Anda di halaman 1dari 4

Kompresi pada Multimedia

April 20, 2012 in Uncategorized
Kompresi dalam computer science adalah proses “memampatkan” data sehingga memakan
space lebih kecil dan transmisi lebih cepat dengan kualitas informasi yang sama atau
berkurang sedikit. Proses yang terlibat adalah encoding dan decoding. (Note: istilah data dan
informasi tidak sama. Data diibaratkan buku kosong, Informasi diibaratkan tulisan di
dalamnya)
Kategori kompresi ada dua, yang pertama diklasifikasikan sebagai lossy dan lossless,
sedangkan yang kedua diklasifikasikan sebagai tetap atau barvariasinya sejumlah data yang
diambil dari file asli untuk dikompresi ke file output. Namun yang paling populer adalah
pengkategorian lossy-lossless. Di sini kita akan membahasa lossy dan lossless saja.
Perbandingan Lossless vs Lossy bisa digambarkan seperti berikut:

Gambaran perbandingan kompresi lossy vs lossless
Lossless
Lossless berarti informasi yang di-dekompresi dijamin sama dengan data aslinya. Lossless
bekerja dengan memanfaatkan data yang redundan. Sehingga data-data yang redundan
tersebut dimampatkan karena sejenis. Misalnya pada Run Length Encoding jika ada text
bertuliskan “AAAAABBBBCCCDDE” (15 byte) maka akan dikompresi menjadi
“A5B4C3D2E” (9). Kelemahan RLE terletak bila jarang ada data yang berulang seperti
“ABCDEF”. Namun jika menggunakan algoritma lain seperti LZ bisa teratasi, selain itu
realitasnya data redundan sangatlah banyak. Kompresi lossless ini adalah yang selalu
digunakan pada kompresi text.
Ciri kompresi lossless adalah file harus didekompresi (misalnya extract pada winrar atau
winzip) agar bisa dibaca. Contoh algoritma lossless yang lain adalah, LZ dan variannya atau
Huffman.
Lossy
Lossy berarti informasi yang di-dekompresi tidak ada jaminan sama persis dengan aslinya.
Lossy bekerja dengan menghilangkan informasi (bukan data) yang kurang berguna. Lossy ini
adalah kompresi yang umum digunakan pada file gambar, audio, dan video, kenapa? Karena
data-data tersebut ditujukan untuk interpretasi manusia yang bisa “mengisi kekosongan”
berbeda dengan komputer yang jika ada lubang di tengah maka akan terjadi error. Berbeda
dengan lossless, kompresi berulang-ulang dengan lossless akan mengurangi kualitas setiap
kompresinya.
Ciri kompresi lossy adalah bisa dibuka tanpa perlu dekompresi seperti extract pada winrar
atau winzip. Contoh algoritma lossy adalah CS&Q, JPEG (di kamera digital), dan MPEG.

Contoh kompresi lossy pada citra Lena

Kompresi Text
Kompresi pada text menggunakan lossless, karena dengan mengurangi huruf atau kata
(terutama dalam file html, xml, dsb.) bisa menjadi informasi ambigu.
Algoritma Lempel-Ziv (LZ) adalah salah satu algoritma yang paling populer diantara yang
lain. Varian dari LZ adalah LZR (LZ-Renau) yang digunakan pada Zip, dan DEFLATE yang
digunakan pada pkzip dan gzip.
Format file setelah konversi biasanya sesuai format aplikasi yaitu .zip, .7z, atau .rar.
Berikut adalah gambar screenshot dari PC saya:

Kompresi file bisa dilihat dari perbedaan file size
Kompresi Gambar
Kompresi pada gambar bisa menggunakan lossy dan lossless. Lossy lebih cocok untuk
gambar natural seperti foto alam, karena ditujukan untuk manusia dan tidak diproses oleh
komputer. Contoh algoritma kompresi lossless gambar adalah RLE pada BMP, LZW (varian
LZ) pada GIF dan TIFF, DEFLATE pada PNG, MNG, dan TIFF. Sedangkan algoritma lossy
diantaranya chroma subsampling dan transform coding (baca sendiri) .
Format file setelah kompresi adalah format gambar yang sering kita temui, yaitu PNG, GIF,
JPEG, atau TIFF.
Berikut adalah gambar screenshot berbagai format kompresi dari file gambar di atas:

Perbedaan ukuran file format kompresi gambar
Kompresi Video
Kompresi pada video biasanya menggabungkan cara kompresi pada gambar dan motion
compensation. Motion compensation adalah cara untuk menampilkan frame saat itu dengan
mengambil dari frame sebelum atau setelahnya yang memiliki kemiripan.
Format file setelah kompresi sesuai codec yang digunakan seperti MPEG, WMV, AVI,
RMVB (Real Video), dan DivX.
Berikut gambar screenshot dari PC saya:

Perbedaan ukuran file kompresi pada video.
Kompresi Audio
Kompresi pada audio bisa menggunakan lossy dan lossless, namun beberapa literatur
mengatakan kompresi lossless tidak bekerja baik pada audio. Teknik kompresi audio
berbeda-beda setiap algoritmanya.
Format file setelah kompresi sesuai codec yang digunakan seperti Vorbis dan MP3.
Salah satu teknik kompresi video dapat mencapai bit rate yang dapat dikategorikan kualitas baik
yaitu antara 1-5 Mb/s.