Anda di halaman 1dari 51

Material Beton

Material Beton
 

J ika kandungan C
J ika kandungan C
3 3
S lebih banyak maka akan terbentuk
S lebih banyak maka akan terbentuk
semen dengan kekuatan awal yang tinggi serta panas
semen dengan kekuatan awal yang tinggi serta panas
hidrasi yang tinggi pula
hidrasi yang tinggi pula
 

sedangkan jika kandungan C
sedangkan jika kandungan C
2 2
S lebih banyak maka akan
S lebih banyak maka akan
terbentuk semen dengan kekuatan awal yang rendah
terbentuk semen dengan kekuatan awal yang rendah
tapi memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap
tapi memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap
serangan kimia.
serangan kimia.
 

C
C
3 3
A bereaksi amat cepat dengan air dan menyebabkan
A bereaksi amat cepat dengan air dan menyebabkan
pasta semen mengeras dengan cepat, fenomena ini
pasta semen mengeras dengan cepat, fenomena ini
sering disebut dengan
sering disebut dengan
flash set
flash set
.
.
 

Untuk meghindari hal ini, maka ditambahkan gypsum
Untuk meghindari hal ini, maka ditambahkan gypsum
pada saat proses pembuatan semen
pada saat proses pembuatan semen
 

J umlah gypsum yang ditambahkan harus sedemikian
J umlah gypsum yang ditambahkan harus sedemikian
sehingga setelah semua gypsum bereaksi hanya tersisa
sehingga setelah semua gypsum bereaksi hanya tersisa
sedikit C
sedikit C
3 3
A
A
Review
Review
materi
materi
Semen
Semen
J enis Semen
J enis Semen


Panas hidrasi
Panas hidrasi


Adalah panas yang timbul pada saat
Adalah panas yang timbul pada saat
proses hidrasi, dinyatakan dalam
proses hidrasi, dinyatakan dalam
kalori/gram.
kalori/gram.


Panas hidrasi terlalu tinggi dapat
Panas hidrasi terlalu tinggi dapat
menyebabkan keretakan thermal
menyebabkan keretakan thermal



merupakan masalah bagi struktur beton
merupakan masalah bagi struktur beton
berukuran besar atau yang memiliki
berukuran besar atau yang memiliki
kandungan semen yang tinggi.
kandungan semen yang tinggi.
Pengaruh temperatur lingkungan terhadap
Pengaruh temperatur lingkungan terhadap
panas hidrasi setelah 72 jam
panas hidrasi setelah 72 jam
Jenis
Semen
Panas hidrasi yang dihasilkan pada temperatur:
(kalori/gram)
4ºC 24ºC 32ºC 41ºC
I 36,9 68,0 73,9 80,0
III 52,9 83,2 85,3 93,2
IV 25,7 46,6 45,8 51,2
Panas hidrasi yang dihasilkan dari senyawa
Panas hidrasi yang dihasilkan dari senyawa
utama semen
utama semen
Senyawa
Panas Hidrasi
(kalori/gram)
C
3

S 120
C
2

S 62
C
3

A 207
C
4

AF 100


Total panas yang dihasilkan bergantung
Total panas yang dihasilkan bergantung
pada komposisi semennya
pada komposisi semennya


Untuk memperoleh jenis semen yang
Untuk memperoleh jenis semen yang
sesuai untuk suatu pekerjaan tertentu,
sesuai untuk suatu pekerjaan tertentu,
perlu diketahui karakteristik panas hidrasi
perlu diketahui karakteristik panas hidrasi
yang akan dihasilkan.
yang akan dihasilkan.


Panas hidrasi dapat dikurangi dengan
Panas hidrasi dapat dikurangi dengan
membatasi kandungan semen serta
membatasi kandungan semen serta
kontrol komposisi semen (misalnya,
kontrol komposisi semen (misalnya,
mengurangi kandungan
mengurangi kandungan
C
C
3 3
A dan C
A dan C
3 3
S)
S)
serta kontrol kehalusan semen.
serta kontrol kehalusan semen.


Kehalusan Semen
Kehalusan Semen



Laju hidrasi bergantung pada kehalusan semen,
Laju hidrasi bergantung pada kehalusan semen,
makin tinggi kehalusan semen, makin cepat laju
makin tinggi kehalusan semen, makin cepat laju
hidrasinya dan makin cepat pengembangan
hidrasinya dan makin cepat pengembangan
kekuatan awal beton
kekuatan awal beton



Kehalusan semen yang tinggi akan mengurangi
Kehalusan semen yang tinggi akan mengurangi
bleeding,
bleeding,
yaitu naiknya air campuran ke
yaitu naiknya air campuran ke
permukaan
permukaan



Tapi kehalusan semen yang tinggi juga akan
Tapi kehalusan semen yang tinggi juga akan
menyebabkan pasta semen mempunyai
menyebabkan pasta semen mempunyai
kecenderungan yang lebih besar untuk
kecenderungan yang lebih besar untuk
mengalami susut dan retak
mengalami susut dan retak
-
-
retak.
retak.


Istilah fisik dalam proses hidrasi
Istilah fisik dalam proses hidrasi


Setting/waktu pengikatan
Setting/waktu pengikatan
Waktu ikat adalah waktu yang diperlukan
Waktu ikat adalah waktu yang diperlukan
oleh semen untuk mengeras dari saat
oleh semen untuk mengeras dari saat
bereaksi dengan air sampai menjadi pasta
bereaksi dengan air sampai menjadi pasta
semen hingga cukup kaku menahan tekanan.
semen hingga cukup kaku menahan tekanan.
Waktu ikat dibagi 2 tahap:
Waktu ikat dibagi 2 tahap:
1) waktu ikat awal, dimulai pada saat pasta
1) waktu ikat awal, dimulai pada saat pasta
semen kehilangan workabilitasnya tapi belum
semen kehilangan workabilitasnya tapi belum
benar
benar
-
-
benar mengeras
benar mengeras
2) waktu ikat akhir, menandakan saat ketika
2) waktu ikat akhir, menandakan saat ketika
pasta semen baru saja mengeras seluruhnya.
pasta semen baru saja mengeras seluruhnya.
Saat ini juga merupakan awal dari proses
Saat ini juga merupakan awal dari proses
pengembangan kekuatan beton
pengembangan kekuatan beton


Waktu ikat awal yang panjang dibutuhkan
Waktu ikat awal yang panjang dibutuhkan
bila pelaksanaan pekerjaan beton
bila pelaksanaan pekerjaan beton
membutuhkan waktu cukup lama sebelum
membutuhkan waktu cukup lama sebelum
bisa ditempatkan pada cetakannya,
bisa ditempatkan pada cetakannya,
selama itu campuran beton dijaga untuk
selama itu campuran beton dijaga untuk
tidak kehilangan workabilitasnya.
tidak kehilangan workabilitasnya.


Dua senyawa semen yang paling cepat
Dua senyawa semen yang paling cepat
bereaksi dengan air adalah C
bereaksi dengan air adalah C
3 3
A dan C
A dan C
3 3
S,
S,
reaksinya akan menentukan waktu ikat
reaksinya akan menentukan waktu ikat
awal.
awal.
Agregat
Agregat



Agregat yang digunakan dalam campuran beton
Agregat yang digunakan dalam campuran beton
terdiri dari dua jenis, yaitu: agregat halus (pasir)
terdiri dari dua jenis, yaitu: agregat halus (pasir)
dan agregat kasar (kerikil/split). Agregat halus
dan agregat kasar (kerikil/split). Agregat halus
dan agregat kasar dibedakan berdasarkan
dan agregat kasar dibedakan berdasarkan
ukurannya. Yang termasuk dalam agregat kasar
ukurannya. Yang termasuk dalam agregat kasar
adalah agregat yang memiliki ukuran lebih besar
adalah agregat yang memiliki ukuran lebih besar
dari 4.75 mm (standar ASTM), sedang agregat
dari 4.75 mm (standar ASTM), sedang agregat
yang berukuran dibawah 4.75 mm dikategorikan
yang berukuran dibawah 4.75 mm dikategorikan
sebagai agregat halus.
sebagai agregat halus.
J enis agregrat berdasarkan
J enis agregrat berdasarkan



Sumbernya:
Sumbernya:
 
Alam: Kerikil dan Pasir alami
Alam: Kerikil dan Pasir alami


Buatan: Bijih besi, terak tanur tinggi, fly ash.
Buatan: Bijih besi, terak tanur tinggi, fly ash.



Beratnya:
Beratnya:
 
Berat: berat volume beton > 2800 kg/m
Berat: berat volume beton > 2800 kg/m
3 3


Normal: berat volume beton antara 2200
Normal: berat volume beton antara 2200
-
-
2500
2500
kg/m
kg/m
3 3


Ringan: berat volume beton < 2000 kg/m
Ringan: berat volume beton < 2000 kg/m
3 3



Tekstur permukaannya:
Tekstur permukaannya:


halus, berbutir, kasar, berbentuk sarang lebah,
halus, berbutir, kasar, berbentuk sarang lebah,
dsb
dsb



Bentuknya:
Bentuknya:
 
bulat, bersudut, pipih, pipih dan panjang, dsb
bulat, bersudut, pipih, pipih dan panjang, dsb



Agregat kasar yang berasal dari alam
Agregat kasar yang berasal dari alam
berdasarkan jenis batuan asalnya dibagi
berdasarkan jenis batuan asalnya dibagi
menjadi:
menjadi:


Asal batuan beku, contoh: granit,
Asal batuan beku, contoh: granit,
quartz
quartz
-
-
diorit, syenit, basalt, dll
diorit, syenit, basalt, dll



Asal batuan endapan, contoh: dolomit,
Asal batuan endapan, contoh: dolomit,
chert, batu kapur, dll
chert, batu kapur, dll



Asal batuan metamorf, contoh:
Asal batuan metamorf, contoh:
marmer, kuartsit, dll
marmer, kuartsit, dll


Kurva Gradasi
Kurva Gradasi
Gradasi adalah distribusi dari ukuran
Gradasi adalah distribusi dari ukuran
agregat. Untuk mengetahui gradasi
agregat. Untuk mengetahui gradasi
dilakukan pengujian melalui analisa
dilakukan pengujian melalui analisa
saringan sesuai dengan standard. Hasil
saringan sesuai dengan standard. Hasil
analisa saringan biasanya disajikan secara
analisa saringan biasanya disajikan secara
grafis dalam suatu kurva yang dinamakan
grafis dalam suatu kurva yang dinamakan
kurva gradasi.
kurva gradasi.



Variasi distribusi gradasi dibedakan menjadi 3,
Variasi distribusi gradasi dibedakan menjadi 3,
yaitu:
yaitu:


gradasi sela:
gradasi sela:
jika salah satu/lebih ukuran butir pada
jika salah satu/lebih ukuran butir pada
satu set saringan tidak ada.
satu set saringan tidak ada.


gradasi menerus:
gradasi menerus:
jika dalam satu set saringan agregat
jika dalam satu set saringan agregat
memiliki semua ukuran butiran dan
memiliki semua ukuran butiran dan
terdistribusi dengan baik.
terdistribusi dengan baik.


gradasi seragam:
gradasi seragam:
jika dalam satu set saringan, agregatnya
jika dalam satu set saringan, agregatnya
mempunyai ukuran yang sama.
mempunyai ukuran yang sama.
Analisis Saringan Agregat Kasar
Analisis Saringan Agregat Kasar
(ASTM C 136
(ASTM C 136
-
-
84a)
84a)
Kurva Gradasi Agregat Kasar
Kurva Gradasi Agregat Kasar
Kurva Gradasi Agregat Kasar
Kurva Gradasi Agregat Kasar
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
1 10 100
Sieve Size (mm)
%

P
a
s
s
i
n
g
Cum % Passing Upper Limit Lower Limit
Analisis Saringan Agregat Halus
Analisis Saringan Agregat Halus
(ASTM C 136
(ASTM C 136
-
-
84a)
84a)
Kurva Gradasi Agregat Halus
Kurva Gradasi Agregat Halus
Kurva Gradasi Agregat Halus
Kurva Gradasi Agregat Halus
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
0.01 0.1 1 10
Sieve Size (mm)
%

P
a
s
s
i
n
g
Cum % Passing Upper Limit Lower Limit


Modulus Kehalusan (fineness modulus)
Modulus Kehalusan (fineness modulus)


Adalah indeks yang dipakai untuk mengukur
Adalah indeks yang dipakai untuk mengukur
kehalusan atau kekasaran agregat.
kehalusan atau kekasaran agregat.


Didefinisikan sebagai jumlah persen kumulatif
Didefinisikan sebagai jumlah persen kumulatif
dari butir agregat yang tertinggal diatas satu
dari butir agregat yang tertinggal diatas satu
set saringan.
set saringan.


Memberi indikasi kemungkinan perilaku suatu
Memberi indikasi kemungkinan perilaku suatu
campuran beton pada suatu gradasi tertentu.
campuran beton pada suatu gradasi tertentu.


Dapat dipakai sebagai dasar untuk mencari
Dapat dipakai sebagai dasar untuk mencari
perbandingan dari suatu campuran agregat.
perbandingan dari suatu campuran agregat.
Contoh Data Hasil Analisa Saringan
Contoh Data Hasil Analisa Saringan
Contoh perhitungan Modulus Kehalusan
Contoh perhitungan Modulus Kehalusan
J adi modulus kehalusan agregat halus = 283/100 = 2.83
J adi modulus kehalusan agregat halus = 283/100 = 2.83
Ukuran
Ukuran
agregat
agregat
dapat
dapat
mempengaruhi
mempengaruhi
kuat
kuat
tekan
tekan
beton
beton
.
.
Untuk
Untuk
memperoleh
memperoleh
campuran
campuran
beton
beton
dan
dan
kualitas
kualitas
beton
beton
yang
yang
baik
baik
,
,
maka
maka
gradasi
gradasi
agregatnya
agregatnya
harus
harus
menerus
menerus




campuran
campuran
beton
beton
terdiri
terdiri
dari
dari
variasi
variasi
berbagai
berbagai
ukuran
ukuran
agregat
agregat
dan
dan
agregatnya
agregatnya
terdistribusi
terdistribusi
dengan
dengan
baik
baik
,
,
sehingga
sehingga
terjadi
terjadi
interlocking yang
interlocking yang
baik
baik
.
.
Pengaruh kekuatan agregat terhadap kekuatan
Pengaruh kekuatan agregat terhadap kekuatan
beton
beton


Kekuatan beton tidak hanya dipengaruhi oleh
Kekuatan beton tidak hanya dipengaruhi oleh
kekuatan mekanik agregat tapi juga dipengaruhi
kekuatan mekanik agregat tapi juga dipengaruhi
karakteristik lekatan agregat dengan mortar
karakteristik lekatan agregat dengan mortar
semen dan karakteristik kandungan mineral
semen dan karakteristik kandungan mineral
agregat.
agregat.


Makin tinggi modulus elastisitas agregat, makin
Makin tinggi modulus elastisitas agregat, makin
tinggi kekuatan betonnya.
tinggi kekuatan betonnya.


Kekuatan agregat dipengaruhi a.l. oleh:
Kekuatan agregat dipengaruhi a.l. oleh:
-
-
ikatan/lekatan antar partikelnya
ikatan/lekatan antar partikelnya
-
-
porositas agregat
porositas agregat
-
-
komposisi bahan pembentuknya
komposisi bahan pembentuknya


Kekuatan beton tidak akan jauh berbeda,
Kekuatan beton tidak akan jauh berbeda,
bahkan pada umumnya lebih rendah dari
bahkan pada umumnya lebih rendah dari
kekuatan agregat pembentuknya.
kekuatan agregat pembentuknya.


U
U
ntuk
ntuk
beton
beton
mutu
mutu
tinggi
tinggi
(
(



60MPa
60MPa
)
)
,
,
keruntuhan
keruntuhan
biasanya
biasanya
terjadi
terjadi
karena
karena
kegagalan
kegagalan
lekatan
lekatan
antara
antara
pasta semen
pasta semen
dan
dan
agregat
agregat


B
B
eton
eton
mutu
mutu
tinggi
tinggi
harus
harus
menggunakan
menggunakan
agregat
agregat
yang
yang
memiliki
memiliki
karakteristik
karakteristik
daya
daya
ikat
ikat
yang
yang
kuat
kuat
dengan
dengan
mortar
mortar
semen
semen
baik
baik
secara
secara
kimia
kimia
maupun
maupun
fisik
fisik
.
.


Kekuatan
Kekuatan
ikatan
ikatan
pasta semen
pasta semen
dengan
dengan
agregatnya
agregatnya
pada
pada
zona
zona
transisi
transisi
merupakan
merupakan
faktor
faktor
utama
utama
yang
yang
menetukan
menetukan
daya
daya
tahan
tahan
abrasi
abrasi
untuk
untuk
beton
beton
pada
pada
daerah
daerah
splashing.
splashing.
T
T
erlepasnya
erlepasnya
ikatan
ikatan
antara
antara
agregat
agregat
kasar
kasar
dengan
dengan
pasta semen
pasta semen
merupakan
merupakan
kegagalan struktur yang
kegagalan struktur yang
umum
umum
terjadi
terjadi
pada
pada
daerah
daerah
splashing
splashing


U
U
kuran
kuran
,
,
bentuk
bentuk
serta
serta
sifat
sifat
-
-
sifat
sifat
fisik
fisik
dan
dan
kimia
kimia
wi
wi
agregat
agregat
amat
amat
mem
mem
pengaruhi
pengaruhi
karakteristik
karakteristik
zona
zona
transisi
transisi
termasuk
termasuk
pembentukan m
pembentukan m
icrocracking
icrocracking
pada
pada
zona
zona
transisi
transisi
, microcracking
, microcracking
sendiri
sendiri
merupakan
merupakan
penyebab
penyebab
utama
utama
tingginya
tingginya
tingkat
tingkat
permeabilitas
permeabilitas
pada
pada
beton
beton
.
.


Ukuran agregat maksimum
Ukuran agregat maksimum


Semakin besar ukuran agregat semakin kecil
Semakin besar ukuran agregat semakin kecil
kebutuhan airnya
kebutuhan airnya


meningkatkan kekuatan
meningkatkan kekuatan


Untuk agregat
Untuk agregat
>
>
38.1 mm, walaupun kekuatan
38.1 mm, walaupun kekuatan
meningkat tapi daerah lekatan berkurang,
meningkat tapi daerah lekatan berkurang,
sehingga timbul masalah diskontinuitas
sehingga timbul masalah diskontinuitas


beton
beton
heterogen
heterogen



penurunan kekuatan
penurunan kekuatan


Agregat
Agregat
>
>
40 mm
40 mm


risiko segregasi
risiko segregasi


Pembatasan struktural (ACI 318 dan PBI, 1989)
Pembatasan struktural (ACI 318 dan PBI, 1989)



penulangan dan pemadatan
penulangan dan pemadatan
Pengaruh ukuran maksimum agregat terhadap beton
Pengaruh ukuran maksimum agregat terhadap beton
dengan jumlah kandungan semen yang berbeda
dengan jumlah kandungan semen yang berbeda
Pengaruh kuat tekan dan jenis agregat
Pengaruh kuat tekan dan jenis agregat
terhadap ketahananan abrasi beton
terhadap ketahananan abrasi beton
Persyaratan
Persyaratan
agregat
agregat
untuk
untuk
campuran
campuran
beton
beton



Tidak
Tidak
boleh
boleh
bersifat
bersifat
reaktif
reaktif
(
(
ketahanan
ketahanan
terhadap
terhadap
serangan
serangan
kimia
kimia
)
)



Susunan
Susunan
gradasinya
gradasinya
harus
harus
memenuhi
memenuhi
persyaratan
persyaratan
yang
yang
ditetapkan
ditetapkan



Tidak
Tidak
mengandung
mengandung
bahan
bahan
-
-
bahan
bahan
yang
yang
berpengaruh
berpengaruh
buruk
buruk
pada
pada
beton
beton



Kekerasan
Kekerasan
dan
dan
soundness
soundness
agregat
agregat
memenuhi
memenuhi
syarat
syarat
yang
yang
ditetapkan
ditetapkan
Rangkuman
Rangkuman


Sifat
Sifat
-
-
sifat
sifat
agregat
agregat
beton
beton
Sifat Sifat- -sifat sifat
agregat agregat
Keutamaan Keutamaan Pengujian Pengujian Persyaratan Persyaratan
Gradasi Gradasi
(distribusi (distribusi
ukuran) ukuran)
Kelecakan dan Kelecakan dan
ekonomis ekonomis
Distribusi Distribusi ukuran ukuran
partikel partikel dengan dengan
penyaringan penyaringan kering kering
(SNI 03 (SNI 03- -1968 1968- -1 1990) 990)
(ASTM C136 (ASTM C136- -1992) 1992)
Agregat Agregat halus halus: :
Memenuhi Memenuhi batas batas- -batas batas
yang yang ditetapkan ditetapkan d dan an variasinya variasinya
tidak tidak melebihi melebihi deviasi deviasi yang yang diijinkan diijinkan. .
(ASTM (ASTM C33 C33- -90) 90)
Agregat Agregat kasar kasar: :
Memenuhi Memenuhi batas batas- -batas batas yang yang
ditetapkan ditetapkan dan dan variasinya variasinya tidak tidak
melebihi melebihi deviasi deviasi yang yang diijinkan diijinkan. .
(ASTM C33 (ASTM C33- -90) 90)
Abrasi Abrasi Indeks mutu; Indeks mutu;
terutama terutama untuk untuk
platform bongkar platform bongkar
muat, muat, perkerasan perkerasan
SNI 03 SNI 03- -2417 2417- -1991 1991
(ASTM C131 (ASTM C131- -1989) 1989)
Agregat Agregat Kasar Kasar  

40% 40%
(ASTM C33 (ASTM C33- -90) 90)
Soundness Soundness
( (Kekekalan Kekekalan) )
Kekuatan Kekuatan dan dan
Durabilitas Durabilitas
SNI 03 SNI 03- -3407 3407- -1994) 1994)
(ASTM C88 (ASTM C88- -1990) 1990)
Agregat Agregat Halus Halus  

10% 10%
Agregat Agregat Kasar Kasar  

12% 12%
(ASTM C33 (ASTM C33- -90) 90)
Reaktifitas Reaktifitas
r reaksi eaksi
a agregat gregat
a alkali lkali
Stabilitas Stabilitas
Kimiawi Kimiawi
Beton Beton
Reaktifitas alkali Reaktifitas alkali
potensial dengan potensial dengan
mortar bar mortar bar
(ASTM C227 (ASTM C227- -1990 1990) )
Ekspansi prisma uji kurang Ekspansi prisma uji kurang
dari 0,13% pada umur 3 dari 0,13% pada umur 3
bulan atau 0,10% pada bulan atau 0,10% pada
u umur mur 6 bulan (AS 2758.1) 6 bulan (AS 2758.1)
Reaktifitas Reaktifitas potensial potensial
agregat (metoda kimia) agregat (metoda kimia)
(ASTM C289 (ASTM C289- -1987) 1987)
Masuk dalam batasan Masuk dalam batasan
D Daerah aerah yang tidak yang tidak
berbahaya pada berbahaya pada kurva kurva
reduksi alkalinitas vs reduksi alkalinitas vs
silika larut (ASTM C289 silika larut (ASTM C289- -
1 1987) 987)
Reaktifitas
kotoran dan
material
berbahaya
Pengerasan
Beton
Kotoran Kotoran organik organik selain selain
dari dari gula gula ASTM C40 ASTM C40- -
92 (SNI 03 92 (SNI 03- -2816 2816- -1992) 1992)
Warna Warna yang yang dihasilkan dihasilkan dari dari
pengujian pengujian tidak tidak boleh boleh terlalu terlalu
pekat pekat dari dari warna warna standard standard
dari dari zat zat referensi referensi (ASTM (ASTM
C40 C40- -92) 92)
Gula Gula (AS 1141, (AS 1141, section section
35) 35)
J umlah J umlah gula gula dalam dalam agregat agregat
kurang kurang dari dari 1 1 bagian bagian dalam dalam
10000 (100 10000 (100 ppm ppm) (AS ) (AS
2758.1) 2758.1)
Kelecakan Kelecakan
dan dan
Kontrol Kontrol Air Air
Campuran Campuran
Material Material lebih lebih halus halus
dari dari 75 75  m m
( (Saringan Saringan No. 200) No. 200)
dalam dalam agregat agregat
( (dengan dengan metoda metoda
pencucian pencucian) ASTM ) ASTM
C117 C117- -90 (SNI 03 90 (SNI 03- -
4142 4142- -1996) 1996)
Agregat Agregat Kasar Kasar: :
Kuantitas Kuantitas material material halus halus kurang kurang dari dari 75 75 m m
tidak tidak boleh boleh lebih lebih dari dari 1%. 1%.
Agregat Agregat Halus Halus: :
Kuantitas Kuantitas material material halus halus kurang kurang dari dari 75 75 m m
tidak tidak boleh boleh lebih lebih dari dari 5% 5% (ASTM C33 (ASTM C33- -90) 90)
Kekuatan Kekuatan Partikel Partikel ringan ringan (AS (AS
1141, se 1141, section ction 31) 31)
( (SNI 03 SNI 03- -3416 3416- -
1994) (ASTM C123 1994) (ASTM C123- -
1990) 1990)
Kecuali Kecuali agregat agregat ringan ringan, material , material dengan dengan
kerapatan kerapatan partikel partikel kurang kurang dari dari 2000 kg/m3 2000 kg/m3
tidak tidak boleh boleh melebihi melebihi 0,5% 0,5% dari dari massa massa
dalam dalam agregat agregat kasar kasar dan dan 1% 1% dari dari massa massa
agregat halus agregat halus
Reaktifitas Reaktifitas
Garam Garam- -
Garam Garam
yang yang dapat dapat
larut larut
Stabilitas Stabilitas
Kimiawi Kimiawi
Beton Beton
Agregat Agregat yang yang mengandung mengandung garam garam sulfida sulfida
atau atau sulfat sulfat dalam dalam proporsi proporsi yang yang
menghasilkan menghasilkan kadar kadar sulfat sulfat beton beton melebihi melebihi
5% 5% dari dari masa masa semen semen portland portland tidak tidak dapat dapat
d digunakan igunakan. .
Agregat Agregat yang yang mengandung mengandung garam garam- -garam garam
khlorida khlorida dalam dalam proporsi proporsi yang yang menghasilkan menghasilkan
kadar kadar khlorida khlorida total pada b total pada beton eton melebihi melebihi
0.4 0.4% % dari dari masa masa semen semen tidak tidak d dapat apat
digunakan digunakan (AS 2758.1) (AS 2758.1)
Air Campuran Beton
Air Campuran Beton



Pada prinsipnya air yang dapat diminum dapat
Pada prinsipnya air yang dapat diminum dapat
digunakan sebagai campuran beton. Air yang
digunakan sebagai campuran beton. Air yang
mengandung senyawa berbahaya seperti garam,
mengandung senyawa berbahaya seperti garam,
minyak dan bahan kimia lainnya dapat menurunkan
minyak dan bahan kimia lainnya dapat menurunkan
kekuatan dan mempegaruhi/ mengubah sifat beton
kekuatan dan mempegaruhi/ mengubah sifat beton



Air tidak memenuhi syarat sebagai air campuran
Air tidak memenuhi syarat sebagai air campuran
beton, jika:
beton, jika:


Kekuatan tekan beton pada umur 7 dan 28 hari
Kekuatan tekan beton pada umur 7 dan 28 hari
< 90% kekuatan beton yang menggunakan air
< 90% kekuatan beton yang menggunakan air
standar. (BS 3148:1980)
standar. (BS 3148:1980)


Perbedaan waktu pengikatan awal campuran
Perbedaan waktu pengikatan awal campuran
beton > 30 menit dibanding waktu pengikatan
beton > 30 menit dibanding waktu pengikatan
awal beton yang menggunakan air standar. (BS
awal beton yang menggunakan air standar. (BS
3148:1980)
3148:1980)
Aspek
Komentar Persyaratan Spesifikasi
AS 1379
Solid dalam Suspensi
Jika kandungan solid dalam air melebihi 2000
ppm, disarankan untuk diadakan pengujian.
Total solid yang larut, dibatasi maksimum
3000 mg/L
Bahan Organik
Berpengaruh kurang baik pada kekuatan
Dapat mencegah setting (khususnya gula)
Rumput laut dalam air dapat menyebabkan kuat
tekan beton menurun secara signifikan.
Gula, dibatasi maksimum 100 mg/L
Garam-garam Klorida
yang larut
Dapat mempercepat waktu setting tapi
mengurangi kekuatan jangka panjang
Merusak durabilitas jika digunakan pada beton
bertulang dan beton prategang
Khlorida (CL
-
), dibatasi maksimum 500
mg/L
Garam-garam Sulfat
yang larut
Biasanya tidak berpengaruh signifikan jika
konsentrasinya < 1000 ppm
Sulfat (SO
3
) dibatasi maksimum 800
mg/L
Alkali karbonat dan
Bikarbonat larut
Campuran sodium karbonat sampai 2000 ppm
masih aman. Pengujian disarankan jika kadar
alkali karbonat melebihi 1000 ppm.
Mempengaruhi waktu ikat dan kekuatan, dapat
memicu reaksi alkali agregat pada beton.
Sodium ekivalen, dibatasi maksimum 300
mg/L
Air Asam
Air yang sedikit asam bukan merupakan suatu
masalah (semen bersifat alkalin tinggi yang
dapat menetralisir asam) tetapi material yang
menyebabkan keasaman dapat menjadi
masalah (contohnya sulfida, bahan-bahan
organic yang membusuk, dll.)
PH > 5.0
Sulfida (S) 

100 mg/L
Admixture
Admixture



Didefinisikan sebagai material selain air,
Didefinisikan sebagai material selain air,
agregat dan semen yang digunakan
agregat dan semen yang digunakan
sebagai campuran beton dan ditambahkan
sebagai campuran beton dan ditambahkan
pada adukan sebelum atau selama
pada adukan sebelum atau selama
pengadukan yang bertujuan untuk
pengadukan yang bertujuan untuk
memodifikasi sifat
memodifikasi sifat
-
-
sifat beton.
sifat beton.



Dapat dibedakan menjadi:
Dapat dibedakan menjadi:
1)
1)
chemical admixture
chemical admixture
umumnya digunakan untuk mengubah perilaku
umumnya digunakan untuk mengubah perilaku
beton pada saat pengerjaan dan penempatan.
beton pada saat pengerjaan dan penempatan.
2)
2)
mineral admixture
mineral admixture
merupakan pozzolan, biasanya digunakan untuk
merupakan pozzolan, biasanya digunakan untuk
perbaikan kinerja kekuatannya, tetapi juga bisa
perbaikan kinerja kekuatannya, tetapi juga bisa
memodifikasi perilaku beton segar. Mineral
memodifikasi perilaku beton segar. Mineral
admixtures sering juga disebut sebagai cement
admixtures sering juga disebut sebagai cement
subtitutes/ replacements.
subtitutes/ replacements.



Fly ash
Fly ash
adalah butiran halus hasil residu pembakaran
adalah butiran halus hasil residu pembakaran
batubara (yang digunakan untuk pembangkit
batubara (yang digunakan untuk pembangkit
listrik)
listrik)



Slag
Slag
adalah butiran halus hasil residu pembakaran
adalah butiran halus hasil residu pembakaran
tanur tinggi pada proses pembuatan baja.
tanur tinggi pada proses pembuatan baja.



Silica fume
Silica fume
adalah material pozzolan yang halus, biasanya
adalah material pozzolan yang halus, biasanya
merupakan sisa produksi silikon atau besi silikon
merupakan sisa produksi silikon atau besi silikon
Jenis Jenis Penerapan Penerapan Pengaruh Pengaruh Komentar Komentar
Air-Entraining
(AEA)
Untuk

meningkatkan

ketahanan

beku/cair.
Untuk

meningkatkan

workabilitas.
Menghasilkan

butiran-

butiran

udara

kecil

yang banyak

dalam

beton.
Efisiensi

semakin

berkurang

seiring

dengan

meningkatnya

suhu, kadar

semen tinggi

dan

kehadiran

fly ash
Water-Reducing
Untuk

meningkatkan

workabilitas.
Untuk

meningkatkan

kekuatan
pada

tingkat

workabilitas

yang

sama.
Memisahkan

partikel-

partikel

semen dan

meningkatkan

fluiditas

beton. Mengurangi

kebutuhan

air

pencampur.
Dapat

mempengaruhi
waktu

setting beton.
Kandungan

klorida

harus
dibatasi. Overdosis

ligno-

sulphonates

dapat

menyebabkan

penundaan

pengerasan

yang

berlarut-

larut.

Selanjutnya

hal

ini

dapat

mempengaruhi

kekuatan

dan

porositas

beton.
High-Range
Water-Reducing-
Superplasticizers
(HRWR )
Untuk

memfasilitasi

penempatan

dan

pemadatan

(contoh

pada

elemen

beton

bertulang

yang ditulangi

dalam

jumlah

banyak). Untuk

meningkatkan

kekuatan.
Untuk

menghasilkan

bentuk

permukaan

yang berkualitas

tinggi. Untuk

memfasilitasi

pumping.
Meningkatkan

fluiditas

beton

dengan

pengaruh

yang kecil

pada

waktu

setting.
Kecocokan

dengan

zat

tambahan

lain dalam
campuran

harus

diperiksa.
Ringkasan Bahan Admixture untuk Beton
Mineral Admixture
Mineral Admixture
J enis J enis Pengaruh Pengaruh
Abu Abu terbang terbang
(fly ash) (fly ash)
Reduksi kebutuhan air pada tingkat workabilitas yang tetap. Reduksi kebutuhan air pada tingkat workabilitas yang tetap.
Memperlambat proses hidrasi, sehingga memberi keuntungan Memperlambat proses hidrasi, sehingga memberi keuntungan
untuk pengerjaan beton pada daerah beriklim panas. Dari untuk pengerjaan beton pada daerah beriklim panas. Dari
segi fisik bisa memperbaiki mikrostruktur dari pasta semen, segi fisik bisa memperbaiki mikrostruktur dari pasta semen,
sehingga menurunkan permeabilitas tetapi membutuhkan metode sehingga menurunkan permeabilitas tetapi membutuhkan metode
curing yang benar. J ika dilakukan curing yang tepat maka beton curing yang benar. J ika dilakukan curing yang tepat maka beton
yang dihasilkan akan memiliki ketahanan yang lebih tinggi yang dihasilkan akan memiliki ketahanan yang lebih tinggi
terhadap penetrasi klorida. terhadap penetrasi klorida.
Slag ( Slag (ggbs ggbs) )
Meningkatkan workabilitas. Memperlambat proses hidrasi pada Meningkatkan workabilitas. Memperlambat proses hidrasi pada
suhu normal. Meningkatkan kerapatan mikrostruktur pasta semen. suhu normal. Meningkatkan kerapatan mikrostruktur pasta semen.
Peningkatan kekuatan pada awalnya lambat, tetapi setelah Peningkatan kekuatan pada awalnya lambat, tetapi setelah
beberapa waktu kekuatannya akan meningkat dengan cepat. beberapa waktu kekuatannya akan meningkat dengan cepat.
Perawatan menggunakan uap (moist curing) untuk jangka waktu Perawatan menggunakan uap (moist curing) untuk jangka waktu
tertentu amat penting, untuk memperoleh beton dengan tertentu amat penting, untuk memperoleh beton dengan
permeabilitas yang rendah. Permeabilitas yang rendah akan permeabilitas yang rendah. Permeabilitas yang rendah akan
meningkatkan ketahanan beton terhadap serangan klorida dan meningkatkan ketahanan beton terhadap serangan klorida dan
sulfat. sulfat.
Uap Uap
s silika ilika
(Silica (Silica
fume fume) )
Mereduksi bleeding dan meningkatkan kohesi. Mereduksi bleeding dan meningkatkan kohesi.
Digunakan untuk menghasilkan beton dengan karakteristik Digunakan untuk menghasilkan beton dengan karakteristik
tertentu, seperti memiliki kekuatan awal yang tinggi dan tertentu, seperti memiliki kekuatan awal yang tinggi dan
permeabilitas yang rendah. Karena ukurannya 100 kali lebih permeabilitas yang rendah. Karena ukurannya 100 kali lebih
kecil daripada partikel semen maka silika fume dapat kecil daripada partikel semen maka silika fume dapat
terdistribusi merata dan mengisi ruang terdistribusi merata dan mengisi ruang- -ruang pada zona ruang pada zona
transisi, dampaknya porositas beton menurun. transisi, dampaknya porositas beton menurun.
Meningkatkan kebutuhan air untuk campuran beton, oleh Meningkatkan kebutuhan air untuk campuran beton, oleh
karena itu untuk campuran beton dengan perbandingan air karena itu untuk campuran beton dengan perbandingan air
semen yang rendah dibutuhkan superplasticizer. semen yang rendah dibutuhkan superplasticizer.
Meningkatkan lekatan antara pasta semen dengan agregat Meningkatkan lekatan antara pasta semen dengan agregat
kasar. Meningkatkan modulus elastisitas beton. kasar. Meningkatkan modulus elastisitas beton.
Menurunkan permeabilitas pada zona transisi. Menurunkan permeabilitas pada zona transisi.
Meningkatkan ketahanan terhadap abrasi. Meningkatkan ketahanan terhadap abrasi.
Peningkatan kekuatan beton untuk beberapa
Peningkatan kekuatan beton untuk beberapa
variasi konsentrasi slag
variasi konsentrasi slag
Rangkuman
Rangkuman
kegunaan
kegunaan
admixture
admixture



Memodifikasi
Memodifikasi
sifat
sifat
-
-
sifat
sifat
mortar
mortar
dan
dan
beton
beton
segar
segar
sehingga
sehingga
:
:


meningkatkan
meningkatkan
workabilitas
workabilitas
tanpa
tanpa
meningkatkan
meningkatkan
kadar
kadar
air
air
atau mengurangi
atau mengurangi
kadar air pada tingkat workabilitas yang sama
kadar air pada tingkat workabilitas yang sama


mempercepat
mempercepat
atau
atau
memperlambat
memperlambat
waktu
waktu
pengikatan
pengikatan
awal
awal


Mengurangi panas hidrasi
Mengurangi panas hidrasi


Meningkatkan kemampuan pumping beton
Meningkatkan kemampuan pumping beton



Memodifikasi
Memodifikasi
sifat
sifat
mortar
mortar
atau
atau
beton
beton
yang
yang
telah
telah
mengeras
mengeras
sehingga
sehingga
:
:


mempercepat
mempercepat
tingkat
tingkat
pengembangan
pengembangan
kekuatan
kekuatan
pada
pada
umur
umur
dini
dini


meningkatkan
meningkatkan
kekuatan
kekuatan
tarik
tarik
,
,
tekan
tekan
dan
dan
lentur
lentur


menurunkan
menurunkan
permeabilitas
permeabilitas




meningkatkan
meningkatkan
ketahanan
ketahanan
terhadap
terhadap
serangan
serangan
CO
CO
2 2
,
,
sulfat
sulfat
dan
dan
klorida
klorida
Admixture
Admixture
tidak
tidak
bisa
bisa
digunakan
digunakan
sebagai
sebagai
kompensasi
kompensasi
untuk
untuk
material
material
dengan
dengan
kualitas
kualitas
rendah
rendah
atau
atau
untuk
untuk
praktek
praktek
pengerjaan
pengerjaan
beton
beton
yang
yang
buruk
buruk