Anda di halaman 1dari 54

Material Beton

Material Beton
Sifat dan Karakteristik
Sifat dan Karakteristik
Beton
Beton
Sifat
Sifat
-
-
sifat beton basah
sifat beton basah



Workabilitas
Workabilitas
Merupakan ukuran kemudahan suatu adukan beton
Merupakan ukuran kemudahan suatu adukan beton
ditempatkan pada
ditempatkan pada
cetakannya. Faktor
cetakannya. Faktor
-
-
faktor yang
faktor yang
harus dipikirkan pada pemilihan workabilitas adalah:
harus dipikirkan pada pemilihan workabilitas adalah:
 
B
B
entuk dan ukuran
entuk dan ukuran
elemen
elemen
struktural
struktural
.
.
 
J arak penulangan.
J arak penulangan.
 
Detail lainnya yang berhubungan dengan pengecoran dan
Detail lainnya yang berhubungan dengan pengecoran dan
pemadatan.
pemadatan.
Kemudahan pengerjaan beton dapat dilihat dari
Kemudahan pengerjaan beton dapat dilihat dari
nilai slumpnya.
nilai slumpnya.
Faktor
Faktor
-
-
faktor yang mempengaruhi
faktor yang mempengaruhi
workabilitas:
workabilitas:


K
K
andungan air
andungan air


Ukuran
Ukuran
agregat dan gradasinya
agregat dan gradasinya


Perbandingan semen dan agregat
Perbandingan semen dan agregat


Kandungan admixture
Kandungan admixture


Kehalusan semen
Kehalusan semen


Konsistensi
Konsistensi
A
A
dalah ukuran kekenyalan suatu adukan
dalah ukuran kekenyalan suatu adukan
beton. Metode yang biasanya dipakai
beton. Metode yang biasanya dipakai
untuk mengukur konsistensi adalah
untuk mengukur konsistensi adalah
pengujian
pengujian
slump
slump
.
.


Slump
Slump
A
A
dalah perbedaan ketinggian adukan
dalah perbedaan ketinggian adukan
beton pada cetakan yang berbentuk
beton pada cetakan yang berbentuk
kerucut terpancung dan ketinggian
kerucut terpancung dan ketinggian
adukan beton setelah dilepaskan dari
adukan beton setelah dilepaskan dari
cetakan kerucut tsb
cetakan kerucut tsb
.
.
Slump biasanya
Slump biasanya
digunakan sebagai ukuran workabilitas,
digunakan sebagai ukuran workabilitas,
tapi hubungan ini tidak mutlak.
tapi hubungan ini tidak mutlak.
Variasi hasil pengujian slump
Variasi hasil pengujian slump
Deskripsi workabilitas dan nilai slump
Deskripsi workabilitas dan nilai slump
Slump yang disyaratkan untuk berbagai
Slump yang disyaratkan untuk berbagai
konstruksi (ACI)
konstruksi (ACI)


Bleeding
Bleeding



Merupakan suatu bentuk segregasi
Merupakan suatu bentuk segregasi
dimana sebagian air campuran naik ke
dimana sebagian air campuran naik ke
permukaan beton yang baru dicor.
permukaan beton yang baru dicor.



Akibat yang merugikan dari bleeding
Akibat yang merugikan dari bleeding
adalah timbulnya zona lekatan yang
adalah timbulnya zona lekatan yang
lemah antara agregat kasar dengan
lemah antara agregat kasar dengan
mortar semen disebabkan sebagian air
mortar semen disebabkan sebagian air
yang naik ke permukaan terperangkap
yang naik ke permukaan terperangkap
pada sisi bagian bawah dari agregat
pada sisi bagian bawah dari agregat
kasar atau tulangan.
kasar atau tulangan.


Segregasi
Segregasi



Didefinisikan sebagai pemisahan komponen
Didefinisikan sebagai pemisahan komponen
-
-
komponen dari campuran beton yang
komponen dari campuran beton yang
heterogen, sehingga distribusinya tidak
heterogen, sehingga distribusinya tidak
merata lagi.
merata lagi.



Penyebab utama segregasi adalah perbedaan
Penyebab utama segregasi adalah perbedaan
ukuran partikel dan spesifik gravity dari
ukuran partikel dan spesifik gravity dari
komponen campuran beton. Segregasi sampai
komponen campuran beton. Segregasi sampai
tingkat tertentu dapat dikontrol dengan
tingkat tertentu dapat dikontrol dengan
pemilihan gradasi yang sesuai.
pemilihan gradasi yang sesuai.



Campuran beton yang tidak mudah
Campuran beton yang tidak mudah
mengalami segregasi dikatakan sebagai
mengalami segregasi dikatakan sebagai
campuran yang kohesif. Kemudahan
campuran yang kohesif. Kemudahan
pengerjaan adukan beton, sedikit banyak
pengerjaan adukan beton, sedikit banyak
ditentukan oleh tingkat segregasinya,
ditentukan oleh tingkat segregasinya,
campuran beton dengan tingkat segregasi
campuran beton dengan tingkat segregasi
tinggi tidak mungkin bisa dipadatkan.
tinggi tidak mungkin bisa dipadatkan.
Aspek
Aspek
-
-
aspek dan karakteristik
aspek dan karakteristik
beton yang mengeras
beton yang mengeras


Aspek Karakteristik Mekanik
Aspek Karakteristik Mekanik


Kuat Tekan Beton
Kuat Tekan Beton


Kuat Tarik Beton
Kuat Tarik Beton


Modulus elastisitas beton
Modulus elastisitas beton


Susut
Susut


Rangkak
Rangkak


Aspek Durabilitas
Aspek Durabilitas


Permeabilitas
Permeabilitas


Permeabilitas (kekedapan) beton
Permeabilitas (kekedapan) beton



Permeabilitas merupakan properti beton yang
Permeabilitas merupakan properti beton yang
sukar diukur, tapi memegang peranan penting
sukar diukur, tapi memegang peranan penting
untuk durabilitas beton di lingkungan yang
untuk durabilitas beton di lingkungan yang
korosif.
korosif.



Permeabilitas pada beton dapat didefinisikan
Permeabilitas pada beton dapat didefinisikan
sebagai kemudahan transport dari zat cair/
sebagai kemudahan transport dari zat cair/
cairan (baik yang mengandung gas
cairan (baik yang mengandung gas
-
-
gas/ion
gas/ion
-
-
ion agresif maupun yang tidak) ke dalam
ion agresif maupun yang tidak) ke dalam
beton.
beton.



Permeabilitas dipengaruhi oleh struktur pori
Permeabilitas dipengaruhi oleh struktur pori
beton dan struktur zona transisi yaitu zona
beton dan struktur zona transisi yaitu zona
antara agregat kasar dan pasta semen
antara agregat kasar dan pasta semen
(
(
interface zone
interface zone
).
).



Ukuran jumlah total volume pori beton
Ukuran jumlah total volume pori beton
dinyatakan dengan porositas, beton dengan
dinyatakan dengan porositas, beton dengan
porositas yang tinggi belum tentu memiliki
porositas yang tinggi belum tentu memiliki
permeabilitas yang tinggi.
permeabilitas yang tinggi.



Faktor
Faktor
-
-
faktor lain yang mempengaruhi
faktor lain yang mempengaruhi
permeabilitas adalah: perbandingan air
permeabilitas adalah: perbandingan air
semen, ukuran agregat dan praktek
semen, ukuran agregat dan praktek
pengerjaan beton (a.l. konsolidasi/
pengerjaan beton (a.l. konsolidasi/
pemadatan dan curing).
pemadatan dan curing).



Permeabilitas dapat diminimalkan dengan:
Permeabilitas dapat diminimalkan dengan:
pembuatan mix disain dengan perbandingan
pembuatan mix disain dengan perbandingan
air semen yang rendah, penggunaan agregat
air semen yang rendah, penggunaan agregat
yang memiliki karakteristik permukaan yang
yang memiliki karakteristik permukaan yang
mempunyai daya ikat yang baik serta praktek
mempunyai daya ikat yang baik serta praktek
pengerjaan beton yang baik
pengerjaan beton yang baik



Curing (Perawatan)
Curing (Perawatan)
Agar kuat tekan rencana tercapai, agar
Agar kuat tekan rencana tercapai, agar
beton memiliki permeabilitas yang
beton memiliki permeabilitas yang
rendah dan agar beton durabel
rendah dan agar beton durabel
maka
maka
harus dilakukan metoda curing yang
harus dilakukan metoda curing yang
sesuai. Curing adalah proses perawatan
sesuai. Curing adalah proses perawatan
beton setelah beton mencapai
beton setelah beton mencapai
final
final
setting
setting
. Curing dilakukan agar proses
. Curing dilakukan agar proses
hidrasi tidak mengalami gangguan
hidrasi tidak mengalami gangguan
dengan cara menjaga beton tetap
dengan cara menjaga beton tetap
lembab dalam durasi waktu tertentu.
lembab dalam durasi waktu tertentu.


Konsolidasi/pemadatan
Konsolidasi/pemadatan
Adalah proses eliminasi gelembung udara
Adalah proses eliminasi gelembung udara
yang terperangkap dalam beton segar.
yang terperangkap dalam beton segar.
Konsolidasi dilakukan segera setelah beton
Konsolidasi dilakukan segera setelah beton
dituang kedalam cetakan, sebelum
dituang kedalam cetakan, sebelum
initial
initial
setting
setting
. Untuk volume pengecoran yang
. Untuk volume pengecoran yang
besar, pemadatan dilakukan dengan
besar, pemadatan dilakukan dengan
bantuan alat penggetar. Penggetaran ini
bantuan alat penggetar. Penggetaran ini
dilakukan untuk mendapatkan distribusi
dilakukan untuk mendapatkan distribusi
bahan yang homogen.
bahan yang homogen.
Durabilitas Beton
Durabilitas Beton
Terminologi Durabilitas
Terminologi Durabilitas



Didefinisikan sebagai ketahanan beton
Didefinisikan sebagai ketahanan beton
menghadapi serangan
menghadapi serangan
-
-
serangan yang
serangan yang
merusak baik yang disebabkan oleh
merusak baik yang disebabkan oleh
faktor
faktor
-
-
faktor fisik maupun yang
faktor fisik maupun yang
disebabkan oleh faktor
disebabkan oleh faktor
-
-
faktor kimiawi.
faktor kimiawi.



Merancang beton dengan durabilitas
Merancang beton dengan durabilitas
yang tinggi sama artinya dengan
yang tinggi sama artinya dengan
meminimumkan tingkat kerusakan yang
meminimumkan tingkat kerusakan yang
mungkin terjadi.
mungkin terjadi.
ZONA
ZONA


ZONA DALAM LINGKUNGAN
ZONA DALAM LINGKUNGAN
LAUT
LAUT



ZONA ATMOSF
ZONA ATMOSF
IR
IR
LAUT
LAUT



ZONA TERPERCIK (SPLASH
ZONA TERPERCIK (SPLASH
-
-
ZONE)
ZONE)



ZONA PASANG
ZONA PASANG
-
-
SURUT (TIDAL
SURUT (TIDAL
-
-
ZONE)
ZONE)



ZONA TERENDAM (SUBMERGED
ZONA TERENDAM (SUBMERGED
-
-
ZONE)
ZONE)
Zona
Zona
Lingkungan Laut
Lingkungan Laut
dan
dan
J enis Eksposure
J enis Eksposure
Cl
-
tinggi
O
2
tinggi
H
2
O tinggi
Garam klorida terbawa angin
Muka air tertinggi
Muka air terendah
Dasar laut
Zona
terendam
Zona
Pasang surut
Zona Splash
Zona Atmosfir
laut
O
2
rendah, namun dapat terjadi
korosi jika:
- ada interkasi tulangan di zona
terendam & zona tidal
- beton terendam bersifat porous/
retak/rusak
Z
Z
ONA
ONA
A
A
TMOSFI R
TMOSFI R
L
L
AUT
AUT



Intensitas serangan korosi dipengaruhi
Intensitas serangan korosi dipengaruhi
oleh jumlah partikel garam yang terbawa
oleh jumlah partikel garam yang terbawa
angin
angin
dan
dan
mengendap pada permukaan
mengendap pada permukaan
struktur
struktur
.
.



Rentan terhadap keretakan yang
Rentan terhadap keretakan yang
disebabkan oleh proses pembekuan
disebabkan oleh proses pembekuan
-
-
pencairan dan perubahan suhu.
pencairan dan perubahan suhu.



Frekuensi hujan yang tinggi
Frekuensi hujan yang tinggi
dapat
dapat
mengurangi laju korosi
mengurangi laju korosi
ZONA TERPERCIK
ZONA TERPERCIK



Zona ini akan selalu dibasahi oleh percikan
Zona ini akan selalu dibasahi oleh percikan
air laut
air laut
.
.



Rentan terhadap keretakkan yang
Rentan terhadap keretakkan yang
disebabkan oleh abrasi, erosi, benturan
disebabkan oleh abrasi, erosi, benturan
serta reaksi kimia antara ion
serta reaksi kimia antara ion
-
-
ion agresif
ion agresif
yang terkandung dalam air laut dengan
yang terkandung dalam air laut dengan
beton
beton



Untuk
Untuk
baja tulangan
baja tulangan
, zona ini adalah zona
, zona ini adalah zona
yang paling agresif
yang paling agresif



korosi
korosi
ZONA PASANG SURUT
ZONA PASANG SURUT



Saat pasang, struktur akan terendam dan
Saat pasang, struktur akan terendam dan
saat surut, struktur tidak benar
saat surut, struktur tidak benar
-
-
benar kering
benar kering
(karena percikan)
(karena percikan)



endapan garam dapat
endapan garam dapat
tertinggal pada struktur
tertinggal pada struktur



Organisme laut dapat tinggal dalam zona ini
Organisme laut dapat tinggal dalam zona ini



dapat menyebabkan korosi setempat pada
dapat menyebabkan korosi setempat pada
baja
baja



Zona ini juga rentan terhadap keretakkan
Zona ini juga rentan terhadap keretakkan
yang disebabkan oleh abrasi, erosi, benturan
yang disebabkan oleh abrasi, erosi, benturan
serta reaksi kimia antara ion
serta reaksi kimia antara ion
-
-
ion agresif yang
ion agresif yang
terkandung dalam air laut dengan beton
terkandung dalam air laut dengan beton
ZONA TERENDAM
ZONA TERENDAM



Kerusakan pada zona ini terutama disebabkan
Kerusakan pada zona ini terutama disebabkan
oleh reaksi kimia antara ion
oleh reaksi kimia antara ion
-
-
ion agresif yang
ion agresif yang
terkandung dalam air laut dengan beton, seperti
terkandung dalam air laut dengan beton, seperti
misalnya reaksi antara sulfat, klorida dan CO
misalnya reaksi antara sulfat, klorida dan CO
2 2
dengan beton
dengan beton



Kadar oksigen terlarut mendekati tingkat
Kadar oksigen terlarut mendekati tingkat
jenuhnya
jenuhnya



Aktivitas biologi maksimum
Aktivitas biologi maksimum



Adanya kandungan sulfida dan ammonia
Adanya kandungan sulfida dan ammonia
mempercepat korosi baja
mempercepat korosi baja
Proses Proses- -proses fisika dan kimia penyebab kerusakan elemen proses fisika dan kimia penyebab kerusakan elemen
beton di lingkungan laut beton di lingkungan laut



Dari berbagai kasus kerusakan beton
Dari berbagai kasus kerusakan beton
yang dijumpai selama ini, terbukti
yang dijumpai selama ini, terbukti
bahwa di lingkungan laut, terdapat
bahwa di lingkungan laut, terdapat
banyak potensi interaksi simultan dari
banyak potensi interaksi simultan dari
faktor
faktor
-
-
faktor fisik dan kimiawi yang
faktor fisik dan kimiawi yang
dapat menyebabkan kerusakan pada
dapat menyebabkan kerusakan pada
material beton.
material beton.



Kerusakan
Kerusakan
-
-
kerusakan beton di lingkungan
kerusakan beton di lingkungan
laut dan pantai dapat dibagi menjadi dua
laut dan pantai dapat dibagi menjadi dua
kategori, yaitu: kerusakan yang
kategori, yaitu: kerusakan yang
disebabkan oleh faktor
disebabkan oleh faktor
-
-
faktor fisik dan
faktor fisik dan
kerusakan yang disebabkan oleh faktor
kerusakan yang disebabkan oleh faktor
-
-
faktor kimiawi.
faktor kimiawi.



Hasil analisa kegagalan suatu struktur
Hasil analisa kegagalan suatu struktur
beton di lingkungan laut yang sudah
beton di lingkungan laut yang sudah
mengalami kerusakan parah selalu
mengalami kerusakan parah selalu
menunjukkan adanya interaksi dari
menunjukkan adanya interaksi dari
penyebab fisik dan kimia yang bekerja
penyebab fisik dan kimia yang bekerja
bersama
bersama
-
-
sama.
sama.
Tahapan kerusakan beton
Tahapan kerusakan beton
Kerusakan Beton Akibat
Kerusakan Beton Akibat
Penyebab Fisik
Penyebab Fisik
Diagram penyebab kerusakan beton akibat faktor
Diagram penyebab kerusakan beton akibat faktor
-
-
faktor
faktor
fisik
fisik
Perubahan Volume
akibat:
1. Perubahan suhu
dan
kelembaban
2. Kristalisasi
garam pada pori-
pori beton
Pembebanan
1. Beban berlebih
dan beban
impact
2. Beban siklis
Abrasi Erosi Kavitasi Pengaruh Suhu
Tinggi:
1. Kebakaran
2. Proses
pembekuan
dan pencairan
Benturan
Pengikisan
Permukaaan
Kerusakan Beton Akibat Sebab-Sebab Fisik
Retak-retak
Benturan/Beban impact
Benturan/Beban impact
Beban impact adalah beban yang datang
Beban impact adalah beban yang datang
secara tiba
secara tiba
-
-
tiba dan mempunyai
tiba dan mempunyai
kecepatan yang tinggi. Ketahanan impact
kecepatan yang tinggi. Ketahanan impact
amat tergantung dari kemampuan beton
amat tergantung dari kemampuan beton
untuk menahan dan menyerap energi
untuk menahan dan menyerap energi
benturan yang terjadi.
benturan yang terjadi.
Abrasi
Abrasi
Adalah ausnya permukaan beton yang disebabkan
Adalah ausnya permukaan beton yang disebabkan
oleh hantaman gelombang yang mengandung
oleh hantaman gelombang yang mengandung
pasir, kerikil atau benda padat lainnya.
pasir, kerikil atau benda padat lainnya.
Erosi
Erosi
Kerusakan permukaan beton yang disebabkan oleh
Kerusakan permukaan beton yang disebabkan oleh
air, angin, hujan dan proses mekanik lainnya yang
air, angin, hujan dan proses mekanik lainnya yang
menyebabkan ausnya permukaan.
menyebabkan ausnya permukaan.
Ketahanan terhadap erosi dan abrasi amat
Ketahanan terhadap erosi dan abrasi amat
dipengaruhi oleh kualitas beton, properti/kualitas
dipengaruhi oleh kualitas beton, properti/kualitas
dari permukaan beton dan kekuatan dan
dari permukaan beton dan kekuatan dan
kekerasan, agregat kasar.
kekerasan, agregat kasar.
Kerusakan akibat abrasi
Kerusakan akibat abrasi
-
-
kavitasi
kavitasi
Kavitasi
Kavitasi
kerusakan permukaan beton yang
kerusakan permukaan beton yang
diakibatkan hantaman air berkecepatan
diakibatkan hantaman air berkecepatan
tinggi yang memiliki gelembung udara dan
tinggi yang memiliki gelembung udara dan
kemudian pecah dengan kecepatan tinggi
kemudian pecah dengan kecepatan tinggi
pada saat membentur permukaan beton.
pada saat membentur permukaan beton.
Ketahanan terhadap kavitasi amat
Ketahanan terhadap kavitasi amat
dipengaruhi oleh kualitas beton, lekatan
dipengaruhi oleh kualitas beton, lekatan
antara agregat kasar dan pasta semen
antara agregat kasar dan pasta semen
serta ukuran maksimum agregat kasar
serta ukuran maksimum agregat kasar
Faktor fisik penyebab keretakan
Faktor fisik penyebab keretakan
beton
beton
Ditinjau dari mekanisme penyebab fisik,
Ditinjau dari mekanisme penyebab fisik,
keretakan pada beton bisa disebabkan oleh
keretakan pada beton bisa disebabkan oleh
(1) perubahan volume, (2) pembebanan
(1) perubahan volume, (2) pembebanan
atau karena (3) terekspos pada suhu yang
atau karena (3) terekspos pada suhu yang
ekstrim. Umumnya keretakan
ekstrim. Umumnya keretakan
-
-
keretakan
keretakan
yang dijumpai pada suatu struktur beton
yang dijumpai pada suatu struktur beton
merupakan kombinasi dari satu atau lebih
merupakan kombinasi dari satu atau lebih
mekanisme penyebabnya.
mekanisme penyebabnya.
Keretakan pada beton segar dan beton
Keretakan pada beton segar dan beton
yang mengeras
yang mengeras



Retak pada beton segar, a.l:
Retak pada beton segar, a.l:


Plastic shrinkage
Plastic shrinkage


Crazing
Crazing



Retak pada beton yang mengeras, a.l:
Retak pada beton yang mengeras, a.l:


Drying shrinkage
Drying shrinkage


Thermal shrinkage
Thermal shrinkage


Kristalisasi garam
Kristalisasi garam


Beban berlebih dan/atau beban siklis
Beban berlebih dan/atau beban siklis


Kebakaran
Kebakaran


Pembekuan dan pencairan
Pembekuan dan pencairan
Crazing
Crazing
Adalah pola dari retak
Adalah pola dari retak
-
-
retak halus yang tidak
retak halus yang tidak
menembus jauh kebawah permukaan dan
menembus jauh kebawah permukaan dan
umumnya hanya merupakan masalah kosmetik.
umumnya hanya merupakan masalah kosmetik.
Retak
Retak
-
-
retak ini hampir tidak tampak kecuali
retak ini hampir tidak tampak kecuali
ketika permukaan beton baru saja mengering
ketika permukaan beton baru saja mengering
setelah dibasahi.
setelah dibasahi.
Plastic shrinkage cracking
Plastic shrinkage cracking
Ketika air yang menguap dari permukaan beton yang baru
Ketika air yang menguap dari permukaan beton yang baru
dicor lebih cepat dari air yang dihasilkan dalam proses
dicor lebih cepat dari air yang dihasilkan dalam proses
bleeding, maka permukaan beton akan menyusut. Karena
bleeding, maka permukaan beton akan menyusut. Karena
adanya restrain
adanya restrain
dari beton dibawah lapisan permukaan yang
dari beton dibawah lapisan permukaan yang
mengering, timbul tegangan tarik pada beton yang masih
mengering, timbul tegangan tarik pada beton yang masih
lemah dan baru mulai mengeras, hal ini mengakibatkan
lemah dan baru mulai mengeras, hal ini mengakibatkan
retak
retak
-
-
retak dangkal dengan berbagai variasi kedalaman.
retak dangkal dengan berbagai variasi kedalaman.
Kadang lebar retak
Kadang lebar retak
-
-
retak dipermukaan beton cukup besar.
retak dipermukaan beton cukup besar.
Drying shrinkage
Drying shrinkage
Karena hampir semua beton mempunyai campuran air
Karena hampir semua beton mempunyai campuran air
lebih besar dari yang dibutuhkan untuk proses hidrasi, air
lebih besar dari yang dibutuhkan untuk proses hidrasi, air
yang tersisa tsb akan menguap, mengakibatkan beton
yang tersisa tsb akan menguap, mengakibatkan beton
menyusut. Restrain terhadap susut oleh tulangan atau
menyusut. Restrain terhadap susut oleh tulangan atau
bagian lain struktur menyebabkan timbulnya tegangan tarik
bagian lain struktur menyebabkan timbulnya tegangan tarik
pada beton yang mengeras. Restrain terhadap
pada beton yang mengeras. Restrain terhadap
drying
drying
shrinkage
shrinkage
adalah penyebab retak yang paling umum pada
adalah penyebab retak yang paling umum pada
beton. Pada kebanyakan aplikasi,
beton. Pada kebanyakan aplikasi,
drying shrinkage
drying shrinkage
tidak
tidak
bisa dihindari.
bisa dihindari.
Thermal shrinkage
Thermal shrinkage
Kenaikan temperatur diakibatkan oleh panas yang dibebaskan
Kenaikan temperatur diakibatkan oleh panas yang dibebaskan
pada proses hidrasi. Ketika interior beton mengalami kenaikan
pada proses hidrasi. Ketika interior beton mengalami kenaikan
temperatur dan mengembang, permukaan beton mungkin sedang
temperatur dan mengembang, permukaan beton mungkin sedang
mengalami pendinginan. J ika perbedaan temperatur ini terlalu
mengalami pendinginan. J ika perbedaan temperatur ini terlalu
jauh, maka akan timbul tegangan tarik yang akan mengakibatkan
jauh, maka akan timbul tegangan tarik yang akan mengakibatkan
retak
retak
-
-
retak thermal pada permukaan beton. Lebar dan kedalaman
retak thermal pada permukaan beton. Lebar dan kedalaman
retak tergantung pada perbedaan temperatur serta karakteristik
retak tergantung pada perbedaan temperatur serta karakteristik
fisik beton dan tulangan.
fisik beton dan tulangan.
Beban Siklis
Beban Siklis
Beban siklis sering dijumpai pada struktur
Beban siklis sering dijumpai pada struktur
-
-
struktur a.l. struktur lepas pantai (akibat
struktur a.l. struktur lepas pantai (akibat
angin dan gelombang), jembatan, dermaga
angin dan gelombang), jembatan, dermaga
dan dolphin. Ketahanan beton terhadap
dan dolphin. Ketahanan beton terhadap
beban siklis disebut ketahanan fatigue dan
beban siklis disebut ketahanan fatigue dan
amat dipengaruhi oleh karakteristik lekatan
amat dipengaruhi oleh karakteristik lekatan
antara agregat dengan pasta semen pada
antara agregat dengan pasta semen pada
zona transisinya. Semakin kecil ukuran
zona transisinya. Semakin kecil ukuran
maksimum agregat semakin tinggi
maksimum agregat semakin tinggi
ketahanan fatigue
ketahanan fatigue
-
-
nya.
nya.
Kebakaran
Kebakaran
Pengaruh kebakaran pada beton bertulang
Pengaruh kebakaran pada beton bertulang
tergantung dari tinggi temperaturnya dan
tergantung dari tinggi temperaturnya dan
lama terjadinya. Pengaruh kebakaran
lama terjadinya. Pengaruh kebakaran
terhadap kekuatan komponen beton
terhadap kekuatan komponen beton
bertulang adalah menurunnya kuat tekan
bertulang adalah menurunnya kuat tekan
beton, menurunnya modulus elastisitas,
beton, menurunnya modulus elastisitas,
menurunnya kuat lekat baja
menurunnya kuat lekat baja
-
-
beton, serta
beton, serta
ekspansi longitudinal dan radial tulangan.
ekspansi longitudinal dan radial tulangan.
Pembetukan retak akibat kebakaran diawali
Pembetukan retak akibat kebakaran diawali
pada sambungan
pada sambungan
-
-
sambungan dan bagian
sambungan dan bagian
-
-
bagian beton yang kurang kompak
bagian beton yang kurang kompak
.
.
Kristalisasi garam
Kristalisasi garam
Stress yang diakibatkan oleh kristalisasi
Stress yang diakibatkan oleh kristalisasi
garam pada beton yang
garam pada beton yang
permeable
permeable
dapat
dapat
menyebabkan retak
menyebabkan retak
-
-
retak dan
retak dan
spalling.
spalling.
Pembekuan dan Pencairan
Pembekuan dan Pencairan
Pada daerah dingin, kerusakan dan
Pada daerah dingin, kerusakan dan
keretakan beton umumnya disebabkan oleh
keretakan beton umumnya disebabkan oleh
proses pembekuan dan pencairan yang
proses pembekuan dan pencairan yang
terus berulang
terus berulang
-
-
ulang.
ulang.
Concrete Mix Design
Perancangan Campuran Beton (ACI Method)


Langkah 1: Pemilihan nilai slump


Langkah 2: Pemilihan ukuran maksimum agregat kasar
Pembatasan struktural →

penulangan dan pemadatan
1) 1/5 jarak terkecil antara 2 tepi bekisting
2) 1/3 tebal pelat
3) ¾ jarak bersih selimut beton
4) 2/3 jarak bersih antar tulangan


Langkah 3: Estimasi kebutuhan air pencampur dan kandungan
udara
Untuk berbagai nilai slump dan ukuran agregat maksimum air yang
dibutuhkan untuk campuran beton dapat dilihat pada tabel


Langkah 4: Pemilihan nilai perbandingan air semen.
Tetapkan nilai FAS dari tabel berdasarkan kuat tekan yang
direncanakan. Nilai kuat tekan beton yang digunakan pada
tabel adalah nilai kuat tekan beton rata-rata, yaitu:
f
m
= f
c
’ + 1,34 S
d
Nilai deviasi diambil dari tabel dibawah ini


Langkah 5: Tentukan jumlah semen yang diperlukan
Berat semen dihitung dari jumlah air dibagi dengan FAS


Langkah 6: Estimasi volume agregat kasar berdasarkan ukuran
agregat maksimum dan modulus kehalusan agregat halus.
Untuk campuran dengan nilai slump selain 75-100 mm, volume
agregat kasar dapat diperoleh dengan menggunakan tabel
koreksi.


Langkah 7: Estimasi kandungan agregat halus.
Sebelum menentukan jumlah agregat halus, berat beton segar di
estimasi terlebih dulu (dari tabel). Tabel berat beton tsb dibuat
berdasarkan ukuran maksimum agregat yang digunakan dan jumlah
kandungan udara dalam beton.


Langkah 8: Koreksi kandungan air pada agregat.
Rancangan beton yang telah dijelaskan (langkah 1
sampai 7) dibuat dengan asumsi agregat dalam
keadaan SSD (saturated surface dry), pada
kenyataannya agregat tidak selalu dalam kondisi SSD
karenanya harus dilakukan koreksi jumlah kandungan
air.
Latihan: perencanaan campuran
beton
Rencanakan campuran beton di laboratorium yang akan memiliki
kekuatan (f
c
’): 350 kg/cm
2
. Data-data materialnya adalah sbb:
• Ukuran agregat kasar maksimum: 25 mm
• Nilai slump yang di inginkan: 25 – 50 mm
• Hasil pengujian laboratorium memberikan berat isi agregat kasar
1340 kg/m
3
• Daya serap air agregat kasar dan halus masing-masing adalah
1,836% dan 2,3%.
• Dari data analisis saringan diperoleh nilai modulus kehalusan
agregat halus 2,4
• Beton direncanakan tanpa tambahan udara
• Kondisi pengerjaan beton cukup baik