Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU BAHAN MAKANAN II

TEKNIK PENGOLAHAN DASAR


SIRUP TANPA BAHAN TAMBAHAN MAKANAN

ANGGOTA KELOMPOK :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

MAULIDA SABILA
DWI RATIH H.A.
ARTEMESIA KAHANA
STEFANI MARINA D
WENNY WINDRA
PUTRI WIJAYANTI
FARDANI MAKNUN
SAUFI ANNURIYAH

(135070301111045)
(135070301111046)
(135070301111047)
(135070301111048)
(135070301111049)
(135070301111050)
(135070301111051)
(135070301111052)

JURUSAN GIZI KESEHATAN


FAKULTAS KEDOTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
TAHUN AJARAN 2013/2014

TINJAUAN BAHAN

A. Jambu Biji Merah

Jambu biji memiliki nama latin Psidium guajava dan termasuk dalam
keluarga Myrtaceae. Di beberapa daerah di Indonesia, jambu biji dikenal dengan
nama jambu siki atau jambu klutuk. Jambu biji sangat kaya vitamin C, lebih
tinggi dari buah jeruk, dan jauh lebih tinggi daripada kiwi yang disebut-sebut
sebagai rajanya vitamin C. Di samping serat, terutama pektin yang merupakan
serat larut, jambu biji juga mengandung mineral seperti mangan dan magnesium,
serta asam amino esensial seperti tryptophan. Juga fitokimia berkhasiat seperti
asam elagat, asam linoleat, dan asam korbigen.

Kandungan Gizi dalam 100 gram buah jambu biji


Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat
Serat
Kalsium

49 kal
0,9 g
0,3 g
12.2 g
5,6 g
14 mg

Fosfor
Zat besi
Vitamin A
Vitamin B1
Vitamin C
Air

28 mg
1,1 mg
25 IU
0,02 mg
87 mg
86

A. Gula Pasir
Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan
komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk
kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan
keadaan makanan atau minuman. Gula sederhana, seperti glukosa (yang
diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi
yang akan digunakan oleh sel. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit
gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya,
seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggir, atau
jagung, juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari
sukrosa. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan)
diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan). Terdapat 16 kalori
dalam Gula Pasir (1 sdt). Rincian Kalori: 0% lemak, 100% karbohidrat, 0%
protein.

PERCOBAAN

Bahan:
-

Jambu biji merah 1 kg

Gula pasir 1 kg

Air 750cc

Cara membuat:
1. Jambu biji, belah dua, keluarkan bijinya. Masak biji tersebut dengan air
secukupnya hingga lunak. Saring sambil ditekan-tekan sehingga yang keluar
sari jambu, sedangkan bijinya dibuang.
2. Campur sari jambu dengan daging buah, blender sampai halus, saring.
3. Rebus gula pasir dengan sisa air sampai mendidih, setelah berbuih, buang
buihnya. Masukkan sari buah jambu, rebus kembali selam 15 menit dengan
suhu tetap 80-90 derajat celcius.
4. Setelah agak dingin, masukkan sirup ke dalam botol yang sudah disterilkan.
Simpan dalam kulkas
Hasil pengamatan
Hari ke
0
1
2
3
4

Warna
Merah pucat

Bau
Tekstur
Bau jambu (+), bau Cair, lembut

Merah
Merah
Merah
Merah

gula (++)
Bau jambu (++)
Bau jambu (++)
Bau jambu (+)
Bau jambu (+), bau

Cair, lembut
Cair, lembut
Cair, lembut
Cair, lembut

kecut (+)
PEMBAHASAN

Sebelum dimasukkan ke dalam lemari es, sirup buah jambu berwarna merah pucat,
berbau buah jambu (+), bau gula (++), dan mempunyai tekstur cair dan lembut. Pada
hari pertama dan kedua, sirup buah jambu yang dimasukkan ke dalam lemari es
(chiller) berwarna merah, berbau buah jambu (++), dan mempunyai tekstur cair dan
lembut. Pada hari ketiga, sirup buah jambu yang dimasukkan ke dalam lemari es
(chiller) berwarna merah, berbau buah jambu (+), dan mempunyai tekstur cair dan
lembut. Sedangkan pada hari keempat, sirup buah jambu yang dimasukkan ke dalam
lemari es (chiller) berwarna merah, berbau buah jambu (+) dan bau asam (+), dan

mempunyai tekstur cair dan lembut.

DISKUSI

Pengawet antimikroba digunakan untuk menjaga kestabilan obat dalam penyimpanan


agar dapat bertahan lebih lama dan tidak ditumbuhi oleh mikroba atau jamur.
Contohnya asam benzoat ( 0,1-0,2%), natrium benzoate (0,1 - 0,2%), campuran metil,
etil, propil paraben (total 0,1%).
Untuk daya tarik disesuaikan dengan pemberi rasa yang digunakan, contoh : pewarna
hijau untuk permen, coklat untuk rasa coklat. Pewarna yang digunakan umumnya
larut dalam air, warna stabil pada kisaran pH dan di bawah cahaya yang intensif sirup
mungkin menjadi enounter selama peyimpanan.

Zat warna dapat dicampurkan dan akan menghasilkan kisaran warna yang luas.
Pemakaian zat warna oleh industri pangan jumlahnya boleh dikatakan tidak begitu
banyak, yaitu biasanya tidak lebih dari 100 mg per kg produk. Pemakaian zat warna
sintetis dalam industri pangan. Jenis Makanan Rata-rata Pemakaian (mg/kg)
a. Minuman ringan 50
b. Es loli 70
c. Sugar confectionery 100
d. Preserved dan table jellies 70
e. Baked goods cake dan biskuit 60
f. Kalengan buah-buahan dan sayuran 70
g. Sosis 10
h. Ikan asap 30
i. Instant desserts 50

LAMPIRAN

Hari ke-1

Hari ke-2

DAFTAR PUSTAKA

http://siswa.univpancasila.ac.id/2011130061/?p=723
http://pharmacyhaluoleo.blogspot.com/2011/07/sediaan-sirup.html