Anda di halaman 1dari 2

Neraka adalah orang lain.

Kalimat di atas lebih-kurang adalah rangkuman dari naskah drama ini. Sayangnya, mungkin banyak yang
menyalahartikan pernyataan tersebut sebagai penolakan akan keberadaan orang lain. Alasannya jelas:
mereka yang menyalahartikan kutipan itu tidak pernah membaca naskah dramanya!

Di bagian awal drama satu babak ini, kita melihat seorang bernama Garcin diantarkan oleh seorang
pelayan ke sebuah ruangan. Garcin, yang mati sebagai pengkhianat dan peselingkuh, yakin bahwa
tempat yang didatanginya adalah neraka. Tapi alih-alih menemukan ruangan yang penuh dengan alat
penyiksaan, ia hanya melihat ruangan sederhana dengan tiga kursi. Untuk siapa dua kursi yang lain? Tak
lama kemudian masuklah Inez dan Estelle yang juga mati sebagai pendosa.

Karena tidak diperkenankan keluar dari ruangan itu, ketiga karakter utama ini menghabiskan waktu
dengan bercakap-cakap. Lama kelamaan, sadarlah mereka tentang tujuan dikumpulkannya mereka
dalam ruangan itu.

Dalam Pintu Tertutup, Jean-Paul Sartre bercerita tentang siksa neraka. Tetapi, siksa neraka yang diyakini
Sartre bukanlah batu pijar dan bara api seperti yang diyakini umat beragama. Bagi Sartre, yang akan
menyiksa manusia-manusia jahat bukanlah neraka yang bisa dilihat saat hari pembalasan. Keberadaan
orang-orang di sekitar para pendosa sudah cukup sebagai neraka.

Kenapa Saya Mengajak Masuk Neraka?
Ah, ini hanya pikiran nakal saya. Saya bisa berkata demikian karena dalam pertunjukan
semalam, neraka ternyata tidak seperti yang nenek saya bilang, penuh alat penyiksaan. Tapi
ternyata ada dua perempuan. Satu istri bangsawan dan satunya lagi lesbi. Ada juga laki-laki,
katanya sih sastrawan merangkap wartawan.
Begini cuplikan dialognya:
Aku tak pernah mengira begini. Ingatkah, apa yang diceritakanpada kita tentang macam-
macam siksaan di sini? Cerita nenek-nenek. Buat apa besi rajam menyala? Tidak perlu sama
sekali. Neraka adalah orang lain.

SINOPSIS
Sejujurnya saya tidak dapat mengikuti pertunjukan ini dengan nyaman karena situasi penonton
yang kurang kondusif. Banyak orang berlalu lalang di tengah pertunjukan. Jadi saya hanya bisa
menyertakan sinopsis ini untuk menjelaskan kepada anda tentang Pintu Tertutup.
"adalah suatu potert kecil sebuah neraka yang timbul akibat egosentris yang muncul dari para
penghuni yang tinggal di dalamnya. keegoistikan yang muncul dari setiap penghuni menjadi
sesuatu alat penyiksa yang paling sempurna. Sehingga semuanya melambangkan manusia yang
seakan-akan dikodratkan menempati sebuah ruangan yang tertutup dan terbatas, memuakkan,
tanpa cermin, tanpa jendela."
Begitu yang tertulis di leaflet.\