Anda di halaman 1dari 7

TUGAS ISTILAH RADIOLOGI

BAGIAN RADIOLOGI PERSAHABATAN



Nama : Mindi Widayani
NRP : 122.022.1115
Program studi : Kepaniteraan klinik FK UPN Veteran Jakarta

1. Infiltrat
Penetrasi interstisium yang bersifat patologis dalam jaringan atau sel yang tidak
normal atau dalam jumlah yang berlebihan, merupakan suatu proses aktif dari infeksi
paru.
Gambaran radiologi : terdapat bercak bercak, titik titik kecil seperti awan/kabut
(patchy) dengan densitas rendah atau sedang dengan batas tidak tegas.

2. Fibrosis
Pembentukan jaringan fibrosa pada perbaikan atau penggantian unsur unsur
parenkimatosa dalam jumlah yang melampaui keadaan biasa, yang merupakan proses
lama dari peradangan pada paru.
Gambaran radiologi : berupa sarang seperti garis tipis atau tebal, berbatas tegas
dengan densitas tinggi.

3. Kalsifikasi
Proses mengerasnya jaringan organik akibat deposit garam garam kalsium dalam
substansianya dan menandakan suatu proses infeksi paru lama.
Gambaran radiologi : berupa bercak bercak atau bintik bintik kapur dengan
densitas tinggi menyerupai jaringan tulang.

4. Bullae
Suatu kantong berdinding tipis yang berisi udara, umumnya disebabkan oleh destruksi
alveolus kemudian terisi oleh udara. Atau berupa kantong radiolusen di perifer
lapangan paru dengan ukuran 1 2 cm atau lebih, terutama di bagian apeks paru dan
bagian basal paru dimana jaringan paru sekitarnya akan terkompresi.
Gambaran radiologi : berupa area avaskuler berbentuk bulat dan berdinding tipis.

5. Kista
Berupa gambaran bulat berisi cairan, berdinding tipis akibat suatu proses peradangan
kronis paru.
Gambaran radiologi : bayangan bulat berdinding tipis dengan variasi ukuran,
radiolusen. Bila lebih dari satu dan tersebar di kedua paru dikenal sebagai paru
polikistik.

6. Kavitas
Suatu ruang atau cekungan berongga, berupa lingkaran dan berdinding tipis dan licin
tetapi mungkin pula tebal berbatas tidak licin. Timbul akibat proses pelunakan sarang
kiju pada TB paru.
Gambaran radiologi : lubang kecil dikelilingi jaringan fibrotic dan bersifat berubah
pada pemeriksaan berkala, dinamakan lubang sisa (residual cavity).

7. Abses
Kumpulan cairan nanah dikelilingi jaringan inflamasi akibat peradangan di jaringan
paru yang menimbulkan nekrosis dengan pengumpulan nanah.
Gambaran radiologi : gambaran seperti cavitas yang berdinding tebal dengan area
konsolidasi di sekitarnya yang disertai air fluid level

8. Tuberculoma
Massa seperti tumor yang disebabkan oleh pembesaran atau agregasi tuberkel kaseosa
atau sarang sarang perkijuan terjadi akibat pembesaran lesi tuberkulosa dan
merupakan TB paru post primer.
Gambaran radiologi : berupa nodul dengan diameter 0,5 4 cm, berbatas licin, tegas
dan di dalam atau di tepinya terdapat sarang perkapuran.

9. Pleural effusion
Pembentukan cairan di dalam rongga plura, jenisnya meliputi cylothorax,
hemothorax, hydrothorax dan pyothorax.
Gambaran radiologi : berupa perselubungan homogen yang menutupi struktur paru
bawah yang biasanya relatif radioopak dengan permukaan atas cekung, berjalan dari
lateral atas kearah medial bawah.

10. Pneumothorax
Terdapatnya udara dalam rongga pleura akibat masuknya udara dari luar tubuh
sehingga terdapat rongga diantara pleura parietalis dan pleura visceralis. Bisa terjadi
akibat trauma seperti luka tusuk.
Gambaran radiologi : gambaran hiperlusen avaskuler, dapat disertai kolap di daerah
hillus dan mendorong mediastinum ke arah kontralateral. Selain itu sela iga menjadi
lebih lebar.

11. Schwarte
Berupa penebalan pleura yang terjadi akibat penyakit pleura kronis, seperti pleuritis
dan pneumothorax berulang yang menyebabkan terjadinya penimbunan jaringan ikat
di pleura yang mengalami kalsifikasi.
Gambaran radiologi : berupa garis garis densitas tinggi yang tidak teratur atau
kalsifikasi, biasanya terjadi di lapangan paru bawah dan menyebabkan sinus
costofrenikus menjadi tumpul.

12. Tumor paru
Pertumbuhan jaringan dengan multiplikasi sel sel yang tidak terkontrol dan
progresif yang terdapat di jaringan paru.
Gambaran radiologi : bila massa bersifat jinak gambaran berupa perselubungan
homogen radioopak dengan batas tegas dan bila massa ganas berupa perselubungan
inhomogen batas tidak tegas dan tidak teratur. Kadang disertai emfisema setempat,
atelektasis, peradangan paru, atau efusi.

13. Tumor mediastinum
Sesuatu massa abnormal yang terdapat di mediastinum yang berasal dari salah sati
struktur atau organ yang berada di rongga tersebut.
Gambaran radiologi : perselubungan homogen yang abnormal di daerah mediastinum

14. Emfisema
Keadaan dimana paru lebih banyak berisi udara, ukuran paru bertambah, baik
anteroposterior maupun ukuran paru secara vertikal ke arah diafragma.
Gambaran radiologi : berupa gambaran paru yang lebih radiolusen. Penambahan
ukuran paru anteroposterior memberi gambaran thorax kifosis sedangkan penambahan
ukuran paru vertikal menyebabkan diafragma letak rendah (datar)

15. Kardiomegali
Suatu keadaan dimana ukuran jantung lebih besar yang ditandai dengan ukuran CTR
lebih dari 50%. Pada kardiomegali salah satu atau lebih dari empat ruang jantung
membesar, namun paling sering bilik jantung kiri.

16. Aorta elongasi
Suatu keadaan dimana bertambah panjangnya aorta. Dinilai dengan mengukur jarak
antara tepi atas manubrium sterni dengan batas atas arcus aorta. Nilai normalnya
adalah 2 cm

17. Dilatasi aorta
Gambaran aorta yang melebar lebih dari 4 cm dihitung dari processus spinosus
vertebrae torakal setinggi arcus aorta ke aorta desenden.

18. Kalsifikasi aorta
Gambaran perkapuran pada aorta.
Gambaran radiologi : tampak gambaran opak seperti tulang di aorta

19. Edema paru
Adanya cairan pada interstitium ataupun pada alveoli.
Gambaran radiologi : Bayangan kerley B lines dengan panjang yang dapat mencapai 2
cm di zona lateral bawah menunjukkan edema pada interstitium. Ketika edema telah
melibatkan rongga alveoli, akan tampak gambaran butterfly pattern.

20. Bronkiektasis
Suatu keadaan bronkus yang melebar akibat hilangnya elastisitas dinding otot
bronkus.
Gambaran radiologi : bronkovaskular yang kasar yang umumnya terdapat di lapangan
bawah paru atau gambaran garis-garis translusen yang panjang menuju hilus dengan
bayangan konsolidasi sekitarnya akibat peradangan sekunder, kadang-kadang juga
bisa berupa bulatan-bulatan translusen yang sering dikenal sebagai honey comb
appearance. Bulatan translusen ini dapat berukuran besar (diameter 1-10cm) yang
berupa kista-kista translusen dan kadang-kadang berisi cairan (air fluid level) akibat
peradangan sekunder.

21. Atelektasis
Suatu keadaan paru atau sebagian paru yang mengalami hambatan berkembang secara
sempurna sehingga aerasi paru berkurang atau tidak ada sama sekali.
Gambaran radiologi : berupa gambaran pengurangan volume paru lobaris, segmental,
atau seluruh paru. Dengan akibat kurangnya aerasi sehingga memberikan bayangan
lebih suram dengan penarikan mediastinum ke arah atelektasis, sedangkan diafragma
tertarik ke atas dan sela iga menyempit. Klasifikasi dibagi menjadi atelektasis lobaris
bawah, atelektasis lobaris tengah kanan, atelektasis lobaris atas, atelektasis segmental,
dan atelektasis lobularis.

22. Pneumonia
Suatu radang pada parenkim paru, sehingga alveoli yang menyerap oksigen dari
atmosfer meradang dan terisi oleh cairan.
Pneumonia dibagi menjadi :
Pneumonia alveolar
Eksudat elveolar memberikan gambaran air bronchogram biasanya ditemukan pada
daerah konsolidasi. Prosesnya bisa terjadi segmental atau non segmental.
Pneumonia interstitial
Pada fase akut terlihat bronchial cuffing yaitu penebalan dan edema dinding alveolus.
Corakan bronkovaskular meningkat, hiperaerasi, bercak-bercak infiltrat dan efusi
pleura dapat terjadi.

23. TB paru
Merupakan infeksi kronis yang disebabkan mycobacterium tuberculosis, yang
terutama menyerang saluran pernapasan. Gambaran radiologis dibagi menjadi :
Tuberculosis primer
Daerah konsolidasi pneumonik perifer (fokus Ghon) dengan pembesaran kelenjar
hilus mediastinum (kompleks primer). Keadaan ini biasanya dapat sembuh dengan
gambaran kalsifikasi. Daerah konsolidasi berukuran kecil, lobaris, atau lebih luas
hingga seluruh lapangan paru.
Tuberculosis post primer atau tuberculosis reaktif
Konsolidasi bercak, terutama pada lobus atas atau segmen apikal pada lobus bawah,
sering disertai kavitas, efusi pleura, empiema, atau penebalan pleura.

24. TB Milier
Suatu perluasan penyakit tuberkulosis akibat penyebaran hematogen, tampak bintik
bintik ukuran 1 2 mm tersebar secara merata.
Gambaran radiologi : berupa gambaran menyerupai badai kabut, nodul nodul
multipel yang merata di seluruh lapang paru.

25. Metastasis paru
Suatu keadaan perpindahan penyakit dari satu organ ke organ paru yang tidak
langsung berhubungan dengan paru.
Gambaran radiologi : berupa gambaran nodul nodul multipel yang berbatas tegas di
kedua hemithoraks.

26. Pleuropneumonia
Suatu keadaan efusi pleura yang menyertai pneumonia bakteri, abses paru atau
bronkiektasis. Khasnya dapat dijumpai predominan sel sel PMN.
Gambaran radiologi : berupa gambaran radioopak yang menyebabkan diafragma tidak
dapat dinilai disertai adanya penebalan pada pleura atau kalsifikasi dari pleura.

27. Inspirasi maksimal
Suatu kondisi inspirasi terkuat yang mampu dilakukan penderita setelah ekspirasi
normal.
Gambaran radiologi : normalnya terlihat tulang iga anterior VI dan posterior IX pada
foto thorax PA. ICS V terdapat pada puncak diafragma.

28. Bentuk Iga
Depan : memiliki kedudukan lateral yang lebih tinggi daripada medial, sehingga akan
membetuk huruf V.
Belakang : memiliki kedudukan medial lebih tinggi daripada lateral, sehingga akan
membetuk huruf A

29. Hidropneumothorax
Suatu keadaan pneumothorax yang disertai dengan cairan serous dalam cavum pleura
dan memperlihatkan level cairan.
Gambaran radiologi : berupa gambaran air fluid level pada ronga pleura dan sinus
kostofrenikus yang tidak memiliki corakan bronkovaskular, sudut sinus kostofrenikus
tumpul, kadang terdapat pendorongan paru ke arah kontralateral. Dapat dilihat dengan
posisi PA dan tegak.

30. Persisten Thymus
Suatu keadaan thymus yang menetap hingga kehidupan dewasa, yang kadang
kadang menjadi hipertrofi.
Gambaran radiologi : berupa gambaran mediastinum superior yang radioopak dan
berbentuk layar.