Anda di halaman 1dari 22

Mekanika Benda Benda

Yang Berubah Bentuk


Gigih Hasbi Ramadhan
Hanifa Fitria Ratri
ELASTISITAS
Tegangan ( Stress= )
Stress : Gaya (F) yang dialami
benda persatuan luas (A).

A
F
Stress=
Regangan ( Strain = )
Perbandingan pertambahan
panjang terhadap panjang asli,
akibat mengalami tegangan
AL
Lo
Strain =
F
Lo
Diberi gaya F
AL
F
A
F = gaya tekan/tarik
Lo = panjang mula-mula
A = luas penampang yang tegak lurus gaya F
L = pertambahan panjang
E = modulus elastisitas
= stress
= strain
Modulus Elastisitas.

Perbandingan antara suatu tegangan (stress) terhadap regangannya
(strain) disebut : MODULUS ELASTISITAS.
Modulus elastisitas linier atau disebut juga modulus young.

Modulus Young (E) = =
arik/desak regangan t
arik/desak tegangan t
Stress
Strain

=

F . Lo
E = =
A . AL
HIDROSTATIKA
A
F
P
Gaya tegak lurus bidang
Luas permukaan bidang
Tekanan pada sebuah titik :
A
F
P
A
o
o 0
lim

=
dA
dF
=
Satuan tekanan (dalam SI) :
pascal (Pa)
2
m N 1 Pa 1
Contoh Soal
Sebuah pipa U berisi dua cairan dalam keadaan
keseimbangan.
Pipa sebelah kiri berisi minyak yang tidak diketahui rapat
massanya sedangkan pada pipa kanan berisi air dengan
panjang kolom sebesar 135 mm. Bila perbedaan tinggi
kedua cairan adalah 12,3 mm, hitung rapat massa dari
minyak.
Jawab :
3
air yak min
air o yak min o
kanan kiri
m / kg 916
3 , 12 135
135
1000
d
g p ) d ( g p
p p
=
+
=
+
=
+ = + +
=


Prinsip Archimedes
Setiap sistem (benda) yang dicelupkan sebagian
atau seluruhnya dalam cairan akan mengalami gaya
angkat yang besarnya sama dengan berat cairan
yang dipindahkan.
Arah gaya angkat ini pada sistem adalah vertikal ke
atas
b c
F Vg =
Besarnya gaya angkat (F
b
) pada sistem adalah :
Tegangan permukaan
Model 1 : Kawat 3 sisi

Energi bebas permukaan :
A x W A =
Tegangan permukaan :
Perubahan energi bebas permukaan per
satuan kenaikan luas.
L
f
A D
C
B
L
f
b
2
=
Kapilaritas :
Adalah peristiwa naik turunnya
permukaan zat cair di dalam pipa
kapiler.
Contoh :
peristiwa naiknya minyak tanah pd
sumbu kompor.
Air pd tanaman sampai ke daun
Dan lain-lain.
Perhatikan gambar berikut :
Air
Raksa
y

u
water
y

u
mercury
Secara matematis :
Air
y

u
water
gr
y
r yg r
r mg
r w
r F
y

u
u t t
u t
u t
u t
cos 2
cos 2
cos 2
cos 2
cos 2
2
=
=
=
=
=
Contoh :
Sebuah pipa kapiler mempunyai
diameter 0,002 cm dan di
masukkan ke dalam wadah
berisi air. Jika tegangan
permukaan air adalah 0,072
N/m dan sudut kontak 0
0
,
tentukan ketinggian air pd pipa
kapiler tersebut akibat
dorongan tegangan permukaan.

Penyelesaian :
Diket :
= 0,072 N/m , u = 0
0
, g = 10 m/s
2

= 1000 kg/m
3
, r = 0,001 cm= 10
-5
m

Ditanya : y
Jawab:
y =(2 cos u)/gr
= [(2)0,072 cos 0
0
] /[1000(10)10
-5
]
= 1,44 m
PERSAMAAN KONTINUITAS
Apabila suatu fluida mengalir dalam sebuah pipa dengan
luas penampang A dan kecepatan aliran fluidanya v,
maka banyaknya fluida (volum) yang mengalir melalui
penampang tersebut tiap satuan waktu dinamakan debit.
Dalam bentuk persamaan debit dinyatakan sebagai
berikut:
v A Q =
t
V
Q =
dan
Keterangan:
Q = debit aliran fluida (m
3
/s)
V = volum fluida yang mengalir (m
3
)
t = waktu (s)
v = kecepatan aliran fluida (m/s)
Jika suatu fluida mengalir dengan aliran tunak melewati pipa yang
mempunyai luas penampang yang berbeda maka volum fluida yang
melewati setiap penampang itu sama besar dalam selang waktu yang
sama.
2 2 1 1
2 1
v A v A
Q Q
=
=
Persamaan kontinuitas me-
nyatakan bahwa pada aliran fluida
ideal, hasil kali laju aliran fluida
dengan dengan luas
penampangnya adalah konstan.
Keterangan:
Q
1
= debit aliran fluida bagian 1 (m
3
/s)
Q
2
= debit aliran fluida bagian 2 (m
3
/s)
A
1
= luas penampang bagian 1 (m
2
)
A
2
= luas penampang bagian 2 (m
2
)
v
1
= kecepatan cairan bagian 1 (m/s)
v
2
= kecepatan cairan bagian 2 (m/s)

Contoh
Penyelesaian
d = 4 cm r = 2 cm = 2 x 10
-2
m
v = 4 m/s
Q = ?
Q = A v = t r
2
v
= 3,14 (2 x 10
-2
m) x 4m/s
= 5,024 m
3
/s
Kecepatan rata-rata aliran air pada sebuah selang yang
berdiameter 4 cm adalah 4 m/s. Hitung jumlah fluida (air) yang
mengalir tiap detik (Q)!
AZAS BERNOULLI
Tekanan fluida tempat
yang kecepatannya
besar lebih kecil
daripada tekanan fluida
di tempat yang
kecepatan-nya kecil.
konstan = + +
2
2
1
v h g p
Keterangan:
p = tekanan (N/m
2
)
= massa jenis fluida (kg/m
3
)
g = percepatan gravitasi (m/s
2
)
h = ketinggian fluida dari titik acuan (m)
v = kecepatan fluida (m/s)
Persamaan bernoulli
Terdapat dua kasus istimewa berkenaan dengan
persamaan Bernoulli.
1. Fluida diam atau tidak mengalir (v
1
= v
2
= 0)
) (
1 2 2 1
h h g p p =
Persamaan ini menyatakan tekanan hidrostatis dalam
zat cair pada kedalaman tertentu.
Keterangan:
p
1
dan p
2
= tekanan pada titik 1 dan 2 (N/m
2
)
h
1
dan h
2
= tinggi tempat 1 dan 2 (m)
= massa jenis fluida (kg/m
3
)
g = gravitasional acceleration (m/s
2
)
2. Fluida mengalir pada pipa horisontal (h
1
= h
2
= h)
) (
2
1
2
1
2
2 2 1
v v p p =
Persamaan ini menyatakan jika v
2
> v
1
, maka p
1
> p
2

yang berarti jika kecepatan aliran fluida disuatu
tempat besar maka tekanan fluida di tempat tersebut
kecil dan berlaku sebaliknya.
Keterangan:
p
1
dan p
2
= tekanan pada titik 1 dan 2 (N/m
2
)
v
1
dan v
2
= kecepatan pada 1 dan 2 (m)
= massa jenis fluida (kg/m
3
)
g = gravitasional acceleration (m/s
2
)
Menentukan kecepatan dan debit semburan air pada
tangki yang berlubang
gh v 2 =
gh A Q 2 =
h
Q = A.v
air
Keterangan:
Q = aliran debit m
3
/s
v = kecepatan semburan air pada
pada
bocoran itu m/s
h = tinggi air di atas lubang m
g = percepatan gravitasi m/s
2

A = luas panampang lubang bocoran
m
2

Venturimeter
] 1 ) / [(
) ( 2
2
2 1
2 1
1

=
A A
P P
v

flow velocity
v
2

flow velocity
v
1

Keterangan:
p
1
= tekanan pada titik 1 N/m
2

p
2
= tekanan pada titk 2 N/m
2

= massa jenis fluida kg/m
3

v
1
= kecepatan fluida pada titik 1 m/s
A
1
= luas penampang 1 m
2
A
2
= luas penampang 2 m
2
Sebuah venturimeter memiliki luas penampang besar
10 cm
2
dan luas penampang kecil 5 cm
2
digunakan
untuk mengukur kecepatan aliran air. Jika perbedaan
ketinggian permukaan air 15 cm.
Hitunglah aliran air dipenampang besar dan
penampang kecil (g = 10 m/s
2
)?
Contoh
15 cm
A
2

A
1

v
1

v
2

Penyelesaian
A
1
= 10 cm
2
= 10 x 10
-4
m
2

A
2
= 5 cm2 = 5 x 10
-4
m
2

h = 15 cm = 15 x 10
2
m
g = 10 m/s
2
, v
2
= ?
1
10 5
10 10
10 15 / 10 2
1
2
2
2 4
2 4
2 2
2
2
1

|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=

m
m
m s m
A
A
h g
v
Untuk menentukan kecepatan v
2
,
gunakan persamaan kontinuitas:
s m
s m
m
m
v
A
A
v
v A v A
/ 2
/ 1
10 5
10 10
2 4
2 4
1
2
1
2
2 2 1 1
=

=
=
=

Jadi, laju aliran gas oksigen


dalam pipa adalah 97,52 m/s.