Anda di halaman 1dari 47

Material Beton

Material Beton
(
(
Korosi
Korosi
Pada
Pada
Tulangan
Tulangan
Baja)
Baja)
Mekanisme Korosi pada Baja
Mekanisme Korosi pada Baja
Tulangan
Tulangan
Korosi dari baja tulangan pada beton
Korosi dari baja tulangan pada beton
adalah proses elektrokimia, sel elektro
adalah proses elektrokimia, sel elektro
-
-
kimia terbentuk ketika terdapat perbedaan
kimia terbentuk ketika terdapat perbedaan
potensial sepanjang tulangan beton.
potensial sepanjang tulangan beton.
Proses elektro
Proses elektro
-
-
kimia melibatkan
kimia melibatkan
pembentukan daerah anoda dan katoda di
pembentukan daerah anoda dan katoda di
dua lokasi yang berbeda di sepanjang baja
dua lokasi yang berbeda di sepanjang baja
tulangan yang sama.
tulangan yang sama.



Reaksi anodik:
Reaksi anodik:
2 Fe
2 Fe



2 Fe
2 Fe
2+ 2+
+ 4e
+ 4e
- -
(1)
(1)



Reaksi katodik:
Reaksi katodik:
4e
4e
- -
+ O
+ O
2 2
+ 2H
+ 2H
2 2
O
O



4(OH)
4(OH)
- -
(2)
(2)
Dari reaksi (2) bisa dilihat bahwa untuk
Dari reaksi (2) bisa dilihat bahwa untuk
setiap molekul oksigen yang bereaksi pada
setiap molekul oksigen yang bereaksi pada
katoda, empat elektron harus dibebaskan
katoda, empat elektron harus dibebaskan
oleh baja tulangan dari anoda. J ika air dan
oleh baja tulangan dari anoda. J ika air dan
oksigen tidak tersedia pada katoda maka
oksigen tidak tersedia pada katoda maka
proses reaksi di anoda akan terhenti
proses reaksi di anoda akan terhenti
karena tidak ada reaksi kimia yang bisa
karena tidak ada reaksi kimia yang bisa
menampung elektron yang dibebaskan
menampung elektron yang dibebaskan
dari anoda.
dari anoda.
Selain hancurnya lapisan pasif dan
Selain hancurnya lapisan pasif dan
ketersediaan oksigen dan air, persyaratan
ketersediaan oksigen dan air, persyaratan
lain yang harus dipenuhi untuk
lain yang harus dipenuhi untuk
berlangsungnya korosi adalah
berlangsungnya korosi adalah
konduktivitas listrik beton. Korosi hanya
konduktivitas listrik beton. Korosi hanya
bisa berlangsung jika air pori beton
bisa berlangsung jika air pori beton
mampu menghantarkan arus listrik atau
mampu menghantarkan arus listrik atau
bisa berperan sebagai elektrolit.
bisa berperan sebagai elektrolit.
Fenomena elektro
Fenomena elektro
-
-
kimia pada beton
kimia pada beton
bertulang hanya bisa muncul jika kondisi
bertulang hanya bisa muncul jika kondisi
-
-
kondisi berikut dipenuhi:
kondisi berikut dipenuhi:



lapisan pasif pelindung tulangan hancur
lapisan pasif pelindung tulangan hancur



beton memiliki kelembaban relatif yang
beton memiliki kelembaban relatif yang
cukup untuk dapat berperan sebagai
cukup untuk dapat berperan sebagai
elektrolit
elektrolit



permeabilitas selimut beton cukup tinggi
permeabilitas selimut beton cukup tinggi
Reaksi (2) menerangkan pembentukan ion
Reaksi (2) menerangkan pembentukan ion
hidroksil pada katoda, ion
hidroksil pada katoda, ion
-
-
ion ini akan
ion ini akan
bergerak melalui air pori beton dan
bergerak melalui air pori beton dan
bergabung dengan ion besi yang bergerak
bergabung dengan ion besi yang bergerak
dari anoda dan membentuk ferro
dari anoda dan membentuk ferro
hidroksida, reaksinya sbb:
hidroksida, reaksinya sbb:
Fe
Fe
2+ 2+
+ 2(OH)
+ 2(OH)
- -



Fe(OH)
Fe(OH)
2 2
(3)
(3)

ferro hidroksida
ferro hidroksida



Senyawa ini dengan tambahan air dan
Senyawa ini dengan tambahan air dan
oksigen akan bereaksi membentuk ferri
oksigen akan bereaksi membentuk ferri
hidroksida
hidroksida
4Fe(OH)
4Fe(OH)
2 2
+ 2H
+ 2H
2 2
O + O
O + O
2 2



4 Fe(OH)
4 Fe(OH)
3 3
(4)
(4)

(ferri hidroksida)
(ferri hidroksida)



Selanjutnya dengan oksidasi lebih lanjut
Selanjutnya dengan oksidasi lebih lanjut
ferri hidroksida akan di ubah menjadi
ferri hidroksida akan di ubah menjadi
produk yang tidak larut, yang dikenal
produk yang tidak larut, yang dikenal
sebagai karat, reaksinya sbb:
sebagai karat, reaksinya sbb:
4 Fe(OH)
4 Fe(OH)
3 3



2
2
Fe
Fe
2 2
O
O
3 3
.H
.H
2 2
O + 4H
O + 4H
2 2
O
O
(5)
(5)

(hidrat ferri oksida
(hidrat ferri oksida
-
-
karat)
karat)
2 Fe
2+
4 OH
-
2 Fe(OH)
2
O
2
H
2
O
Cathode
Anode
4 e
-
Corrosion
products: rust
current
O
2
+2H
2
O+4e
-
4OH
-
Steel
4Fe(OH)
2
+O
2
+2H
2
O4Fe(OH)
3
Fe
2
O
3
.H
2
O
Secondary
reaction
H
2
O
O
2
(Rust)
Concrete
Proses korosi tulangan beton



Pembentukan karat mengakibatkan
Pembentukan karat mengakibatkan
peningkatan volume beton pada
peningkatan volume beton pada
permukaan tulangan di daerah perbatasan
permukaan tulangan di daerah perbatasan
tulangan dan beton (steel concrete
tulangan dan beton (steel concrete
interface).
interface).



Peningkatan volume ini harus di
Peningkatan volume ini harus di
akomodasi dan jika beton tidak bisa
akomodasi dan jika beton tidak bisa
mengakomodasi maka akan terjadi retak
mengakomodasi maka akan terjadi retak
-
-
retak.
retak.
Fe
FeO
Fe
3
O
4
Fe
2
O
3
Fe(OH)
2
Fe(OH)
3
Fe(OH)
3
.3H
2
O
0 1 2 3 4 5 6 7
Peningkatan volume akibat korosi tulangan



Formasi dari retak memanjang sepanjang
Formasi dari retak memanjang sepanjang
bidang tulangan juga bisa terjadi, retak
bidang tulangan juga bisa terjadi, retak
jenis ini amat merusak (detrimental)
jenis ini amat merusak (detrimental)
karena perkembangan selanjutnya akan
karena perkembangan selanjutnya akan
menyebabkan spalling dan delaminasi.
menyebabkan spalling dan delaminasi.
1 : Crack 2 : Spall
3 : Delamination
Kerusakan yang diakibatkan oleh pembentukan karat pada
beton bertulang
Faktor
Faktor
-
-
faktor yang mempengaruhi
faktor yang mempengaruhi
korosi tulangan
korosi tulangan



penetrasi dari agen
penetrasi dari agen
-
-
agen yang agresif dan
agen yang agresif dan
korosif ke dalam beton dikontrol terutama
korosif ke dalam beton dikontrol terutama
oleh selimut betonnya, khususnya
oleh selimut betonnya, khususnya
ketebalannya dan karakteristiknya termasuk
ketebalannya dan karakteristiknya termasuk
retakan
retakan
-
-
retakan yang ada pada selimut
retakan yang ada pada selimut
beton.
beton.



J ika karena suatu sebab karbonasi
J ika karena suatu sebab karbonasi
dapat
dapat
terjadi atau
terjadi atau
klorida bisa masuk kedalam
klorida bisa masuk kedalam
beton dan konsentrasinya pada
beton dan konsentrasinya pada
permukaan tulangan melebihi nilai batas
permukaan tulangan melebihi nilai batas
tertentu, maka lapisan pasif bisa hancur.
tertentu, maka lapisan pasif bisa hancur.



Laju korosi pada kasus selimut beton
Laju korosi pada kasus selimut beton
selanjutnya akan tergantung pada
selanjutnya akan tergantung pada
ketersediaan oksigen pada permukaan
ketersediaan oksigen pada permukaan
tulangan dan ketahanan elektrik dari pori
tulangan dan ketahanan elektrik dari pori
-
-
pori beton.
pori beton.
Ketersediaan Oksigen
Ketersediaan Oksigen



Ketersediaan oksigen pada permukaan
Ketersediaan oksigen pada permukaan
tulangan tergantung pada beberapa
tulangan tergantung pada beberapa
faktor, yaitu:
faktor, yaitu:
(1) ketebalan selimut beton
(1) ketebalan selimut beton
(2) permeabilitas beton
(2) permeabilitas beton
(3) derajat kejenuhan beton.
(3) derajat kejenuhan beton.
0
2
4
6
8
10
12
14
16
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Cover thikness (mm)
O
x
y
g
e
n

f
l
u
x

(
m
o
l
/
c
m
3
s

)

x
1
0
1
1
Mortar,
w/c=0.5
Mortar,
w/c=0.6
Concrete,
w/c=0.4
Concrete,
w/c=0.5
Concrete,
w/c=0.6
Pengaruh perbandingan air semen dan ketebalan selimut beton
pada laju difusi oksigen pada beton yang jenuh
Ketahanan elektrik
Ketahanan elektrik



Ketahanan air pori beton untuk
Ketahanan air pori beton untuk
menghantarkan aliran ion dinamakan
menghantarkan aliran ion dinamakan
ketahanan elektrik dari beton.
ketahanan elektrik dari beton.



Korosi hanya mungkin terjadi jika ada
Korosi hanya mungkin terjadi jika ada
aliran ion pada air pori beton, yaitu: ion
aliran ion pada air pori beton, yaitu: ion
hidroksil (OH
hidroksil (OH
- -
) dari katoda dan ion Fe
) dari katoda dan ion Fe
2+ 2+
dari anoda.
dari anoda.
ketahanan elektrik dari pori beton amat
ketahanan elektrik dari pori beton amat
terkait dengan :
terkait dengan :
-
-
derajat kejenuhan pori beton
derajat kejenuhan pori beton
-
-
struktur dari pori beton
struktur dari pori beton
air pori beton sekarang dapat
air pori beton sekarang dapat
bertindak sebagai elektrolit
bertindak sebagai elektrolit


Meningkatkan derajat kejenuhan
Meningkatkan derajat kejenuhan
akan meningkatkan laju korosi,
akan meningkatkan laju korosi,
karena:
karena:


Dilain pihak meningkatkan derajat
Dilain pihak meningkatkan derajat
kejenuhan juga mempunyai pengaruh
kejenuhan juga mempunyai pengaruh
yang menguntungkan, karena:
yang menguntungkan, karena:
laju difusi oksigen akan sangat
laju difusi oksigen akan sangat
lambat pada beton yang jenuh
lambat pada beton yang jenuh



Ada suatu kondisi kritis untuk derajat
Ada suatu kondisi kritis untuk derajat
kejenuhan beton atau kelembaban relatif
kejenuhan beton atau kelembaban relatif
pori
pori
-
-
pori beton dimana suplai oksigennya
pori beton dimana suplai oksigennya
tinggi dan ketahanan elektriknya rendah
tinggi dan ketahanan elektriknya rendah



Kondisi kritis ini berada pada kelembaban
Kondisi kritis ini berada pada kelembaban
relatif antara 70%
relatif antara 70%
-
-
85%
85%
0%
100%
C
o
r
r
o
s
i
o
n

r
a
t
e
Critical relative humidity
Relative humidity
Pengaruh dari kelembaban relatif terhadap laju korosi
Pengaruh dari kelembaban relati
Pengaruh dari kelembaban relati
f
f
dan perbandingan air
dan perbandingan air
semen pada ketahanan elektrik beton
semen pada ketahanan elektrik beton
1
10
100
1000
10000
0 20 40 60 80 100
Water saturation (%)
R
e
s
i
s
t
i
v
i
t
y

(
o
h
m

c
m

x

1
0
3
)
w/c=0.7
w/c=0.4
Karbonasi
Karbonasi



Karbonasi adalah korosi pada beton
Karbonasi adalah korosi pada beton
bertulang yang disebabkan oleh gas
bertulang yang disebabkan oleh gas
karbon dioksida (CO
karbon dioksida (CO
2 2
). Karbon dioksida
). Karbon dioksida
dalam air laut dapat berasal dari
dalam air laut dapat berasal dari
penyerapan CO
penyerapan CO
2 2
di atmosfir atau dari
di atmosfir atau dari
pembusukan tanaman laut.
pembusukan tanaman laut.



Konsentrasi CO
Konsentrasi CO
2 2
di udara sebesar 0,03 %
di udara sebesar 0,03 %
per volume, sudah cukup untuk
per volume, sudah cukup untuk
menimbulkan serangan pada beton,
menimbulkan serangan pada beton,
sedang kandungan CO
sedang kandungan CO
2 2
di udara pada
di udara pada
kota
kota
-
-
kota besar umumnya mencapai 0,3%.
kota besar umumnya mencapai 0,3%.



Hidrat
Hidrat
semen yang
semen yang
diserang
diserang
adalah
adalah
Ca(OH)
Ca(OH)
2 2
, produk reaksinya adalah kalsium
, produk reaksinya adalah kalsium
karbonat (CaCO
karbonat (CaCO
3 3
). Ketika kandungan
). Ketika kandungan
Ca(OH)
Ca(OH)
2 2
hampir habis, CO
hampir habis, CO
2 2
akan bereaksi
akan bereaksi
dengan hidrat kalsium silika (C
dengan hidrat kalsium silika (C
-
-
S
S
-
-
H)
H)
membentuk gel silika yang memiliki
membentuk gel silika yang memiliki
karakteristik pori
karakteristik pori
-
-
pori yang berukuran
pori yang berukuran
besar (> 100 nm).
besar (> 100 nm).



J ika kandungan CO
J ika kandungan CO
2 2
tinggi (seperti pada
tinggi (seperti pada
daerah muara/ teluk) maka kalsium
daerah muara/ teluk) maka kalsium
karbonat yang terbentuk pada reaksi awal
karbonat yang terbentuk pada reaksi awal
akan bereaksi lebih lanjut membentuk
akan bereaksi lebih lanjut membentuk
kalsium bikarbonat, reaksinya seperti
kalsium bikarbonat, reaksinya seperti
dibawah ini:
dibawah ini:
CO
CO
2 2
CO
CO
2 2
+ Ca(OH)
+ Ca(OH)
2 2



CaCO
CaCO
3 3
+ 2 H
+ 2 H
2 2
O
O


Ca(HCO
Ca(HCO
3 3
)
)
2 2



Atau setelah Ca(OH)
Atau setelah Ca(OH)
2 2
habis, CO
habis, CO
2 2
bereaksi
bereaksi
dengan hidrat kalsium silika (C
dengan hidrat kalsium silika (C
-
-
S
S
-
-
H)
H)
membentuk gel silika
membentuk gel silika
CO
CO
2 2
+ CSH
+ CSH



3CaCO
3CaCO
3 3
+ 2SiO
+ 2SiO
2 2
.H2O
.H2O



Dengan
Dengan
berubahnya
berubahnya
Ca(OH)
Ca(OH)
2 2
yang
yang
bersifat
bersifat
basa
basa
menjadi
menjadi
asam
asam
karbonat
karbonat
(CaCO
(CaCO
3 3
)
)
maka
maka
pH
pH
pori
pori
beton
beton
yang
yang
sebelumnya
sebelumnya
berkisar
berkisar
antara
antara
12.6
12.6
sampai
sampai
13.5
13.5
bisa
bisa
turun
turun
dan
dan
dapat
dapat
mencapai
mencapai
nilai
nilai
pH < 9.
pH < 9.



Nilai
Nilai
pH yang
pH yang
rendah
rendah
akan
akan
menyebabkan
menyebabkan
hancurnya
hancurnya
lapisan
lapisan
pasif
pasif
yang
yang
melindungi
melindungi
tulangan
tulangan
beton
beton
.
.



Akibat
Akibat
lain
lain
dari
dari
perubahan
perubahan
Ca(OH)
Ca(OH)
2 2
menjadi
menjadi
asam
asam
karbonat
karbonat
(CaCO
(CaCO
3 3
)
)
adalah
adalah
terbentuknya
terbentuknya
lapisan
lapisan
karbonasi
karbonasi
, yang
, yang
akan
akan
membagi
membagi
beton
beton
menjadi
menjadi
dua
dua
bagian
bagian
,
,
yaitu
yaitu
zona
zona
yang
yang
terkarbonasi
terkarbonasi
dan
dan
zona
zona
yang
yang
tidak
tidak
terkarbonasi
terkarbonasi
.
.



Ketika zona karbonasi mencapai
Ketika zona karbonasi mencapai
permukaan tulangan, maka depasivasi
permukaan tulangan, maka depasivasi
tulangan mulai terjadi.
tulangan mulai terjadi.
Penetrasi dari CO
Penetrasi dari CO
2 2
kedalam tulangan beton
kedalam tulangan beton
Carbonated zone
Depassivated area of
reinforcement
CO
2
CO
2
CO
2



Waktu yang dibutuhkan oleh proses
Waktu yang dibutuhkan oleh proses
karbonasi dari permukaan beton sampai
karbonasi dari permukaan beton sampai
mencapai lapisan pasif adalah fungsi dari:
mencapai lapisan pasif adalah fungsi dari:
-
-
ketebalan selimut beton
ketebalan selimut beton
-
-
karakteristik beton
karakteristik beton
-
-
laju difusi CO
laju difusi CO
2 2
kedalam beton
kedalam beton



CO
CO
2 2
berdifusi hampir seluruhnya dalam
berdifusi hampir seluruhnya dalam
bentuk gas dan hampir tidak pernah
bentuk gas dan hampir tidak pernah
berpenetrasi kedalam beton yang jenuh,
berpenetrasi kedalam beton yang jenuh,
dilain pihak reaksi dengan Ca(OH)
dilain pihak reaksi dengan Ca(OH)
2 2
hampir tidak pernah terjadi jika beton
hampir tidak pernah terjadi jika beton
benar
benar
-
-
benar kering.
benar kering.
J adi
J adi
depasivasi
depasivasi
tulangan
tulangan
oleh
oleh
CO
CO
2 2
amat
amat
tergantung
tergantung
pada
pada
kandungan
kandungan
air/
air/
kelembaban
kelembaban
beton
beton
.
.



Sering
Sering
diasumsikan
diasumsikan
bahwa
bahwa
laju
laju
karbonasi
karbonasi
adalah
adalah
fungsi
fungsi
dari
dari
kekuatan
kekuatan
beton
beton
,
,
asumsi
asumsi
ini
ini
kurang
kurang
tepat
tepat
karena
karena
laju
laju
karbonasi
karbonasi
sebenarnya
sebenarnya
lebih
lebih
tergantung
tergantung
pada
pada
mikrostruktur
mikrostruktur
permukaan
permukaan
beton
beton
pada
pada
saat
saat
diffusi
diffusi
CO
CO
2 2
berlangsung
berlangsung
.
.
Karenanya
Karenanya
pengaruh
pengaruh
perawatan
perawatan
(curing)
(curing)
beton
beton
terhadap
terhadap
karbonasi
karbonasi
amat
amat
besar
besar
.
.
Perawatan
Perawatan
yang
yang
kurang
kurang
tepat
tepat
akan
akan
meningkatkan
meningkatkan
porositas
porositas
beton
beton
yang
yang
selanjutnya
selanjutnya
akan
akan
meningkatkan
meningkatkan
laju
laju
karbonasi
karbonasi
.
.
Serangan Klorida
Serangan Klorida



Penetrasi klorida kedalam beton bertulang
Penetrasi klorida kedalam beton bertulang
adalah penyebab utama korosi pada
adalah penyebab utama korosi pada
struktur beton di lingkungan laut.
struktur beton di lingkungan laut.



Serangan ion klorida ini unik karena aksi
Serangan ion klorida ini unik karena aksi
utamanya adalah menimbulkan korosi
utamanya adalah menimbulkan korosi
pada tulangan beton dan relatif tidak
pada tulangan beton dan relatif tidak
menyebabkan kerusakan pada material
menyebabkan kerusakan pada material
betonnya sendiri
betonnya sendiri



Ion klorida menyerang lapisan pasif dan
Ion klorida menyerang lapisan pasif dan
ketika konsentrasinya pada permukaan
ketika konsentrasinya pada permukaan
tulangan sudah mencapai jumlah tertentu,
tulangan sudah mencapai jumlah tertentu,
bahkan pada nilai pH yang lebih besar dari
bahkan pada nilai pH yang lebih besar dari
13, lapisan pasif tulangan bisa hancur.
13, lapisan pasif tulangan bisa hancur.



Korosi yang disebabkan klorida diawali dengan
Korosi yang disebabkan klorida diawali dengan
pembetukan lubang
pembetukan lubang
-
-
lubang di lokasi
lubang di lokasi
-
-
lokasi
lokasi
dimana lapisan pasifnya hancur. Mekanisme
dimana lapisan pasifnya hancur. Mekanisme
khusus ini disebut sebagai korosi pitting atau
khusus ini disebut sebagai korosi pitting atau
korosi sumuran.
korosi sumuran.



J ika pada serangan karbonasi seluruh lapisan
J ika pada serangan karbonasi seluruh lapisan
pasif tulangan akan mengalami depasivasi
pasif tulangan akan mengalami depasivasi
setelah terjadinya penurunan nilai pH beton dan
setelah terjadinya penurunan nilai pH beton dan
berakibat pada korosi merata (general),
berakibat pada korosi merata (general),
maka
maka
pada serangan klorida mekanisme awalnya
pada serangan klorida mekanisme awalnya
adalah pembetukan lubang
adalah pembetukan lubang
-
-
lubang di lokasi
lubang di lokasi
-
-
lokasi dimana tulangannya telah di devasipasi.
lokasi dimana tulangannya telah di devasipasi.



Korosi pitting merupakan serangan korosi
Korosi pitting merupakan serangan korosi
yang paling berbahaya untuk tulangan,
yang paling berbahaya untuk tulangan,
karena keberadaan daerah anoda yang
karena keberadaan daerah anoda yang
amat aktif dan terlokalisasi yang
amat aktif dan terlokalisasi yang
dikombinasi dengan daerah katoda yang
dikombinasi dengan daerah katoda yang
luas serta proses korosinya yang
luas serta proses korosinya yang
self
self
catalysis
catalysis
, akan menyebabkan reduksi yang
, akan menyebabkan reduksi yang
cepat dari luas penampang tulangan,
cepat dari luas penampang tulangan,
seringkali tanpa adanya indikasi kerusakan
seringkali tanpa adanya indikasi kerusakan
yang tampak pada permukaan beton.
yang tampak pada permukaan beton.
Mekanisme penetrasi klorida kedalam
Mekanisme penetrasi klorida kedalam
beton
beton



Richardson memberikan penjelasan
Richardson memberikan penjelasan
mekanisme korosi yang terjadi pada
mekanisme korosi yang terjadi pada
lingkungan yang kaya klorida, adalah
lingkungan yang kaya klorida, adalah
sebagai berikut:
sebagai berikut:
2
2
Fe
Fe



2 Fe
2 Fe
2+ 2+
+ 4e
+ 4e
- -



Ion Fe
Ion Fe
positif
positif
akan
akan
bereaksi
bereaksi
dengan
dengan
ion
ion
klorida
klorida
membentuk
membentuk
komponen
komponen
besi
besi
klorida
klorida
(
(
FeCl
FeCl
2 2
)
)
2Fe
2Fe
2+ 2+
+ 4Cl
+ 4Cl
- -



2 FeCl
2 FeCl
2 2
2FeCl
2FeCl
2 2
+ 4H
+ 4H
2 2
O
O



2Fe(OH)
2Fe(OH)
2 2
+ 4HCl
+ 4HCl
Komponen soluble besi klorida (FeCl
Komponen soluble besi klorida (FeCl
2 2
)
)
yang terlarut dalam air pori beton akan
yang terlarut dalam air pori beton akan
meningkatkan keasaman lingkungan
meningkatkan keasaman lingkungan
lubang korosi karena akan menurunkan
lubang korosi karena akan menurunkan
nilai pH beton, dan ini akan
nilai pH beton, dan ini akan
mengakibatkan oksidasi lebih jauh dari
mengakibatkan oksidasi lebih jauh dari
besi tulangan. Klorida bebas yang di
besi tulangan. Klorida bebas yang di
regenerasi dalam proses ini akan
regenerasi dalam proses ini akan
meningkatkan laju korosi pada lubang
meningkatkan laju korosi pada lubang
sumuran.
sumuran.
Mekanisme
Mekanisme
korosi
korosi
pitting/
pitting/
sumuran
sumuran
Fe
2+
FeCl
2
+HCl
Cl
-
Cl
-
2H
+
+2e
-

H
2
Fe
2+
+H
2
O FeOH
+
+H
+
Fe Fe
2+
+2e
-
Solid FeCl
2
Red rust FeOOH
Black rust Fe
3
O
4
O
2
+2H
2
O+4e
-

4OH
-
H
2
Porous
crust
Steel
Mill scale
Fe
3
O
4
3FeOOH+e
-
Fe
3
O
4
.H
2
O+OH
-
Siklus
Siklus
Retak
Retak
-
-
Korosi
Korosi
-
-
Retak
Retak
pada
pada
Beton
Beton
di
di
Lingkungan
Lingkungan
Laut
Laut
• Pengaruh humiditas/perbedaan suhu
• Impact dari benda-benda yang
terapung
• Serangan kimia (Penguraian pasta
semen)
• Overload dan faktor lain yang dapat
meningkatkan permeabilitas beton
Concrete mengandung microcracks
Permeabilitas beton menjadi tinggi
Pertumbuhan Retak
Air Laut dan Udara
Korosi Tulangan