern tersering (80%)
- Ulser oval, diameter < 1cm, jumlahnya sedikit (1-5 buah), namun biasanya hanya lesi
tunggal
- Umumnya ulcer sembuh setelah 7-10 hari tanpa pembentukan jaringan parut
- Rekurensinya bervariasi pada tiap orang, bisa dalam hitungan minggu sampai tahun
Major aphtous ulcers
- Dikenal juga sebagai periadenitis mucosa necrotica atau penyakit Sutton
- Merupakan jenis aphtous ulcer yang paling parah
- Lesinya lebih besar (diameter > 1cm); jumlahnya lebih banyak (1-10). Terasa lebih
sakit dan sembuh lebih lambat dibanding kasus minor
- Tepiannya lebih ireguler, lesinya seperti crater. Lesi sembuh setelah 6 minggu
disertai pembentukan jaringan parut. Setelah satu lesi sembuh, lesi lainnya timbul.
Rasa sakitnya bisa sampai menyebabkan kesulitan makan dan stres psikologis
Herpetiform aphtous ulcers
- Berupa ulser-ulser kecil (diameter < 0.5cm) dalam jumlah banyak (10-100) yang
rekuren.
- Bisa terjadi sampai ke mukosa palatal dan gingiva
- Pasien bisa merasakan rasa sakit yang lumayan. Lesi sembuh setelah 1-2 minggu


Ulserasi akut dan nekrosis mukosa dengan riwayat injuri yang jelas.
Electrical burns dapat menyebabkan lesi yang luas, meliputi bibir, dan biasanya terlihat
pada anak kecil. Lesi inisial terbakar hangus dan terlihat kering, setelah beberapa hari
krusta hangusnya meluruh dan dapat terjadi perdarahan berlebihan ketika struktur vital
dibawahnya terkespos
Terbakar karena makanan dan minuman panas, lesinya kecil dan terlokalisasi di
palatum durum atau bibir biasa terlihat pada remaja dan orang dewasa. Area yang terkena
sakit dan eritema yang berkembang menjadi ulser dalam beberapa jam setelah injuri.
Dibutuhkan beberapa hari agar sembuh tergantung perluasan injuri.
Traumatik ulcer dapat berupa ulcer akut atau ulcer kronik, adapun perbedaannya
sebagai berikut: