Anda di halaman 1dari 9

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)

TERAPI KOGNITIF & TERAPI PENDENGARAN


DI WISMA ARIMI
URESOS WENING WARDOYO UNGARAN



Oleh :
Januardi Jauhari
Ni Wayan Rusni
Nyoman Wirajana
Suriyanti
Ni Putu Putri Warini




PENDIDIKAN PROFESI NERS
STIKES NGUDI WAUYO
UNGARAN
2014





TERAPI KOGNITIF & TERAPI PENDENGARAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan hasil observasi selama bertugas di Wisma Arimbi Uresos
Wening Wardoyo Ungaran, Penerima Manfaat kelolaan didapatkan 50%
mempunyai masalah utama Penurunan pendengaran dan kognitif. Dari
fenomena tersebut kelompok tertarik untuk melakukan terapi aktivitas
kelompok dengan topik terapi kognitif dan terapi pendengaran.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan terapi kognitif dan terapi pendengaran
lansia makin meningkatkan aktivitas dan meningkatkan kemampuan sosial
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan terapi kognitif dan terapi pendengaran
lansia mampu
a Mengingat bentuk objek yang telah ditunjukkan.
b Melatih konsentrasi untuk memusatkan perhatian sesuai petunjuk yang
diberikan.
c Melatih ketajaman pendengaran.
C. Landasan Teori
Terapi kognitif berfokus pada masalah, orientasi pada tujuan, kondisi
dan waktu saat itu. Terapi ini memandang individu sebagai pembuat
keputusan. Terapi kognitif telah menunjukkan kefektifan penanganan dalam
masalah klinik misalnya cemas, schizophrenic, substance abuse, gangguan
kepribadian, gangguan mood. Dalam prakteknya, terapi ini dapat diaplikasikan
dalam pendidikan, tempat kerja dan seting lainnya.
Istilah kognitif mulai populer setelah teori piaget banyak dibahas para
ahli tahun 1960-an. Pengertian kognisi, meliputi aspek- aspek struktur intelek
yang digunakan untuk mengetahui sesuatu.
Menurut chaplin, kognisi memiliki pengertian yang luas mengenai
berpikir dan mengamati yang telah mengakibatkan individu memperoleh
pengertian. Kognitif menurut piaget, perkembangan kognitif tidak hanya dari
hasil kematangan organisme, atau dari pengaruh lingkungan saja, melainkan
interaksi diantara keduanya.
Pengertian pendengaran adalah salah satu sarana penting dalam diri
manusia. Kehilangan pendengaran merupakan ancaman terhadap komunikasi
dan kehidupan pribadi dan sosial. Orang yang mengalami masalah kehilangan
pendengaran biasa dikenal dengan istilah tuna rungu. Tuna rungu adalah
kerusakan atau kelainan pendengaran yang menyebabkan seseorang tidak
dapat mendengar atau daya pendengarannya berkurang.
D. Kriteria Klien
1. Klien yang cukup kooperatif.
2. Klien yang mengerti bahasa Indonesia.
3. Klien dengan gangguan kognitif dan pendengaran.
4. Klien dengan kondisi fisik yang dalam keadaan sehat (tidak sedang
mengidap penyakit fisik tertentu seperti diare, thypoid dan lain-lain)
E. Proses Seleksi
1. Berdasarkan kriteria Klien yang telah ditetapkan
2. Berdasarkan informasi dan diskusi mengenai prilaku klien sehari-hari dan
kemungkinan dapat dilakukan terapi aktifitas kelompok pada klien
tersebut dengan perawat ruangan
3. Melakukan kontrak dengan klien untuk mengikuti aktifitas yang akan
dilaksanakan serta menanyakan kesediaannya
4. Menetapkan bersama klien dan perawat ruangan tentang topik, waktu dan
tempat kegiatan
F. Uraian Struktur Kelompok
1. Hari /Tanggal : Kamis, 25 September 2014
2. Tempat : Wisma Arimbi
3. Waktu : 09.00 s/d Selesai WIB





4. Kegiatan
No Waktu Kegiatan Respon Media
1 5 Menit - Pembukaan dan
perkenalan
- Menjelaskan Tujuan

Menjawab
salam dan
Perkenalan

2 20 Menit - Pelaksanaan Kegiatan
TAK
- Pemberian
reincerforment
Mendengarkan
dan mengikuti
permainan
Pengeras
Suara,
Spidol,
Kertas dan
Poster

3 5 menit - Evaluasi
- Penutup
Menjawab dan
bertanya


5. Jumlah peserta : 6 orang
6. Perilaku yang diharapkan dari kelompok klien
a Klien dapat mengingat bentuk objek yang telah ditunjukkan yang
diberikan.
b Klien dapat berkonsentrasi untuk memusatkan perhatian sesuai
petunjuk yang diberikan.
c Klien dapat melatih ketajaman pendengarannya.
d Klien dapat membina kekompakkan kelompok selama kegiatan
berlangsung
e Klien tidak meninggalkan kelompok pada saat kegiatan.

G. Pengorganisasian
Leader : Suriyatni
Co-Leader : Januardi Jauhari
Fasilitator : Ni Wayan Rusni
Observer : Ni Putu Putri Warini
Dokumentator : Nyoman Wirajana
H. Metode Dan Media
Metode : Ceramah, Permainan
Alat dan Media : Pengeras Suara, Spidol, Kertas dan Poster

I. Uraian Pembagian Tugas
1. Leader
a. Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok
sebelum kegiatan dimulai
b. Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan
memperkenalkan dirinya
c. Mampu memimpin terapi aktifitas kelompok dengan baik dan tertib
d. Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok
e. Menjelaskan permainan
2. Co-Leader
a. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas
klien
b. Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang
3. Fasilitator
a. Memfasilitasi klien yang kurang aktif
b. Berperan sebagai role play bagi klien selama kegiatan
4. Observer
a. Mengobservasi jalannya proses kegiatan
b. Mencatat prilaku verbal dan non verbal klien selama kegiatan
berlangsung

J. Proses Pelaksanaan
1. Perkenalan dan pengarahan
a. Mempersiapkan lingkungan : suasana tenang dan nyaman (tidak ribut)
b. Mempersiapkan tempat : pengaturan posisi tempat duduk, leader
berdiri di depan dan berkomunikasi dengan seluruh anggota kelompok
c. Mempersiapkan anggota kelompok : membuat kontrak kembali dengan
klien untuk mengikuti aktifitas kelompok terapi kognitif dan terapi
pendengaran.
2. Pembukaan
a. Leader memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama,
b. Leader menjelaskan tujuan terapi aktivitas dan membuat kontrak
waktu dengan klien dan lamanya kegiatan berlangsung
c. Leader menjelaskan peraturan kegiatan dalam kelompok antara lain :
jika klien ingin ke kamar mandi atau toilet harus minta ijin kepada
leader, bila ingin menjawab pertanyaan klien diminta untuk
mengacungkan tangan dan diharapkan klien mengikuti kegiatan dari
awal sampai akhir
3. Permainan
Setelah leader menjelaskan peraturan kegiatan, fasilitator
membagikan kertas bergambar untuk pembagian kelompok. Pembagian
kelompok dibagi berdasarkan perolehan gambar yang sama dari klien.
Setelah terbentuk kelompok, fasilitator menunjukkan gambar dan
menyebutkan objek yang ada pada gambar kepada klien untuk dibisikkan
ke klien yang ada dibelakangnya dan begitu seterusnya sampai pada klien
dibaris paling akhir. Kemudian klien yang paling akhir menyebutkan dan
menggambarkan apa yang disampaikan dari klien pada baris pertama
kepada fasilitator.
4. Evaluasi
a. Klien dapat mengikuti jalanya kegiatan dengan baik
b. Klien aktif saat kegiatan berlangsung
c. Klien aktif dalam permainan
5. Penutup
a. Leader menyampaikan apa yang telah dicapai anggota kelompok
setelah mengikuti kegiatan
b. Perawat memberikan reinforcement positif pada setiap klien yang
mengikuti kegiatan

K. Antisipasi Masalah
1. Klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok penanganannya adalah
dengan memberikan motivasi oleh fasilitator
2. Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa ijin, panggil nama klien, tanyakan
alasan klien meninggalkan kegiatan, berikan motivasi agar klien kembali
mengikuti kegiatan
3. Klien lain yang ingin mengikuti kegiatan, beri penjelasan pada klien
tersebut bahwa kegiatan ini ditujukan pada klien yang dipilih, katakan
pada klien lain tersebut bahwa akan ada waktu khusus untuk mereka

L. Denah Ruang
Keterangan :
= Leader
= Co Leader
= Peserta
= Fasilitator
= Observer

M. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Input
a. Tim berjumlah 5 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 co leader, 1
fasilitator dan 2 observer.
b. Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik
c. Peralatan pengeras suara berfungsi dengan baik
2. Klien, tidak ada kesulitan memilih klien yang sesuai dengan kriteria dan
karakteristik klien untuk melakukan terapi aktifitas kelompok kognitif dan
pendengaran
3. Evaluasi Proses
a. Leader menjelaskan aturan jalanya kegiatan dengan jelas
b. Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah klien
c. Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan untuk
dapat mengawasi jalannnya kegiatan
d. 70% klien yang dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari awal
sampai selesai.
4. Evaluasi Output
Setelah mengadakan terapi aktifitas kelompok terapi kognitif dan
pendengaran dengan 15 klien yang diamati, hasil yang diharapkan adalah
sebagai berikut :
a. 70% klien yang dapat mengikuti kegiatan dengan aktif dari awal
sampai selesai.
b. 70% klien dapat meningkatkan pendengaran dan kognitifnya.
c. 70% klien dapat meningkatkan kemampuan akan kegiatan kelompok
(mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai)
d. 70% klien mampu melakukan hubungan sosial dengan lingkungannya
(mau berinteraksi dengan perawat/klien lain).



















Daftar Pustaka

Maryam Siti, dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta.
Penerbit : Salemba Medika.
Sahar juniati (2001) keperawatan gerontik, coordinator keperawatan komunitas,
fakultas ilmu keperawatan UI, Jakarta
Rona, 2012, Perubahan Psikologis Lansia http://koran-
jakarta.com/index.php/detail/view01/86097
Setiabudhi, Tony. 1999. Panduan Gerontologi Tinjauan Dari Berbagai Aspek
Menjaga Keseimbangan Kualitas Hidup Para Lanjut Usia. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama