Anda di halaman 1dari 2

As-Sunah sebagai Salah Satu Sumber Ajaran Islam

oleh Nike Viviet Juandhini, 1406534102

Judul : As-sunah
Pengarang : Dr. Kaelany HD., MA
Data Publikasi : Islam Agama Universal, Edisi Revisi

Agama Isalam merupakan agama yang memiliki ajaran yang paling sempurna. Islam
telah memberi petunjuk kepada manusia dari urusan yang paling kecil dan sederhana hingga
urusan yang besar samapi ke urusan negara sekalipun. Allah berfirman, “Pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah
Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu.” (Al-Maidah: 3)
Bukti kesempurnaan Islam itu tercermin dari ajaran dan tuntunan kehidupan yang
bersumber dari kebenaran wahyu. Agama Islam memiliki aturan-aturan sebagai tuntunan hidup
manusia, baik dalam hubungan dengan sang khaliq Allah SWT (hablu minawallah) maupun
hubungan dengan manusia yang lainnya (hablu minannas). Tuntunan itu digariskan sebagai
sebuah jalan keselamatan yang berdiri kokoh atas dasar ajaran yang diwahyukan Allah kepada
Rasul-Nya.
Di kalangan ulama terdapat kesepakatan bahwa sumber ajaran Islam yang utama adalah
Alquran dan Al-Sunnah. Sumber ajaran lainnya yaitu ijtihad yang dipandang sebagai sebuah
proses penalaran atau akal pikiran yang digunakan untuk memahami Alquran dan Al-Sunnah.
Dalil tentang sumber ajaran Islam tersebut tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh
Mu’adz bin Jabal.
Hadis tersebut berbunyi : Sesungguhnya Rasulullah saw mengutus Muadz ke Yaman,
beliau bersabda, “.Bagaimana anda nanti memberikan keputusan ?”. “Aku memberi keputusan
dengan kitabullah”. “Bagaimana kalau tidak ada dalam kitabullah?”. “Maka dengan sunah
Rasulullah saw.” “Bagaimana kalau tidak ada dalam sunah Rasulullah?.” “Aku berusaha dengan
ra’yu ku dan aku tidak akan menyerah.”. Lalu Rasulullah menepuk dadanya dan bersabda,
“segala puji bagi Allah yang telah membimbing utusan Rasulullah”
Dalam hadis Mu’az tersebut terdapat petunjuk bagaimana mempergunakan sumber ajaran
Islam. Pertama yang diutamakan adalah Al-Qur’an, kalau tidak ada baru mencarinya dalam As-
Sunah, kalau tidak ada barulah mengerahkan akal pikiran untuk memahami keduanya, atau
mencari keputusan baru yang tidak bertentangan dengan keduanya.
Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa Al Qur’an diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW dalam bentuk global atau garis besarnya saja, tidak terinci dan tidak pula
diberi batasan. Seperti perintah solat yang datang secara garis besar, tanpa ada keterangan dalam
al Qur’an tentang jumlah rakaatnya, cara mengerjakanya dan kapan waktu pelaksanaanya.
Demikian pula masalah zakat yang datang secara umum tanpa batasan jumlah minimal harta
yang wajib dizakati dan tidak tidak pula dijelaskan ukuran dan syarat – syaratnya. Berdasarkan
realitas tersebut, maka tidak ada jalan lain kecuali harus kembali kepada Rasulullah SAW untuk
mengetahiu hukum –hukum itu secara rinci dan jelas. Dari banyak ayat, Allah telah menjelaskan
bahwa tugas Rasulullah SAW dalam kaitanya dalam al Qur’an disamping sebagai penerang dan
penjelas tentang tujuan-tujuan dan ayat – ayatnya. Juga menunjukkan mana yang benar ketika
terjadi perselisian tentang suatu masalah.
Secara etimologi sunnah berarti perjalanan yang pernah ditempuh. Bila kata sunnah
disebutkan dalam masalah yang berhubungan dengan hukum syara’, maka yang di maksudka
adalah sesuatu yang diperintahkan, dilarang atau dianjurkan oleh Rasulullah baik berupa
perkataan, perbuatan maupun ketetapan. Sedang sunnah menurut istilah adalah segala sesuatu
yang bersumber dari Nabi SAW baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, perangai, budi pekerti
dan perjalanan hidup, baik sebelum diangkat menjadi Rasul maupun sesudahnya.