Anda di halaman 1dari 3

Bahasa Indonesia merupakan bahasa asli dari negara Indonesia dan sudah

sepantasnya sebagai warga Indonesia, seluruh masyarakat terutama para
remaja menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia. Namun apa yang terjadi
saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Kemampuan berbahasa Indonesia
para remaja saat ini sudah semakin menurun.

Banyak remaja yang menggunakan bahasa Indonesia di campur dengan bahasa
yang mereka sebut dengan bahasa gaul. Padahal penggunaan bahasa gaul
tersebut dapat merusak tata bahasa Indonesia yang benar. Bagi sebagian
remaja, menggunakan bahasa gaul akan menciptakan image bagi mereka
sebagai anak keren dan tidak ketinggalan jaman. Padahal apa yang mereka
lakukan tidak benar dan dapat merugikan Bangsa Indonesia. Apalagi saat ini
Malaysia telah mengklaim bahasa Indonesia sebagai bahasa negara mereka
padahal sudah jelas bahwa bahasa Indonesia adalah milik negara Indonesia. Hal
ini menunjukkan bahwa betapa rendahya kesadaran masyarakat terutama para
remaja untuk mencintai bahasanya sendiri.
Indonesia merupakan negara dengan suku dan budaya terbesar di dunia. Di
Indonesia terdapat puluhan jenis bahasa seperti bahasa Jawa, bahasa Sunda,
bahasa Padang dll. Namun sangat jarang remaja saat ini menggunakan bahasa
daerahnya sendiri. Bahkan mereka cenderung sudah melupakan bahasa daerah
maupun bahasa nasional mereka sendiri. Hanya sebagian remaja di daerah yang
menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Andai seluruh remaja seperti itu mau
melestarikan bahasa nasional maupun bahasa daerahnya sendiri, pasti Indonesia
akan lebih maju dan di hargai oleh negara lain di dunia.


Bahasa Indonesia baku mulai dikhawatirkan ketika mulai dikikis oleh bahasa
gaul, populer atau bahasa pasar. Padahal, bahasa baku sangat penting dalam
kedudukan kebangsaan.
“Bahasa baku penting bagi sebuah negara, apalagi bagi Indonesia,” kata Prof Dr
Benny Hoedoro Hoed, pakar bahasa dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
Universitas Indonesia, dalam sebuah diskusi di Lembaga Pers Dr Soetomo, Jalan
Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Menurutnya, bahasa baku memiliki fungsi mempersatukan negara Indonesia
yang terdiri dari 400 bahasa daerah. Bahasa Indonesia baku diperlukan untuk
memperlancar atau memfasilitasi komunikasi pada tataran nasional.
“Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai bahasa nasional, bahasa persatuan,
dan bahasa kebanggaan bangsa Indonesia,” tutur Benny.
Apa yang terjadi di Indonesia ini termasuk hal istimewa dibanding beberapa
negara lain yang mengalami kesulitan menetapkan bahasa persatuan. Dia
mencontohkan, di India ada bahasa Hindi dan Inggris, di Belgia menggunakan
bahasa Belanda dan Perancis. Lalu ada tiga bahasa yang dipakai di Swiss, yakni
Italia, Perancis, dan Jerman. Kanada ada bahasa Inggris dan Perancis.
Bahasa baku menurut UU No 24/2009 adalah bahasa yang dianggap dapat
digunakan sebagai bahasa di bidang pendidikan, administrasi negara, upacara
resmi, karya tulis, hukum, peradilan, dan berbagai ranah yang dapat dipandang
resmi.
Itulah tugas Komposisi Bahasa Indonesia, mengenai
Indikasi lunturnya berbahasa Indonesia dikalangan remaja saat ini. Beri
komentar ataupun saran dan kritik mengenai artikel ini. Terima Kasih.

sumber: http://www.kompas.com/
http://yudha.blog.uns.ac.id/?p=51