Anda di halaman 1dari 4

Industry | Update

16 August, 2013

Office of Chief Economist

Volume 15, Agustus 2013
Quote of the Week

News

“ The New Emerging Countries are no
different from the old ones; once you
reach a certain income level, it becomes
harder to grow”

Langoni
Director of The Global Economics Center at
Fundacao Getulio Vargas

Gold Daily Price
(USD /troy oz)

2000
1800
1600
1400
1200
1000
Aug-12

Nov-12

Feb-13

May-13

Aug-13

Source: Bloomberg

US Crude Oil Daily Price
(USD/barrel)

120
110
100
90
80
70
60
Aug- Oct- Dec- Feb- Apr- Jun- Aug12
12
12
13
13
13
13
Source: Bloomberg

Palm Oil Price
(USD/ ton)

1100

1000

900

800

700

600
Aug-12

Oct-12

Dec-12

Source: Bloomberg

Feb-13

Apr-13

Jun-13

Aug-13 

Bank Indonesia berencana menerapkan batas
pemberian kredit atau loan to value (LTV) pada
sektor-sektor yang membutuhkan bahan baku
impor. Rencana kebijakan ini dilakukan untuk
menyehatkan kembali neraca transaksi berjalan yang
defisit. Kinerja ekspor yang belum pulih karena harga
komoditas dan impor bahan baku yang terus meningkat
mendorong defisit neraca transaksi berjalan. Untuk itu,
Bank Indonesia melakukan kebijakan dari sisi
pengendalian impor. Diharapkan melalui kebijakan
tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
sektor-sektor yang tidak membutuhkan bahan impor
tinggi seperti sektor kredit usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM). Berdasarkan data BPS, impor
bahan baku/penolong per Juni 2013 sebesar US$ 11,8
juta. Proporsi impor bahan baku/penolong terhadap
total impor sebesar 76,48% pada Januari-Juni 2013.
Namun demikian, kesiapan sektor-sektor yang bahan
bakunya tergantung impor perlu diperhatikan sehingga
tidak berdampak negatif terhadap pertumbuhan
ekonomi jangka pendek mengingat saat ini terjadi
perlambatan pertumbuhan ekonomi. 
Proyek jalur ganda (double track) kereta api JakartaSurabaya akan dioperasikan pada semester I-2014.
Akhir tahun 2013, progres pembangunan jalur ganda ini
ditargetkan berkisar 90%-95%. Saat ini pembangunan
jalur ganda (double track) sudah selesai 85% karena
ada beberapa ruas yang masih terkendala pembebasan
lahan. Pengoperasian jalur ganda ini tentu harus
dibarengi dengan penambahan sarana angkutan kereta
untuk meningkatkan kapasitas penumpang. PT KAI
memperkirakan kapasitas total angkutan kereta di jalur
ganda sekitar 200 kereta per hari di tahun depan untuk
rangkaian campuran baik penumpang maupun barang. 
Kebijakan hilirisasi sejak 2012 mulai berdampak
terhadap investasi industri hilir. Hingga Agustus
2013, intensfikasi program hilirisasi industri berbasis
sumber daya alam mampu menjaring investasi baru
sebesar US$ 28,8 miliar. Untuk investasi hilirisasi
industri berbasis mineral logam mencapai US$ 17,5
miliar, industri berbasis migas/petrokimia mencapai
US$ 8 miliar, industri pengolahan CPO mencapai Rp.
30 triliun (US$ 3 miliar) dan industri pengolahan kakao
mencapai US$ 0,33 miliar. Selama ini kebijakan insentif
hilirisasi yang dilakukan pemerintah antara lain
memberikan pembebasan pajak selama periode
tertentu (tax holiday), pengurangan pajak (tax
allowance), pembinaan dan pengawalan bagi proyekproyek penting yang sedang dibangun, dan mendorong
BUMN berinvestasi di sektor pengolahan berbasis
logam dan mineral guna mempercepat peningkatan
daya saing industri.

biaya pengapalan hingga asuransi pengiriman barang.831 2.041 unit.000 6. transaksi ekspor menggunakan metode Free on Board (FOB) dimana tanggung jawab eksportir dalam pengangkutan barang ekspor sampai dipelabuhan muat. Hal ini menunjukkan penerapan asas cabotage selama 8 tahun telah berdampak positif terhadap industri pelayaran nasional meski penambahan armada kapal nasional mayoritas masih berasal dari impor terutama dari Singapura dan China. Per Maret 2013.664 2. tug boat (31.  Perusahaan angkutan laut (SIUPAL) dan perusahaan angkutan laut khusus (SIOPSUS) juga meningkat pesat. Selama ini. Pertumbuhan tahunan SIUPAL selama 8 tahun terakhir (2004-2012) sebesar 8.35% Feb-13  Sejak penerapan asas cabotage tahun 2005 (melalui Inpres 5/2005).453 1. hal 2 . total armada kapal nasional meningkat.140 2.90% 2007 2008 2009 2010 1.80% 98.591 1.94 juta ton per Februari 2013.20% 2011 1.71%).000 1. armada kapal nasional baru menguasai pengangkutan muatan dalam negeri sementara muatan luar negeri masih dikuasai asing.658 kapal.07%).000 12. Beyond cabotage merupakan agenda nasional dalam rangka meningkatkan pangsa muatan pelayaran nasional untuk pengangkutan muatan luar negeri (ekspor impor).  Untuk itu. Per Februari 2013.20% 79. meningkat 99.80% 20.000 2. Pemerintah berencana melakukan penerapan “beyond cabotage”.000 0 31 Maret 2005 31 Maret 2013 Sumber: Dirjen Hubla. Sedangkan impor menggunakan Cost Insurance and Freight (CIF) yang memperhitungkan nilai barang. Salah satu strategi beyond cabotage adalah dengan mengubah ketentuan ekspor dari Free On Board (FOB) menjadi Cost Insurance and Freight (CIF).15% 2012 Proporsi yang Diangkut Kapal Nasional Proporsi yang Diangkut Kapal Asing Sumber: Dirjen Hubla.047 unit kapal per 31 Maret 2013.10% 98. Mayoritas tipe kapal armada niaga nasional per 31 Maret 2013 adalah tongkang/barge (33.982 1.85% 99.000 4. Sementara pertumbuhan tahunan SIOPSUS sebesar 3. kapal nasional telah mengangkut 99.269 dengan total armada yang dimiliki sebanyak 10.  Namun demikian.04%) dan kapal general cargo (18.67 juta ton.704 1.000 6. Untuk tahap awal.500 2.1% dari total muatan luar negeri yang sebesar 600.678 2.504 2.40% 65.000 U n it K a p a l 10.000 500 SIUPAL SIOPSUS Mar-13 2012 2011 2010 2009 2008 2007 2006 2005 2004 0 TOTAL Sumber: Dirjen Hubla.273 1.75% CAGR. Kemenhub Perkembangan Perusahaan Angkutan Laut & Angkutan Laut Khusus (SIUPAL & SIOPSUS) 3.2% dari 31 Maret 2005 yang sebesar 6. komoditas yang menjadi sasaran diberlakukannya ketentuan CIF dalam transaksi ekspor adalah CPO dan Batubara.80% 1. Kemenhub 0.084 unit (99. Kemenhub Pangsa Muatan Angkutan Laut Dalam Negeri 98.Industry Update Volume 15.65% dari total muatan dalam negeri yang sebesar 359.041 6.047 12. Sementara izin perusahaan angkutan laut khusus (SIOPSUS) tercatat sebesar 409 dengan total armada yang dimiliki sebanyak 1. Kondisi ini menyebabkan hilangnya potensi devisa yang mencapai US$ 15 miliar per tahun.2%) 8.60% 9. armada kapal nasional hanya mengangkut 10. Jumlah armada kapal berbendera Indonesia sebanyak 12.000 2. Sementara untuk muatan luar negeri. izin perusahaan angkutan laut (SIUPAL) tercatat sebesar 2.389 kapal.20% 34.95% CAGR.500 1. Agustus 2013 Perkembangan Armada Nasional Pemegang SIUPAL dan SIOPSUS Angkutan Laut 14. Sasaran pangsa muatan angkutan luar negeri yang dapat dikuasai oleh pelayaran nasional sebesar 15% pada tahun 2015 dan 20% pada tahun 2020.65% 90.

 Peralihan ketentuan ekspor dari FOB menjadi CIF dapat mempengaruhi harga jual komoditas ekspor. kapallkapal asing memiliki jaringan pemasaran yang luas sehingga dapat memberikan tarif yang lebih kompetitif dibandingkan kapal–kapal nasional. Selain itu. Selain dapat meningkatkan devisa negara. Kemenhub Kapasitas Pengangkutan Kargo Negara Maritim di Asia (Juta DWT) 93.5 Hongkong 25. Persoalan tarif ini penting karena akan mempengaruhi harga jual komoditas ekpor Indonesia di luar negeri. Selama ini. Rencana untuk mewajibkan bagi eksportir Indonesia menggunakan ketentuan CIF berimplikasi eksportir harus memenuhi dan menanggung semua unsur dalam biaya angkut.5 Korea Taiwan 19.85% 10.10% 92.50% 9.98% 9.90% 91.10% 2012 Feb-13 Proporsi yang Diangkut Kapal Nasional Proporsi yang Diangkut Kapal Asing Sumber: Dirjen Hubla.5 Jepang 39. Sehingga kebijakan ketentuan ekspor CIF ini tidak berdampak negatif terhadap ekspor. Pemerintah dan beberapa asosiasi telah menyepakati peralihan ketentuan ekspor dari FOB menjadi CIF melalui nota kesepahaman pada 27 Februari 2013.02% 8. hal 3 . Sebelumnya.5 Thailand 2.88% 2007 2008 90. sarana angkut barang ekspor dan asuransi. beyond cabotage diharapkan dapat mendorong investasi di sektor pelayaran sehingga menjadi peluang tersendiri bagi sektor perbankan.7 Singapura 18.05% 2009 2010 90. Bimco Review Distribusi Umur Armada Kapal Nasional > 25 tahun 21% 0-5 Tahun 27% 21-25 tahun 9% 6-10 tahun 15% 11-15 tahun 15% Sumber: Kementerian Perindustrian 16-20 tahun 13%  Uji coba perubahan ketentuan ekspor menjadi Cost.8 Sumber: UNCTAD.  Daya saing industri jasa pelayaran.  Kesiapan armada kapal dan pelabuhan nasional menjadi sangat penting dalam kebijakan ekspor CIF sehingga tidak memperlemah daya saing ekspor Indonesia.5 China 31. kapal-kapal asing masih mendominasi dalam pengangkutan muatan luar negeri dikarenakan kapal–kapal asing cenderung lebih efisien karena ukuran kapal asing yang besar sehingga satuan biaya angkut semakin rendah. Selain itu. premi asuransi tinggi dan suku bunga kredit ekspor tinggi maka harga jual produk ekspor Indonesia kurang kompetitif dibanding produk negara lain. Indonesia menempati peringkat 9 dalam kapasitas pengangkutan kargo negara maritim di Asia dan hanya memiliki kapasitas 0. Berdasarkan data UNCTAD dan BIMCO Review. Apabila biaya kapal. sekitar 30% armada kapal nasional berumur diatas 20 tahun.86% 2011 89.12% 5.50% 90. Industri pelayaran dan asuransi nasional harus mampu menawarkan tarif bersaing. Agustus 2013 Pangsa Muatan Angkutan Laut Luar Negeri 94. dapat pula menjadi peluang bagi asuransi nasional karena ketentuan ekspor dengan CIF dapat mendorong permintaan jasa asuransi nasional. asuransi nasional serta kapasitas armada kapal dan infrastruktur pelabuhan nasional perlu ditingkatkan. Selain itu.9 Indonesia 4.14% 9. Dalam nota kesepahaman tersebut tertuang pelaksanaan perubahan ketentuan ekspor dari FOB menjadi CIF paling lambat 6 bulan sejak nota kesepahaman tersebut ditandatangani yang berarti bulan Agustus 2013.95% 7. Insurance and Freight (CIF) dimulai pada Agustus 2013.8 Malaysia 6.61% dari kapasitas dunia.  Penerapan beyond cabotage dapat memberikan peluang bagi perbankan dan asuransi.4 Filipina 4.Industry Update Volume 15.

4 107.3 793. Agustus 2013 Commodities Price Movement       Oil .0 21505.0 14730.Industry Update Volume 15.0 7309.3 1532.0 1366.6 792.7 2.5 12.1 1815.3 76.2  2% 1% 0% 0% 6% 9% 11% 6% 8% -2% 12% 0% 0% 10%   -1% 17% -16% -4% -8% -14% -8% -18% 0% 2% -21% -9% -11% 10% -5% 14% -11% 3% -1% -4% 18% -15% 10% 3% 7% -19% -22% 1% Composite Index Performance    !"# $%&#' Agricultural Index .9 2520.London Exchange Oil .New York Exchange Coal Aluminum Copper Nickel Tin Gold Platinum Pulp Rubber Tokyo Palm Oil Soybean Cocoa * Closing date: 8/15/2013 Source: Bloomberg USD/barrel USD/barrel USD/metric ton USD/metric ton USD/metric ton USD/metric ton USD/metric ton USD/troy oz USD/troy oz USD/ton USD/kg USD/ton USD/bushel USD/metric ton 110.

.

  .

 .

  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Phone: 62-21-5245557 Fax: 62-21-5210430  .

396 1"& -21% -17% -15% -25% -31% -28% 2% -1% 2% -11% -8% -10% 28% 29% 31% 40% 33% 38% 14% 13% 13% 17% 14% 15% 11 -28% -27% -25% -30% -36% -32% 18% 15% 23% -8% -3% 4% 31% 34% 37% 58% 52% 57% 21% 21% 23% 23% 22% 23% Source: Bloomberg.059 2013.266 1034. hal 4 .267 1194. Utilities.513 537.244 1207.   Destry Damayanti Mining Index Basic Industries & Chemical Index Miscellaneous Industries Index     Faisal Rino Bernando M.367 450.867 1288.362 1390. No part of this document may be reproduced in any manner without written permission of Bank Mandiri. Service and Investment Index ()*&!%+ .777 1028. !%+ /)!0# 1627.666 435. and Transportation Index Trade.241 1744. Additional information is available upon request.337 1707.158 1227. Jakarta Stock Exchange Disclaimer Published by PT Bank Mandiri (Persero) which regulated by Indonesian Banking Regulatory.646 1021.65 1342. The information and opinion in this document has been obtained from sources believed reliable. Ajie Maulendra Nadia Kusuma Dewi Sindi Paramita Adjie Harisandi Mamay Sukaesih Romauli Panggabean Consumer Index Property & Real Estate Index Infrastructure.179 536. This document is for information purposes only.709 455.*8/15/2013 8/1/2013 7/25/2013 8/15/2013 8/1/2013 7/25/2013 8/15/2013 8/1/2013 7/25/2013 8/15/2013 8/1/2013 7/25/2013 8/15/2013 8/1/2013 7/25/2013 8/15/2013 8/1/2013 7/25/2013 8/15/2013 8/1/2013 7/25/2013 8/15/2013 8/1/2013 7/25/2013 .418 2005.032 863. but no guarantee is given regarding its accuracy or completeness and it should not be relied upon as such.076 2050. All opinion expressed here may not necessarily be shared by all employees within Bank Mandiri and its group and are subject to change without notice.505 843.994 854.164 523.