Anda di halaman 1dari 8

Dec 22, '06 8:51 AM

Langsing Dengan Akupuntur ( dari berbagai sumber )


for everyone

Category:Other
Akupuntur untuk Cegah Obesitas

PENANGANAN obesitas salah satunya bisa dengan menggunakan akupuntur.


Pengobatan tradisional dari negeri Cina ini merupakan suatu perawatan menyeluruh
(holistik) yang dapat memperbaiki serta mencegah kondisi tubuh seseorang, sehingga
menjadi lebih baik dan sehat. Menurut dr. Vitariana, Akp., seorang akupunturis, prinsip
akupuntur untuk obesitas bukan untuk membuang lemak dalam waktu cepat seperti
penanganan cara lainnya. ''Akupuntur memperbaiki dan menyeimbangkan fungsi-fungsi
tubuh yang terganggu,'' jelas perempuan cantik ini.

Ditambahkan Vita, obesitas bisa disebabkan ketidakseimbangan hormonal yang


mempengaruhi metabolisme tubuh. Dampak ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan
tidak sinkronnya informasi otak dengan lambung, sehingga orang jadi ingin terus makan,
meskipun sudah kenyang. Terjadilah obesitas karena tidak adanya pola makan yang baik.
Akupuntur menyeimbangkan hormonal tubuh yang terganggu tersebut.

Banyak manfaat bisa diperoleh dengan menggunakan terapi akupuntur. Bukan hanya
gangguan obesitas yang bisa tertanggulangi, juga mempengaruhi perbaikan keluhan
penyakit lain yang mungkin ada dalam diri si pasien. Vita memberi contoh pengalaman
seorang pasien yang pernah datang padanya. Pasien itu mengaku migrennya berkurang
bahkan hilang setelah ia menjalani akupuntur.

Akupuntur dapat membantu menghancurkan jaringan lemak yang mengganggu. Pada


orang bertubuh gemuk, banyak penumpukan rongga-rongga berisi air. Dengan akupuntur,
rongga-rongga dirapatkan dan dikurangi kandungan airnya. Ini menyebabkan otot tubuh
tampak lebih kencang, sehingga tubuh akan terlihat lebih langsing. Bukan hanya
menurunkan, akupuntur juga bisa digunakan menaikkan berat badan. Intinya, akupuntur
dapat menyeimbangkan ukuran tubuh secara proporsional.

Akupuntur telah ditemukan sekitar 5.000 tahun sebelum masehi dan sudah menyebar ke
mana-mana. Dasar pengobatannya adalah membuat keseimbangan antara kekuatan dingin
(Yin) dan kekuatan panas (Yang). Keduanya harus seimbang. Bila tidak, akan
menimbulkan kelainan pada tubuh seseorang.

Berkait dengan terapi obesitas, Vita mengungkapkan, akupuntur yang lazim digunakan
adalah jarum. Ini lebih efektif dan paling baik dibandingkan jenis alat akupuntur lainnya.
Untuk obesitas, lokasi titik yang "ditusuk" ada di perut dan kaki. ''Daerah tersebut
merupakan titik pencernaan usus besar, usus kecil dan hormonal,'' jelasnya.

Vita mengemukakan, pasien yang melakukan akupuntur untuk penanganan obesitas


biasanya dari golongan ibu muda, sadar tentang kesehatan dan berusia 30-40 tahun.
Mereka biasanya datang dengan motivasi kuat untuk menurunkan berat badan, sehingga
tingkat keberhasilannya tinggi. ''Jadi tidak ada ambisi untuk kurus secara cepat sampai
diet mati-matian. Itu namanya menyiksa diri,'' tambahnya.

Menurutnya, cara terbaik menurunkan berat badan adalah dengan mengatur komposisi
asupan makanan yang masuk ke tubuh. Bila tidak, yang terjadi adalah yoyo syndrome,
berat badan turun cepat, sekaligus juga bisa naik cepat. Bukan badan kurus dan langsing
yang didapat, justru orang bertambah gemuk.

Dalam menangani pasien akupuntur, Vita menganjurkan mereka yang sudah mengalami
pubertas. Kalau penderita obesitas masih anak-anak, Vita menganjurkan untuk mengatur
pola makan dan banyak melakukan aktivitas, supaya pertumbuhannya tidak terganggu.
''Saya tidak mau menekan sistem pertumbuhan anak. Anak justru perlu gizi dan makanan
untuk tumbuh,'' ujarnya.

Kapan orang bisa dikatakan menderita obesitas? Menurut Vita, ada standar internasional
yang akurat. Ini disebut "Indeks Masa Tubuh", yang diukur dari penghitungan berat
badan dibagi tinggi (dalam skala meter), dikuadratkan. Hasilnya nanti berupa angka
desimal. Kategorinya, di bawah 18,5 tergolong kurang berat badan (underweight), 18,5-
23 sehat, 23-25 kelebihan berat badan (overweight) dan lebih dari 25 disebut obesitas.

Langsing Dengan Pijat Telinga


Memijat bagian-bagian tertentu telinga ternyata efektif untuk menurunkan berat badan
bagi penderita obesitas, kata akupunturist dan ahli pijat telinga di Jakarta.
"Memijat pada empat titik telinga bagian dalam dapat dijadikan terapi untuk kegemukan
dan relatif mudah dilakukan," kata akupuntuist dan ahli pijat telinga, Oei Gin Djing, di
Jakarta, Rabu (18/10/06).
Pijat untuk mengatasi kegemukan dapat dilakukan dengan cara memijat menggunakan
biji-bijian di tulang telinga bagian dalam dan tulang batas telinga dengan bagian pipi.
Ia mengatakan, pemijatan tersebut sebaiknya dilakukan dengan teratur dan pasien harus
menjauhi hal-hal yang dapat menyebabkan kegemukan, seperti makan berlemak yang
berlebihan.
"Penderita obesitas juga harus tetap berolahraga secara teratur," katanya.
Menurut dia, berat badan yang melebihi batas normal dapat mendatangkan berbagai
macam penyakit berbahaya, seperti kencing manis, tekanan darah tinggi, peradangan
sendi, penyakit jantung, dan penyempitan pembuluh darah otak.
Ia mengatakan, pijat telinga dapat djadikan terapi yang mudah dan murah untuk
mengatasi kegemukan dan telah terbukti empiris pada beberapa pasien di kliniknya di
Sunter, Jakarta Pusat.
Terapi ini dapat dilakukan sendiri dan mudah dipelajari bagi orang yang awam tentang
titik-titik pijat akupuntur sekalipun, katanya.
Pijat telinga juga dapat menyembuhkan penyakit seperti gangguan mata, gangguan
pencernaan, rematik, hipertensi, hipotensi, dan penyakit THT (telinga, hidung, dan
tenggorokan).
Menurut Gin Djing, pada pijat telinga bila suatu organ atau anggota tubuh mengalami
sakit, maka akan timbul titik atau kepingan pada daun telinga.
"Keadaan ini merupakan refleksi gangguan pada organ atau anggota tubuh terkait. Titik
atau kepingan dari reaksi positif itu merupakan titik utama terapi," katanya.
Pijat telinga atau disebut juga akupuntur telinga merupakan bagian dari pengobatan
tradisional China dan telah dipraktekkan sejak ribuan tahun lalu.
Beberapa abad sebelum masehi, dalam buku Huang Ti Nei Cing atau buku Kedokteran
Kaisar Kuning bagian Ling Su disebutkan, telinga bukan suatu organ yang berdiri sendiri,
tetapi berhubungan dengan seluruh organ dalam dan seluruh anggota tubuh.
Oleh karena itu, dengan merangsang titik-titik tertentu pada telinga berbaga macam
penyakit termasuk obesitas dapat disembuhkan, katanya.

Si Gemuk...
KapanLagi.com - Memiliki ukuran badan besar atau bobot berlimpah dulu dipandang
sebagai lambang kemakmuran, namun jaman sudah berubah, kini banyak orang makin
sadar jika gemuk adalah gudangnya penyakit. Jadi tak heran jika banyak orang mulai
berlomba-lomba mengurangi bobot tubuhnya, meskipun banyak yang melakukannya
dengan cara kliru, bahkan ingin langsing dengan cara instant asal tubuh langsing. Sayang
bukannya langsing yang didapat, tapi ujung-ujungnya malah ke rumah sakit.
Obesitas sendiri menjadi hal yang kerap dibicarakan banyak kalangan, mungkin untuk
beberapa orang 'gangguan' ini memang mudah untuk diatasi, tinggal mengerem asupan
makan tubuhpun jadi langsing. Namun tak semua orang bisa mengalami 'anugerah'
tersebut, pasalnya 'riwayat' kegemukan sendiri menjadi salah satu hal yang ikut
memperlancar suksesnya penurunan bobot tubuh seseorang.
Selain tak enak dipandang gemuk sendiri juga menyimpan banyak sisi negatif bagi tubuh,
tubuh jadi cepat lelah debar jantung lebih kencang, pernapasan terganggu. Bahkan yang
paling serem lagi kelewat gemuk bikin tubuh rawan dihinggapi penyakit kelas berat,
seperti diabetes, hipertensi, hiperlipidemia, dan penyakit jantung.
Sampai taraf mana sih seseorang menderita obesitas? Obesitas dihitung dari penumpukan
lemak pada jaringan tubuh yang melebihi 30 persen (wanita) dan di atas 25 persen (pria).
Dalam hal ini normalnya, komposisi lemak tubuh pria 12 - 28 % dari total berat badan.
Sementara wanita 18 - 24%.
Memerangi Si 'Gemuk'
Mengusir si gemuk bisa dibilang gampang-gampang susah, pasalnya kadang si gemuk
sendiri juga datang dan pergi sesuka hatinya. Selain juga ditunjang perilaku pemilik si
gemuk itu sendiri. Saat ini beragam cara membasmi si gemuk banyak kita jumpai, mulai
cara konvensional seperti berolahraga, mengatur pola makan, hidup teratur, atau
menggunakan alat bantu misalnya obat pelangsing, konsumsi obat modern berbahan
kimia, akupuntur, sedot lemak, dan berbagai cara lain yang bisa dibilang tak aman jika
kita melakukannya sembarangan dan tanpa prosedur yang pasti. Bahkan bukan tak
mungkin ada efek samping dikemudian hari.
Keluarga obat konvensional yang paling sering dijumpai di pasaran kerap adalah orlistat,
yang bekerja menahan penyerapan lemak dan menghambat pemecahan molekul lemak
dalam usus besar. Efek sampingan biasanya timbul berupa buang air kecil tidak
terkontrol dan munculnya rasa tidak nyaman pada perut. Bahayanya, jika obat jenis ini
digunakan terus-menerus, tubuh bisa dengan mudah kehilangan vitamin A, D, E, K yang
larut dalam lemak.
Jenis obat kurus lainnya berasal dari keluarga amfetamin, yang cara kerjanya lebih
menekan nafsu makan. Seperti halnya orlistat, amfetamin juga membawa efek negatif
seperti insomnia, gelisah, tremor (gemetar), sakit kepala, hipertensi, hingga jantung
berdebar.
Sementara itu pengusir gemuk dari golongan furosemid lebih bersifat diuretika atau
memaksa tubuh mengeluarkan banyak cairan yang memicu mengecilnya sel-sel tubuh.
Jika tubuh dipaksa melakukan hal ini, bukan tak mungkin ginjal bakal mengalami
kerusakan dan dehidrasi serta penggumpalan pada lambung.
Obat pencahar (laksansia) juga dijadikan sebagai alternatif pilihan untuk menurunkan
berat badan. Laksansia memaksa kotoran dari usus keluar dengan paksa, terutama jika
ada gangguan pada saluran pembuangan. Penggunaan laksansia dalam waktu panjang dan
terus menerus berpotensi menyebabkan gangguan pada usus serta gangguan elektrolit,
terutama kehilangan kalium yang dapat menyebabkan obstipasi (gangguan pembuangan
yang parah).
Tak hanya berhenti dari rumpun obat-obatan yang 'menyiksa' tubuh untuk membuat
tubuh langsing, beberapa tahun terakhir, pasar juga dibanjiri produk suplemen makanan
dan minuman berserat. Suplemen jenis ini akan menggumpal dalam lambung, sehingga
mengurangi nafsu makan. Perut pun rasanya kenyang terus, meski tak banyak makanan
yang masuk, begitu juga obat yang lainnya, mengkonsumsi suplemen ini dalam jangka
panjang juga membahayakan, karena berpotensi menyumbatan usus besar.
Beralih menyiksa anggota tubuh bagian dalam, cara lain yang mulai trend digunakan
adalah akupuntur. Tusuk jarum ini dapat mengurangi lapar dan nafsu makan, sehingga
ujung-ujungnya mengurangi kalori yang masuk ke dalam tubuh. Akupuntur pada lokasi
yang tepat di telinga dapat menghambat pusat makan di hypothalamus dan menghambat
peristalsis otot pada usus. Pergerakan lambung pun berkurang, sehingga nafsu makan
turun. Efek sampingannya, antara lain sakit kepala, nyeri di telinga, mual dan muntah,
akan hilang bila jarum dicabut.
Memang tubuh langsing dan sehat selalu jadi idaman semua orang namun bukan berarti
kita sembarangan 'menyiksa' tubuh kita khan? So, mulai hati-hati jika ingin langsing,
akan lebih baik mulai membiaskan diri hidup sehat dan berolah raga secara teratur, tubuh
langsing, badanpun sehat.

Langsing dengan Akupunktur

Akupunktur adalah jarum ajaib yang sudah dikenal sejak 5000 tahun yang lalu, walau
dunia medis sudah berkembang demikian maju, ternyata pengobatan akupunktur tidak
lenyap, bahkan sekarang sejajar dengan ilmu kedokteran modern.
Melangsingkan tubuh dengan akupunktur sudah banyak dirasakan oleh para artis dan
selebritis, baik di luar negeri maupun di dalam negeri sekarang ini. Karena kode etik
kami tidak dapat memberikan nama para bintang yang telah datang ke kami.
Menurut mereka akupunktur memang luar biasa, disamping cepat melangsingkan tubuh,
ternyata akupunktur juga dapat membentuk tubuh serta menghilangkan selulit.
Akupunktur jauh lebih efektif dan murah dibandingkan dengan menggunakan mesin
mesin canggih buatan luar negeri, sedot lemak, makanan pelangsing instant dalam kotak,
maupun obat obatan pelangsing yang biasanya dipromosikan dengan hebatnya, tetapi
kadang dengan hasil sangat mengecewakan. banyak juga obat pelansing alami dengan
label herbal turun 5 kilo dalam seminggu, tanpa efek samping dan lain lain.
Biasanya obat pelangsing atau juga suntikan mengandung bahan :
1.Diuretic, kandungan ini memaksa tubuh kita mengeluarkan cairan tubuh, baik dalam
bentuk tinja, air seni, dan keringat yang berlebihan. Dengan menimbang badan sebelum
pemakaian dan sesudah beberapa hari pemakaian, kelihatan berat badan turun drastis,
bahkan bisa mencapai 5 kilogram. Tetapi obat ini bukan membakar lemak melainkan
cairan tubuh yang hilang sangat banyak. Efek negatif penggunaan obat ini adalah badan
lemas, lesu tidak bergairah, dan dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Jika digunakan
dalam waktu yang lama, obat ini dapat menyebabkan gagal ginjal.
2.Thyroid, dengan menambah thyroid masuk ke dalam tubuh menyebabkan metabolisme
( pembakaran ) tubuh menjadi lebih besar, Obat ini mengambil kerja dari thyroid yang
sebenarnya, sehingga thyroid yang sebenarnya menurunkan atau menghentikan fungsinya
dalam melakukan metabolisme tubuh. Jadi jika kita tidak mengkonsumsi obat ini lagi,
maka metabolisme tubuh menjadi rendah, dan tubuh menjadi lebih cepat gemuk dari
sebelum mengkonsumsi obat ini.
3.Amphetamin, sangat cepat menurunkan berat badan, karena dapat membuat sulit tidur,
jantung berdebar, bisa mengantuk tapi tidak dapat tidur, perut sering terasa tidak enak,
dan menghilangkan selera makan. Obat ini dapat membuat perasaan enak jika di
gunakan, tapi dapat membuat ketagihan dan ketergantungan. Amphetamin adalah bahan
dasar membuat ekstasi dan shabu shabu, jika menghentikan pemakaiannya dapat
menyebabkan kecemasan yang luar biasa, tegang saraf dan kerusakan organ tubuh,
terutama hati dan ginjal. Maka jauhkanlah obat model ini.
4.Makanan pelangsing instant dalam kotak. Produk ini biasanya mengandung susu,
cream, dan sejenisnya yang di tambah multi vitamin dan mineral. Harga produk instant
ini biasanya mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah dan kadang dipromosikan oleh
dokter. Sebenarnya produk ini hanya untuk mengontrol pola makan kita, karena produk
ini tidak mengijinkan kita makan seperti biasa. Produk ini adalah produk diet ketat yang
kurang baik, karena tidak mungkin kita makan makanan instant dalam kotak secara terus
menerus, tubuh kita lebih banyak memerlukan makanan segar, disamping juga cara
penyajian yang baik.
Terapi akupunktur merupakan terapi langsing, pembentukan tubuh, dan menghilangkan
selulit alami tanpa obat obatan, suntikan, atau obat obat yang dioleskan di kulit tubuh.
Tetapi terapi akupunktur sangat membantu dalam mengontrol rasa lapar serta
meningkatkan bio listrik tubuh / metabolisme tubuh.

Frekuensi kedatangan akupunktur tergantung dari keperluan, untuk melangsingkan 10 kg


anda hanya butuh datang lebih kurang 6 ( enam ) kali datang saja, atau bervariasi
tergantung keadaan tubuh orang masing masing. Akupunktur juga untuk orang sehat
sebagai rileksasi (deep relaxations) hingga dapat meningkatkan energi tubuh, semangat,
serta daya tahan tubuh terhadap penyakit, ini bisa kita lakukan satu sampai dua kali
dalam sebulan.
Disamping akupunktur bisa juga kita melakukan akupresur ( acupressure ) yaitu memijat
titik titik akupunktur, ini bisa dilakukan oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja.
Tetapi metode akupresur hasilnya jauh lebih lama di banding metode akupunktur.
Karena akupunktur sangat menakjubkan hasilnya maka, Sekarang banyak klinik klinik
kecantikan menyelenggarakan akupunktur atau semacam akupunktur, baik untuk
penyembuhan maupun kecantikan. dan kita hendaknya berhati hati, sebelum melakukan
akupunktur kita harus memperhatikan