Anda di halaman 1dari 7

1

IMPELENTASI WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) UNTUK MONITORING BEBERAPA PARAMETER


PENTING YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERMASALAHAN DAYA SERTA KEPERLUAN PEMELIHARAAN
( Subjudul:Software )

Okki Dwi Bagus Abriansyah
1
, Ir. Anang Tjahjono MT
2
, Ir. Suryono MT
3
Mahasiswa Elektro Industri, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
1*

Email : abriansyah.ocky@gmail.com
Dosen Pembimbing 1, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
2

Dosen Pembimbing 2, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
3


ABSTRAK

Pada saat ini sistem monitoring masih banyak menggunakan kabel sebagai penghubung plant dengan Personal Computer
(PC) dan hanya satu plan yang dapat dimonitoring. Oleh karena itu diperlukan proses monitoring yang terdiri dari lebih dari satu
plan, Wireless Sensor Network (WSN) merupakan jaringan nirkabel yang terdiri dari beberapa sensor node yang diletakkan pada
tempat yang berbeda-beda untuk memonitoring kondisi suatu plan.
Pada Proyek Akhir ini dapat dilakukan monitoring plan lebih dari satu dengan metode pengiriman data ke PC
menggunakan komunikasi nirkabel, yang selanjutnya data parameter dikirim ke PC yang selanjutnya simpan pada database.
Proses monitoring pada PC menggunakan visual basic 6.0 untuk dapat mengetahui nilai selama proses monitoring.
Pengiriman data secara nirkabel menggunakan RF modules dapat dihandalkan, karena pengiriman data berupa text tanpa losses
hingga jarak 30m di dalam ruangan.

Kata Kunci : Komunikasi nirkabel, RF modules, visual basic 6.0..

ABSTRACT

At this time many still use the monitoring system as the connecting cable plant with a Personal Computer (PC) and only
one plan that can be monitored. Therefore we need a monitoring process that consists of more than one plan, the Wireless Sensor
Network (WSN) is a wireless network consisting of several sensor nodes are placed at different places to monitor the condition of a
plan.
In this Final project monitoring plan can be carried out more than one method of sending data to a PC using wireless
communication, which further parameter data sent to the PC then save to the database. Monitoring process on a PC using Visual
Basic 6.0 to be able to know the value during the monitoring process.
Sending data wirelessly using RF modules reliable, because data transmission in the form of text without any losses of up
to 30m distances indoors.

Keywords: Wireless communications, RF modules, Visual Basic 6.0.


I. PENDAHULUAN
Di dalam dunia industri penggunaan motor
sangat banyak antara lain sebagai proses
penggilingan, sebagai penggerak konveyor dan
sebagainya. Selain itu trafo digunakan sebagai
peralatan daya yang sering digunakan. Salah satu
yang dijumpai dalam dunia kelistrikan adalah
adanya kerusakan isolasi yang ada pada trafo yang
akhirnya akan berakibat fatal. Hal tersebut dapat
dicegah dengan cara memonitor dan melakukan
perawatan.
Dari dasar tersebut, maka dapat dikembangkan
sebagai obyek dari tugas akhir ini. Dengan
mengunakan sistem wireless sensor network maka
dibuatlah perencanaan sistem IMPLEMENTASI
WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) UNTUK
MONITORING BEBERAPA PARAMETER
PENTING YANG BERHUBUNGAN DENGAN
PERMASALAHAN DAYA SERTA KEPERLUAN
PEMELIHARAAN. Dimana proses monitoring
dari beban tersebut menggunakan wireless sehingga
semakin mudah memahami kinerja dari motor dan
trafo, sehingga dapat dihasilkan suatu sistem yang
dapat memantau serta mendeteksi kinerja beban
daya industri dan keperluan pemeliharaan.

II. TEORI PENUNJANG
II.1 Wireless Sensor Network (WSN)
Wireless Sensor Network merupakan suatu jaringan
2

nirkabel yang terdiri dari kumpulan dari beberapa
sensor (sensor node) yang tersebar di suatu area
yang berbeda. untuk memonitoring dan mengontrol
kondisi suatu plant.

II.2 Mikrokontroller ATMega 128
Mikrokontroler adalah sebuah system
komputer fungsional dalam sebuah chip. Di
dalamnya terkandung sebuah inti prosesor, memori
(sejumlah kecil RAM, memori program, atau
keduanya), dan perlengkapan input output.
Mikrokontroler ATMega-128 memiliki
spesifikasi sebagai berikut, yang dapat dilihat dari
gambar 2.1
1. Saluran I/O sebanyak 56 buah, yaitu Port A,
Port B, Port C, Port D, Port E, Port F dan Port
G.
2. ADC 10 bit sebanyak 8 saluran.
3. 2 buah Timer/Counter 8 bit dan 2 buah
Timer/Counter 16 bit.
4. Dua buah PWM 8 bit.
5. Watchdog Timer dengan osilator internal.
6. Internal SRAM sebesar 4 kbyte.
7. Memori flash sebesar 128 kBytes.
8. Interupsi Eksternal.
9. Port antarmuka SPI.
10. EEPROM sebesar 4 kbyte.
11. Real time counter.
12. 2 buah Port USART untuk komunikasi serial.
13. Enam kanal PWM.
14. Tegangan operasi sekitar 4,5 V sampai dengan
5,5V.

II.3 Komunikasi Serial
Komunikasi serial RS232 adalah suatu protokol
komunikasi serial yang mode pengoperasiannya
single ended artinya Signal RS232 di
representasikan dengan level tegangan +3V sampai
+12V kondisi 0 atau disebut sebagai kondisi SPACE,
sedangkan tegangan -3V sampai -12V
direprensentasikan sebagai kondisi 1 atau disebut
sebagai kondisi MARK..
Pada komunikasi serial panjang kabel juga
mempengaruhi kecepatan pengiriman data, apabila
kabel semakin panjang maka semakin rendah
kecepatan pengiriman data, hal ini sesuai dengan
tabel berikut:

Tabel 2.1 Kecepatan pengiriman data dengan
panjang kabel
Baud rate
(bps)
Max Lenght
(feet)
Max Lenght
(feet)
19200 50 15
9600 500 150
4800 100 300
2400 3000 900

II.1 Xbee PRO RF Module
XBee PRO merupakan modul radio frekuensi yang
beroperasi pada frekuensi 2.4 GHz. Sebelum
menggunakan Xbee PRO ada beberapa parameter
yang harus diatur agar dapat berkomunikasi dengan
modul lain. Terdapat 24 perintah (AT Command)
untuk mengatur parameter dari Xbee PRO. Cara
mengatur parameter Xbee PRO sebagai berikut:
request=+++ //membuka atcommand
response=OK

request=atmy1 //alamat diri =1
response=OK

request=atdl2 //alamat yang dikirim
response=OK

request=atchc //channel RF connection
response=OK

request=atid3328 //Personal Area Network
response=OK

request=atwr //menyimpan di memori
xbee pro
response=OK

request=atcn //menutup atcommand
response=OK

II.1 Visua Basic
Visual Basic adalah salah suatu development
tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan
Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visual
Basic menggunakan pendekatan Visual untuk
merancang user interface dalam bentuk form.
Tampilan Visual Basic terdapat pada Integrated
Development Integration (IDE) seperti pada gambar
di bawah ini:

3


Gambar 2.1 Tampilan awal bidang kerja Visual Basic
6.0

Adapun pejelasan jendela-jendela adalah sebagai
berikut :
Menu Bar, digunakan untuk memilih tugas-tugas
tertentu seperti menyimpan project, membuka
project, dll
Main Toolbar, digunakan untuk melakukan tugas-
tugas tertentu dengan cepat.
Jendela Project, jendela berisi gambaran dari
semua modul yang terdapat dalam aplikasi anda.
Jendela Form Designer, jendela merupakan
tempat anda untuk merancang user interface dari
aplikasi anda
Jendela Toolbox, jendela berisi komponen-
komponen yang dapat anda gunakan untuk
mengembangkan user interface.
Jendela Code, merupakan tempat bagi anda untuk
menulis koding. Anda dapat menampilkan jendela
dengan menggunakan kombinasi Shift-F7.
Jendela Properties, merupakan daftar properti-
properti object yang sedang terpilih. Sebagai
contohnya anda dapat mengubah warna tulisan
(foreground) dan warna latarbelakang
(background). Anda dapat menggunakan F4 untuk
menampilkan jendela properti.
Jendela Color Palette, adalah fasilitas cepat untuk
mengubah warna suatu object.
Jendela Form Layout, akan menunjukan
bagaimana form bersangkutan ditampilkan ketika
runtime.
III PERENCANAAN SISTEM
Pada perencaan system ini terdiri dari blok diagram
perencanaan software
III.1 Konfigurasi Sistem

Gambar 3.1 Konfigurasi Sistem WSN

Pada gambar 3.1 ditunjukkan konfigurasi dari sistem
WSN. Jaringan sensor nirkabel merupakan suatu jaringan
yang mana terdapat beberapa sensor diletakkan di beberapa
tempat berbeda. Sensor sensor tersebut akan mensensor
obyek dan mengirim data tersebut secara nirkabel menuju
server. Obyek yang disensor adalah tegangan, arus, dan
kecepatan pada beberapa jenis beban. Tegangan dan arus
yang disensor akan dijadikan input pada ADC internal dari
mikrokontroller. Data data dari ADC, frekuensi, beda phase
beserta waktu penyimpanannya (menggunakan RTC) akan
disimpan di database. Data data yang telah terkumpul dapat
dijadikan bahan referensi bagi perusahaan untuk mengambil
tindakan yang berhubungan dengan perawatan. Pada gambar
3.2 ditunjukkan blok diagram dari WSN untuk monitoring
energi listrik dan pada gambar 3.3 ditunjukkan blok diagram
dari sensor node.



Gambar 3.2 Blok Diagram WSN untuk monitoring


4


Gambar 3.3 Blok siagram sensor node
.
III.2 Perencanaan dan Pembuatan Perangkat Lunak
Software yang dibuat merupakan program untuk
komunikasi antara beberapa sensor node dan server.
Komunikasi antara node dan serverTopologi yang digunakan
adalah Topologi Star, pada topologi ini setiap node
terhubung langsung dengan server. Untuk memperjelas alur
komunikasi antara sensor node dengan server, pada gambar
3.4 ditunjukkan flowchart sistem dari node.

Gambar 3.4 Flowchart sistem sensor node

Pada flowchart diatas data yang diperoleh dari
sensor tegangan, sensor arus dan kecepatan serta waktu
pembacaannya dibaca dengan Analog to Digital Converter
(ADC) yang selanjutnya akan dikirim. Apabila ada request
dari user yang meminta data-data tersebut dikirimkan maka
seluruh data dipaketkan menjadi satu setelah itu dikirimkan
dengan format dari paket data yang dikirim sebagai berikut :
Format untuk satu paket data:
@node:dd:mm:yy:hh:mm:ss:vt:vs:vt:i:kec\r
Contoh:
@1:11:07:2011:08:12:23:220.00:220.00:220.00:3.00:1500.00
Format untuk beberapa paket data
(@node:dd:mm:yy:hh:mm:ss:vt:vs:vt:i:kec\r
@node:dd:mm:yy:hh:mm:ss:vt:vs:vt:i:kec\r
@node:dd:mm:yy:hh:mm:ss:vt:vs:vt:i:kec\r.)
Contoh:
(@1:11:07:2011:08:12:23:220.00:220.00:220.00:3.00:1500.0
0
@1:11:07:2011:08:12:23:220.00:220.00:220.00:3.00:1500.00
@1:11:07:2011:08:12:23:220.00:220.00:220.00:3.00:1500.00
)
Pada format diatas terdapat paket data yang diawali dengan
@ dan diakhiri dengan enter, isi dari paket data pada
contoh diatas adalah node, tanggal, jam, tegangan Vr,
tegangan Vs,tegangan Vt, arus, dan kecepatan.
Selanjutnya pada sisi server akan menunggu request
dari sensor node, bila terdapat request , maka server akan
menerima paket data dari sensor node. Data yang diterima
oleh server akan terdapat pada visual basic 6.0 yang
selanjutnnya akan dibuatkan program untuk mencacah paket
data yang diterima agar dapat dimasukkan ke database. Pada
database terdapat beberapa kolom yaitu kolom id, kolom
tegangan (Vr), kolom Vs, kolom Vt, kolom arus (I), kolom
kecepatan, dan kolom tanggal. Data-data yang telah
tersimpan pada database dimanfaatkan untuk memberikan
informasi kepada user tentang keadaan plan. Untuk
memperjelas sistem komunikasi antara server dan sensor
node, pada gambar 3.5 ditunjukkan flowchart dari
komunikasi data pada sisi server.
.
Gambar 3.5 Flowchart komunikasi sisi server

5

Setelah data diteima oleh server selanjutnya data
akan ditampilkan di visual basic untuk dapat mengetahui
keadaan beban pada saat pengambilan data secara langsung
maupun dengan data-data yang sudah tersimpan di dalam
database. Untuk memperjelas tampilan pada visual basic,
pada gambar 3.6 ditunjukkan tampilan dari visual basic.

Gambar 3.6 Tampilan awal visual basic


IV PENGUJIAN DAN ANALISA
IV.1 Pengujian Xbee Pro
Data Xbee pro digunakan untuk modul komunikasi
nirkabel, yang mana baudrate dapat diatur sesuai
kebutuhan. Berikut ini merupakan data-data pengukuran
kualitas pengiriman Xbee PRO dengan jarak 3 meter
hingga 30 meter, dengan baudrate 9600 bps, data yang
dikirim berupa text file yang
berisi abcdefghijklmnopqrstuvwxyz dan didapatkan
data pada tabel 4.1.

Tabel 4.1 pengukuran kualitas pengiriman data dari Xbee-
PRO dengan baudrate 9600bps


IV.2 Pengujian Visual Basic
Pada bagian visual basic kita dapat mengakses data-
data tersebut, tampilan awal pada visual basic seperti pada
gambar 4.1.

Gambar 4.1 Tampilan awal visual basic

Pada gambar diatas merupakan tampilan awal dari
visual basic, pada visual basic ini terdiri dari 6 tab yang
memiliki fungsi yang berbeda-beda. Setelah dijalankan
tampilan awal pad visual basic seperti pada gambar 4.2.

Gambar 4.2 Tab setting pada visual basic setelah dijalankan

Pada gambar diatas yaitu tab awal setelah visual
basic dijalankan yaitu tab setting dimana pada tab setting ini
kita dapat mengatur settingan komunikasi yang terdapat pada
grup communication antara lain setting baudrate, setting
parity, setting data lenght dan setting stop bit. Berikutnya
pada grup setting Real Time Clock(RTC), kita dapat
mengatur waktu pada mikrokontroller sehingga sama atau
cocok dengan waktu komputer. Masih pada tab setting, kita
dapat menentukan besarnya setpoint untuk semua beban dan
hal ini dapat dimanfaatkan user sebagai peringatan apabila
terjadi over voltage ataupun under voltage.
Pada tab berikutnya yaitu tab offline monitoring
dimana pada tab ini user dapat memilih data-data pada node
6

yang diinginkan untuk ditampilkan. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada gambar 4.3


Gambar 4.3 Tab offline monitoring pada visual basic

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui dan
dapat dianalisa berdasarkan data yang telah tersimpan di
database. Pemilihan data yang diinginkan dapat diketik dari
pada text box Node no selanjutnya menekan tombol lihat
data sehingga data dapat ditampilkan dalam bentuk tabel.
Selain dapat melakukan monitoring secara offline, user juga
dapat dapat melakukan monitoring secara langsung (online)
seperti yang terdapat pada gambar 4.4.


Gambar 4.4 Tab online monitoring pada visual basic

Berdasarkan gambar diatas dapat diketahui bahwa
data yang dikrim oleh sensor node dapat lansung disimpan di
database


Gambar 4.5 Tab online monitoring pada visual basic

Setelah dilakukan monitoring baik secara offline
maupun secara online, user dapat melakukan analisa pada tab
analisa-report. Seperti yang terdapat pada gambar 4.5 dapat
diketahui bahwa user dapat mengetahui keadaan plant,
apakah plant dalam keadaan over ataupun under voltage apa
tidak, dan user juga dapat mengetahui nilai rata-
rata,maximal,minimal dari masing data yang disensing.
Pada tab terakhir dari tampilan visual basic yaitu tab
about dimana tab ini berisi tentang tugas akhir ini dan ucapan
terima kasih penulis, untuk lebih jelas dapat dilihat pada
gambar 4.6


Gambar 4.6 Tab about pada visual basic

IV.3 Analisa
Setelah dilakukan pengujian dengan cara integrasi
antara hardware dan software diperoleh hasil dari
pembacaan sensor tegangan dan sensor arus dari ketiga
beban dapat tersensing dengan cukup baik sehingga data
yang dikirim oleh sensor node dapat terbaca oleh server
dan ditampilkan pada visual basic, akan tetapi
pembacaan sensor kecepatan tidak dapat terbaca dengan
sempurna oleh sensor kecepatan. Hal ini disebabkan oleh
pembacaan mikrokontroller yang kurang tepat,
dikarenakan perhitungan keceptan menggunakan timer 8
bit, sedangakan data yang terbaca lebih dari 8 bit.
Sedangkan pembacaan dari sensor tegangan dan sensor
arus diperoleh hasil yang cukup baik.

V. ANALISA DAN KESIMPULAN
V.1 KESIMPULAN
Setelah melakukan tahap perancangan dan
pembuatan system yang kemudian dilanjutkan dengan tahap
7

pengujian dan analisa maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Pengiriman data secara nirkabel menggunakan RF
modules dapat diandalkan, karena pada pengiriman data
dengan jarak 5m - 6m tidak mengalami losses.
2. Data yang diterima oleh Personal Computer (PC) dapat
disimpan pada database sesuai data yang diterima.
3. Terjadi kegagalan pembacaan sensor kecepatan oleh
mikrokontroller sehingga tidak dapat terbaca oleh visual
basic.

V.2 SARAN
Dari hasil Proyek Akhir ini masih terdapat beberapa
kekurangan dan dimungkinkan untuk pengembangan lebih
lanjut. Oleh karenanya penulis merasa perlu untuk memberi
saran-saran sebagai berikut :
1. RF module baik server dan sensor node diletakkan lebih
jauh dan dengan adanya halangan sehingga dapat
diketahui tingkat kehandalan dari RF module.
2. Pada software CodeVision sebaiknya diperlukan
pemrograman yang sesuai agar dapat mengitung
kecepatan dengan tepat.

DAFTAR PUSTAKA

1. What Is a Wireless Sensor Network?. 2009 , NI
Developer Zone, National Instruments
http://zone.ni.com/devzone/cda/tut/p/id/8707
2. Drs.A.ArismunandarTeknik Tenaga Listrik. Pradnya
Paramita, Jakarta, 1993
3. Moch Harun Arrosyd, ,Proyek Akhir Implementasi
Wireless Sensor Network Untuk Monitoring Parameter
Energi Listrik Sebagai Peningkatan Layanan Bagi
Penyedia Energi Listrik , PENS ITS, Surabaya,2009
4. Datasheet Atmega128. diakses 1 pebuari 2009, dari
Datasheet catalog
http://www.datasheetcatalog.com/datasheets_pdf/A/T/
M/E/ATMEG A128.shtml
5. Panduan Lengkap Pemrograman Visual Basic 6.0, oleh
Subari dan Yuswanto, penerbit cerdas pustaka publisher.