Anda di halaman 1dari 19

1

LAPORAN PENGUKURAN LISTRIK


TRANSFORMASI STAR-DELTA


Kelompok : 2
Nama Praktikan : Ainun Nidhar
Nama Anggota Kelompok : 1. Bayu Ardianto
2. Dodo Susanto
3. Elika Velda A
4. Febri Ramdan
5. Jeffy Manatar
6. Mutiara Fadila R
Kelas : 2E
Tanggal Praktikum : 6 Mei 2013
Tanggal Penyerahan : 13 Mei 2013
Nilai




POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
TEKNIK KONVERSI ENERGI
MEI, 2013




2

BAB I
PENDAHULUAN


A. Tujuan praktikum
Mahasiswa/i dapat menerangkan dan menyelesaikan bentuk rangkaian dengan
menggunakan transformasi star-delta, begitupun sebaliknya.



























3

BAB II
DASAR TEORI


Untuk menyederhanakan suatu rangkaian listrik, seringkali kita tidak dapat
menyederhanakan rangkaian tersebut dengan bentuk kombinasi seri dan paralel saja.
Bentuk lain yang sering digunakan adalah transformasi Star-Delta atau sebaliknya
sebagai alternatif.

Rangkaian segitiga ialah 3 tahanan yang dirangkai menyerupai segitiga,
dilambangkaan dengan . Dan rangkaian bintang adalah 3 tahanan yang dirangkai
menyerupai bintang, serta dilambangkan dengan Y.

A. Transformasi Delta-Star

C C

R
AC
R
BC
R
AC
R
c
R
BC

R
ca
R
bc

R
a
R
b


A B A B
R
ab


R
AB
R
AB


Rangkaian segitiga : Rangkaian bintang :
R
AB
=

R
AB
= R
a
+ R
b
. . . (1)

R
BC
=

R
BC
= R
b
+ R
c
. . . (2)
4

R
AC
=

R
AC
= R
a
+ R
c
. . . (3)

Kemudian persamaan (1) (3) :

= R
a
+ R
b
R
a
- R
c

= Rb Rc . . . (4)

Dan persamaan (2) (4) :

= (R
b
+ R
c
) (R
b
- R
c
)

= 2 Rc

Jadi :
R
C
=



R
A
=



R
B
=



Jadi tahanan pengganti (equivalent) dari hubungan segitiga ke bintang adalah perkalian
dua buah tahanan yang mengapitnya, dibagi dengan jumlah ketiga buah tahanan pada
hubungan segitiga.


5

B. Transformasi Star-Delta
C C

R
AC
R
c
R
BC
R
AC
R
BC


R
ca
R
bc

R
a
R
b


A R
AB
B A R
ab
B

R
AB

R
ab
=

= R
a
+ R
b
+



R
bc
=

= R
b
+ R
c
+



R
ca
=

= R
a
+ R
c
+




Jadi tahanan penggan (equivalent) dari hubungan bintang ke segitiga adalah jumlah dua
buah tahanan yang mengapitnya, ditambah perkalian dari kedua buah tahanan tersebut
yang dibagi dengan tahanan yang ketiga (yang ada di depannya)









6

BAB III
PROSEDUR PRAKTIKUM


A. Lokasi dan Waktu
Tanggal : 6 Mei 2013
Lokasi : Laboratorium Teknik Konversi Energi, Politeknik Negeri Jakarta

B. Bahan dan Alat yang di butuhkan
1. Bahan
No. Bahan Jumlah
1. Resistor 47 ; 68 ; 56 ; 82 @1
2. Resistoor 50 3
3. Resistor 100 2
4. Resistor 150 3

2. Alat
No. Alat Jumlah
1. Power supply DC 1
2. Multimeter 3
3. Proto board 1
4. Kabel jepit 10
5. Kabel jack 10
6. Rheostat 1











7

C. Langkah Kerja
1. Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah ini :
R
1
= 47

R
2
R
3



R
5
= 68 R
6
= 56

R
2
= R
3
= R
4
= 150
2. Hidupkan power supply, atur tegangan pada 5 Volt ; 10 Volt ; 15 Volt. Perhatikan
penunjukan ampere meter dan catat hasilnya.
3. Dengan menggunakan avometer, ukur tahanan total dari rangkaian di atas, catat
hasilnya di tabel.
4. Transformasikan hubungan yang terdiri dari R
2
, R
3
, R
4
menjadi hubungan Y
sebagai penggantinya. Tentukan R
a
, R
b
, dan R
c
. Buat rangkaian seperti gambar di
bawah ini, hasil dari transformasi di atas.
R1 = 47

R
a


R
b
R
c



R
5
= 68 R
6
= 56


5. Hidupkan power supply, atur tegangan pada 5 Volt ; 10 Volt ; 15 Volt. Perhatikan
arus yang mengalir pada ampere meter. Catat hasilnya di tabel.
6. Dengan menggunakan avometer, ukur tahanan total rangkaian di atas. Catat
hasilnya di tabel.
7. Bandingkan nilai R2, R3, dan R4 dengan Ra, Rb, dan Rc pada transformasi Y
di atas.





R
4

A

A





8

8. Buatlah rangkaian seperti gambar :
R1 = 100

R
a
= 47

R
b
= 82 R
c
= 100


68 56


9. Ulangi langkah 2 dan 3
10. Transformasikan hubungan Y di atas ke . Tentukan R2, R3, dan R4. Buat
rangkaian penggantinya
R
1
= 100

R
3
R
4



68 56

11. Ulangi langkah 2 dan 3.












A










R
2

A
9

D. Pertanyaan :
a. Diketahui rangkaian seperti gambar di bawah ini :

R1 = 56

100
30 V
68 82
47

150 220


Hitung besarnya arus yang mengalir pada tahanan R
1
, dan juga tentukan Rtotal
rangkaian!
b. Diketahui rangkaian seperti gambar dibawah ini :



R
1




R
2
R
3

R
4
R
5


R
6

R
7
R
8


R
9

R
1
= 47 R
6
= 220
R
2
= 56 R
7
= 47
R
3
= 82 R
8
= 100
R
4
= 100 R
9
= 150

A






10

R
5
= 120
Tentukan besarnya tahanan ekivalen!
































11

BAB IV
ANALISA DATA & JAWABAN


A. Analisa data
1. Transformasi -Y
Analisa rangkaian -Y menurut teori
R
a
=

= 50
R
b
=

= 50
R
c
=

= 50

Tabel rangkaian
Total tahanan bila di ukur dengan ohm meter 160
No. V
s
(Volt) I (Ampere) R ()
1. 5 0,032 156,25
2. 10 0,065 153,84
3. 15 0,094 159,57
R rata-rata 156,53

Selisih total tahanan yang di ukur dengan R rata-rata ialah 3,47 .

Tabel transformasi -Y
Total tahanan bila di ukur dengan ohm meter 160
No. V
s
(Volt) I (Ampere) R ()
1. 5 0,033 151,56
2. 10 0,065 153,84
3. 15 0,098 153,061
R rata-rata 152,806

Selisih total tahanan yang di ukur dengan R rata-rata ialah 7,194 .



12

2. Transformasi Y-
Analisa rangkaian Y- secara teori :
R
2
= R
b
+ R
c
+

= 82 + 100 +

= 356,468
R
3
= R
a
+ R
b
+

= 47 + 82 +

= 167,54
R
4
= R
a
+ R
c
+

= 47 + 100 +

= 204,32

Tabel rangkaian Y
Total tahanan bila di ukur dengan ohm meter 220
No. V
s
(Volt) I (Ampere) R ()
1. 5 0,024 208, 33
2. 10 0,045 222,2
3. 15 0,067 223,88
R rata-rata 208,143

Selisih total tahanan yang di ukur dengan R rata-rata ialah 11,857 .

Tabel transformasi Y-
Total tahanan bila di ukur dengan ohm meter 230
No. V
s
(Volt) I (Ampere) R ()
1. 5 0,024 208,33
2. 10 0,04 250
3. 15 0,067 223,88
R rata-rata 227,403

Selisih total tahanan yang di ukur dengan R rata-rata ialah 2,597 .









13

B. Jawaban
a.
R1 = 56

100
30 V
68 82
47

150 220


R
a
=

= 28,305
R
b
=

= 16,223
R
c
=

= 19,563

R1 = 56

100
30 V
28,305


16,223 19,563


150 220


















14

R1 = 56 100 + 28,305 = 128,305


30 V 16, 223 19,563


150 220



Rseri1 = 16,223 + 150 = 166,223
Rseri2 = 19,563 + 220 = 239,563

R1 = 56 128,305


30 V

166,223 239,563




Rparalel =

= 98,131
Rseri = 56 + 128,305 = 184,305














15

184,305 Rtotal = 184,305 + 98,131 = 282,436
I =


I =

= 0,106 A
30 V
98,131




b.


R
1




R
2
R
3

R
4
R
5


R
6

R
7
R
8


R
9

R
1
= 47 R
6
= 220
R
2
= 56 R
7
= 47
R
3
= 82 R
8
= 100
R
4
= 100 R
9
= 150
R
5
= 120






16



R
1



R
a

R
2
R
3

R
b
R
c



R
7
R
8


R
9

R
a
=

= 27,27
R
b
=

= 50
R
c
=

= 60






R
1a

R
2
R
3



R
7b
R
8c



R
9

17

R
1a
= 27, 27 + 47 R
7b
= 50 + 47
= 74,2 = 97

R
8c
= 60 + 100
= 160




R
x
R
1a


R
z


R
y
R
7b

R
8c

R
x
=

= 15,944
R
y
=

= 29,167
R
z
=

= 42,708

R
J



R
K
R
L


R
J
= R
1a
+ R
x
= 74,2 + 15,944 = 90,144
R
K
= R
7b
+ R
y
= 97 + 29,167 = 126, 167
R
L
= R
8c
+ R
z
= 160 + 42,708 = 202,708

18



R
P
R
Q




R
R


R
P
= R
J
+ R
K
+

= 90,44 + 126,167 + 56,515 = 373,122


R
Q
= R
J
+ R
L
+

= 90,44 + 202,708 + 145,307 = 538,44


R
R
= R
K
+ R
L
+

= 202,708 + 126,167 + 282,785 = 611,66




R
Q


R
P

R
R



Rseri = R
Q
+ R
R
= 538,44 + 611,66 = 1150,1
Rparelel =

= 281,705









19

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Dapat kami simpulkan bahwa, pada transformasi Y dan Y, hasil Rtotal yang di
dapatkan tidak berbeda jauh antara teori dan praktek. Selisih tersebut, dimungkinkan
karena pembacaan alat ukur yang kurang tepat. Kami dapar memahami prinsip dari
transformasi Y- maupun sebaliknya.

B. Saran
1. Di harapkan agar sumber tegangan di periksa lagi, terutama di meja 4. Karna
sering mengalami gangguan si stop kontaknya.
2. Alat ukur digital harap diperbanyak, sehingga lebih menunjang mahasiswa/i
dalam melakukan/membaca pengukuran lebih tepat dan teliti.