Anda di halaman 1dari 36

Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 1

Review Kuliah Sebelumnya
 Apa itu Ekonomi Rekayasa
 Mengapa Ekonomi
Rekayasa diperlukan
 Step proses pengambilan
keputusan

Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 2
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 3
1.1 Nilai Uang Dari Waktu
- Berubah seiring waktu
- Contoh:
Pinjam uang:

Rp 10.000 Rp 10.100


Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 4
Saat ini
1 bulan kemudian
Bunga: Rp 100 atau 1% per bulan
Ekivalensi
Induk
(principal)
Bunga
- Dari pihak yang meminjamkan modal,
bunga adalah kompensasi yang ditujukan
untuk keperluan administrasi, untuk resiko
atas keterlambatan pengembalian modal
- Dari pihak yang meminjam, bunga
dibayarkan untuk memperpanjang waktu
untuk pengembalian uang.
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 5
1.2 Perhitungan Bunga
1. Bunga Sederhana

Dihitung dari induk tanpa memperhitungkan bunga
yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya.

I = P x i x N

Dimana; I = bunga yang terjadi
P = induk yang dipinjam atau diinvestasikan
i = tingkat bunga per periode
N = jumlah periode yang dilibatkan


Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 6
Contoh Kasus Bunga Sederhana
Contoh:
Seorang ibu rumah tangga meminjam uang
sebesar Rp 100.000 di koperasi simpan
pinjam dengan bunga sederhana sebesar
10% per tahun selama 4 tahun dan dibayar
sekali pada akhir tahun ke-4. Berapa
besarnya hutang yang harus dibayar oleh ibu
tersebut pada akhir tahun ke-4?
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 7
Contoh Kasus Bunga Sederhana
Solusi:
Bunga yang harus dibayar selama 4
tahun:
I = Rp 100.000 x 10% x 4 tahun
= Rp 40.000
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 8
Contoh Kasus Bunga Sederhana
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 9
Akhir
Periode
tahun ke
Jumlah yang
dipinjam (Rp)
Bunga (Rp) Jumlah
hutang (Rp)
Jumlah
dibayar
(Rp)
0 100.000 0 100.000 0
1 0 10.000 110.000 0
2 0 10.000 120.000 0
3 0 10.000 130.000 0
4 0 10.000 140.000 140.000
1.2 Perhitungan Bunga
2. Bunga Majemuk

Dihitung dari induk dengan ditambah besarnya
bunga yang telah terakumulasi pada periode
sebelumnya. Biasa disebut juga sebagai proses
bunga berbunga. Nilai mendatang (F) untuk
kondisi demikian menjadi:

F = P (1 + i)
N

Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 10
Bunga Majemuk
Pada akhir periode ke-1:
F
1
= P + bunga dari P
= P + Pi = P(1+i)
Pada akhir periode ke-2:
F
2
= F
1
+ bunga dari F
1

= P(1+i) + P(1+i)i
= P(1+i)(1+i)
= P(1+i)
2
Pada akhir periode ke-3:
F
3
= F
2
+ bunga dari F
2

= P(1+i)
2
+ P(1+i)i
= P(1+i)
2
(1+i)
= P(1+i)
3


Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 11
Bunga Majemuk
Contoh: Kasus yang sama dengan
sebelumnya, namun menggunakan
bunga majemuk. Hitunglah bunganya
dan berapa yang harus dibayar pada
akhir tahun ke-4?
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 12
Contoh Kasus Bunga Majemuk
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 13
Akhir
Periode
tahun ke
Jumlah yang
dipinjam (Rp)
Bunga (Rp) Jumlah
hutang (Rp)
Jumlah
dibayar
(Rp)
0 100.000 0 100.000 0
1 0 10.000 110.000 0
2 0 11.000 121.000 0
3 0 12.100 133.100 0
4 0 13.310 146.410 146.410
Tingkat Bunga Nominal
Tingkat bunga nominal adalah tingkat
bunga yang diberikan atas dasar tahunan.
Pada pelaksanaannya bunga dapat
dilipatgandakan beberapa kali per tahun,
misal: per bulan, per kwartal, per
setengah tahun, dan seterusnya.
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 14
Tingkat Bunga Nominal
Contoh:
Nilai mendatang untuk sejumlah uang Rp 10.000
akhir 1 tahun dengan tingkat bunga nominal 8%
yang dilipatgandakan secara kwartal adalah:

F
3 bulan
= P + Pi
= Rp 10.000 + Rp 10.000 (0,02)
= Rp 10.200
F
6 bulan
= Rp 10.200 + Rp 10.200 (0,02)
= Rp 10.404
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 15
Tingkat Bunga Nominal

F
9 bulan
= Rp 10.404 + Rp 10.404 (0,02)
= Rp 10.612
F
12 bulan
= Rp 10.612 + Rp 10.612 (0,02)
= Rp 10.824

Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 16
Tingkat Bunga Nominal
Apabila dengan tingkat bunga 8% uang Rp
10.000 ini dilipatgandakan secara tahunan,
maka pada akhir satu tahun:

F
12 bulan
= Rp 10.000 + Rp 10.000 (0,08)
= Rp 10.800

yang ternyata Rp 24 lebih kecil dibandingkan
dengan pelipatgandaan dengan tingkat
bunga nominal 8% secara kwartal.


Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 17
Tingkat Bunga Nominal
Contoh lain:
Jika uang Rp 10.000 dilipatgandakan dengan tingkat bunga
nominal 24% secara bulanan :

F
12 bulan
= Rp 10.000 (1+0,02)
12
= Rp 12.680

Jika uang tersebut dilipatgandakan secara semi-tahunan
(dua kali per tahun)

F
12 bulan
= Rp 10.000 (1+0,12)
2
= Rp 12.540


Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 18
Tingkat Bunga Nominal
Kesimpulan:
Semakin sering uang dilipatgandakan di
dalam suatu tingkat tahunan yang
dinyatakan secara nominal, maka nilai
mendatang akan semakin besar .
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 19
Tingkat Bunga Efektif
Tingkat bunga efektif adalah tingkat
bunga yang menggambarkan
perbandingan antara bunga yang
dibayarkan untuk satu tahun terhadap
jumlah induk pinjaman yang diterima.
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 20
Tingkat Bunga Efektif
Contoh lain:
Mengacu pada contoh sebelumnya, jika sejumlah pinjaman Rp
10.000 satu tahun dengan tingkat bunga nominal 24%
dilipatgandakan secara bulanan,

Tingkat bunga efektif = (F- P)/P
= (Rp 12.680 – Rp 10.000)/Rp 10.000
= 26,8%

Untuk pelipatgandaan secara semi-tahunan,
Tingkat bunga efektif = (F- P)/P
= (Rp 12.540– Rp 10.000)/Rp 10.000
= 25,4%




Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 21
Tingkat Bunga Efektif
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 22
i = tingkat bunga efektif
r = tingkat bunga nominal
m = jumlah periode pembayaran per
tahun
Diagram Aliran Kas
Adalah suatu ilustrasi grafis dari transaksi-
transaksi ekonomi yang dilukiskan pada
garis skala waktu. Jadi ada dua segmen,
yaitu garis horizontal menunjukkan
waktu, garis vertikal menunjukkan aliran
kas.







Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 23
Diagram Aliran Kas


Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 24
0 1 2 3
N
(waktu)
Rp….
Rp….
Pendapatan
Pengeluaran
Periode
Pembayaran Tunggal
Sudah dibahas sebelumnya, jika uang
sejumlah P diinvestasikan dengan tingkat
bunga efektif i% per periode dan
dimajemukkan (digandakan) tiap periode,
maka jumlah uang tersebut pada waktu akhir
periode ke-N adalah:

F = P (1 + i)
N









Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 25
Pembayaran Tunggal
Faktor (1 + i)
N
dinamakan faktor jumlah pemajemukan
pembayaran tunggal (single payment compound amount
factor). Faktor ini akan menghasilkan jumlah F dari nilai
awal P setelah dibungakan secara majemuk selama N
periode dengan tingkat bunga i% per periode.

F /P= (1 + i)
N


Pernyataan di atas dapat dituliskan sebagai:

F/P = (F/P, i%, N)









Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 26
Contoh Pembayaran Tunggal
Contoh:
Seorang karyawan meminjam uang di bank
sejumlah Rp 1 juta dengan bunga 12% per
tahun dan akan dikembalikan sekali dalam 5
tahun mendatang. (a) Gambarkan diagram
alir kas dari persoalan tersebut, (b) hitung
jumlah yang harus dikembalikan.









Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 27
Contoh Pembayaran Tunggal
Solusi:
(a) Diagram alir kas










Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 28
0 1 2 3
5
F
4
P = Rp 1 juta
i = 12%
Contoh Pembayaran Tunggal
(b) Diketahui P= Rp 1 juta, i = 12%, N = 5
tahun, maka:

F = Rp 1 juta (1 + 0,12)
5
= Rp 1 juta (1,12)
5
= Rp 1,7623 juta













Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 29
Faktor Nilai Sekarang dari Pembayaran
Tunggal
Dari persamaan sebelumnya, dapat pula dituliskan
persamaan sebagai berikut:




Faktor yang ada di dalam kurung dinamakan faktor
nilai sekarang pembayaran tunggal (single payment
present value factor)

P = F(P/F, i%, N)









Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 30
Contoh Faktor Nilai Sekarang dari
Pembayaran Tunggal
Contoh 1:
Tentukan berapa banyaknya uang yang
harus didepositokan pada saat ini agar 5
tahun lagi bisa menjadi Rp 10 Juta bila
diketahui tingkat bunga yang berlaku
adalah 18%.









Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 31
Contoh Faktor Nilai Sekarang dari
Pembayaran Tunggal
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 32
Solusi:
(a) Diagram alir kas










0 1 2 3
5
F = Rp 10 Juta
4
P = ?
i = 18%
Contoh Faktor Nilai Sekarang dari
Pembayaran Tunggal
(b) Diketahui F= Rp 10 juta, i = 18%, N = 5 tahun,
maka:




P = Rp 10 Juta



= Rp 4,371 Juta















Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 33
Contoh Faktor Nilai Sekarang dari
Pembayaran Tunggal
Contoh 2:
Berapa tahunkah uang uang jumlahnya
Rp 4 juta harus disimpan di bank yang
memberikan tingkat bunga 15% per tahun
sehingga uang tersebut menjadi Rp 10
juta?









Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 34
Contoh Faktor Nilai Sekarang dari
Pembayaran Tunggal
Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 35
Solusi:
(a) Diagram alir kas










0 1 2
N
F = Rp 10 Juta
P = Rp 4 juta
i = 15%
Contoh Faktor Nilai Sekarang dari
Pembayaran Tunggal
(b) Diketahui P= Rp 4 juta, F= Rp 10 juta, i =
15%, maka:



















Kuliah 2 Ekonomi Rekayasa_01 Feb 2013 36