Anda di halaman 1dari 9

- Sunblock atau tabir surya sangat penting digunakan untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar

matahari. Sinar matahari yang menembus kulit dapat membuat kulit menggelap, kusam, timbul flek
hitam dan bahkan kanker.

Untuk itu sunblock sangat diperlukan sebagai pelindung kulit dari matahari. Dr. Linda Evans dan Dr.
Debra Jaliman, dua dermatologi internasional memberikan pemahaman tentang bagaimana
menggunakan sunblock yang tepat, seperti dikutip dari Total Beauty.


1. Jangan Pelit Menggunakan Sunblock
Dr. Evans menyarankan, jangan terlalu sedikit menggunakan sunblock. Agar benar-benar sesuai
dengan kebutuhan kulit, tuang tabir surya dalam porsi yang cukup ke telapak tangan dan oleskan ke
salah satu anggota tubuh, begitu seterusnya. Aplikasikan tabir surya pada wajah, tangan, punggung,
dan jangan lupakan juga area bawah kaki Anda termasuk punggung dan jari-jari kaki.

2. Kulit Hitam Tetap Butuh Sunblock
Walaupun Anda terlahir dengan kulit gelap, itu bukan alasan untuk tidak memakai sunblock. Dr.
Evans menegaskan bahwa lapisan ozon bumi saat ini tidak sekuat dulu, jadi Anda harus tetap
menggunakan tabir surya agar kulit Anda terlindungi dari paparan sinar matahari.

3. Gunakan Sunblock dengan SPF yang Tepat
Saran dari Dr. Jaliman, sebaiknya Anda menggunakan sunblock dengan SPF 30 untuk semua aktivitas
di luar ruangan. Apabila Anda menggunakan SPF 15 untuk aktivitas luar ruangan, sebaiknya
aplikasikan berulang-ulang. Untuk aktivitas luar ruangan, Dr. Evans menyarankan untuk
mengaplikasikan ulang sunblock setiap 2-3 jam sekali. Terlebih jika Anda beraktivitas di dalam air.

4. Baca Kadaluwarsa Produk Sunblock
Mungkin Anda sering membeli stok kosmetik dalam jumlah cukup banyak, pastikan bahwa tabir
surya Anda belum kadaluwarsa. Kosmetik biasanya mempunyai masa kadaluwarsa dua tahun,
sedangkan sunblock sekitar 1 tahun.

5. Perlindungan Kulit Selain Sunblock
Bukan berarti hanya menggunakan sunblock kulit sudah aman dari matahari. Ada baiknya tetap
melindungi kulit dengan topi, kaca mata hitam atau sarung tangan saat beraktivitas yang cukup lama
di luar ruangan pada siang hari.

7. Kosmetik Berlabel SPF
Sunblock tidak hanya sebatas body lotion, tapi juga produk make-up yang Anda pakai pada area
wajah seperti bedak maupun lip balm. Perhatikan tingkat SPF pada kosmetik ini, dan jangan lupa
lindungi kulit area wajah, termasuk mata, telinga dan bibir dengan kosmetik dengan tingkat SPF yang
sesuai.

BAGI Anda yang senang melukan aktivitas di bawah terik matahari, melindungi kulit tubuh dengan
menggunakan tabir surya atau sunblock tentu sudah menjadi kewajiban.

Namun, beberapa orang mengaku sunblock tidak sepenuhnya dapat melindungi kulit tubuh dari
paparan sinar matahari yang radiasi panasnya sudah semakin terasa.

Menurut Dr Catherine Tjahjadi, jika Anda adalah salah satu orang mengalami masalah tersebut,
permasalahan tidak terletak dari sunblock yang Anda gunakan. Namun, bagaimana cara Anda dalam
menggunakan sunblock tersebut.

Banyak orang yang menggunakan sunblock dengan cara dioleskan satu persatu pada bagian wajah,
lalu terus diratakan, itu adalah cara yang salah, terang Dr Catherine Tjahjadi, Direktur Lavita Bella,
di MD Place Tower I, Jakarta, Kamis, (12/12/2013).

Beberapa kesalahan lainnya yang sering dilakukan oleh pengguna sunblock adalah menggunakannya
dengan jumlah berlebihan.

Pemakaian yang tepat yaitu, gunakan sunblock dalam jumlah yang cukup, sekitar 0.3 0.5 gram/1
wajah. Lalu ratakan secara keseluruhan, jangan sampai sunblock mengering.

Setelah mengoleskan rata pada bagian wajah, gunakan juga sunblock pada bagian leher dan
beberapa bagian tubuh lainnya, seperti pergelangan dan sikut tangan.

Sunblock tidak hanya cukup digunakan sekali saja. Penggunaan yang benar, aplikasikan sunblock
kembali minimal 2 jam sekali, tambahnya.

Selain menggunakan sunblock dengan cara yang tepat, hal lainnya yang perlu untuk Anda perhatikan
adalah menggunakan sunblock sesuai dengan kondisi wajah Anda.

Hindari sunblock yang bertekstur kasar karena akan mempermudah munculnya komedo serta
jerawat pada wajah.

Pilihlah sunblock yang berbahan dasar anti oksidan, tutup Dr Catherine Tjahjadi. (ren)

Cara Pemakaian Sunblock Yang Benar
1. P
e
m
a
k
a
i
a
n

S
u
nblock dianjurkan jam sebelum
terjemur matahari, agar krim dapat
masuk ke dalam jaringan kulit secara
maksimal sebelumnya.
2. Oleskan sunblock agak tebal di
wajah. Untuk perlindungan yang
optimal, krim dapat ditumpuk ulang di
atasnya.
3. Penambahan bedak di atas krim dapat
meningkatkan perlindungan
4. Pemakaian perlu diulang setiap jam
bila berada di luar ruangan atau
melakukan kegiatan olahraga
5. Walaupun telah menggunakan
sunblock/morning cream, namun
sebagian sinar ultra violet masih dapat
menembus kulit. Untuk itu usahakan
untuk menghindari kegiatan langsung
di bawah sinar matahari dan gunakan
pelindung berupa payung, topi lebar
atau pakaian yang menutup
permukaan kulit.
2. arning: Creating default object from empty value in
/home/suntikp2/public_html/wp-content/plugins/linklaunder-seo-
plugin/nusoap.php on line 75
3. Manfaat sunblock atau tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari
membuat sunblock menjadi kosmetik wajib yang harus dioleskan pada kulit. Meski
demikian, ternyata penggunaan sunblock saja tidak mampu memberikan perlindungan
kulit maksimal dari efek negatif sinar matahari. Benarkah?
Karena diklaim mampu melindungi kulit dari negatif sinar ultraviolet matahari yang
menjadi pemicu utama penuaan dini, banyak orang yang meyakini penggunaan
sunblock saja cukup. Tak heran banyak orang, terutama yang sering berada di luar
ruangan dan terpapar sinar matahari, merasa sunblock adalah perawatan wajib yang
harus digunakan setiap hari. Sebagai contoh, Lisa, 27 tahun, seorang arsitek yang
bertanggung jawab terhadap proyek pembangunan gedung, sehingga sehari-hari
bekerja di luar ruangan dan terpapar sinar matahari secara langsung.
4. Untuk melindungi kulitnya dari paparan
sinar matahari, Lisa hanya mengoleskan krim wajah sekaligus pelembab yang
mengandung SPF di bawah 15, 30 menit sebelum berangkat kerja. Menurut Lisa,
meskipun kandungan SPF-nya kecil namun karena krim serta lotion tersebut berfungsi
sebagai tabir surya maka sunblock dan lotion sudah cukup melindungi kulitnya dari
paparan negatif sinar matahari.
Perhatikan SPF. Apa yang dilakukan oleh Lisa, boleh jadi juga dilakukan oleh kaum
hawa lainnya. Dan tentu saja, apa yang dilakukan bukanlah hal yang tepat. Menurut
dr. Andi Nurul, dokter dan ahli kecantikan,
5. Untuk memberikan perlindungan maksimal dari paparan negatif sinar matahari
sebaiknya kaum wanita selektif memperhatikan kandungan SPF dalam sunblock.
Nilai dari kandungan SPF tersebut menunjukkan kekuatan tabir surya dalam
melindungi kulit dari sengatan sinar UV.
6. Sebagai contoh sunblock SPF 15. Untuk mengetahui berapa lama sunblock SPF 15
dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari, maka perhitungannya adalah 15
dikali dengan 10, lalu dibagi dengan 60 (perhitungan satu jam adalah 60 menit). Dari
hasil perhitungan itu maka sunblock SPF 15 mampu melindungi kulit hingga 2.5 jam.
Setelah 2.5 jam, agar kulit Anda tidak berubah menjadi merah dan terbakar maka
Anda dianjurkan kembali mengoleskan sunblock. Nah, jika Anda berada di luar
ruangan dari pukul 10.00 hingga 16.00 ataupun lebih dari 10 jam, maka Anda
dianjurkan mengoleskan sunblock sebanyak 4-5 kali sehari. Karena penyerapannya ke
dalam kulit membutuhkan waktu, maka sebaiknya sunblock ini digunakan 20-30
menit sebelum keluar rumah.
7. Tidak Mengenal Waktu
8. Nah, jika Anda ingin memberikan perlindungan maksimal bagi kulit di tengah
teriknya paparan sinar matahari, maka sebaiknya menggunakan sunblock dengan SPF
lebih dari 15. Penggunaan sunblock ini tidak hanya dianjurkan bagi mereka yang
sering berada di luar ruangan saja, yang sering berada di dalam ruangan pun
dianjurkan untuk tetap menggunakan sunblock karena sinar UV dapat menembus
lapisan jendela.
9. Agar hasilnya lebih maksimal, Anda pun dianjurkan untuk menghindari paparan
langsung sinar matahari dari pukul 10.00 hingga 16.00. pada jam-jam tersebut sinar
matahari sedang bersinar paling terang, dengan intensitas sinar UV B yang mencapai
puncaknya. Jika tidak dapat menghindari keluar rumah pada jam-jam tersebut
sebaiknya bardiri atau berjalanlah pada tempat yang teduh, misalnya di bawah pohon
atau di sisi bayangan tembok.
10. Selain itu, untuk memberikan hasil yang lebih sempurna sebaiknya Anda
menggunakan perlindungan fisik di saat cuaca terik. Bentuk perlindungan fisik ini
bisa berupa busana yang tertutup, paying ataupun kacatama anti UV. Sementara,
beberapa area tubuh yang tidak tertutup busana seperti area kulit wajah, area leher
bagian V, dan punggung tangan dapat dilindungi dengan penggunaan masker, sapu
tangan atau syal dan sarung tangan.

Sunblock, disarankan dipakai untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari UV A dan
UV B yang bisa berbahaya bagi kulit. Membantu mencegah kulit tidak terbakar, dan
terancam kanker.
Dan saat berbelanja produk sunblock, Anda akan dibuat bingung dengan kandungan SPF
yang dimiliki masing-masing sunblock. Ada yang SPF 15, SPF 25, SPF 30, SPF 45, SPF 50
dan bahkan SPF yang lebih tinggi lagi.
Tetapi, benarkah semakin tinggi SPF maka semakin baik perlindungan produk tersebut?
Sebelumnya, ketahui terlebih dahulu, apa kegunaan SPF di dalam sunblock. SPF ternyata
memiliki kemampuan untuk membantu menangkal sinar UV B, yang umumnya
menyebabkan kulit terbakar sinar matahari. Namun, SPF tidak sepenuhnya melindungi kulit
dari sinar UV A, yang sebenarnya memiliki kemampuan lebih besar untuk merusak kulit. Pun
demikian, keduanya sama-sama dinyatakan berbahaya dan dapat menyebabkan kanker kulit.
Nilai SPF yang tercantum pada produk, menentukan berapa waktu berapa kali Anda harus
mengaplikasikan sunblock tersebut pada kulit. Logikanya, semakin tinggi jumlah SPF-nya,
semakin lama perlindungannya.
"Jumlah SPF memang bukan yang mudah dibaca dan diketahui masyarakat dengan mudah.
Tak heran apabila banyak orang berpikir semakin besar jumlah SPF-nya maka semakin
bagus. Tetapi, bukan demikian cara kerjanya," ungkap ahli dermatologi, dr James M Spencer
seperti dikutip dari WebMD.
Menurut Spencer, SPF 15 mampu mencegah sekitar 94% sinar UVB, sedangkan SPF 30
mampu mencegah sekitar 97% sinar UVB, dan SPF 45 mampu mencegah sekitar 98% UV B.
Produk yang kandungan SPF-nya lebih tinggi darinya, hanyalah permainan iklan belaka.
Seberapapun tinggi SPF sebuah produk, tak ada jaminan ia akan melindungi kulit hingga
100%. Sehingga untuk pemakaian sehari-hari saja, Spencer menyarankan pemakaian SPF 30
yang cukup dapat membantu mencegah radiasi sinar UV B.
Farah Ahmed, konsultan industri kosmetik juga mendukung pernyataan James Spencer.
Menurutnya, produk SPF tinggi hanya memberikan perlindungan lebih lama dibandingkan
SPF yang lebih rendah. Dan mungkin, perlindungan dari produk ber-SPF tinggi akan jauh
lebih luas jangkauannya ketimbang produk ber-SPF rendah.
Spencer menyarankan, untuk hasil yang terbaik, wanita harus memulaskan sunblock setiap 2
jam sekali. Tak peduli berapapun tinggi SPF sebuah produk, ia akan hilang efeknya dalam
beberapa jam berikut. Sehingga, kuncinya adalah mengaplikasikan kembali agar manfaatnya
dapat dirasakan secara maksimal. (vem/bee)
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SUNBLOCK KOMERSIAL PADA
BEBERAPA NILAI SPF (Sun Protection Factor) SEBAGAI PELINDUNG
Spodoptera litura NUCLEAR POLYHEDROSES VIRUS (SlNPV) DARI
SINAR ULTRAVIOLET
Fiqh Thamrotul Irsyadah, Tutung Hadi Astono, Mintarto Martosudiro, Bedjo Bedjo

Abstract

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sunblock komersial pada
beberapa nilai SPF (Sun Protection Factor) sebagai pelindung Spodoptera litura Nuclear
Polyhedrosis Virus (SlNPV) dari sinar ultraviolet. Percobaan menggunakan rancangan acak
lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah SlNPV tanpa bahan
pelindung (kontrol), dan perlakuan SlNPV yang dicampur sunblock SPF 15, SPF 24, SPF 33,
dan SPF 50. Penelitian Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV) dilaksanakan
di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian
(BALITKABI) Kabupaten Malang, mulai bulan April Juli 2013. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penambahan sunblock komersial SPF 50, SPF 33, dan SPF 24 memiliki
kemampuan yang sama besar sebagai pelindung Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis
Virus (SlNPV) terhadap kerusakan virus dari sinar ultraviolet dan pada 96 JSI (Jam Setelah
Inokulasi) dapat menghasilkan persentase kematian larva S. litura yang tingi sebesar 90%
hingga 100% .
Kata kunci : SlNPV, S. litura, Sunblock, SPF
Cara Tepat Memakai Sunblock
Penulis : Lusia Kus Anna | Sabtu, 26 Juni 2010 | 09:02 WIB

Dibaca: -

Komentar: -
|



Share:

SHUTTERSTOCK
Sering berjemur tanpa sunblock bisa jadi faktor pemicu Vitiligo.
TERKAIT:
Indeks Radiasi Ultraviolet Indonesia Sangat Tinggi
Sinar Matahari Bersifat Karsinogen
Atasi Pigmentasi, Dari Sunblock Hingga Piling
Kompas.com - Gaya hidup kita turut mempengaruhi kesehatan kulit. Gaya hidup yang
beresiko bagi kesehatan kulit antara lain stres, diet yang salah, kurang olahraga, merokok,
perawatan kulit yang kurang tepat, serta berjemur di bawah matahari.
Perawatan kulit yang tidak tepat bukan hanya berupa pemakaian produk yang salah, tapi juga
prosedur yang salah. Misalnya saja penggunaan sunblock (tabir surya) untuk melindungi kulit
dari bahaya sinar matahari.
Krim sunblock bukan cuma mencegah kulit terbakar tapi juga mencegah masuknya sinar
ultraviolet matahari yang bisa menyebabkan kanker kulit. Simak tips penggunaan sunblock
yang tepat berikut ini:
- Gunakan krim yang cukup, jangan terlalu sedikit. Pastikan seluruh bagian kulit yang
terpapar matahari diolesi krim, termasuk telinga, belakang leher, bahkan bagian kepala jika
Anda termasuk botak.
- Gunakan sunblock 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan dan ulangi tiap dua jam
dan setelah berenang.
- Setelah kembali berada di ruangan tertutup, segera bersihkan krim tersebut agar debu dan
kotoran tidak menempel lama di kulit.
- Periksa tanggal kadaluarsa produk sunblock Anda karena kandungan aktifnya makin lama
makin tidak efektif lagi.
Siapa yang tidak mengidamkan kulit putih dan bersinar? Berbagai cara dilakukan untuk
mendapatkan kulit indah yang diidam-idamkan. Salah satunya adalah dengan merawat kulit
ke berbagai skincare. Salah satu yang sudah pasti dianjurkan adalah penggunaan sunblock
untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari yang dapat membuat kulit menjadi lebih
gelap.
Sebaiknya, jangan sampai kamu salah kaprah dengan SPF yang terdapat di dalam sunblock.
Sering kali para beauty advisor menyarankan untuk menggunakan sunblock dengan SPF yang
tinggi misalnya SPF 25 s/d 30. Alasannya? Agar kulit kita terlindung secara sempurna dan
dalam waktu yang lebih lama.
Untuk kulit orang Eropa yang cenderung lebih terang alasan itu memang benar. Mereka
membutuhkan jumlah SPF yang lebih tinggi karena kulit mereka lebih mudah terkena
dampak buruk cahaya matahari.
Sementara untuk kita yang tinggal di Indonesia dengan iklim tropis tidak membutuhkan
sunblock dengan SPF yang tinggi. Sebab kulit kita yang bertipe Asian sudah memiliki
perlindungan yang lebih dengan keberadaan melanin yang lebih banyak dibandingkan orang-
orang kulit putih.
Selain berfungsi untuk memberikan warna pada kulit, melanin juga berfungsi untuk
melindungi kulit dari bahaya sinar UV, kata Aditya Rini S.Si, M.Si, Research and
Development di bidang kosmetologi.
Sebelumnya yang perlu kamu pahami adalah, Sunbolck dengan SPF hanya melindungi kulit
dari dampak sinar UV B, tidak dengan UV A. Oleh sebab itu,bukan SPF tinggi dalam sunlock
yang kamu butuhkan tapi sunblock yang dapat memberikan perlindungan total baik dari sinar
UV B maupun sinar UV A.
Jadi, jangan tertipu dengan tingginya SPF yang terkandung pada sunblock! Penggunaan
sunblock yang tepat akan memberikan manfaat yang sempurna untuk kulit kamu.
unblock memang bisa memberikan perlindungan terhadap kulit dari radiasi sinar
matahari. Tetapi, baru bisa bekerja dengan benar jika cara penggunaannya tepat.

Berikut, beberapa tip menggunakan sunblock agar efektif melindungi kulitmu.
Gunakan sunblock dengan SPF 15 atau lebih jika akan beraktivitas di luar dan terkena
sinar matahari secara langsung. Untuk yang kulitnya lebih putih membutuhkan
sunblock yang lebih tinggi angka SPF-nya dibandingkan dengan yang berkulit gelap.
Pilih sunblock yang memberikan perlindungan terhadap berbagai macam radiasi,
termasuk radiasi UV-A.
Pilih sunblock yang waterproof dan tahan keringat (sweatproof). Tanpa itu, sunblock
mudah terhapus oleh keringat atau air saat berenang.
Pilih sunblock yang bebas PABA atau Para-aminobenzoic acid. PABA bisa membuat
alergi pada kulit. PABA bisa membuat kulit teriritasi, kemerahan, dan makin sensitif
terhadap sinar matahari.
Oleskan sunblock, 20 menit sebelum kamu beraktivitas di luar ruangan. Biarkan
sunblock menyerap dan siap bekerja selama 20 menit. Pakai kembali setelah 20 menit
terkena matahari. Kemudian oleskan sunblock setiap 2 jam sekali apalagi jika kamu
berenang atau berkeringat. sunblock dengan label tahan air sebaiknya digunakan
kembali setiap 40 menit.
Oleskan sunblock pada bagian hidung, telinga, belakang leher, dan daerah lain yang
terkena sinar matahari. Hidung merupakan bagian yang paling banyak terkena sinar.
Karena itu, jangan lupa oleskan sunblock pada hidung dan sekitarnya.
Ada berbagai jenis sunblock. Jika kulitmu berminyak maka pilih sunblock berjenis
gel. Sedangkan kulit kering, maka gunakan sunblock jenis krim.
Hanny Desky Foto: Istimewa
Oleh dr. Steven Guntur, Mahasiswa Spesialist Ordinatura St Petersburg State Pediatric
Medical University
Bagi kita yang hidup di Indonesia, atau mereka yang pernah bepergian ke daerah tropis dan
berlibur ke pantai tentunya tidak asing lagi mendengar kata sunblock atau sunscreen,
begitu juga dengan krim matahari atau krim pagi. Tetapi, apakah sebenarnya krim anti
matahari tersebut? Tidak jarang pula orang bertanya apakah itu SPF yang sering tertera pada
botol sunscreen?, apa perbedaan SPF 15 dan SPF 50?, apakah SPF 50 itu lebih baik dari
SPF 30?. Namun dibalik semua pertanyaan itu tersimpan pertanyaan yang jauh lebih krusial.
Perlukah saya menggunakan sunscreen?
Sunscreen adalah krim, sprei, ataupun gel yang dapat menyerap atau memantulkan kembali
sinar Ultraviolet (UV) pada kulit yang terpapar sinar matahari, seperti di negara tropis
ataupun Rusia saat musim panas.
American dan European Cancer Society menyarankan penggunaan sunscreen sehari-hari
untuk membantu pencegahan kanker kulit. Ada tiga jenis sunscreen yang dijual di pasaran,
yaitu sunscreen UVA (Ultraviolet A), sunscreen UVB (Ultraviolet B) yang banyak dijual
bebas, dan sunscreen UVA/UVB. Bagi yang pernah menonton iklan Bunga Citra Lestari
dalam salah satu produk perawatan kulit beberapa tahun lalu, mungkin masih ingat bahwa
UVA merupakan salah satu faktor yang dapat mengakibatkan kanker kulit (tanpa
menyebabkan radang ataupun kemerahan pada kulit), dan UVB yang menyebabkan kulit
memerah, menghitam bahkan seperti terbakar. Oleh karena itu, sunscreen yang dipakai
idealnya adalah sunscreen UVA/UVB dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kanker kulit,
sekaligus mencerahkan kulit. Hampir semua produk pemutih kulit mempunyai sunscreen
untuk melindungi kulit yang diputihkan, karena memang kulit yang lebih putih cenderung
rentan terhadap kerusakan akibat sinar UV dibandingkan kulit yang lebih gelap.
Baca selengkapnya dalam Suara Indonesia Edisi Khusus Kemerdekaan (Agustus)