Anda di halaman 1dari 26

LEMBAR PENGESAHAN

PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI


DISUSUN OLEH

: IMAM WAHYUDI

KELOMPOK

(421104090)

SYAFRIYAN RIEZKY E.P.

(421104084)

MOH. NADZIRUDDIN

(421104025)

:8

FAKULTAS / JURUSAN : TEKNIK/ MESIN

MATERI PRAKTIKUM
BUBUT
KERJA BANGKU
MILLING
LAS

Surabaya, 15 Juli 2013


Mengetahui

Menyetujui

Ka. Laboratorium

Dosen

Pembimbing

EDY SANTOSO ST,MT.

GATUT PRIYO UTOMO, IR,

MSC
KATA PENGANTAR
1

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan rahmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kami sehingga dapat menyusun
laporan praktikum proses produksi sampai selesai, yang mana merupakan salah satu
program akademik yang harus dipenuhi.
Bahan-bahan dari laporan ini diperoleh dari hasil atau data pengamatan sewaktu
praktikum, serta petunjuk dari asisten dan dosen pembimbing serta dari literatur dan
petunjuk pedoman praktikum proses produksi.
Atas tersusunnya laporan ini penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
1. Saya ucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempurnaan
kesehatan sehingga saya dapat melakukan praktikum dari awal sampai akhir
2. EDY SANTOSO ST,MT Selaku kepala laboratorium yang telah menyelenggarakan
praktikum proses produksi.
3. GATUT PRIYO UTOMO, IR, MSC.

selaku dosen pembimbing saya sampai

praktikum ini selesai


4. Seluruh Asisten laboratorium yang telah memberikan pengarahan kepada saya untuk
melakukan praktikumproses produksi.
5. Seluruh Mahasiswa Teknik Mesin yang telah mendukung saya untuk menyelesaikan
laporan ini.

Sebagai akhir kata, penyusun mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak
yang sifatnya membangun, karena didalam laporan ini tentunya masih banyak kesalahan
dan kekurangan.

Surabaya, 15 Juli 2014

Penyusun

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................
2

KATA PENGANTAR ......................................................................................


DAFTAR ISI ....................................................................................................
BAB I PROSES PENGERJAAN MESIN BUBUT
1.1 Persiapan dan Alat Alat yang digunakan....................................
1.2 Proses pengerjaan ..........................................................................
1.2.1 Proses Pengerjaan rangkaian Tracer 1...................................
1.2.2 Proses Pengerjaan rangkaian Tracer 3...................................
1.3 Analisa Hasil Pengerjaan.
1.4 Variabel-Variabel yang Mempengaruhi..........................................
1.5 Kesalahan-Kesalahan yang terjadi..
1.6 Kesimpulan.

2
3
5
5
5
8
10
11
11
11

BAB II PROSES PENGERJAAN KERJA BANGKU


2.1 Persiapan dan Alat alat yang digunakan .....................................
2.2 Proses Pengerjaan
2.2.1 Proses Pengerjaan Rangkaian Pada Tracker 1 ......................
2.2.2 Proses Pengerjaan Rangkaian Pada Tracker 2 ......................
2.2.4 Proses pengerjaan Rangkaian Pada Tracker 4.......................
2.2.5 Proses pengerjaan Rangkaian Pada Tracker 5.......................
2.3 Analisa Hasil Pengerjaan................................................................
2.4 Kesalahan-Kesalahan yang terjadi..................................................
2.5 Kesimpulan.....................................................................................

12
12
12
14
17
19
21
21
21

BAB III PROSES PENGERJAAN MESIN MILLING


3.1 Persiapan dan Alat Alat yang digunakan....................................
3.2 Proses pengerjaan ..........................................................................
3.2.1 Proses Pengerjaan rangkaian Tracer 1...................................
3.3 Analisa Hasil Pengerjaan.
3.3.1 Pengerjaan Pada Benda Kerja 1.
3.4 Variabel-Variabel yang Mempengaruhi..........................................
3.5 Kesalahan-Kesalahan yang terjadi..
3.6 Kesimpulan.

22
22
22
24
24
24
24
24

BAB IV PROSES PENGERJAAN PENGELASAN


4.1 Persiapan dan Alat Alat yang Digunakan ...................................
4.2 Proses Pengerjaan ..........................................................................
4.3 Analisa Hasil Pengerjaan ...............................................................
4.4 Variabel-Variabel ..........................................................................
4.5 Kesalahan-Kesalahan yang terjadi..................................................
4.6 Kesimpulan ...................................................................................

25
25
26
26
26
26

BAB V PROSES PERAKITAN


5.1 Persiapan dan Alat Alat yang Digunakan.................................... 27
5.2 Proses Pengerjaan... 27
5.3 Analisa Hasil Pengerjaan 28
5.4 Variabel-Variabel28
5.5 Kesalahan-Kesalahan yang terjadi.. 28
5.6 Kesimpulan. 28
BAB VI ANALISA KESELURUHAN HASIL PENGERJAAN BENDA KERJA
3

6.1 Persiapan. 29
6.2 Proses Pengerjaan... 29
6.3 Analisa Hasil Pengerjaan... . 29
6.4 Variabel-Variabel29
6.5 Kesalahan-Kesalahan yang terjadi.. 29
6.6 Kesimpulan. 29
DAFTAR PUSTAKA.... 30

BAB I
Praktikum I
Proses Pengerjaan Mesin Bubut

1.1 Persiapan ( setting mesin perkakas ) dan alat alat yang di gunakan.
Mengecek semua bagian mesin bubut seperti putaran spindle, eretan atas, eretan
bawah, tempat bor senternya, dan mensetting pahat bubut dengan cara ujungnya pisau
harus senter dengan bor senter pada mesin bubut tersebut bila kurang tinggi di ganjal sama
plat tipis sampai posisi keduanya sejajar.
Sebelum menjalankan proses pengerjaannya harus di pesiapkan terlebih dahulu peralatan
peralatan seperti :
- Jangka sorong
- Pahat rata
- Pahat ulir
- Mata bor diameter 8.5
- Kuas
1.2. Proses pengerjaan ( prosedur pengerjaan )
1.2.1. Proses pengerjaan rangkaian Tracker 1
A. Membubut
a. Menjepit benda kerja pada cekam mesin bubut.
b. Menjalankan mesin, menentukan besarnya putaran mesin dan arah putaran
mesin yang berlawanan arah jarum jam karena proses penyayatan pada ujung
sisi kanan benda kerja.
c. Mengarahkan pahat rata ke ujung benda karena putaran mesinnya berlawanan
arah jarum jam,dan menyayat 1 mm dan benda kerja menjadi 16 mm.
d. menyayat lagi 1 mm menjadi 15 mm.
e. Kemudian ujungnya di camper.
f. Matikan mesin kemudian pasang mata bor berdiameter 8.5 pada tempat bor
senter.
4

g. Jalankan mesin lagi arah kan mata bornya pada titik tengah benda kerja
kemudian putar perlahan lahan sampai berlubang dan tembus.
h. Matikan mesin kemudian benda kerja di lepas.
B. Cara penyayatan 1 mm
a. Menjepit benda kerja pada cekam mesin bubut.
b. Menjalankan mesin, menentukan besarnya putaran mesin dan arah putaran
mesin.
c. Untuk menentukan angka nol pada nonious handle, sentuhkan pahat ke sisi
benda kerja yang akan di sayat.
d. Jauhkan pahat dari benda kerja hingga posisi netral.
e. Atur nonious handle sehngga penyayatan menjadi 1mm, kemudian jalankan
secara otomatis untuk penyayatan 1mm pada benda kerja.
f. Jauhkan pahat dari benda kerja pada posisi netral.
g. Kemudian ujungnya di camper.
h. Matikan mesin.

Gambar 1.1 Benda kerja sebelum proses pengerjaan.

Gambar 1.2 benda kerja setelah proses pengerjaan menyayat 1 mm, dan lebar
menjadi 16mm

Gambar 1.3 benda kerja setelah proses pengerjaan menyayat 1 mm, dan lebar
menjadi 15mm

Gambar 1.4 benda kerja setelah proses pengerjaan lebar menjadi 15mm

Gambar 1.5 benda kerja sebelum proses pengeboran

Gambar 1.6 benda kerja setelah proses pengeboran


1.2.2. Proses pengerjaan rangkaian Tracker 3
A. Membubut
a. Mencekam benda kerja pada penjepit benda kerja atau chuck
b. Memasang senter kepala lepas pada lubang kecil yang ada di ujung benda
kerja yang telah di bor sebagai alat pendukung benda kerja yang akan di
bubut.
c. Menghidupkan mesin bubut dengan putaran spindel 650 rpm

d. Menentukan titik nol dari benda kerja dengan cara menggoreskan ujung pahat
pada permukaan benda kerja
e. Menjauhkan pahat dari benda kerja hingga posisi netral
i. Membubut benda kerja yang berdiameter 12 mm dan panjang 100 mm
dengan Mengarahkan pisau rata ke ujung benda karena putaran mesinnya
berlawanan arah jarum jam,dan menyayat 1 mm dan benda kerja menjadi 11
mm.
j. Menyayat lagi 1 mm sehingga benda kerja menjadi 10 mm.
f. Matikan mesin, kemudian ganti pisau rata dengan pahat ulir cara mesetting
g.
h.
i.
j.

pahatnya juga hampir sama seperti pahat rata.


Atur mesin bubut untuk pemakaian ulir M 1.5
Jalankan mesin, atur pemakanan secara otomatis.
Makan sampai ulir berbentuk segitiga, dan cara mengukurnya pakai mal ulir.
Setelah selesai matikan mesin.

Gambar 1.7. Benda kerja sebelum proses pengerjaan

Gambar 1.8. Benda kerja sesudah proses pengerjaan menyayat 1 mm dan


diameter menjadi 11 mm

Gambar 1.9. Benda kerja sesudah proses pengerjaan menyayat 1 mm dan


diameter menjadi 10 mm

Gambar 2.0. Benda kerja sesudah proses pengerjaan menyayat dan


diameter menjadi 10 mm

Gambar 2.1. Benda kerja proses pembuatan ulir, penyayatan tirus dan
bor diameter 5
1.3. Analisa Hasil Pekerjaan
1. Data yang di peroleh saat praktikum
8

A. Membubut
Tracker 1
Putaran Spindel
Panjang awal benda kerja (Lo)
Panjang akhir benda kerja (dm)
Gerak feeding (F)

: 650 rpm
: 17 mm
: 15 mm
: 1 mm

Tracker 3

Putaran spindel

Diameter awal benda kerja (do)

Diameter akhir benda kerja (dm)

Panjang benda kerja (L)

Gerak feeding (F)

: 650 rpm
: 12 mm
: 10 mm
: 100 mm
: 1 mm

1.4. Variabel variabel yang mempengaruhi hasil pengerjaan


a. Penjepitan benda kerja pada penjepit atau chuck yang kurang kencang dan kurang
lurus
b. Pemasangan pahat yang tidak senter dengan ujung senter kepala lepas
1.5. Kesalahan kesalahan yang terjadi
Kondisi pahat pada saat pengerjaan mengalami aus dan patah pada ujung pahatnya.
1.6. Kesimpulan
a. Pada saat proses pengerjaan mesin bubut harus diberi pendingin berupa air
pendingin supaya ujung pahatnya tidak patah.
b. Sebelum pemasangan pahat dilakukan, sebaiknya pahat digerinda terlebih dahulu
supaya tidak mengalami aus dan patah pada ujung pahat tersebut.
c. Pada saat pemasanan pahat, ujung pahat harus benar-benar senter dengan ujung
senter kepala lepas

BAB II
Praktikum II
Proses Pengerjaan Kerja Bangku
2.1. Persiapan dan alat alat yang di gunakan
Kerja bangku adalah kegiatan produksi yang dilakukan tanpa mengunakan mesin
berat, hanya menggunakan alat-alat yang langsung digunakan oleh tangan manusia.
Contohnya dalam berbagai kegiatan seperti: menggergaji, mengetap, menyenai, mengikir
dan menggambar benda kerja.
Alat alat yang digunakan :
Ragum
- Tap dan snay M 10 X 1,5
- Jangka besi
- Jangka sorong
- Penitik dan palu
- Penggaris besi
- Meja rata
- Minyak pelumas
- Mesin bor
- Gergaji
- Radius gauge
- Kikir
2.2. Proses pengerjaan ( proses pengerjaan )
2.2.1. Proses pengerjaan Rangkaian Tracker 1
A. Mengetap
a. Pasang benda kerja yang berdiameter 30 mm yang sebelumnya tengahnya sudah
di bor dengan diameter 8.5 mm pada ragum.
10

b. Masukkan tap ke-1 pada lubang yang berdiameter 8.5 mm tersebut, kemudian di
putar searah jarum jam dengan pemutar tap sedikit di tekan sambil sesekali di
kasih minyak pelumas biar licin menghindari tapnya patah.
c. Setelah sedikit terbentuk jalur ulir, teruskan putaran tanpa menekan dan setiap
putaran dibalikkan agar tatal.
d. Jaga kedudukan tap tetap satu sumbu dengan lubang
e. Kemudian lepas tap ke-1 dan pasang tap ke-2 masukkan lagi pada lubang yang
sama secara perlahan agar posisi tapnya lurus setelah selesei lepas lagi tap yang
ke-2.
f. Pasang tap ke-3 masukkan lagi pada lubang yang sama secara perlahan agar
posisi tapnya lurus sampai selesai.
g. Bersihkan ulir dari gram sebelum digunakan.
h. Lalu lakukan pengeboran dengan diameter 4 pada tepi benda untuk meringankan
pemakanan pada proses milling

Gambar 2.2. Benda kerja sebelum proses pengerjaan Tap

Gambar 2.3. Benda kerja sesudah proses pengerjaan Tap

11

Gambar 2.4. Benda kerja sebelum proses pengeboran dengan diameter 4 pada
tepi benda

Gambar 2.5. Benda kerja sesudah proses pengeboran dengan diameter 4 pada
tepi benda

2.2.2. Proses Pengerjaan Rangkaian tracker 2


A. Mengikir
a. Pasang benda kerja yang berupa plat yang berukuran panjang 50 mm, lebar 15
mm dan tinggi 5 mm pada ragum.
b. Beri tanda sebelum proses pengerjaan, gambar ujung plat sehingga membentuk
c.
d.
e.
f.

radius 7.5
Lepas benda kerja dan pasang pada posisi tegak.
Kikir ujung yang sudah di kasih tanda sampai membentuk radius 7.5
Lepas dan pasang benda kerja seperti semula.
Beri ukuran lagi sisi kiri dengan panjang 19 mm sedangkan sisi kanan tetap 25

mm, kemudian tarik garis lurus.


g. Kemudian potong ujung yang sudah di kasih ukuran tersebut dengan gergaji.

12

Gambar 2.6. Benda kerja sebelum proses pengerjaan pemotongan plat

Gambar 2.7. Benda kerja proses pengerjaan pemotongan plat

13

Gambar 2.8. Benda kerja proses pengerjaan pemotongan plat dengan panjang
sisi atas 2,5 mm dan pada sisi bawah panjang 1,9 mm

Gambar 2.9 Benda kerja sebelum proses pengerjaan mengikir dengan bentuk
radius R 7.50

Gambar 3.0. Benda kerja sesudah proses pengerjaan mengikir dengan bentuk
radius R 7.50
B. Mengebor
a. Setelah di kikir dan bentuk radius, kasih titik pada ukuran 7.5 mm sama seperti
radius sebelumnya.
b. Pasang benda kerja pada mesin bor, dan pasang mata bor dengan diameter 5
mm.
c. Jalankan mesin, arahkan mata bor ke benda kerja yang sudah di kasih titik
tersebut secara perlahan.
d. Setelah selesai, matikan mesin dan lepas benda kerja.

14

Gambar 3.1. benda kerja proses pengeboran dengan diameter 5

Gambar 3.2. benda kerja sesudah proses pengeboran dengan diameter 5


2.2.4. Proses Pengerjaan Rangkaian Tracker 4
C. Mengikir
a. Pasang benda kerja yang berupa plat yang berukuran panjang 50 mm, lebar 15
mm dan tinggi 3 mm.
b. Beri tanda sebelum proses pengerjaan, gambar ujung plat sehingga membentuk
radius 7.5 dan ujung satunya radius 6.
c. Kikir pada semua bagian dengan membentuk sisi agak tirus.
d. Setelah selesai, ukur dengan radius gauge untuk permukaan ujung benda.

Gambar 3.3. Benda kerja sebelum proses pengerjaan

15

Gambar 3.4. Benda kerja sebelum proses pengerjaan mengikir

Gambar 3.5. Benda kerja sesudah proses pengerjaan mengikir


D. Mengebor
e. Setelah di kikir dan bentuk radius, kasih titik pada ukuran 7.5 mm pada ujung
belakang dan pada ujung depan kasih titik dengan ukuran 5.85 mm
f. Pasang benda kerja pada mesin bor, dan pasang mata bor dengan diameter 5
mm.
g. Jalankan mesin, arahkan mata bor ke benda kerja yang sudah di kasih titik pada
ujung belakang dan depan tersebut secara perlahan.
h. Setelah selesai, matikan mesin dan lepas benda kerja

Gambar 3.6. Benda kerja sebelum proses pengerjaan pengeboran

16

Gambar 3.7. Benda kerja sesudah proses pengerjaan pengeboran


2.2.5. Proses Pengerjaan Rangkaian Tracker 5
E. Mengikir
a. Pasang benda kerja yang berupa plat yang berukuran panjang 60 mm, lebar 15
mm dan tinggi 5 mm.
b. Beri tanda sebelum proses pengerjaan, gambar ujung plat sehingga membentuk
radius 7.5 dan ujung satunya radius 5 pada satu sisi saja.
c. Bagi lebar plat menjadi 9 mm dan 5 mm, dan bagi panjang plat menjadi 53 mm
pada satu sisi saja.
d. Kikir pada semua bagian dengan membentuk sisi agak tirus (Gambar 2.8).
e. Setelah selesai, ukur dengan radius gauge untuk permukaan ujung benda.

Gambar 3.8. benda kerja sebelum proses pengerjaan

Gambar 3.9. Benda kerja sebelum proses pengerjaan mengikir

17

Gambar 4.0. Benda kerja sesudah proses pengerjaan mengikir


F. Mengebor
a. Setelah di kikir dan bentuk radius, kasih titik pada ukuran 7.5 mm.
b. Pasang benda kerja pada mesin bor, dan pasang mata bor dengan diameter 5
mm.
c. Jalankan mesin, arahkan mata bor ke benda kerja yang sudah di kasih titik pada
ujung belakang dan depan tersebut secara perlahan.
d. Setelah selesai, matikan mesin dan lepas benda kerja

Gambar 4.1. Benda kerja sebelum proses pengerjaan pengeboran

Gambar 4.2. Benda kerja sesudah proses pengerjaan pengeboran


2.3. Analisa Hasil Pengerjaan
Pada saat pemberian tanda titik dengan penitik ke setiap benda kerja plat, dimana
setiap benda mempunyai dimensi / ukuran yang berbeda beda, jadi pada saat
pengukuran pemberian tanda titik pada setiap benda kerja mempunyai ukuran yang

18

berbeda-beda sehingga dalam proses pengeboran setiap benda kerja sama, sehingga
nantinya pada proses perakitan benda kerja dapat dirakit dengan mudah .
2.4. Kesalahan Kesalahan yang Terjadi.
Hasil pengikiran tidak sesuai dengan radius gauge
2.5. Kesimpulan
Pada saat mengikir, benda kerja harus terjepit dengan kencang di ragum supaya pada
saat mengikir tidak terjadi kesalahan, terutama pada pembentukan radius.

BAB III
Praktikum III
Proses Pengerjaan Mesin Milling

3.1 Persiapan ( setting mesin perkakas ) dan alat alat yang di gunakan.
Mengecek semua bagian mesin bubut seperti putaran spindle, eretan atas, eretan
bawah, tempat bor senternya, dan mensetting pahat bubut dengan cara ujungnya pisau
harus senter dengan bor senter pada mesin bubut tersebut bila kurang tinggi di ganjal sama
plat tipis sampai posisi keduanya sejajar.
Sebelum menjalankan proses pengerjaannya harus di pesiapkan terlebih dahulu peralatan
peralatan seperti :
- Jangka sorong
- Bor frais diameter 5
- Kuas
3.2. Proses pengerjaan ( prosedur pengerjaan )
3.2.1. Proses pengerjaan rangkaian Tracker 1
A. Mengefrais
a. Menjepit benda kerja pada ragum.
b. Menjalankan mesin, menentukan besarnya putaran mesin dan arah putaran
mesin yang searah jarum jam karena proses penyayatan pada ujung sisi kanan
c.
d.
e.
f.
g.

benda kerja.
Mengarahkan borfrais hingga menyentuh permukaan benda kerja .
Geser ke belakang benda kerja hingga bebas
Kemudian naikan meja 1mm untuk pemakanan.
Lakukan pemakanan benda kerja hingga sedalam 6 mm
Matikan mesin kemudian benda kerja di lepas.

19

Gambar 4.3. Benda kerja sesudah proses pengeboran dengan diameter 4 pada
tepi benda dari proses kerja bangku

Gambar 4.4. Benda proses sesudah pengefraisan 5 mm

3.3. Analisa Hasil Pekerjaan


3.3.1. Data yang di peroleh saat praktikum
A. Mengefrais
Tracker 1
20

Putaran Spindel
Gerak feeding (F)

: 650 rpm
: 1 mm

3.4. Variabel variabel yang mempengaruhi hasil pengerjaan


a. Penjepitan benda kerja pada ragum yang kurang kencang dan kurang lurus
b. Ketajaman borfrais yang tidak terkontrol dari para praktikan
3.5. Kesalahan kesalahan yang terjadi
Kondisi borfrais pada saat pengerjaan mengalami aus dan tumpul pada ujungnya.
3.6. Kesimpulan
a. Pada saat proses pengerjaan mesin milling harus diberi pendingin berupa air
pendingin supaya ujung fraisnya tidak cepat aus.
b. Sebelum pemasangan borfrais dilakukan, sebaiknya borfrais diasah terlebih dahulu
supaya tidak mengalami aus dan patah pada ujung borfrais tersebut.

BAB IV
Praktikum IV
Proses Pengerjaan Pengelasan

4.1. Persiapan dan alat alat yang digunakan


Sebelum melakukan proses pengelasan terlebih dahulu harus dipersiapkan
peralatan -peralatan yang akan digunakan antara lain :
21

Catut

Tang

Palu besi

Kacamata las
Palu tipis
Sikat baja

4.2. Proses pengerjaan ( Prosedur Pengerjaan )


a.

Meluruskan plat yang akan di las dan rangkaian Tracker 1 dengan cara di pukul

b.

pukul dengan menggunakan palu besi


Mengatur posisi kedua benda kerja tersebut pada meja las dengan posisi rata dan

c.
d.
e.
f.

sejajar
Mengatur arus pada las listrik pada posisi 110 120 ampere
Memasang kawat elektroda dan menghidupkan mesin las
Memberi las titik pada masing masing ujung benda kerja
Mengelas atau menyambung benda kerja dari ujung ke ujung dengan gerakan

g.
h.

elektroda berputar
Setelah selesai bersihkan dengan palu bagian luar yang habis di las
Kikir bagian yang di las tadi, agar benda kerja bisa rata sehingga dapat di rakit
dengan benda kerja lainnya

Gambar 4.5. Benda kerja sesudah proses pengelasan


4.3. Analisa hasil pengerjaan
Kecepatan pengelasan yang tidak stabil mengakibatkan terjadinya perbedaan
ketebalan sambungan pada logam yang di las
22

4.4. Variabel variable yang mempengaruhi hasil pekerjaan


Untuk las listrik :
- Arus las
- Kecepatan pengelasan
- Kondisi elektroda
4.5. Kesalahan kesalahan yang terjadi
- Elektroda lengket pada ujung benda kerja yang akan di las
- Hasil pengelasan tidak rapi
4.6. Kesimpulan
a. Sebelum melakukan pengelasan, lihatlah pengaturan arus listriknya apakah sudah
sesuai dengan elektroda yang kita pakai sehingga elektroda tidak lengket dengan
benda kerja.
b. Pada saat pengelasan, kecepatan pengelasan harus diperhatikan sehingga
pengelasan yang dihasilkan terlihat rapi

BAB V
Proses Perakitan
5.1. Persiapan dan alat yang di gunakan
a. Mur ukuran M 5
b. Baut ukuran M 5
c. Kunci pas
5.2. Proses Perakitan
a. Bersihkan dulu semua rangkaian Tracker dari gram atau pun bekas minyak
pelumas
b. Untuk rangkaian Tracker yang bebrbentuk ulir bersihkan pakai sikat baja
c. Setelah itu pasang mur dan baut pada rangkaian Tracker no. 4 dan 5
d. Setelah sudah selesai di pasang, pasang kembali dengan mur dan baut rangkaian
no 4 dan 5 ke rangkaian tracker no 1 dan 2 yang sebelumnya sudah di las
e. Setelah semua sudah di rangkai, pasang rangkaian no. 3 yang berbentuk ulir ke
rangkaian no. 1 yang berbentuk ulir dalam.

23

Gambar 4.6. sebelum perakitan

Gambar 4.7. setelah proses perakitan


5.3. Analisa hasil pekerjaan
Pada proses pengerjaan traker 1 dapat mengulir dengan sempurna pada traker 3
5.4. Variabel variable yang mempengaruhi hasil pengerjaan
Pada proses perakitan tidak ada variabel yang mempengaruhi perakitan
5.5. kesalahan kesalahan yang terjadi
24

Pada proses perakitan tidak ada kesalahan yang terjadi, karena semua bagian traker
dapat dirangkai dengan baik.
5.6. kesimpulan
Proses perakitan benda kerja dapat dirangkai dengan baik. Bagian bagian benda erja
seperti traker 1 dapat mengulir dengan baik, begitu pula dengan bagian traker 2, traker
3, traker 4, traker 5 dapat dirangkai dengan sempurna.

BAB VI
ANALISA KESELURUHAN HASIL PENGERJAAN BENDA KERJA

6.1

Persiapan

Sebelum menganalisa hasil pengerjaan benda kerja terlebih dahulu harus di persiapkan
peralatan antara lain :
Hasil perakitan tracker
Kunci pas
Palu
Obeng
6.2

Analisa Hasil Pengerjaan

Dari hasil perakitan rangkaian tracker tersebut maka dapat dilakukan analisa yaitu :
a. Pelepasan benda dengan menggunakan tracker hasil rakitan bisa dilakukan.
b. Tidak diperlukan alat bantu saat menggunakan tracker untuk melepas benda.
6.3

Variabel-Variabel Yang Mempengaruhi Hasil Pengerjaan


a. Permukaan benda kerja yang tidak rata
b. Ketepatan pengelasan dan perakitan

6.4

Kesalahan-Kesalahan Yang Terjadi


Pemutaran pada rangkaian traker 3 ke lubang rangkaian traker 1 yang agak sesak.

6.5

Kesimpulan
25

a. Supaya hasil perakitan dapat diaplikasikan dengan baik, sebaiknya pada setiap
rangkaian di bersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran dari sisa proses
pembubutan maupun dari proses yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Panduan Pratikum (Proses Produksi). (2012), Fakultas Teknik UNTAG Surabaya
Serocope Kalpajian, Manufackturing Processes For Enginering Materials, 3rd
Edition, Addison Wesley, 1997

26