Anda di halaman 1dari 23

Bisnis

Internasional

Keuangan Internasional
Shinta Rahmani, SE., M.Si
Pendahuluan
Sejak akhir perang dunia II pada tahun 1945,
dollar Amerika Serikat telah menjadi mata
uang sentral dalam transaksi-transaksi dunia
Pada awalnya dolar AS begitu dominan karena
perekonomian AS telah bangkit dari
peperangan relative tanpa mengalami
kerusakan dan jauh lebih kuat. Kemudian
Jepang dan Jerman mengembangkan
perekonomian mereka dan mata uang
mereka semakin digunakan bersama-sama
dengan atau ketimbang dolar AS.
Mata uang konvertibel, atau mata uang
keras (hard currencies) yang dapat
dipertukarkan dengan mata uang dipusat-
pusat keuangan diseluruh dunia.
Mata uang tidak konvertibel atau hanya
secara legal dapat dipertukarkan dengan kurs
artificial, yang ditetapkan oleh pemerintah,
kebanyakan mata uang dari negara kurang
maju.



Bretton Woods dan
Standar Tukar Emas
Didalam standar emas, pemerintah tidak dapat
menciptakan uang tanpa didukung emas.
Standar emas berakhir sewaktu Inggris harus
menjual sebagian besar emasnya karena perang
dunia I
Bretton Wood, sebuah kota kecil di New Hampshire.
dimana wakil-wakil perbendaharaan Negara dan
bank sentral mengadakan pertemuan menjelang
akhir perang dunia II, mereka mendirikan IMF,
Bank Dunia dan standar tukar emas. Dollar AS
disepakati menjadi satu-satunya mata uang yang
konvertibel dengan emas untuk tujuan moneter
yang resmi. Satu Ons emas disepakati US$ 35.
Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran suatu negara merupakan
indicator yang sangat penting mengenai apa
yang bisa terjadi terhadap perekonomian
negara itu.
Tindakan Pasar adalah langkah-langkah yang
diambil untuk mengakhiri deficit neraca
pembayaran, termasuk melakukan deflasi
perekonomian atau mendevaluasi mata uang.
Tindakan non Pasar adalah langkah-langkah
yang diambil untuk mengakhiri deficit neraca
pembayaran, seperti menetapkan tarif, kuota
dan pengendalian pertukaran mata uang.

Transaksi-transaksi Neraca
Pembayaran
Transaksi Berjalan
Barang atau barang dagangan impor dan
ekspor
Jasa, meliputi dividen atau bunga atas
investasi asing, royalty, asuransi, perbankan
dan transportasi
Transfer unilateral, transaksi tanpa imbal
balik, seperti hadiah, amal, beasiswa,
misionaris, hadiah oleh pekerja migrant kpd
keluarganya, bantuan dll
Transaksi Modal
Investasi langsung keluar negri dan dari luar
negri

Transaksi cadangan devisa pemerintah
 Expor-Impor Emas.
Kenaikan atau penurunan devisa (neto)
Kenaikan atau penurunan kewajiban kepada
bank sentral luar negri (neto)
Selisih perhitungan neto
Percepatan dan Penundaan
Pembayaran
Leads :
Pembelian Segera ats suatu mata uang asing
untuk memenuhi kebutuhan masa depan
karena pembelinya yakin bahwa mata uang
itu akan menguat dibandingkan mata uang
negara asalnya
Lags :
Penundaan pembelian suatu mata uang asing
untuk memenuhi kebutuhan masa depan
karena pembelinya yakin bahwa mata uang
ini akan melemah dibandingkan mata uang
negara asalnya.
Exposure Netting
Mengambil posisi terbuka dalam dua mata
uang yang diperkirakan akan saling memberi
keseimbangan satu sama lain
Kelompok mata uang
Mata uang kuat (poundsterling, franc, mark
emas, yen, franc swiss) dan mata uang
lemah yang umumnya dari negara sedang
berkembang.
Penyesuaian Harga
Penjual seringkali ingin berjualan dinegara
yang mata uangnya diharapkan devaluasi.
Dalam hal ini manajemen akan membuat
penyesuaian harga, menaikkan harga
penjualan untuk mengkompensasi nilai mata
uang konsumen yang diperkirakan
Risiko Translasi
Kerugian atau keuntungan yang dapat
dihasilkan dari pernyataan ulang nilai-nilai
aktiva dan kewajiban/utang dan piutang yang
timbul akibat investasi diluar dari suatu mata
uang ke mata uang yang lain.
SWAP
Pertukaran aktiva dan kewajiban dalam mata
uang yang berbeda atau struktur suku
bunga yang berbeda untuk mengurangi
risiko atau biaya
Menyeimbangkan neraca
Memiliki aktiva moneter yang jumlahnya
kurang lebih sama dengan kewajiban
moneter yang harus dipenuhi
SWAP
Pertukaran aktiva dan kewajiban dalam mata
uang yang berbeda atau struktur suku
bunga yang berbeda untuk mengurangi
risiko atau biaya

Jenis-jenis Swap
Spot swap dan Swap pasar Berjangka
 Induk perusahaan Amerika meminjamkan
euro kepada anak perusahaannya di Italia dan
menghindari nilai tukar mata uang.

Induk perusahaan
Di Amerika
€ Anak perusahaan di Italia

$
Swap Pinjaman Paralel

PINJAMAN DOLAR
PINJAMAN EURO PERUSAHAAN PERUSAHAAN AMERIKA
ITALIA

Induk perusahaan Amerika


Induk perusahaan Italia

Anak perusahaan di Amerika Anak perusahaan di Italia


SWAP PARALEL (melibatkan mata uang lemah)

Anak perusahaan Jepang diperu Perusahaan Jerman

Pinjaman
Pinjaman dalam dalam mata
sol Peru uang apa saja yang disetujui bersama oleh

Anak perusahaan Jerman di Peru Perusahaan Jepang


Swap Suku Bunga
Contoh :
Perusahaan Swiss ingin investasi di Indonesia.
Lalu membuat perjanjian dengan bank
komersial di Indonesia atau dengan bank
sentral Indonesia. Perusahaan Swiss
mendepositokan Franc Swissnya disuatubank
Swiss sebagai kredit bagi bank di Indonesia,
dan bank di Indonesia meminjamkan rupiah
pada anak perusahaan Swiss di Indonesia.
Pada tanggal yang disepakati bersama
masing-masing pihak membayar dalam
mata uang yang dipinjamnya.

Meningkatkan Modal dan
Investasi
Keputusan – Keputusan
1.Mata uang yang akan digunakan untuk
meningkatkan modal
2.Perkiraan jangka panjang kuat dan lemahnya mata
uang tersebut
3.Berapa banyak yang akan menjadi modal ekuitas
dan berapa modal utang
4.Apa uang tersebut dipinjam dari
1.Bank komersial dengan pinjaman biasa
2.Bank sebagai bagian swap
3.Perusahaan lai
4.Bagian lain dari Perusahaan Internasional
5.Tawaran publik di salah satu pasar dunia
5.Harus diputuskan dimana dipasar modal dunia
yang berbiaya rendah
6.Berapa banyak uang yang dibutuhkan
7.Apakah terdapat sumber lainnya, misalnya dari
partner bisnis
8.
Swap ”Plain Vanilla” yang Dibantu bank
Swap Mata Uang
Lindung Nilai dan Swap sebagai Derivatif
Apakah Derikatif Aman?

Identifikasi di mana letak risikonya


Rancang strategi yang cocok untuk mengelola
resiko tersebut
Pilih alat-alat yang tepat untuk melakukan
risikonya
Penjualan Tanpa Uang
Kontra Dagang
Kompensasi
Barter
Switch
Offset
Pengaturan Rekening Kliring
Kerjasama Industri
Pusat Keuangan
Internasional
Menangani sebagian besar transaksi keuangan
internasional untuk semua unit suatu IC
Nilai Tukar Mengambang yang Cepat Berubah
Pasar Modal dan Pasar Uang
Laju Inflasi
Manajemen Kas Elektronik
Menggunakan Derivatif dengan Benar
Kegunaan lain Pusat
Keuangan Internasional
Menangani proses pembuatan faktur internal
dan eksternal
Menolong afiliasi yang mata uangnya lemah
Memperkuat sistem evaluasi dan pelaporan
dari afiliasi