Anda di halaman 1dari 15

Mekanisme Kerja Sistem Saraf Pusat dan Kegunaan Cairan Serebrospinal dalam

Lumbal Pungsi
Adinda Elisabeth Sugio

102011057
Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta
Pendahuluan
Sistem saraf kita terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu sistem saraf sadar yang
mengatur segala aktivitas yang dapat kita kendalikan secara sadar dan sistem saraf tidak sadar
yang mengatur aktivitas tubuh yang tidak dapat kita kendalikan. Sistem saraf sadar pada
manusia terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat pada manusia
terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sitem saraf tepi tersusun atas
serabut serabut sel saraf yang terdiri dari 12 pasang serabut saraf otal dan !1 pasang serabut
saraf sumsum tulang belakang,
"airan serebrospinal mengelilingi dan menjadi bantalan bagi otak dan medulla
spinalis. #ungsi utama "SS adalah sebagai cairan peredam kejut untuk mencegah otak
menumbuk bagian interior tengkorak yang keras ketika kita kepala tiba tiba mengalami
benturan.
1
$ejang demam merupakan kejang tonik tonik yang menyeluruh disertai demam%
sumber panas itu sendiri berada di luar sistem saraf pusat. $ejang demam biasanya terlihat
pada anak anak dengan suhu tubuh yang meningkat cepat. $ejang demam biasanya terdiri
atas satu kali kejang tunggal dan singkat dengan fase pasca kejang yang pendek.
&
'lamat $orespondensi(
#akultas $edokteran )niversitas $risten $rida *acana
'rjuna )tara +o. , -akarta 11510
.elephone( /0210 5,12320,1 /hunting0,
#a4( /0210 5,!317!1
5mail( co6frea47gmail.com
2
Isi
Susunan Saraf
Makroskopik
Susunan saraf dibagi atas dua bagian penting, yaitu susunan saraf pusat atau sistem
serebrospinal dan susunan saraf otonom, yang mencakup susunan saraf simpatik dan susunan
saraf parasimpatis.
1
Susunan saraf pusat terdiri dari cerebrum, medulla oblongata, pons, medulla spinalis,
dan urat3urat saraf atau cabang yang tumbuh dari otak dan medulla spinalis, yang disebut urat
saraf periferi /urat saraf tepi0. -aringan saraf membentuk salah satu dari empat kelompok
jaringan utama pada tubuh.
1
Sel3sel saraf berpadu dan membentuk substansi kelabu atau substansi grisea dalam
sistem ini, seperti yang dijumpai dalam korteks otak dan pada bagian dalam sumsum tulang
belakang.
1
Serabut saraf atau akson membentuk substansi putih atau substansi alba. 8erbedaan
6arna ini terjadi karena akson atau serabut penghantar diselimuti sejenis sarung yang
terbentuk dari bahan seperti lemak, yang mempunyai fungsi melindungi, memberi makan, dan
memisahkan serabut3serabut saraf yang satu dari yang lainnya.
1
Sebuah sel saraf berikut aksonnya dan prosesus lainnya membentuk sebuah neuron.
8ada saat pembentukan batang saraf, serabut3serabut saraf disusun menjadi berkas3berkas
yang disebut fasikuli.
1
Sebuah serabut saraf mempunyai kemampuan konduktivitas /penghantar0 dan
eksitabilitas /dapat dirangsang0. Serabut saraf berkemampuan memberikan reaksi atas
rangsangan dari sumber luar, seperti rangsangan mekanik, elektrik, kimia6i, atau fisik yang
menimbulkan impuls yang dihantarkan melalui serabut saraf. Sebuah impuls saraf selalu
dihantarkan melalui dendrit ke sel lantas dari sel ke akson. 8roses sedemikian disebut dalil
penghantaran maju. 9engan cara yang sama, sebuah impuls dapat juga melintasi sejumlah
neuron.
1
!
:mpuls motorik yang dibangkitkan dalam salah satu sel pyramidal pada daerah
motorik dalam korteks melintasi akson atau serabut serat% yang se6aktu menyusui, sumsum
tulang belakang berada di dalam substansi putih. 'kson itu mengait dendrit sel saraf motorik
pada kornu anterior sumsum tulang belakang. $emudian impuls merambat pada akson sel3sel
tersebut, yang membentuk serabut3serabut motorik akar anterior saraf sumsum tulang
belakang, dan dihantar pada tujuan akhirnya dalam otot.
1
'da tiga jenis batang3batang saraf yang dibentuk saraf serebrospinal(
1
1. Saraf motorik atau saraf eferen yang menghantarkan impuls dari otak dan sumsum
tulang belakang ke saraf periferi /tepi0.
2. Saraf sensorik atau saraf aferen yang memba6a impuls dari periferi menuju otak.
!. ;atang saraf campuran yang mengandung baik serabut motorik maupun serabut
sensorik, sehingga dapat menghantar impuls dalam dua jurusan. Saraf3saraf pada
umumnya adalah dari jenis yang terakhir ini.
Meningia
<tak dan sumsum tulang belakang diselimuti meningia yang melindungi struktur saraf
yang halus itu, memba6a pembuluh darah ke situ, dan dengan sekresi sejenis cairan, yaitu
cairan serebro3spinal memperkecil benturan atau goncangan. =eningia terdiri atas tiga lapis.
1
• Piamater
=enyelip ke dalam celah yang ada pada otak dan sumsum tulang belakang,
dan sebagai akibat dari kontak yang sangat erat tadi menyediakan darah untuk
sturktur3struktur itu.
1
• Araknoid
'raknoid merupakan selaput halus yang memisahkan piamater dan duramater.
1
• Duramater
9ura mater yang padat dan keras, terdiri atas dua lapisan. >apisan luar yang
melapisi tengkorak, dan lapisan dalam yang bersatu dengan lapisan luar, kecuali pada
bagian tertentu, tempat sinus3venus terbentuk, dan tempat duramater membentuk
bagian3bagian berikut( falks serebri yang terletak di antara kedua hemisfer otak. .epi
atas falks serebri membentuk sinus longitudinalis superior atau sinus sagitalis superior
2
yang menerima darah vena dari otak, dan tepi ba6ah falks serebri membentuk sinus
longitudinalis inferior atau sinus sagitalis inferior yang menyalurkan darah keluar
falks serebri. .entorium memisahkan serebelum dan serebrum. 9iafragma selae adalah
sebuah lipatan berupa cincin dalam duramater dan yang menutupi sela tursika, yaitu
sebuah lekukan pada tulang sphenoid, yang berisi hipofisis.
1
Serebrum
;agian otak terdiri dari 2 bagian, yaitu serebrum, dienchephalon, batang otak, dan
serebelum.
2

Serebrum adalah bagian terbesar dari otak dan dibagi menjadi dua bagian, hemisfer
serebral kiri dan kanan. 9i bagian ba6ah otak besar atau serebrum ada dienchephalon, yang
terdiri dari thalamus dan hypothalamus. 9iencephalon ini yang menghubungkan serebrum
dengan batang otak. ;atang otak terdiri dari otak tengah, pons dan medula oblongata. ;agian
belakang dari batang otak adalah serebelum atau otak kecil. =edula spinalis merupakan
perluasan dari bagian inferior medula oblongata ke tingkat lumbal yang pertama atau yang
kedua.
2
Serebrum mengisi bagian depan dan atas rongga tengkoral, yang masing3masing
disebut fosa ranialis anterior dan fosa kranialis tengah. Serebrum terdiri atas dua belahan
/hemisfer0 besar sel daraf /substansi kelabu0 dan serabut saraf /substansi kelabu0 dan serabut
saraf /substansi putih0. >apisan luar substansi luar kelabu disebut korteks. $edua hemisfer
otak itu dipisahkan celah yang dalam, tapi bersatu kembali pada bagian ba6ahnya melalui
korpus kalosum, yaitu massa substansia putih yang terdiri atas serabut saraf. 9isebelah
ba6ahnya lagi terdapat kelompok3kelompok substansia kelabu atau ganglia basalis.
1
#isura3fisura dan sulkus3sulkus membagi hemisfer otak menjadi beberapa daerah.
$orteks serebri bergulung3gulung dan terlipat secara tidak teratur, sehingga memungkinkan
luas permukaan substansi kelabu bertambah. >ekukan di antara gulungan3gulungan itu disebut
sulkus, dan sulkus yang paling dalam membentuk fisura longitudinal dan lateralis. #isura3
fisura dan sulkus3sulkus ini membagi otak dalam beberapa daerah atau ?lobus@ yang letaknya
sesuai dengan tulang yang berada di atasnya, seperti lobus frontalis, temporalis, parietalis, dan
oksipitalis. #isura longitudinalis adalah celah dalam pada bidang medial yang membagi
serebrum menjadi hemisfer kanan dan kiri. Sekeping tipis duramater, falks serebri
memisahkan serebelum menjadi hemisfer kanan dan kiri. Sulkus lateralis atau sulkus silvius
memisahkan lobus temporalis dari lobus frontalis sebelah anterior dan dari lobus parietalis
5
pada sebelah posterior. Sulkus sentralis atau fisura Aolando memisahkan lobus frontalis dan
lobus parietalis.
1
Diensefalon
;agian terbesar dari dienchephalon terdiri dari thalamus dan hypothalamus.
2
Thalamus berkenaan dengan penerimaan impuls sensorik yang ditafsirkan pada tingkat
subkortikal atau disalurkan pada daerah sensorik korteks otak untuk mengatur perasaan dan
berpikir, dan gerakan.
2
Hpothalamus bagian terkecil dari diencephalon terletak di inferior thalamus.
Bypothalamus mengontrol semua aktivitas tubuh dan sebagai regulasi homeostasis.
#ungsinya adalah mengontrol SS<, produksi hormon, dan regulasi emosi dan sikap.
2
Formation !eticularis terletak di inferior dari hypothalamus sampai daerah batang
otak /superior dan pons varoli0 ia berperan untuk mempengaruhi aktifitas corte4 cerebri di
mana pada daerah formatio reticularis ini terjadi stimulasi C rangsangan dan penekanan impuls
yang akan dikirim ke corte4 cerebri.
2
Kapsula interna terbentuk oleh berkas3berkas serabut motorik dan sensorik yang
menyambung korteks serebri dengan batang otak dan sumsum tulang belakang.
1
Pons
=erupakan bagian tengah batang otak dan karena itu memiliki jalur lintas naik dan
turun seperti pada otak tengah. Selain itu juga terdapat banyak serabut yang berjalan
menyilang pons untuk menghubungkan kedua lobus serebelum dan menghubungkan
serebelum dengan korteks serebri.
2
Medulla oblongata
=embentuk bagian ba6ah batang otak serta menghubungkan pons dengan sumsum
tulang belakang. =edulla oblongata terletak dalam fosa kranialis posterior dan bersatu dengan
sumsum tulang belakang tepat di ba6ah foramen magnum tulang oksipital. Sifat utama
medulla oblongata adalah jalur motorik desendens /menurun0 melintasi batang otak dari sisi
yang satu menuju sisi yang lain. Bal ini disebut dekusasio motorik. 8erpotongan di jalur
,
sensorik disebut dekusasio sensorik. =edulla oblongata mengandung nukleus atau badan sek
dari berbagai saraf otak yang penting. Selain itu, medulla mengandung ?pusat3pusat vital@
yang berfungsi mengendalikan pernapasan dan sistem kardio3vaskular.
2
Serebelum
;agian terbesar dari otak belakang. Serebelum menempati fosa kranialis posterior dan
diatapu tentorium3serebli, yang merupakan lipatan duramater yang memisahkannya dari lobus
oksipitalis serebri.
2
#alks serebli memisahkan hemisfer kanan dan kiri serebli. Susunan substansia grissea
dan alba sama seperti serebrum. #isura antara tumpukan3tumpukan sangat rapat satu sama
lain. #ungsi serebelum adalah mengatur sikap dan aktivitas sikap badan. Serebelum berperan
penting dalam koordinasi otot dan menjaga keseimbangan.
2
Medulla spinalis
=edulla spinalis atau sumsum tulang belakang bermula pada medulla oblongaya,
menjulur kea rah kaudal melalui foramen magnum, dan berakhir di antara vertebra lumbalis
pertama dan kedua. 9isinin medulla spinalis meruncing sebagai kornus medularis, dan
kemudian sebuah sambungan tipis dari pia mater yang disebut filum terminale, yang
menembus kantong dura mater, bergerak menuju koksigis. Sumsum tulang belakang yang
berukuran panjang sekitar 25 cm ini, pada bagian depannya dibelah sebuah fisura anterior
yang dalam, sementara bagian belakang dibelah sebuah fisura sempit.
1
8ada sumsum tulang belakang terdapat dua penembalan, yaittu penebalan servikal dan
penebalan lumbal. 9ari penembalan ini, pleksus3pleksu saraf bergerak guna melayani anggota
badan atas dan ba6ah% dan pelksus dari daerah toraks membentuk saraf3saraf interkostalis.
1
:risan melintang sumsum tulang belakang merupakan susunan substansi kelabu
membentuk huruf B. $analis spinalis berisi cairan serebrospinal, melintasi persis di tengah3
tengah huruf B.
1
$auda ekuina adalah berkas yang terdiri atas akar3akar saraf spinalis yang bergerak
turun dari tempat kaitannya pada sumsum tulang belakang melalui kanalis spinalis, untuk
kemudian muncul melalui foramina intervertebralis. #ungsi sumsum tulang belakang adalah
mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh, dan gerak refleks.
1
7
Cairan serebrospinal
"airan serebrospinal /"SS0 adalah cairan jernih, yang melindungi otak dan medulla
spinalis dari kerusakan kimia maupun fisik. "SS mengandung oksigen, glukosa, dan
komponen yang lain yang dibutuhkan oleh darah untuk dialirkan ke neuron dan neuroglia.
2

"SS terus bersirkulasi melalui rongga di otak dan sumsum tulang belakang dan sekitar
otak dan sumsum tulang belakang dalam ruang subarachnoid.
Dolume total dari "SS adalah E03150 mm pada orang de6asa. >"S mengandung glukosa,
protein, asam laktat, urea, kation dan anion, juga mengandung beberapa sel darah putih. "S#
memberikan kontribusi untuk homeostatis dalam tiga cara utama(
• "erlindungan mekanis
>"S berfungsi sebagai media yang melindungi jaringan halus dari otak dan mendula
spinalis dari goncangan pada dinding tulang rongga tengkorak dan kanal vertebral.
"airan ini FmengapungF di rongga kranial.
2
• "erlindungan kimiawi
>"S menyediakan lingkungan sinyal kimia yang optimal untuk saraf secara akurat.
;ahkan perubahan kecil dalam komposisi ion >"S dalam otak dapat mengganggu
potensial aksi dan potensial postsinaptik.
2
• #irkulasi
>"S adalah media untuk pertukaran nutrisi dan produk limbah antara darah dan
jaringan saraf.2
Dentrikel lateral yang terletak di setiap belahan otak besar. anterior, lateral ventrikel
dipisahkan oleh membran tipis, septum pelucidum. Dentrikel ketiga merupakan rongga sempit
sepanjang garis tengah ke bagian superior dari hipotalamus dan antara bagian kanan dan kiri
thalamus. ventrikel keempat terletak di antara batang otak dan otak kecil. >"S diproduksi di
pleksus choroidales, jaringan kapiler yang ada pada dinding ventrikel. $apilernya ditutupi
oleh sel ependim dari cairan cerebrospinal yang berasal dari plasma darah dengan filtrasi dan
sekresi. $arena sel3sel ependim erat bergabung dengan sambungan sel, komponen lain tidak
bisa memasuki >"S dari koroid kapiler.
2
E
Sel ependim adalah garis antara ventrikel otak dan kanal pusat dari medulla spinalis.
8ergerakan silia membantu dalam peredaran cairan serebrospinal. >"S dibentuk di
pleksus koroid dari setiap ventrikel lateral mengalir ke ventrikel ::: melalui dua celah
sempit, foramen interventriculare. "airan kemudian mengalir melalui aGuaduktus serebri,
yang mele6ati otak tengah, ke dalam ventrikel keempat. 8leksus koroid dari ventrikel
keempat memberikan kontribusi cairan. >"S beredar memasuki ruang subarachnoid
melalui tiga jalur di atas dari ventrikel keempat, yaitu melalui aperture median dan
aperture lateral, satu di setiap sisi. >"S beredar ke kanal sentral di medulla spinalis dan
ruangan subarachnoid menutupi permukaan otak dan medulla spinalis.2
>"S direabsorbsi dari ruang subarachnoid oleh vili arachnoid. )mumnya, >"S
direabsorbsi secepat >"S dibentuk di pleksus koroideus, sekitar 2E0 m>C hari. $arena
jumlah terbentuk dan reabsorbsinya sama maka tekanan pasa >"S konstan.2
Mikroskopik
'. Sifat umum
1. SS8 mencakup otak dan medula spinalis, SS8 mengandung baik sel neuron
maupun sel glia. SS8 manusia mengandung lebih dari 10 miliae neuron dan sekitar
50 miliar sel glia.
!
2. 8ada beberapa potongan SS8, badan sel neuron membentuk kelompok
makroskopik disebut nuclei dan berkas saraf bermielin yang besar berjalan
bersama3sama dalam traktus /jaras0.
!
a. ;ebrapa nuclei fungsional dalam otak mengandung kumpulan badan sel saraf
yang sangat luas, akson, dendrite dan sel3sel glia, yang membentuk suatu
kompleks uliran juluran yang disebut neuropil.
!
b. +europil mengandung sekitar setengah dari semua sitoplasma neuron dalam
SS8. ;adan sel saraf mengandung sisanya.
!
!. $eanekaragaman fungsi dari satu daerah SS8 terhadap yang lain sebagian karena
keanekaragamnan dalam jenis neuron yang ada dalam tiap daerah dan
keanekaragaman dalam susunan juluran penghubung di neuropil sekitarnya.
!
;. $eanekaragaman neuron
1. Dariasi bentuk
a. ;entuk dan ukuran neuron bervariasi.
!
10 ;eberapa neuron mempunyai diameter lebih kecil daripada eritrosit. Hang
lain berdiameter 100 mikrometer atau lebih.
!
1
20 ;eberapa neuron kecil adalah sel Iolgi tipe :: yang melakukan fungsi
integral. Sel3sel bergranula di lapisan granular serebelum adalah jenis
neuron kecil lainnya dengan sedikit dendrite yang pendek.
!
b. 8olaritas. +euron diklasifikasikan sebagai multipolar, bipolar, atau unipolar.
10 +euron multipolar merupakan neuron terbanyak di neuron SS8.
!
20 +euron bipolar secara relative jarang kecuali di epitel semsoris, neuron ini
terdapat banyak. +euron bipolar secara relatif sering, namun pada embrio.
!
!0 Sel unipolar jarang pada manusia.
!
2. Dariasi daerah
a. Sel piramid ada di korteks serebri.
10 Sel3sel ini mempunyai badan sel berbentuk piramid dan suatu akson
panjang yang ramping menonjol dari dasarnya.
!
20 Sel ini mempunyai banyak dendrit dengan banyak percabangan panjang
dan daerah dimana ratusan sipnatik ujung dari neuron kortikal lainnya
membentuk hubungan.
!
b. Sel purkinje ada di korteks serebelum, pada batas antara lapisan molekular dan
lapisan granular dari substansi grissea kortikal.
10 .iap sel mempunyai badan sel bulat, akson yang ramping yang menonjol
melalui lapisan granular ke dalam substansia alba dan tiga sampai lima
dendrite utama yang membelah ke dalam percabangan dendrit yang luas.
!
20 $orteks serebli mengandung beberapa ratus ribu sel purkinje. -ika seperti
bebrapa ahli menduga, tiap percabangan dendrit sel 8urkinje mengandung
beberapa ribu ?synaptic bouton@, kemudian jumlah keseluruhan sinaps
benar3benar banyak.
!
c. +euron Iolgi :
=empunyai akson panjang mulai dari SS8 dan berakhir jauh sekali dari SS8
atau di perifer. +euron motorik kornu anterior dan sel piramid serebri
merupakan contoh neuron Iolgi tipe :.
!
d. +euron Iolgi tipe ::
=empunyai nakson pendek yang mulai dan berakhir di daerah terbatas dalam
SS8. Sel3sel bipolar di retina dan epitel olfaktoris merupakan contoh neuron
Iolgi tipe ::.
!
". Substansia grissea dan substansia alba
1. <tak dan medulla spinalis mengandung substansia grissea, yang secara relatif kaya
akan badan sel neuron dan glia, dan substansia alba yang secara relatif kaya akan
akson, dendrit, glia, dan mielin.
!
2. 8ada medulla spinalis, substansia grissea yang terletak di tengah terbagi menjadi
kornu anterior /mengandung neuron motorik0, kornu intermedia /mengandung
neuron otonom0 dan kornu posterior /mengandung neuron sensoris0. $ebanyakan
substansia grissea di medulla spinalis dikelilingi oleh substansia alba.
!
10
!. 8ada otak, hubungan antara substansia grissea dan substansia alba sedikit berbeda,
karena adanya saling tumpang tindih substansia grissea korteks.
!
9. =edula spinalis
1. $analis sentralis adalah suatu lubang kecil di tengah medulla spinalis dibatasi oleh
sel ependim. $analis sentralis berisi >"S dan berhubungan dengan ventrikel otak.
!
2. $ornu medulla spinalis. 8enampang melintang medulla spinalis menunjukkan tiga
kornu mengelilingi medulla spinalis.
!
a. $ornu anterior /kornu ventralis0 adalah sepasang struktur berisi badan sel
neuron motorik.
!
b. $ornu posterior /kornu dorsalis0 adalah sepasang struktur berisi badan sel
neuron sensorik.
!
c. $ornu intermedia adalah sepasang struktur berisi badan sel neuron otonom.
!
!. =eninges. =edulla spinalis dikelilingi oleh selapis meninges yang identik dengan
meninges otak.
!
5. <tak mempunyai lapis kedua substansia grissea /korteks0 yang tertindih di perifer
pada substansia alba.
1. Serebrum
a. Sederetan inti substansia grissea, mengandung sejumlah badan sel neuron,
berada dalam serebrum.
!
1) ;erkas besar traktus serat, terdiri atas banyak akson neuron,
menghubungkan inti.
!
2) :nti dikelilingi oleh selapis substansia alba yang terdiri atas akson dan
selubung mielin yang berasal dari sel oligodendroglia. Sejumlah akson
menonjol keluar dan ke arah inti dalam.
!
b. $orteks serebri adalah selapis substansia grissea mengelilingi substansia alba.
$orteks serebri terdiri atas lapis perifer neuron piramidal dan berkaitan dengan
interneuron dan glia.
!
2. Serebellum
a. ;agian cerebellum otak juga mengandung lapis dalam substansia grissea, lapis
intermedia substansia alba dan lapis kortikal substansia grissea.
!
b. $orteks serebelli terdiri atas granular, lapis sel 8urkinje dan lapis molekular.
10 $orteks serebelli berlipat menjadi potongan yang disebut folia, yang
mencakup bagian tengah substansia alba. ;erdekatan dengan substansia
alba adalah lapis granular, kaya akan neuron dan glia, yang mempunyai
gambaran sel yang banyak.
!
20 Sebelah luar lapis granular adalah lapis sel 8urkinje berisi badan sel dari
sel 8urkinje dan sel basket. Sel basket mengelilingi badan sel dari sel
8urkinje.
11
!0 $ompleks percabangan dendritik sel3sel 8urkinje menonjol keluar dari
badan sel dan ke dalam lapis molekular sebelah luar korteks serebelli.
>apis molekular juga mengandung sel3sel glia dan serat saraf.
!
#. -aringan penyokong SS8 dan strukturnya
1. =eninges mengelilingi otak dan medulla spinalis. =eninges sebagian berasal dari
mesoderm dan sebagian dari krista neuralis.
!
a. 9uramater, lapisan terluar meninges adalah kapsula jaringan ikat yang kuat
dan tebal mengelilingi seluruh SS8. 9uramater berisi pembuluh darah dan pada
beberapa tempat ada sinus vena yang besar.
!
1) 9alam kanalis spinalis, dura dipisahkan dari periosteum vertebra. 9alam
tengkorak, dura secara longgar berkaitan dengan tulang tengkorak dan
periosteum.
!
2) 8ermukaan dalam dura dibatasi oleh mesotel dan menghadap rongga serosa
tipis yang disebut ruang subdural.
!
b. 'rachnoidea mater, lapis meanings intermedia, terletak di dalam duramater.
>apis adalah lapis vascular terbungkus dalam kapsula jaringan ikat tipis sel3sel
dan serat3serat dan menghubungkan trabekula jaringan ikat yang menonjol ke
dalam dura ke arah permukaan otak dan medulla spinalis.
!
c. 8iamater, lapis terdalam meanings, mengantar suplai darah utama untuk SS8.
>apis ini dengan erat berhubungan dengan arachnoidea mater, yang oleh
beberapa ahli disatukan sebagai lapis pia3arachnoidea.
!
d. Auang subarachnoid adalah daerah yang sangat luas antara arachnoidea mater
dan pia mater, yang terisi dengan >"S. Auang ini sangat lebar sepanjang
medulla spnalis dan pada seluruh otak dan pada beberapa tempat melapisi otak,
melebar membentuk sisterna. Auang terlebar adalah sisterna magna, terletak
tepat di posterior serebellum dan mengadung ! lubang di mana ventrikel empat
otak berhubungan dengan ruang subarachnoid.
!
2. 8leksus koroid. 9ekat sisterna magna, dinding otak tipis sampai tidak lebih pada
jala3jala kapilar beranatomosis kompleks dari lapis pia3arachnoid dibungkus
dengan lapis epitel kontinyu sel3sel ependim yang berkelok3kelok. $apilar dan sel
ependim ini disebut pleksus koroid.
!
a. >etaknya. >engkung kapilar tertutup yang membentiuk pleksus koroid
menonjol ke dalam ventrikel otak. .ubuh mengandung empat bercak jaringan
pleksus koroid.
!
10 9ua terletak dalam dinding vebtrikel lateral dalam hemisfer serebri.
!
20 9ua yang lain ditemukan di atap ventrikel tiga dn ventrikel empat.
!
b. Bistologi
12
1) $apilar pia khusus dari pleksus koroid berlubang3lubang dan dapat
berubah untuk menghasilkan >"S, filtrate darah penting untuk
metabolisme dan perlindungan parenkim otak.
!
2) .iap sel epitel kubis pleksus koroid mempunyai tautan apical antar sel yang
kuat menonjol kea rah lumen ventrikel dan mikrovili batas sikat apical
yang mencolok.
!
3) Sel epitel pleksus koroid mempunyai struktur halus sel3sel khusus yang
terlihat dalam transport ion yang selektif. Struktur halusnya serupa dengan
yang terdiri dari sel3sel kubis di tubulus proksimal ginjal.
!
3. "airan serebrospinalis />"S0 adalah filtrat darah dengan komposisi ion dan
makromolekul lekul jelas berbeda dari serum. >"S mengandung sedikit sekali
protein tetapi mengandung lebih banyak natrium, kalium, dan klorida. >"S
mengisi ruang subarachnoid, ventrikel otak, dan kanalis sentralis medulla spinalis.
!
a. $ebanyakan >"S dihasilkan pada pleksus koroid dan dicurahkan dari SS8
kembali ke dalam sirkulasi sistemik pada vili arachnoid / yaitu tonjolan ruang
subarachnoid ke dalam ruang subdural yang melebar yang berjalan sepanjang
bagian posterior garis tengah otak.
!
b. Sistem ganda filter selektif menghasilkan >"S
1) 8leksus koroid mengandung kapilar fenestrata yang secara selektif
meloloskan beberapa ion dan protein darah sambil menahan protein lainnya
dan semua unsur sel.
!
2) Sel epitel pleksus koroid secara selektif mengangkut molekul3molekul dari
filter darah yang dihasilkan pada kapilar fenestrata.
!
c. >"S mengandung beberapa limfosit dan mungkin berfungsi serupa dengan
cairan limf di bagian tubuh lainnya. /sistem saraf tidak mengandung pembuluh
limf0.
!
d. SS8 de6asa mengandung sekitar 150 ml >"S, yang dihasilkan dengan
kecepatan 500 mlChari.
!
Lumbal Pungsi
>umbal pungsi dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam ruang subarakhnoid
untuk mengeluarkan "SS yang bertujuan untuk diagnostik atau pengobatan.
.ujuan memperoleh "SS adalah untuk diuji, diukur, dan menurunkan tekanan "SS%
menentukan ada atau tidak adanya darah di dalam "SS% mendeteksi sumbatan subarakhnoid
spinal% dan pemberian antibiotik intratekal, yaitu ke dalam kanal spinal pada kasus infeksi.
1!
-arum biasanya dimasukkan ke dalam ruang subarakhnoid di antara rulang belakang
daerah >
!
dan >
2
atau antara >
2
dan >
5.
$arena medula spinalis membagi dalam sebuah berkas
saraf pada tulang belakang bagian lumbal yang pertama maka jarum ditusukkan di ba6ah
tingkat ketiga tulang belakang daerah lumbal, untuk mencegah medula spinalis tertusuk.
>umbal pungsi yang berhasil membutuhkan klien dalam keadaan rileks% kecemasan
klien membuat tegang dan peningkatan kecemasan dapat menyebabkan peningkatan tekanan
pada saat hasil dibaca. -arak normal tekanan cairan spinal dengan posisi rekumben adalah 70
200 mmB
2
0. .ekanan sampai 200mmB
2
0 dikatakan abnormal. >umbal pungsi sangat
berbahaya bila dilakukan pada lesi intrakranial, karena tekanan intrakranial ditentukan
melalui pengeluaran "SS, maka herniasi otak akan sampai tentorium dan foramen magnum.
+ormalnya, tekanan "SS meninggi cepat pada penekanan vena jugularis dan menurun cepat
sampai normal bila penekanan dikurangi. 8enurunan tekanan yang lambat merupakan indikasi
adanya hambatan sebagian karena penekanan sebuah lesi pada jalur subarakhnoid spinal. -ika
tidak ada perubahan tekanan merupakan indikasi adanya hambatan total. )ji ini tidak
digunakan jika dicurigai ada lesi intrakranial.
2
Mekanisme Kejang
$ejang demam jarang terjadi pada epilepsi, dan kejang demam ini secara spontan
sembuh tanpa terapi tertentu. $ejang demam ini merupakan gangguan kejang yang paling
laJim pada masa anak, dengan prognosis yang sangat baik secara seragam. +amun, kejang
demam dapat menandakan penyakit infeksi akut serius yang mendasari seperti sepsis atau
meningitis bakteria sehingga setiap anak harus diperiksa secara cermat dan secara tepat
diamati mengenai penyebab demam yang menyertai. $ejang demam adalah tergantung umur
dan jarang sebelum umur 1 bulan dan seusdah umur 5 tahun. 8uncak umur mulainya adalah
sekitar 12 1E bulan, dan insiden mendekati ! 32 K anak kecil. 'da ri6ayat kejang demam
keluarga yang kuat pada saudara kandung dan orang tua, menunjukkan bah6a vasopresin
arginin dapat merupakan mediator penting pada patogenensis kejang akibat hipertemia.
$ejang yang terkait dengan suhu yang cepat dan biasanya berkembang bila suhu
tubuh /dalam0 mencapai !1
o
" atau lebih. $ejang jhas menyeluruh, tonik klonik lama
beberapa detik sampai 10 menit, diikuti dengan periode mengantuk singkat pascakejang.
12
$ejang demam yang menetap lebih lama dari 15 menit menunjukkan penyebab organik
seperti proses infeksi atau toksik dan memerlukan pengamatan menyeluruh. $etika demam
tidak lagi ada pada saat paling penting adalah menentukan penyebab demam dan
mengesampingkan meningitis.
=eskipun mekanisme kejang yang tepat belum diketahui, tampak ada beberapa faktor
fisiologi yang menyebabkan perkembangan kejang. )ntuk memulai kejang, harus ada
kelompok neuron yang mampu menimbulkan ledakan discharge /rabas yang berarti dan
sistem hambatan I';'ergik. 8erjalanan discharge /rabas0 kejang akhirnya tergantung pada
eksitasi neurotransmiter asam amino /glutamat, aspartat0 dapat memainkan peran dalam
menghasilkan eksitasi neuron dengan bekerja pada reseptor sel tertentu. 9iketahui bah6a
kejang dapat berasal dari daerah kematian neuron dan bah6a daerah otak ini dapat
meningkatkan perkembangan sinaps hipereksitabel baru yang dapat menimbulkan kejang.
=isalnya. >esi pada lobus temporalis /termasuk glioma tumbuh lambat, hematoma, gliosis,
dan malformasi arteriovenosus0 menyebabkan kejang. 9an bila jaringan abnormal diambil
secar abedah, kejang mungkin berhenti. >ebih lanjut, konvulsi dapat ditimbulkan pada
binatang percobaan dengan fenomena membangkitkan. 8ada model ini, stimulasi otak
subkonvulsi menyeluruh. 8embangkitan dapat menyebabkan terjadinya epilepsi pada manusia
telah diduga bah6a aktivitas kejang berulang dari lobus temporalis abnormal dapat
menimbulkan kejang pada lobus temporalis normal kontralateral dengan pemindahan
stimulus melalui korpus kollosum.
5
Kesimpulan
:nfeksi pada sistem saraf pusat atau meninges yang mengakibatkan kejang dpat
dideteksi dengan melakukan lumbal pungsi untuk mengecek cairan serebrospinalis.
Daftar Pustaka
1. 8earce 5velyn ". anatomi dan fisiologi untuk paramedis. -akarta( 8. Iramedia
8ustaka )tama% 2011. h. !223,0.
2. -enkins Iail, $emnitJ "hristopher, .ortora Ierard. 'natomy and physiology from
science to life. 2
nd

ed. -ohn *iley and Sons% 2010. p. !153220.
!. Iartner >aslie, Biatt -ames. "olor te4tbokk of histology. !
th
ed. Sanders% 2007. h.
21035.
15
2. =uttaGin '. ;uku ajar asuhan kepera6atan klien dengan gangguan sistem
persarafan. 1
st
ed. -akarta ( Salemba =edika% 200E% p. 12,
5. ;ehrman, $liegman, 'rvin. :lmu kesehatan anak nelson. 15
th
ed. -akarta ( 8enerbit
;uku $edokteran 5I"% 2000% p. 2051, ,0.