Anda di halaman 1dari 2

Penebangan Hutan dan Efek Buruknya

Terhadap Lingkungan
Kerusakan lingkungan tak diragukan lagi merupakan sesuatu yang bisa disebabkan oleh
berbagai macam hal dan salah satu penyebab kerusakan lingkungan yang paling parah adalah
penebangan hutan atau deforestasi.
Penebangan hutan bisa menyebabkan kerusakan atmosfir yang sangat parah dan selain itu,
penebangan hutan juga bisa merusak ekosistem serta populasi makhluk hidup yang ada di
lingkungan tersebut. Berikut adalah berbagai akibat buruk penebangan hutan bagi lingkungan
yang tentu saja Anda harus tahu jika Anda peduli dengan lingkungan Anda.
Berbagai Fakta Mencengangkan Mengenai Penebangan Hutan.
Penebangan hutan, tak seperti istilahnya yang terbilang sangat sedernana, mempunyai
berbagai macam resiko kerusakan lingkungan yang bisa dibilang mencengangkan. Sebagai
contoh, penebangan hutan yang dilakukan di hutan hujan tropis bisa menghasilkan jumlah
karbondioksida yang lebih banyak dari jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh
kendaraan bermotor ke atmosfir.
Alasan untuk hal ini yaitu karena ketika pohon ditebang, karbondioksida yang tersimpan di
dalam pohon tersebut akan terlepas kemudian tersebar ke udara dan atmosfir dan bercampur
dengan gas-gas berbahaya dan menyebabkan terjadinya pemanasan global yang belakangan
menjadi masalah pelik di planet bumi kita tercinta ini. Parahnya lagi, angka penebangan
hutan yang terjadi saat ini mencapai angka 32 juta pohon pertahunnya dan terus meningkat
setiap tahunnya.
Terjadinya pemanasan global, tentu saja, bukan satu-satunya akibat buruk yang disebabkan
oleh penebangan hutan mengingat penebangan hutan juga merusak dan bahkan
menghilangkan biodiversitas yang ada pada suatu hutan.
Hal ini semakin terlihat pada hutan tropis dimana hutan tropis merupakan tempat hidupnya
lebih dari setengah jumlah spesies hewan serta tumbuhan di dunia. Penebangan hutan telah
menyebabkan hilangnya biodiversitas yang tadinya dibentuk karena adanya berbagai spesies
hewan dan tumbuhan di suatu hutan dan ini tentu saja bukan sesuatu yang bagus.
Ironisnya, sistem yang ada saat ini merupakan sistem dimana para penebang hutan mendapat
keuntungan dari penebangan hutan yang mereka lakukan dan sistem ini berlaku di seluruh
penjuru dunia.
Fakta yang terjadi saat ini adalah maraknya penebangan hutan yang terjadi dilakukan dengan
tujuan untuk mendapatkan keuntungan dan bukan manfaat dari pohon yang ada di hutan. Hal
tersebut memang benar adanya mengingat kayu bisa digunakan untuk membuat berbagai
produk elegan yang jika dilihat dari berbagai aspek tidak begitu bermanfaat selain
meningkatkan daya jual produk tersebut.
Bukan itu saja, naiknya angka penggunaan arang juga memacu berbagai pihak untuk
melakukan penebangan hutan besar-besaran untuk menggunakan pepohonan yang ada dalam
pembuatan arang dan menjualnya kepada para banyak sekali konsumen yang aktif
menggukanan arang dalam berbagai aktifitas mereka.
Penebangan hutan, tentu saja, bukan sesuatu yang tidak bisa kita tanggulangi mengingat ada
berbagai program yang bisa kita ikuti untuk dalam mencegah semakin maraknya penebangan
hutan.
Solusi yand Bisa Diambil Untuk Menanggulangi Maraknya Penebangan Hutan.
Melihat banyaknya akibat buruk yang bisa terjadi karena penebangan hutan, melakukan
pencegahan terhadap penebangan hutan liar tak diragukan lagi adalah sesuatu yang harus kita
lakukan seperti halnya kita mencegah penggunaan peralatan elektronik yang berlebihan.
Salah satu cara untuk melakukannya yaitu dengan turut serta dalam program REDD. Program
tersebut digagas oleh PBB dan bertujuan untuk mengurangi angka emisi yang disebabkan
oleh penebangan hutan serta berkurangnya jumlah hutan di seluruh penjuru dunia.
Terlepas dari berbahayanya akibat yang disebabkan oleh penebangan hutan, masih ada
harapan untuk mencegah maraknya penebangan hutan di bumi kita tercinta ini.