Anda di halaman 1dari 6

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG



Hutan merupakan paru-paru dunia yang memiliki peran dalam menyuplai oksigen dan
udara bersih dunia. Hutan di kabupaten Merangin merupakan salah satu yang terbesar di
provinsi Jambi. Tercatat pada tahun 1998 hutan di Merangin seluas 767.890 hektar. Terdiri
dari HPL seluas 423.879 hektare (55,20 persen), dan 351.023 hektare (44,80 persen) adalah
kawasan hutan. Baik sebagai hutan produksi (HP/HPT), hutan lindung (HL) maupun hutan
konservasi. Tetapi pada tahun 2008 kawasan hutan di Merangin menurun drastis, tercatat
kawasan hutan menjadi 339.180 hektare. Penurunan ini disebabkan banyaknya penebangan
hutan yang terjadi akhir-akhir ini.
Penebangan hutan yang terjadi akan berdampak pada rusaknya ekosistem dan
peyimpitan kawaan hutan Merangin. Selain itu dampak-dampak lain yang mengganggu
kesehatan dan lain-lain dapat terjadi. Oleh sebab itu saya membuat karya ini untuk mencari
informasi mengenai dampak dari penebangan hutan di kabupaten Merangin dan memberikan
informasi tersebut kepada semua sebagai informasi dan pengetahuan kita tentang keadaan
lingkungan sekitar kita agar kta dapat menjadi lebih baik.

1.2 TUJUAN

Untuk mencari informasi mengenai dampak dari penebangan hutan di Kabupaten
Merangin pada kehidupan dan memberikan informasi tersebut kepada masyarakat sekitar
agar dapat bermanfaat.

1.3 RUMUSAN MASALAH
1. Apa dampak dari penebangan hutan bagi kehidupan di Kabupaten Merangin?
2. Dimana kawasan terbesar yang mengalami dampak penebangan hutan di Kab. Merangin?
3. Siapa yang melakukan penebangan hutan di Kabupaten Merangin?
4. Mengapa penebangan hutan terjadi di Kabupaten Merangin?
5. Bagaiman cara mengatasi penebangan hutan di Kabupaten Merangin?



1.4 LANDASAN TEORI

Menurut Dr. Sumardi Hs, S.Sos hutan merupakan suatu kesatuan ekosistem berupa
hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam
persekutuan alam lingkungannya, dan yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.
Menurtut Dr. Sumardi Hs, S.Sos Ada beberapa fungsi hutan yang sangat penting bagi
kehidupan makhluk di muka bumi, diantaranya:
1. Menyediakan oksigen (O
2
)
2. Menyerap karbon dioksida (CO
2
)
3. Mencegah erosi
4. Pelestarian Plasma Nutfah
5. Mengatasi Penggenangan
6. Pelestarian
Air
Tanah
Nalim mengatakan, di Merangin memiliki luas wilayah 767.890 hektare yang terdiri
dari HPL seluas 423.879 hektare (55,20 persen), dan 351.023 hektare (44,80 persen) adalah
kawasan hutan. Baik sebagai hutan produksi (HP/HPT), hutan lindung (HL) maupun hutan
konservasi.
"Kondisi hutan yang ada saat ini sangat memprihatinkan, termasuk di Merangin
akibat banyak mengalami gangguan-- defirestasi---. Antara lain, perambahan hutan, ilegal
logging, kebakaran hutan dan lain-lain," katanya.
Menurut Siswo, perambahan terjadi sejak 1996 hingga saat ini, kerusakan hutan yang
ada di Jambi, sebagian besar disebabkan oleh kegiatan perambahan. Hal ini awalnya menjadi
laporan Pemkab Merangin pada 2008 tentang adanya perambahan secara besar-besaran.
Hutan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan kita, baik
langsung maupun tidak langsung. Diantaranya produksi hasil hutan, mengatur iklim mikro
dan eko wisata. Oleh sebab itu, kerusakan hutan akan dapat menimbulkan terjadinya bencana
alam dan kerugian yang besar bagi masyarakat, seperti banjir, tanah longsor dan pemanasan
global, jelas Nalim.
Kata bupati, kawasan hutan perlu dikelola, dan ditata di wilayah pengelolaan hutan
dengan mempertimbangkan fungsi pokok dan peruntukannya. Ini sebagai syarat terciptanya
pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, berkeadilan, dan dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Serta meningkatkan pendapatan daerah.







BAB II
ISI


2. PENJELASAN


Penebangan hutan semakin sering terjadi, termasuk di kabupaten Merangin. Tak hal
kegiatan seperti itu menimbulkan dampak yang besar. Penembangan hutan tanpa pemikiran
logis dapat mengakibatkan rusaknya keseimbangan ekosistem lingkungan. Hewan-hewan
yang ada di hutan kabupaten Meragin sekarang semakin berkurang mengikuti kawasan hutan
yang semakin menyempit. Tak hal terkadang hewan-hewan yang ada di hutan keluar dan
masuk kepemungkiman warga untuk mencari makan karena hutan sebagai tempat mencari
makan mereka telah dirusak warga. Dan yang tak kalah penting lagi adalah fungsi hutan
sebagai penyedia oksigen dan penyerap carbodioksida, pencegah erosi, mengatasi
penggenaan, dan penjaga air tanah. Seperti yang dikatakan oleh Bupati Merangin Bpk. Nalim
dalam Koran Tribun JambiHutan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar bagi
kehidupan kita, baik langsung maupun tidak langsung. Diantaranya produksi hasil hutan,
mengatur iklim mikro dan eko wisata. Oleh sebab itu, kerusakan hutan akan dapat
menimbulkan terjadinya bencana alam dan kerugian yang besar bagi masyarakat, seperti
banjir, tanah longsor dan pemanasan global, jelas Nalim.
Bila dipikirkan apabila hutan semakin dirusak tentu akan berakibat pada berkurangnya
fungsi hutan. Ujung-ujungnya akan berdampak pada berkurangnya udara bersih karena hutan
tidak bisa menyuplai oksigen sebagai mana biasanya dan karbondiosida yang bebas
bertebaran di udara; tanah yang longsor atau erosi karena akar pohon tidak menyangga tanah
lagi; Terganggunya sistem hidro-orologis akibat kerusakan hutan. Banjir pada musim hujan
dan kekeringan pada musim kemarau merupakan salah satu contoh dari tidak berfungsinya
hutan untuk menjaga tata air. Air hujan yang jatuh tidak dapat diserap dengan baik oleh
tanah, laju aliran permukaan atau runoff begitu besar dapat mengakibatkan banjir; atau pun
yang lagi sering dibicarakan adalah pemanasan global yang mengakibatkan suhu udara yang
semakin panas.
Sebagian besar dari daerah di kabupaten Merangin menerima dampak dari
penebangan hutan baik itu di pusat kota Bangko maupun di sekitar kawasan hutan. Jika
dilihat kawasan yang mengalami dampak terbesar adalah kota Bangko. Meski dampaknya
tidak bisa dirasakan oleh semua orang tetapi jika kita runungkan dapat kita rasakan. Udara
yang semakin panas merupakan tanda-tanda dari dampak tersebut. Selain itu kota Bangko
yang tak lagi memiliki lahan terbuka hijau yang banyak guna menjaga kebersihan air dan
tanah menyebabkan tanah menjadi kering dan tandus yang akan menambah kotor udara. Jika
dibiarkan Kota Bangko bisa menjadi seperji Jakarta yang akan mengalami banjir besar.
Penebangan hutan yang terjadi di Merangin dilakukan oleh orang-orang yang
mementingkan dirinya saja. Menurut Siswo, perambahan terjadi sejak 1996 hingga saat ini,
kerusakan hutan yang ada di Jambi, sebagian besar disebabkan oleh kegiatan perambahan.
Hal ini awalnya menjadi laporan Pemkab Merangin pada 2008 tentang adanya perambahan
secara besar-besaran. Tercatat ada 10.814 orang yang melakukannya. Orang-orang tersebut
berasal dari penduduk sekitar daerah kawasan hutan dan dari daerah luar Jambi. Siswo
menjelaskan bahwa gundulnya hutan-hutan tersebut akibat perambahan yang dilakukan
warga sekitar dan warga di luar Provinsi Jambi, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu,
Lampung, dan provinsi lainnya.
Penebangan hutan di kabupaten Merangin disebabkan oleh adanya perambahan besar-
besar. Selain itu disebabkan deforestasi atau banyaknya hutan dialih fungsikan, menjadi baik
menjadi perkebunan seperti kebun karet dan sawit ataupun menjadi bangunan lainya seperti
Ruko (rumah took) maupun perumahan yang sering kita temui di Merangin terutama di kota
Bangko dan pembukaan jalan. Selain itu ditambah lagi dengan banyaknya kegiatan ilegalogin
penebangan pohon-pohon yang akhir-akhir ini terjadi. Jutaan pohon di Merangin habis
digunduli menjadi kayu glondongan yang dikiring ke berbagai wilayah. Selain itu juga
disebabkan oleh banyaknya kebakaran hutan yang terjadi baik yang disebabkan oleh ulah
manusia maupun karena musim kering yang terjadi di Merangin akhir-akhir lalu. Berdasar
catatan yang ada, ada sekitar 9.815 hektare hutan yang rusak. Dan memang terlihat jelas
gundulnya, tanah dan sisa-sisa kebakaran yang menghampar luas di perbukitan.
Dari keseluruhan tersebut, perambahan telah meliputi hampir seluruh kawasan hutan,
mulai dari hutan produksi terbatas (HPT) seluas kurang lebih 261 Ha, Taman Nasional seluas
1.814 Ha, Hutan Produksi (HP) seluas 6.319 Ha, dan areal penggunaan lain (APL) seluas
1.420 Ha. Dari semua kawasan hutan di Merangin yang tercatat pada tahun 2008 seluas
339.180 hektare.
Untuk mengatasi banyaknya penebangan hutan yang sering terjadi di kabupaten
Merangi diperlukan pengolaan kawasan hutan yang baik seperti larangan menebang pohon di
kawasan hutan dan pemanajemenan penebangan hutan seperti system tembang pilih langsung
tanam. Menurut Bupati Merangin kawasan hutan perlu dikelola, dan ditata di wilayah
pengelolaan hutan dengan mempertimbangkan fungsi pokok dan peruntukannya. Ini sebagai
syarat terciptanya pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, berkeadilan, dan dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Serta meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu
diperlukannya upaya kita bersama dalam menjaga dan mengawasi penebangan hutan dan
melakukan penanaman pohon satu orang satu pohon. Serta meningkatkan parutaran mengenai
cara penebangan hutan yang benar semua itu hanya untuk anak cucu kita nanti.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


3.1 Kesimpulan


Hutan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia, berbagai fungsi dari
hutan sangat bermanfaat bagi kehidupan. Tetapi dewasa ini penebangan hutan sering terjadi
termasuk juga di kabupaten Merangin. Kawasan hutan Merangin yang dulunya salah satu
terbesar di provinsi Jambi kini telah menurun drastis. Penyebabnya adalah perambahan hutan,
deforsetasi atau pengalihan fungsi hutan, ilegaloging, dan kebakaran hutan. Pelakunya adalah
orang-orang yang hanya mementingkan diri mereka saja baik dari sekitar kawasan hutan atau
orang dari luar Jambi. Dampak dari penebangan hutan bagi kehidupan adalah udara yang
semakin kotor dan rusaknya ekosistem lingkungan, bencan alam, dan pemanasan global. Cara
mengatasinya dengan pengolaan kawasan hutan yang baik dan benar dan peran aktif kita
semua.

3.2 Kritik Dan Saran

Marilah kita mulai menjaga lingkungan hutan kita dari penebangan hutan, menjaga
dan merawat pohon, menanm kembali pohon yang telah rusak dengan cara satu orang satu
pohon, marilah kita saling menjaga dan mengawasi terhadap tindakan penebangan pohon
demi masa depan dan anak cucu kita.








DAFTAR PUSTAKA

http://jambistar.com/berita-4387-hutan-di-merangin-rusak-parah.html
diakses 10 Maret 2013
http://jambi.tribunnews.com/2013/02/19/hutan-di-merangin-sangat-memprihatinkan
diakses 10 Maret 2013
http://dimaswarning.wordpress.com/2011/09/26/dampak-dan-kerugian-penebangan-hutan-
secara-liar/
diakses 11 Maret 2013
http://www.kphbandungselatan.perumperhutani.com
diakses 11 Maret 2013
http://id.wikipedia.org
diakses 11 Maret 2013