Anda di halaman 1dari 2

Pada percobaan ini dilakukan analisis dengan menggunakan Spektrofotometer

Spektronik-20. Dengan alat ini dua komponen yang saling campur dapat dianalisis tanpa
dilakukan pemisahan terhadap kedua komponen tersebut terlebih dahulu. Spektrofotometri
merupakan pengukuran seberapa jauh energi radiasi diserap oleh suatu komponen ataupun
pengukuran absorban terisolasi pada suatu panjang gelombang tertentu. Prinsip kerja
Spektrofotometer Spektronik-20 adalah sebagai berikut.
Sumber energi radiasi yang kontinu meliputi daerah spektrum dimana alat ditujukan untuk
dijalankan. Sumber energi tersebut masuk ke dalam monokromator yang akan mengisolasi
satu panjang gelombang yang disiarkan oleh sumber. Sebagian dari sinar masuk akan
dipantulkan oleh medium, sebagian diserap, dan sisanya diteruskan. Detektor yang akan
mengubah sinyal energi radiasi menjadi isyarat listrik dan dengan aplikasi dapat diperoleh
data dan hubungan absorban terhadap panjang gelombang.
Suatu campuran disebut aditif jika absorban campuran merupakan penjumlahan dari
absorban komponen-komponen penyusunnya. Sifat aditif ini bisa terjadi karena komponen-
komponen penyusunnya tidak saling berinteraksi. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh
data bahwa jumlah absorban dari komponen-komponennya berbeda jauh dengan absorban
dari campurannya. Padahal seharusnya kurang lebih sama. Hal ini bisa terjadi karena
preparasi larutan standar dan sampel yang kurang teliti sehingga terjadi kesalahan pada data
pengamatan. Kalium permanganat dan kalium bikromat merupakan campuran yang bersifat
aditif. Keduanya tidak berinteraksi disebabkan keduanya merupakan oksidator kuat.
Pada percobaan ini saat dilakukan pengukuran dengan Spektronik-20 lampu UV
dimatikan agar tidak boros karena kita bekerja pada sinar tampak. Pada percobaan ini
ditentukan max larutan KMnO
4
dan K
2
Cr
2
O
7
untuk kemudian dilakukan pengukuran pada
max kedua larutan tersebut. Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang dimana zat
memberikan penyerapan paling tinggi agar data yang diperoleh makin akurat atau kesalahan
yang muncul makin kecil. Dari data pengamatan diperoleh bahwa panjang gelombang
maksimal untuk larutan KMnO
4
yang berwarna ungu adalah 525 nm, lebih besar daripada
panjang gelombang maksimal untuk larutan K
2
Cr
2
O
7
berwarna kuning yang memiliki max
di 435 nm. Oleh karena panjang gelombang tersebut adalah panjang gelombang yang diserap,
maka panjang gelombang maksimal untuk larutan yang terlihat berwarna ungu lebih besar
daripada panjang gelombang maksimal untuk larutan berwarna kuning. Hal ini dikarenakan
warna yang diserap merupakan warna komplementer dari warna yang dipantulkan atau yang
kita lihat. Dengan begitu, untuk larutan berwarna ungu, warna komplementernya adalah
kuning. Dan sebaliknya, warna komplementer kuning adalah ungu. Warna kuning berada
pada panjang gelombang lebih besar daripada ungu.
Pada percobaan ini ditambahkan asam sulfat (H
2
SO
4
) yang berfungsi sebagai pemberi
suasana asam yang membuat kestabilan KMnO
4
dan K
2
Cr
2
O
7
sesuia dengan yang diukur. Jika
tidak ditambahkan asam, maka bisa terjadi perubahan bilangan oksidasi senyawa menjadi
tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Nilai tetapan k diperoleh dari kurva kalibrasi absorban terhadap konsentrasi. Oleh
karena setiap komponen diukur pada dua panjang gelombang, maka akan diperoleh empat
buah nilai tetapan k, yaitu nilai k untuk senyawa KMnO
4
pada
1
dan
2
serta nilai k untuk
senyawa K
2
Cr
2
O
7
pada
1
dan
2
. Oleh karena A = k.C, maka k merupakan gradien dari
persamaan garis yang diperoleh pada kurva kalibrasi.
Penentuan komposisi campuran sampel dapat diketahui dari data nilai tetapan k dan
data absorban untuk sampel pada
1
dan
2
. Oleh karena akan ditentukan komposisi terhadap
dua buah senyawa, maka dibutuhkan dua buah persamaan yang kemudian dieliminasi untuk
memperoleh komposisi kedua senyawa tersebut dalam sampel. Jika terdapat lebih dari dua
komponen yang ingin dianalisis, maka jumlah persamaan pun menyesuaikan dengan jumlah
komponen yang akan dianalisis.