Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

Psoriasis merupakan penyakit kulit inflamasi dengan peningkatan proliferasi


epidermal, biasanya ditandai oleh plak eritematosa dengan berbagai ukuran, berbentuk bulat,
sirkumskripta yang ditutupi skuama lamelar putih keabu-abuan atau putih keperakan.
1
Tempat
predileksinya adalah kulit kepala, kuku, permukaan ekstensor ekstremitas, siku, lutut,
umbilicus, dan regio sakral.
1,2
Terdapat berbagai bentuk klinis psoriasis, diantaranya psoriasis
vulgaris, psoriasis gutata, psoriasis inversa atau fleksural, psoriasis eksudativa, seboriasis,
psoriasis pustulosa, dan eritroderma psoriatik.
3
Psoriasis inversa adalah psoriasis yang
mempunyai predileksi pada daerah fleksor atau daerah lipatan.
3
Untuk daerah intertriginosa,
kelembaban dan maserasi mencegah teradinya skuama yang bertumpuk, sehingga lebih
tipis dan tidak kering.
2

!nsidens psoriasis menurut "holis dkk. #1$$%-1$$&', dari % ( 1) rumah sakit di
!ndonesia bervariasi antara ),%2* - ),$2*,
+
sedangkan ,karini dkk #1$$- (1$$&' melaporkan
di ./01 terdapat ),&-* kasus psoriasis.
-
Psoriasis pada anak tidak banyak ditemukan dan
arang pada usia di ba2ah 3 tahun. 0aadilaga dkk di ./"3 4akarta melaporkan psoriasis
anak sebesar ),++* dari seluruh pasien baru di poliklinik kulit anak dan 5,$-* dari seluruh
pasien psoriasis selama kurun 2aktu - tahun.
%
,tiologi psoriasis belum elas, namun beberapa penelitian menerangkan bah2a
etiologi tertuu pada proliferasi epidermis, deferensiasi, perubahan inflamasi, serta pembuluh
darah dermis. 6da beberapa faktor predisposisi, antara lain faktor genetik, endogen, dan
pencetus eksogen.
1,2
Patogenesis psoriasis telah berubah secara dramatis lebih dari satu dekade yang
lalu. 62alnya diasumsikan bah2a proliferasi keratinosit yang menyertai deferensiasi
epidermal abnormal merupakan penyebab utama psoriasis, tetapi sekarang telah ditemukan
bah2a hiperplasia merupakan reaksi terhadap aktivasi sistem imun kulit yang diperantarai
oleh limfosit T, "0&
#7'
, "0+
#7'
yang berakumulasi pada daerah lesi.
5
8ambaran klinis psoriasis memperlihatkan + gambaran yang menonol 9 1. :esi
dengan batas tegas; 2. Permukaan lesi terdiri atas skuama keperakan yang tidak melekat
erat; 3. 0iba2ah skuama tampak kulit yang mengkilat dan eritema homogen; +. Terdapat
tanda 6uspit<.
1
6da beberapa modalitas terapi untuk mengobati psoriasis meliputi terapi topikal,
sistemik, fototerapi, terapi kombinasi, dan terapi rotasi.
1
:aporan kasus ini bertuuan mengemukakan satu kasus psoriasis inversa pada anak
yang sangat arang dan agar lebih memahami penyakit psoriasis serta penatalaksanaanya.
KASUS
/eorang anak laki-laki, umur - tahun berdomisili di /emarang berobat ke poliklinik
1ulit dan 1elamin ./ 0r 1ariadi /emarang dengan keluhan utama timbul bercak merah di
selangkangan.
,nam bulan sebelumnya, timbul bercak merah di selangkangan kanan dan kiri yang
kadang terasa gatal. Pasien kemudian diba2a berobat ke poli 1ulit dan 1elamin ./U0 1odia
/emarang dan diobati dengan krim; desole=

lesi menghilang namun timbul lagi. 0ua bulan


kemudian bercak merah timbul lagi sehingga pasien diba2a berobat ke ./U0 1odia
/emarang kembali dan dikatakan sakit berengen dan tetap diberi krim desole=

. /etiap
diolesi krim desole= bercak menipis dan menghilang namun apabila obat habis bercak merah
akan segera timbul lagi. 3erasa tidak membaik dan mulai timbul bercak merah di ketiak
kanan dan kiri pasien diba2a berobat ke ./01. 0ua minggu sebelum berobat ke ./01
didiagnosis kandidiasis intertriginosa, diberi krim ketomed dioleskan 2= sehari selama 2
minggu dan dianurkan untuk control bila belum sembuh . Penderita kontrol karena bercak
merah tidak membaik
Penderita sering mengeluh sakit tenggorokan dan banyak gigi berlubang dan tidak
ada anggota keluarga yang sakit serupa. 6yah adalah pega2ai s2asta dan ibu bidan di
./01 dengan sosial ekonomi cukup. Pasien adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara.
>asil pemeriksaan status generalis, tampak keadaan umum dan tanda vital dalam
batas normal. Pemeriksaan dermatologik, pada lipat paha kanan kiri, ketiak kanan dan kiri
0
tampak kelainan kulit berupa papul dan plak eritematosa berbatas tegas dengan skuama
putih keperakan dengan lesi satelit, tanda 6uspit<, dan fenomena tetesan lilin positif
Sebelum terapi (hari ke 1)
?eberapa diagnosis banding yang dibuat adalah psoriasis inversa, dermatitis seboroik,
kandidiasis kutis intertriginosa dengan diagnosis kera sementara Psoriasis inversa.
>asil pemeriksaan laboratorium darah rutin 9 >b912,) g*, leukosit 9$.21) @ml, :,0 9
1&@3+ mm, hitung enis 93@-@2@-2@3$@+. Urin rutin 9 2arna kuning ernih, ? 1.)2- p> %,) protein
#-' reduksi #-', sedimen epitel 3--, lekosit 3--, eritrosit #-', kristal#-', silinder #-'. Aeses rutin 9
2arna kuning, konsistensi lembek, eritrosit#-' lekosit #-' telur cacing #-'. >asil pemeriksaaan
kerokan kulit lipat paha dan ketiak kanan dan kiri dengan 1B> 1)*9 /pora #-', Pseudohifa
#-'. Pemeriksaan 6/TB #kuantitatif' 9 Cegatif. >asil pemeriksaan histopatologi biopsi kulit
menunukkan hiperkeratosis, parakeratosis, akantosis, elongatio rete ridge, disertai hiperemi
papila dermis disertai sebukan limfosit, histiosit. 8ambaran tersebut menyokong diagnosis
psoriasis. Tidak tampak tanda ganas.
>asil konsultasi gigi dan mulut didapatkan9 gigi -.- dan &.% hiperemi pulpa. /aran
konservasi -.- dan &.%. Tindakan penambalan -.- dan &.%. >asil konsultasi T>T didapatkan
tonsilitis kronis dan disarankan untuk mendapat eritromisin + = 2-) selama 5 hari.
0itegakkan diagnosis pasien ini adalah psoriasis inversa.
1ami berikan terapi ,ritomisin oral + = 2-)mg selama 5 hari, clorpheniramin maleat
3= D tablet bila gatal. Topikal diberikan krim hidrokortison 2,-* ditambah :"0 3*, 6s.
salisilat 3* dan, Eas. album dioleskan 2= sehari.
Hasil pemeriksaan Histopatologi
Pengamatan hari ke 5 bercak merah sudah menghilang. Pemeriksaan dermatologis
pada lipat paha kanan dan kiri, ketiak kanan dan kiri tampak kelainan kulit berupa makula
hipopigmentasi. 0iagnosis saat itu hipopigmentasi pasca inflamasi #psoriasis' dan diobati
dengan urea 1)* cream 2= sehari.

Dalam terapi (hari ke 7)

Pengamatan hari ke-35 bercak merah tidak timbul lagi. Pemeriksaan dermatologis
pada lipat paha kanan dan kiri, ketiak kanan dan kiri, tampak kelainan kulit berupa makula
hipopigmentasi. Terapi krim urea diteruskan
1unungan rumah kurang lebih 1 tahun pasca terapi mendapatkan dari anamnesis
bercak merah tidak pernah timbul lagi. Pemeriksaan dermatologis pada lipat paha kanan dan
kiri, ketiak kanan dan kiri, tidak ditemukan kelainan.
Kunungan rumah 1 tahun pas!a terapi
1

D"SKUS"
0iagnosis psoriasis inversa pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis,
geala klinis, dan pemeriksaan histopatologi
Pasien adalah anak laki laki usia - tahun, tanpa ri2ayat psoriasis dalam keluarga.
3enurut kepustakaan insidens psoriasis pada laki-laki dan perempuan sama banyak,
1,2,-,&
usia a2itan berkisar antara 1 bulan sampai dengan 1- tahun, dengan rerata usia &,1 tahun.
%,$
Pada sepertiga kasus ditemukan paling sedikit satu anggota keluarga menderita psoriasis.
1,2,$
Penyebab psoriasis pada pasien ini belum elas. Penelitian mengenai etiologi
psoriasis hingga saat ini masih terus berlangsung. Presentasi antigen atau super antigen oleh
3>" kelas !! ke limfosit T helper "0+
#7'
pada epidermis, akan menginduksi pelepasan sitokin
dari 6P" dan limfosit T. /itokin kemudian menstimulasi proliferasi keratinosit dan ekspresi
molekul permukaan sel endotel. /elanutnya teradi infiltrasi lekosit termasuk limfosit T
memori "0+
#7'
ke daerah lesi. 6ktivasi limfosit sistemik diikuti oleh akumulasi setempat
limfosit "0+
#7'
yang teraktivasi, penarikan limfosit "0+
#7'
non spesifik dan monosit ke arah
lesi, dan akhirnya teradi aktivasi limfosit "0&
#7'
intradermal yang menyebabkan kerusakan
sel.
5

Pemeriksaan fisik ditemukan lesi pada ketiak dan lipat paha berupa papul dan plak
eritematosa dengan skuama putih keperakan disertai Flesi satelitG dengan tanda 6uspit< serta
fenomena tetesan lilin positif. /esuai kepustakaan bah2a psoriasis ditandai adanya papul
atau plak eritematosa berbatas tegas yang tertutup skuama tebal berlapis-lapis seperti perak
yang apabila skuama diangkat lapis demi lapis akan memberikan gambaran titik-titik
perdarahan yang disebut tanda 6uspit<.
2,$
Tempat predileksi yang khas adalah pada kulit
kepala, kuku, permukaan ekstensor ekstremitas siku, lutut, umbilicus, dan regio sakral.
1-3
3eskipun demikian dapat uga teradi pada daerah aksila, perineum, lipat paha, dada bagian
tengah serta umbilikus, yang disebut sebagai psoriasis inversa atau psoriasis fleksura.
2,$
1husus untuk daerah intertriginosa, kelembaban dan maserasi mencegah teradinya skuama
yang bertumpuk, sehingga lebih tipis dan tidak kering.

Pada lesi yang kronik kadang kadang
mudah teriritasi dan dapat timbul lesi satelit atau lesi baru pada daerah sekitarnya yang
diduga akibat fenomena 1obner
2,$

Pemeriksaan histopatologik didapatkan parakeratosis, hiperkeratosis, akantosis,
elongatio rete ridge, disertai hiperemia dan sebukan limfosit, histiosit di papila dermis.
3enurut kepustakaan gambaran histopatologik psoriasis berupa parakeratosis, sering
dengan hiperkeratosis, akantosis, pemanangan rete ridge, pemanangan papila dermis
disertai mikroabses 3unro di epidermis, dermis sembab dengan sebukan sel limfosit dan
monosit.
1,3,1)
0iagnosis banding dengan dermatitis seboroik pada pasien ini dapat disingkirkan
karena penyakit ini merupakan penyakit kulit inflamasi superfisial dan bersifat kronik dengan
predileksi pada kulit kepala, alis mata, kelopak mata, lipatan nasolabial, bibir, telinga, daerah
sternum, umbilikus, aksila, ba2ah payu dara, inguinal, dan bokong. Pada dermatitis seboroik
terdapat keluhan gatal, skuama tipis berminyak, dan tidak mengkilat. /edangkan pada
psoriasis keluhan gatal kadang kadang, skuama lebih tebal, kering, keputihan, dan mengkilat.
Pada psoriasis didapatkan tanda 6uspit< positif sedangkan pada dermatitis seboroik negatif.
2
0iagnosis banding dengan kandidiasis kutis intertriginosa dapat disingkirkan karena
pada kandidiasis gatal merupakan keluhan utama, dengan gambaran klinis plak eritematosa
disertai maserasi, pseudomembran, dan lesi satelit. Pemeriksaan 1B> 1)* akan ditemukan
budding cell dan pseudohifa.
11
Pada penderita ini pemeriksaan 1B> 1)* negatif.
Terapi psoriasis meliputi terapi topikal, ineksi triamsinolon, fototerapi, terapi sistemik,
terapi kombinasi, dan terapi rotasi.
2,1)
Terapi topikal yang dapat diberikan terdiri atas
kortikosteroid, antralin, tar, analog vitamin 03, ta<aroten, takrolimus, emolien, dan urea.
2,+,12
Aototerapi terdiri atas fotokemoterapi #PUE6' dan fototerapi #UE?'. Terapi sistemik antara lain
dengan metotreksat, siklosporin, asitretin, mikofenolat mofetil.
12
Terapi kombinasi bertuuan
2
untuk mempercepat pembersihan lesi, mengurangi efek samping, dan mengurangi dosis
terapi. "ontoh terapi kombinasi adalah kortikosteroid topikal dengan UE? dan PUE6, retinoid
dengan PUE6.
1,12
Terapi rotasi untuk psoriasis yang berat dilakukan dengan cara
penggantian obat sesuai adual dan respons individu terhadap faktor resiko, dosis kumulatif,
dan lama terapi.
1,12
Pada kasus ini terapi dengan kortikosteroid topikal dikombinasi dengan
:"0#Liquor Carbonis Detergens' dan asam salisilat selama 1 minggu memberi respons
sangat baik sehingga dilanutkan dengan krim Urea 1)*. Prognosis psoriasis masih
belum dapat diduga. Psoriasis dapat timbul kembali ika ada faktor pencetus. 3eskipun
penyakit ini sulit sembuh total tetapi arang membahayakan kehidupan.
1,2
Prognosis pasien
ini Huo ad vitam ad bonam, Huo ad sanam dubia dan Huo ad kosmetikam ad bonam.
DA#$A% PUS$AKA
1. "ristophers ,, 3ro2iet< U. Psoriasis. 0alam9 Areedberg !3, ,isen 6I, 6usten 1A, Jollf 1, 8oldsmith :6,
1at< /!, editor. Ait<patrickKs 0ermatologi in general medicine. ,disi ke-%. Ce2 Lork9 3c 8ra2 >ill, 2))39
+)5-25
2. Bdom .?, 4ames J0, ?erger T8. /eborrhoic 0ermatitis, Psoriasis, .ecalcitrant Palmoplantar ,ruption,
Pustular 0ermatitis, and ,rytroderma. 0alam 9 6ndre2Ks diseases of the skin. ,disi ke-$. Philadelphia9 J?
/aunders "o. 2))) 9 21+--3.
3. 0uanda 6. 0ermatosis ,ritroskuamosa. 0alam 9 0uanda 6, >am<ah 3, 6isah /. !lmu penyakit kulit dan
kelamin. ,disi ketiga. 4akarta ?P A1U!, 2))19 153-&-
+. "holis 3, dkk. !nsiden psoriasis di berbagai rumah sakit di !ndonesia. /imposium Psoriasis Prakonas
P,.0B/1! !M. /urabaya. 1$$$9 1-1%
-. ,karini 0, >adi /, ?udiastuti 6, !ndrayanti /. Psoriasis di ./UP 0r. 1ariadi /emarang. 1umpulan naskah
ilmiah 1ongres Casional P,.0B/1! !M 4ilid !. /urabaya 9 6irlangga University Press, 1$$$ 9 +--5.
%. 0aadilaga /J, /ugito T:, ?oediarda /6. "hildhood psoriasis. 30E! 1$$5; 2+@2 9 +$--2.
5. Brtonne 4P. .ecent 0evelopment. 0alam9 The Understanding Bf Pathogenesis Bf Psoriasis. ?r 4
0ermatol, 1$$$; 1+)#/uppl. -+'9 1-5.
&. ?ondi ,,, 4egasothy ?E, :a<arus 8/. PapulosHuamous :esion. 0ermatologi diagnosis an therapy.
:ondon9 Prentice >all !nc. 1$$1 9 2&-3-
$. >ur2it< /. PapulosHuamous and related disorder. 0alam9 "linical pediatric dermatology. ,disi ke 2.
Philadelphia 9 J? /aunders "o. 1$$39 1)--3).
1). 8ibson ,:, Perry >B. PapulosHuamous eruption and e=sfoliative dermatitis. 0alam9 3oscella /:, >urley
>4, editor. 0ermatology. ,disi ke-3. Philadelphia9 J?. /aunders, 1$$29 %)5-+5.
11. .amali .3, Jerdani /. 1andidiasis kutan dan mukokutan. 0alam9 ?udimula U, dkk editor.
0ermatomikosis superfisialis. 4akarta9 ?P A1U!, 2))19 ---%-.
12. Aeldman /. 6dvance in Psoriasis Treatment. 0ermatology on line 4ournal Eol. % Cumber 1
3