Anda di halaman 1dari 16

 Penting untuk pertumbuhan

dan perkembangan fetus


 Terdiri atas 98-99% air,1-2%
garam-garam anorganik dan
bahan organik (protein
terutama albumin), lanugo,
verniks kaseosa, dan sel-sel
epitel.
- Pada awal kehamilan hasil konsepsi diselimuti oleh
cairan exocoelomic yang mana ikut berperan serta
dalam pertukaran molekul antara ibu dan fetus.

- Pada akhir trimester I ruang exocoelomic akan
mengalami obliterasi secara progresif dan akan
digantikan oleh amnion.

- Volume cairan amnion (CA) meningkat secara progresif
antara minggu ke-10 s/d minggu ke-30 usia kehamilan.


- Volume cairan amnion meningkat dari ± 10 ml pada
uk 8 mgg, 630 ml uk 22 mgg, dan 770 ml uk 28 mgg.

- Setelah uk 30 mgg peningkatan CA akan melambat
kemudian tetap dari uk 36 mgg s/d uk 38 mgg.
Setelah itu cenderung untuk menurun.

- Apabila kehamilan melewati usia aterm maka akan
terjadai penurunan jumlah CA secara tajam, ± 515 ml
saat 41 mgg dan akan menurun 33% setiap minggu,
yang mana menjelaskan terjadinya oligohidramnion
pada kehamilan post-term.

- Rata-rata perubahan cairan amnion tergantung pada usia
kehamilan. CA meningkat 10 ml/mgg pada awal kehamilan
kemudian menjadi 50-60ml/mgg pada uk 19-25 mgg lalu
pertambahannya akan menurun sampai jumlah maksimalnya
saat uk 34 mgg
- Setelah uk 34 mgg terjadi penurunan jumlah CA ± 60-70 ml
saat uk 40 mgg.
- Terkadang akibat keadaan patologis terjadi perubahan
jumlah CA, jumlah CA yang berlebih (Polihidramnion) dan
yang kurang dari normal (oligohidramnion)
- Kelainan anatomi fetus berperan terhadap terjadinya jumlah
cairan amnion seperti renal agenesis, atresia esofagus,
anencephali termasuk dehidrasi pada ibu dan anemia pada
fetus.
Weeks’
gestation
Fetus (g) Placenta (g) Amniotic
fluid (g)
Percent fluid
16 100 100 200 50
28 1000 200 1000 45
36 2500 400 900 24
40 3300 500 800 17
- Produksi cairan amnion pada awal trimester I berasal
dari transudat dari plasma fetus yang melewati kulit
bayi, atau dari ibu yang melewati permukaan plasenta
atau desidua walaupun mekanisme secara pastinya
belum diketahui.


- Pada kehamilan selanjutnya cairan amnion berasal dari
urine dan cairan paru fetus. Dan sebagian kecil dari
transudat yang melewati tali pusat dan kulit fetus
- Produksi urine fetus meningkat 110 ml/kgbb/hari pada uk
25 mgg menjadi 200 ml/ kgbb/hari pada uk aterm
- Menurunnya atau tidak adanya produksi urine fetus
berhubungan dengan terjadinya oligohidramnion
- CA juga berasal dari cairan paru fetus yang mengandung
alveolar fosfolipid (lesitin, sphingomyelin, dan
fosfatidilgliserol) sehingga berguna untuk menilai
maturitas paru janin.
- Selama trimester III kehamilan produksi cairan paru ± 100
ml/kgbb/hari. (total produksi cairan paru ± 1/3 dari
produksi urine fetus)
- Aliran cairan paru melintasi epitel paru melalui transport
aktif oleh ion Cl, berbeda dengan urine yang sifatnya
hipotonis cairan paru bersifat isotonis terhadap plasma
- Salah satu mekanisme reabsorbsi cairan
amnion adalah melalui proses menelan.

- Penelitian menunjukan fetus menelan ± 190-
760 ml/hari (menunjukan bahwa jumlah
produksi urine lebih banyak dibandingkan
dengan yang ditelan)

- Mekanisme lainnya adalah melalui
intramembran ( dari cairan amnion melewati
pembuluh darah fetus) ± 200-400 ml/hari


1. AFI (Amnionic Fluid Index), yaitu penentuan jumlah
cairan amnion dengan menjumlahkan ukuran secara
vertikal dari kantong terbesar pada ke-4 kuadran.
- ≥25cm : Polihidramnion
- ≤5cm : Oligohidramnion

2. Maximal Vertical Pocket (MVP)
- < 2cm : Oligohidramnion
- > 8cm : Polihidramnion

 Proteksi (Melindungi fetus dari trauma mekanik)
 Pertumbuhan dan perkembangan paru-paru dan
ekstremitas fetus
 Homeostasis (Sifatnya yang bakteriostatik menciptakan
lingkungan intrauterine yang steril)
 Sarana untuk diagnostik
 Mekanik (Meratakan tekanan yang ditimbulkan oleh
his pada saat inpartu)
 Membasahi jalan lahir sehingga mudah dilalui bayi saat
persalinan

TERIMA KASIH
- CAI > 24cm
- Berhubungan dengan anomali fetus terutama
pada sistem sarCA pusat dan saluran
pencernaan (anenchepali, atresia esofagus)
- CAI ≤ 5cm
- Berhubungan dengan kelainan traktus
urinarius janin atau renal agenesis.
- Cairan amnion merupakan komponen penting
untuk pertumbuhan dan perkembangan
kehamilan
- Ketika jumlahnya normal akan menyediakan
lingkungan yang baik untuk pertumbuhan dan
perkembangan. Cairan amnion juga
merupakan sumber dignostik
- Pada awal trimester I cairan amnion bersaal
dari transudat serum fetus.