Anda di halaman 1dari 34

Kayu berasal dari berbagai jenis pohon memiliki sifat

yang berbeda-beda. Bahkan kayu yang berasal dari
satu pohon memiliki sifat yang agak berbeda, jika
dibandingkan bagian ujung dan pangkalnya.

Dalam hubungan itu maka ada baiknya jika sifat-sifat
kayu tersebut dipahami lebih dahulu sebelum kayu
dipergunakan sebagai bahan bangunan, industri kayu
maupun sebagai perabotan rumah. Sifat yang
dimaksud antara lain berkaitan dengan sifat-sifat
anatomi kayu, sifat fisik, sifat mekanik dan juga
sifat kimianya.
SIFAT-SIFAT UMUM KAYU

 Semua batang pohon mempunyai pengaturan vertikal dan
sifat simetri radial
 Kayu terdiri dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-
macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa-
senyawa kimia berupa selulosa dan hemiselulosa (unsur
karbohidrat) serta berupa lignin (non-karbohidrat).
 Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan
sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah
utamanya (longitudinal, tangensial dan radial). Hal ini
disebabkan oleh struktur dan orientasi selulosa dalam dinding
sel, bentuk menajang sel-sel kayu dan pengaturan sel
terhadap sumbu vertikal dan horisontal pada batang pohon.
 Kayu merupakan suatu bahan yang bersifat higroskopik, yaitu
dapat kehilangan atau bertambah kelembabannya akibat
perubahan kelembaban dan suhu udara sekitarnya.
 Kayu dapat diserang makhluk hidup perusak kayu, dapat juga
terbakar, terutama bila kayu dalam keadaan kering.
Beberapa hal yang tergolong
dalam sifat fisik kayu adalah;
 berat jenis
 keawetan alami
 warna
 higroskopis
 berat dan kekerasan
BERAT JENIS KAYU
Kayu memiliki berat jenis yang berbeda-beda berkisar antara
minimum 0,20 hingga 1,28. Berat jenis merupakan petunjuk
penting bagi aneka sifat kayu. Kekuatan kayu berbanding lurus
dengan berat jenisnya. Kayu yang berat jenisnya besar
kekuatannya pun besar. Sebaliknya, semakin ringan suatu berat
jenis kayu, maka kekuatannya akan berkurang. Berat jenis
antara lain ditentukan oleh tebal dinding sel, kecilnya rongga sel
yang membentuk pori-pori.

Berat jenis diperoleh dari perbandingan antara berat suatu
volume kayu tertentu dengan volume air yang sama pada suhu
standar. Umumnya berat jenis kayu ditentukan berdasarkan
berat kayu kering tanur atau kering udara dan volume kayu pada
posisi kadar air tersebut.
KEAWETAN ALAMI KAYU
Keawetan kayu didefinisikan sebagai ketahanan kayu terhadap
serangan dari unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur,
rayap, bubuk, cacing laut dan makhluk lainnya dalam jangka
waktu tahunan. Keawetan kayu tersebut disebabkan oleh adanya
suatu zat didalam kayu (zat ekstraktif) yang merupakan
sebagian unsur racun bagi perusak-perusak kayu, sehingga
perusak tersebut tidak sampai masuk dan tinggal didalamnya
serta merusak kayu. Misalnya kayu jati memiliki tectoquinon,
kayu ulin memiliki silika dan lain-lain. Sehingga jenis-jenis kayu
ini mempunyai cukup keawetan secara alami.

Klasifikasi kayu di Indonesia membagi tingkat keawetan kayu
kedalam 5 kelas.
WARNA KAYU
Kayu mempunyai warna yang bermacam-macam. Kayu yang
berwarna putih misalnya kayu jelutung, kayu kempas dan renghas
bewarna merah. Perbedaan warna ini disebabkan oleh zat-zat
pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda. Ada banyak
faktor yang mempengaruhi warna kayu, antara lain: tempat
didalam batang, umur pohon dan kelembaban udara. Kayu tersa
umumnya memiliki warna yang lebih jelas atau lebih gelap
daripada warna bagian kayu gubal.

Kayu yang umurnya lebih tua umumnya berwarna lebih gelap
daripada kayu yang muda dari jenis yang sama. Kayu yang kering
berbeda pula warnanya dengan kayu yang basah. Demikian pula
kayu yang lama berada diluar kelihatan lebih gelap atau lebih
pucat warnanya daripada kayu yang segar dan kering udara.
HIGROSKOPIS
Kayu mempunyai sifat higroskopik, yaitu suatu sifat yang dapat
menyerap atau melepaskan air atau kelembaban.Sifat higroskopik
ini merupakan suatu petunjuk bahwa kelembaban kayu sangat
dipengaruhi oleh kelembaban dan suhu udara sekitarnya pada
suatu saat tertentu.

Makin lembab udara disekitarnya maka makin tinggi pula
kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan dengan
lingkungannya. Kandungan air pada kayu seperti ini dinamakan
kandungan air kesetimbangan (EMC=Equilibrium Moisture Content)
masuknya air kedalam kayu itu, maka berat kayu akan
bertambah. Selanjutnya masuk dan keluarnya air dari kayu
menyebabkan kayu itu basah atau kering. Akibatnya kayu itu
akan mengembang atau menyusut.
TEKSTUR DAN SERAT
Tekstur ialah ukuran relatif sel-sel kayu. Pada
dasarnya yang dimaksud dengan sel kayu adalah
serat-serat kayu. Jadi dapat dikatakan bahwa
tekstur adalah ukuran relatif dari serat-serat kayu.
Serat kayu merupakan bagian dari kayu yang
menyangkut sifat kayu yang menunjukan arah umum
sel-sel kayu didalam kayu terhadap sumbu batang
pohon asal potongan tadi. Arah serat kayu dapat
ditentukan oleh arah alur-alur yang terdapat pada
permukaan kayu.
BENTUK SERAT KAYU
BERAT DAN KEKERASAN KAYU
Berat suatu jenis kayu tergantung dari jumlah zat kayu yang
tersusun, rongga-rongga sel atau jumlah pori-pori, kadar air
yang dikandung dan zat-zat ekstraktif didalamnya. Termasuk
dalam katagori kelas berat misalnya kulim, sementara kayu
bintangur termasuk dalam kelas agak berat. Kayu pinus dan
balsa masuk dalam kelompok kayu yang beratnya ringan.
Pada umumnya berat kayu berbanding lurus dengan
kekerasannya. Kayu yang masuk dalam katagori berat
biasanya karateristik fisiknya keras. Sebaliknya kayu yang
ringan adalah kayu yang lunak.
Cara menetapkan kekerasan kayu ialah dengan memotong kayu
tersebut arah melintang dan mencatat atau menilai kesan
perlawanan oleh kayu itu pada saat pemotongan dan kilapnya
bidang potongan yang dihasilkan.
KESAN RABA, BAU & RASA
Kesan raba suatu jenis kayu adalah kesan yang diperoleh pada
saat meraba permukaan kayu tersebut. Ada kayu yang bila diraba
memberikan kesan kasar, halus, licin, dingin dan sebagainya.
Kesan raba yang berbeda-beda itu untuk tiap jenis-jenis kayu
tergantung dari; tekstur kayu, besar kecilnya air yang dikandung
dan kadar zat ekstraktif yang ada didalam kayu. Kesan licin
terasa apabila tekstur kayunya halus dan permukaannya
mengandung lilin.
Demikian pula apabila tekstur kayunya kasar maka kesan rabanya
akan kasar pula. Kesan dingin akan terasa bila kita meraba kayu
yang mempunyai tekstur halus dan berat jenisnya tinggi,
sebaliknya terasa panas apabila teksturnya kasar dan berat
jenisnya rendah. Kayu jati memberikan kesan agak berlemak atau
berlilin kalau diraba; sedangkan kayu renghas memberi kesan
gatal pada kulit (alergi).
Sifat sifat mekanik atau kekuatan kayu ialah
kemampuan kayu untuk menahan muatan dari
luar.

Yang di maksud dengan muatan dari luar ialah
gaya-gaya diluar benda yang mempunyai
kecendrungan untuk mengubah bentuk dan
besarnya benda.kekuatan kayu memegang
peranan penting dalam penggunaan kayu untuk
bangunan ,perkakas dan lain penggunaan.
KEKUATAN TARIK
Kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya
yang berusaha menarik kayu tsb. Kekuatan
tarik terbesar pada kayu ialah pada sejajar
arah serat.
Kekuatan tarik tegaklurus arah serat lebih
kecil dari kuat tarik sejajar serat dan
keteguhan tarik ini mempunyai hubungan
dengan ketahanan kayu terhadap
pembelahan
LETS HAVE A LOOK!
KEKUATAN TEKAN
Kekuatan kayu untuk menahan muatan
jika kayu tsb dipergunakan utk suatu
konstruksi. Ada 2 mcm; kuat tekan
sejajar dan tegak lurus arah serat.
Kuat tekan sejajar > tegak lurus arah
serat. Kuat tekan sejajar menetukan
kemampuan kayu dalam menahan
beban.
LETS HAVE A LOOK!
MACAM
MACAM
MODEL GAYA
TEKAN
KEKUATAN GESER
Kekuatan kayu dalam hal kemampuannya
menahan gaya-gaya yang membuat suatu
bagian kayu tsb bergeser atau bergelincir
dari bagian lain didekatnya
Ada 3 macam gaya geser yaitu; gaya geser
sejajar arah serat, tegak lurus arah serat
dan keteguhan geser miring. Kuat geser
tegaklurus serat > sejajar arah serat


LETS HAVE A LOOK!
KEKUATAN LENTUR
Kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang
berusaha untuk melengkungkan kayu atau
untuk menahan beban-beban mati maupun
hidup selain beban pukulan yang harus
dipikul oleh kayu tsb, misalnya blandar.
Keteguhan lengkung statik (kekuatan
menahan gaya yang mengenainya secara
perlahan lahan) dan keteguhan lengkung
pukul (secara mendadak)
LETS HAVE A LOOK!
KEKUATAN BELAH
Kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang
berusaha membelah kayu. Tegangan belah
adl tegangan yg terjadi krn adanya gaya yg
berperan sebagai baji.
Keteguhan belah yg rendah cocok utk
pembuatan sirap atau kayu bakar.
Sementara keteguhan belah yang tinggi
sangat baik utk pembuatan kerajinan ukir-
ukiran seperti patung dan hiasan dinding.
LETS HAVE A LOOK!
KEKUATAN PUNTIR
Kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang
berusaha memilin atau memuntir kayu
sehingga serat-serat kayu berubah
orientasi. Dalam kondisi ekstrim serat kayu
menjadi patah yg akhirnya menurunkan daya
dukung.
Biasanya ini terjadi pada konstruksi-
konstruksi yang menggantung (kantilever)
dimana salah satu ujung batang dalam posisi
bebas dan diberi muatan.
LETS HAVE A LOOK!
 Komponen kimia mempunyai arti penting
karena akan menentukan kegunaan
suatu jenis kayu.
 Susunan kimia kayu digunakan sebagai
pengenal ketahanan kayu terhadap
serangan makhluk perusak.
 Menentukan pengerjaan dan pengolahan
kayu, sehingga didapat hasil yang
maksimal
Unsur Karbohidrat; selulosa dan
hemiselulosa
Unsur Non-karbohidrat; lignin
Unsur yang diendapkan dalam
kayu selama proses pertumbuhan
yang dinamakan zat ekstraktif
Karbon: 50%
Hidrogen: 6%
Nitrogen: 0,04 – 0,10 %
Abu: 0,20 – 0,50 %
Sisanya adalah Oksigen
SELULOSA
 BAHAN KRISTALIN UTK
MEMBANGUN DINDING SEL.
 SELULOSA MERUPAKAN BAHAN
DASAR YG PENTING BAGI INDISTRI
YG MEMAKAI SELULOSA SEBAGAI
BAHAN BAKU, MISALNYA; PABRIK
KERTAS, PABRIK SUTERA TIRUAN,
DLSB.
LIGNIN
 BAGIAN YG BUKAN KARBOHIDRAT SBG
PERSENYAWAAN KIMIA YG TIDAK
BERSTRUKTUR.
 LIGNIN TERLETAK TERUTAMA DALAM
LAMELA TENGAH DAN DINDING
PRIMER.
 KADAR LIGNIN PADA KAYU GUBAL
LEBIH TINGGI DARIPADA KAYU TERAS
(KADAR SELULOSA SEBALIKNYA)
HEMISELULOSA
 SEMACAN SELULOSA BERUPA
PERSENYAWAAN DGN MOLEKUL-
MOLEKUL BESAR YG BERSIFAT
KARBOHIDRAT.
 ZAT INI TERDAPAT SEBAGAI
BAHAN BANGUNAN DINDING-
DINDING SEL DAN JUGA SBG
BAHAN ZAT CADANGAN
ZAT EKSTRAKTIF
 UMUMNYA MUDAH LARUT DALAM
PELARUT SEPERTI; ALKOHOL,
BENSIN DAN AIR.
 MEMILIKI ARTI PENTING BG KAYU
KARENA: dapat mempengaruhi
keawetan, warna, bau dan rasa;
mempengaruhi proses pengerjaan kayu;
bernilai penting bagi industri.
ABU
 DISAMPING PERSENYAWAAN
ORGANIK SDA, DIDALAM KAYU
MASIH TERDAPAT BEBERAPA ZAT
ORGANIK, YANG DISEBUT ABU
(MINERAL PEMBENTUK ABU YANG
TERTINGGAL SETELAH LIGNIN DAN
SELULOSA HABIS TERBAKAR)
 KADARNYA BERVARIASI ANTARA
0,2 – 1,0 % DARI BERAT KAYU.